RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN - Peringatan Hari Batik Nasional 2023 membawa berkah bagi Kota Pekalongan.
Karena dalam ajang Pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) tahun ini Kota Pekalongan menjadi icon.
Untuk itu, Pemerintah Kota Pekalongan akan melibatkan 35 pelaku UKM dalam gelaran tersebut.
“Kami berharap, Inacraft 2023 mampu mendongkrak penjualan batik khas Kota Pekalongan pasca pandemi Covid-19," jelas Wakil Walikota Pekalongan, H Salahudin, Senin (2/10).
Untuk diketahui, Incraft 2023 berlangsung pada tanggal 4-8 Oktober 2023 di Jakarta Convention Center (JCC).
Sebagai pameran bertaraf internasional, ini adalah event tahunan yang digelar Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event.
Yang bertujuan untuk memfasilitasi dan mempromosikan produk-produk kerajinan lokal khususnya batik agar dapat berkompetisi dengan produk internasional.
Yang mana, Inacraft menggandeng perajin muda, youth & millenium artisans, dan peserta luar negeri negara sahabat.
Sebagai wujud bangkit setelah pandemi dan kekuatan UKM Indonesia menjadi bagian dari World Preneur Citizen.
"Kota Pekalongan turut ambil bagian dalam pameran terbesar se-Asia Tenggara dibuka oleh Presiden atau Wakil Presiden Indonesia. Tentu membanggakan,” serunya.
Ditambahkan pegiat sekaligus pelaku usaha batik, Romi Oktabirawa, bahwa untuk tahun ini, pameran Inacraft mengusung tema "Youth" atau anak muda.
Di mana, icon kali ini adalah Kota Pekalongan. Untuk itu, akan dimaknai sebagai upaya adanya regenerasi para pembatik di seluruh Indonesia sekaligus membranding Kota Pekalongan.
"Silahkan masyarakat Indonesia mampir ke Pameran Inacraft untuk melihat perkembangan batik Kota Pekalongan, sejarah Batik , serta juga ada pemeran handycraft yang lain," jelasnya.
Ditambahkan Plt kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop-UKM), Supriono melalui Kabid Koperasi dan UMKM, Nugroho Hepi Kuncoro.
Ditunjuk sebagai icon Inacraft 2023, Kota Pekalongan bakal mengirim 35 pelaku UKM dalam gelaran tersebut.
“Yang kami libatkan UKM bergerak di bidang batik dan craft. Nanti juga akan ada 2 stand kuliner dan 2 stand untuk partisipasi Dekranasda Kota Pekalongan,” jelasnya pada Senin (2/10).
Pihaknya berharap, tiap event Inacraft Kota Pekalongan bisa memperkenalkan khasnya.
Selain melalui sektor batik, kerajinan hingga kuliner. Agar bisa berdampak secara maksimal.
Sebab pameran ini kelasnya sudah tidak hanya nasional tetapi internasional. Karena pengunjungnya, dari Asia Tenggara hingga Asia Timur.
“Banyak pengunjung dari luar yang memanfaatkan event ini istilahnya untuk kulaan, jadi penjualan disana nanti partai besar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pemkot Pekalongan berharap tidak hanya berhenti pada proses transaksi dalam waktu itu, namun bisa berlanjut dalam jangka waktu yang panjang.
Yang mana, ditargetkan bukan hanya transaksi jual beli, namun effect setelah itu yaitu komunikasi lanjut dengan buyer sehingga dapat dilanjutkan di waktu selanjutnya.(han)
Editor : Agus AP