RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Selain terancam rob, pesisir Pekalongan mulai mengalami abrasi.
Dalam rangka konservasi lingkungan setempat, Pemerintah Kota Pekalongan bersama lapisan masyarakat menanam 300 bibit mangrove di lahan kosong Cemoro Sewu Slamaran, Jumat (3/11).
“Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama baik untuk melakukan konservasi lingkungan kami,” ucap camat Pekalongan Utara, Wismo Aditiyo.
Baca Juga: Warga Kaliangkrik Magelang Kaget Ternyata Rumahnya Dipakai Menyimpan Keripik Pisang Narkoba
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Travel Hiace Tabrak Truk di Jalan Tol Semarang-Solo
Sebab sebut Wismo, tak hanya diupayakan untuk mengatasi rob di pesisir pantai utara saja. Penanaman ini, untuk budidaya tanaman mangrove.
Karena tanaman ini, bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat, untuk diolah menjadi produk makanan.
Selain itu, nantinya di kawasan ini, akan lebih baik ke depannya.
Karena kawasan Cemoro Sewu ini letaknya dekat dengan pembangunan tanggul.
Jika kedua hal ini, ke depan sudah jadi. Maka akan bisa muncul kawasan wisata baru.
Karena lokasi tanggul bisa jadi jogging track didukung hutan mangrove yang membuat suasana lebih adem.
“Mudah-mudahan ketika tanaman mangrove ini tumbuh, semakin bisa menambah daya tarik wisata disini,” harapnya.
Pada kesempatan kemarin, acara diawali dengan senam bersama. Kemudian penanaman bibit mangrove dilakukan secara simbolis oleh Ketua PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya didampingi ketua I PKK Kota Pekalongan, Istiqomah, bersama istri, serta tamu undangan lainnya.
Inggit memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Kelurahan Degayu, kecamatan Pekalongan Utara yang telah mengadakan kegiatan positif tersebut.
Terutama, penanaman mangrove dengan jumlah 300 bibit jenis Kapidada (sonneratia alba).
“Saya yakin nantinya, bisa mengurangi dampak negatif dari abrasi karena daerah degayu ini juga daerah rentan banjir dan rob,” tuturnya.
Baca Juga: Nduwe Bojo Keset, Lady Njaluk Pegat
Menurut nya kepedulian lingkungan harus menjadi usaha seluruh lapisan masyarakat, warga, pihak kelurahan untuk melindungi lingkungan.
Dengan usaha masyarakat dan kelurahan degayu bersama-bersama menanam mangrove mudah-mudahan dapat mengurangi dampak abrasi, ini juga bentuk kebersamaan kepedulian terhadap lingkungan, untuk menyiapkan lingkungan yang baik anak cucu kita.
Inggit berharap, budidaya mangrove ini tidak hanya berhenti ketika menanam saja akan tetapi perlu merawat dan memonitor pertumbuhan mangrove yang telah ditanam.
Karena ini menjadi program jangka panjang, dimana akan ada banyak sekali manfaat yang didapat dari mangrove ini dan membawa kebaikan bagi masyarakat.
“Mulai sekarang hingga kedepan, harus kita rawat bersama,” tandasnya. (han)
Editor : Agus AP