RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN–Hingga Agustus 2023, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir baru mencapai 49 persen dari total target Rp 1,3 miliar. Untuk mengoptimalkan penerimaan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan mengumpulkan juru parkir (jukir) resmi untuk diberikan pembinaan.
“Kami mengharapkan kepatuhan dan kerjasama para jukir dalam membayar retribusi parkir, agar bisa lebih ditingkatkan. Dengan demikian target pendapatan asli daerah (PAD) bisa terpenuhi,” kata Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid saat Sosialisasi dan Pembinaan Juru Parkir se-Kota Pekalongan "Kepatuhan dan Keselamatan Juru Parkir" di Aula Kantor Dishub Kota Pekalongan, Senin (21/8/2023).
Wali kota menegaskan bahwa Pemkot Pekalongan ditarget dari jajaran legislatif untuk mengoptimalisasi capaian retribusi parkir. Apalagi ini menjadi salah satu fokus dalam rangka peningkatan capaian PAD. Selama ini retribusi parkir di Kota Pekalongan belum memenuhi target yang ditetapkan. Bahkan tahun 2022 lalu, penerimaan retribusi parkir hanya tembus Rp 1,2 miliar dari target yang seharusnya dicapai sebesar Rp 1,3 miliar.
"Kami kumpulkan dan beri pengarahan agar para juru parkir mengerti. Sebetulnya para juru parkir ini bisa memenuhi, tinggal keseriusan mereka saja," tuturnya.
Sementara itu, Plt Dishub Kota Pekalongan Soesilo menjelaskan, target untuk retribusi parkir tahun 2023 dari legislatif sebesar Rp 1,5 miliar. Namun, sampai saat ini pada Agustus 2023 baru tercapai 49 persen. Padahal waktu tersisa di tahun 2023 ini tinggal 4 bulan lagi.
"Kami berupaya melalui penyisiran operasi tim gabungan untuk melakukan sidak parkir-parkir liar maupun jukir yang masih menunggak pembayaran," papar Soesilo.
Terkait capaian retribusi parkir tahun ini, pihaknya pesimistis bisa tercapai Rp 1,2 miliar. Karena setiap hari kondisinya tidak mesti ramai parkiran. Tetapi, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin dengan berbagai terobosan. Paling tidak bisa mencapai target yang telah ditetapkan. Apalagi jika memungkinkan bisa melampaui target. “Idealnya bisa tercapai Rp 1,2 miliar. Walaupun target besar Rp 1,5 miliar,” katanya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla