RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN-Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan menilai sebagian masyarakat belum paham gerakan stop borong pangan. Karena itu, pihaknya terus mensosialisasikan cara bijak berbelanja, yakni membeli barang seperlunya, jangan sampai membuang barang secara percuma.
“Ayo mulai sekarang beli seperlunya, daripada tidak digunakan dan terbuang begitu saja. Masih banyak keluarga lain yang membutuhkan,” kata Kepala Dinperpa Kota Pekalongan Mu'adi Rabu (23/8/2023).
Saat ini dampak El Nino tengah mengancam dan menyebabkan krisis pangan. Pihaknya pun mendorong masyarakat melakukan intensifikasi tanaman dengan meningkatkan produktivitas bahan pangan. Seperti memanfaatkan pekarangan atau lahan di sekitar tempat tinggal, serta perilaku stop boros pangan.
“Salah satu cara stop boros pangan dapat diterapkan dengan benar-benar mengonsumsi makanan sampai habis tak bersisa,” ucapnya.
Sementara belanja bijak dapat diaplikasikan dengan membeli keperluan pangan sesuai kebutuhan dan tidak perlu sampai panic buying. Hal ini, akan menjadikan pasar lebih sehat. Karena kebutuhan pokok akan tetap terus tersedia, tidak diborong kalangan tertentu saja.
“Setiap kegiatan, kami selalu menyelipkan edukasi terkait perilaku stop boros pangan. Agar mereka melakukan tindakan menghemat pangan lebih baik,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Muadi memberikan beberapa tips mengurangi boros pangan. Di antaranya menyusun rencana menu makanan keluarga, belanja bahan makanan sesuai kebutuhan, simpan makanan dengan baik dan benar sesuai karakteristik bahan makanan, mengonsumsi bahan makanan seperlunya.
“Kami akan terus mengampanyekan stop boros pangan. Kami imbau terus, jangan beli bahan pangan berlebihan sampai membusuk di kulkas,” tandasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla