Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Mbabar Mustiko Meriahkan HUT Museum Batik Pekalongan ke-17

Lutfi Hanafi • Rabu, 26 Juli 2023 | 17:16 WIB

 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen didampingi Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid mengunjungi stan pameran di Museum Batik Pekalongan, Selasa (25/7).
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen didampingi Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid mengunjungi stan pameran di Museum Batik Pekalongan, Selasa (25/7).

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan - Pameran bersama "Mbabar Mustiko" menjadi puncak kemeriahan Hari Jadi ke-17 Museum Batik tahun 2023.

Pameran ini yang digelar oleh UPTD Museum Batik Kota Pekalongan ini, dibuka secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Selasa (25/7/2023).

“Kami berkolaborasi dengan empat museum lainnya, melakukan display sejumlah koleksi untuk dipamerkan dalam kegiatan ini,” kata Kepala UPTD Museum Batik, Akhmad Asror.

Mbabar Mustiko sendiri berasal dari Bahasa Jawa. Mbabar berarti memperlihatkan/melahirkan. Sementara, Mustiko diartikan sebagai pusaka atau bisa kepanjangan dari Museum Batik Pekalongan.

Sehingga, bermakna ganda, pertama, kelahiran Museum Batik Pekalongan dan memperlihatkan koleksi dari empat museum yakni Museum Ronggowarsito Semarang, Museum Wayang Kekayon Yogyakarta, Museum Sonobudoyo Yogyakarta, dan Tosan Aji Pekalongan.

"Untuk displai koleksi selama 1 bulan, tetapi rangkaian acara HUT selama 3 hari,” lanjutnya.

Hari Ulang Tahun Museum Batik sebenarnya tanggal 12 Juli. Namun puncak kemeriahannya digelar selama tiga hari, 25-27 Juli 2023.  Acara inti HUT digelar beragam kegiatan, sarasehan yang dimeriahkan dengan Bazar UMKM dan Workshop.

Untuk tiket masuk ke pameran koleksi bersama ini dipatok tarif sama seperti Harga Tiket Masuk (HTM) ke Museum Batik sebesar Rp 5.000 per orang untuk dewasa dan umum dan Rp 2.000 per orang untuk anak-anak dan pelajar, serta wisatawan dan mancanegara Rp 10.000.

“Kami ingin sama-sama menjadi garda terdepan pelestari warisan bangsa, sehingga bisa memberikan edukasi dan kesejahteraan kepada masyarakat," tandas Asror.

Pada kesempatan kemarin, Wagub Taj Yasin didampingi langsung  Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan Akhmad Asror, perwakilan Forkopimda dan instansi terkait lainnya.

Usai membuka, rombongan berkeliling melihat sejumlah koleksi yang dipamerkan. Mulai dari koleksi kain batik nusantara, tosan aji (keris), wayang, arca dan sebagainya.

"Museum memang banyak ditinggalkan orang. Tapi ini menarik, sehingga bisa menarik orang untuk datang kembali, terutama pelajar,” ucapnya.

Menurutnya, dengan berkolaborasi bersama sejumlah Museum di beberapa wilayah ini sangat menarik dan bagus dilakukan untuk meningkatkan animo masyarakat berkunjung ke Museum.

Mengingat, antusiasme masyarakat dalam berkunjung ke Museum saat ini mulai menyurut. Sehingga, diperlukan tambahan inovasi dan kegiatan-kegiatan menarik, salah satunya lewat pameran bersama ini.

"Kalau kita mau memodifikasi, pasti akan semakin menarik bagi pengunjung. Seperti barcode ini, dengan scan bisa liat sejarahnya,"tegasnya.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid mengatakan, Museum Batik Pekalongan telah melaksanakan sejumlah kegiatan edukasi kepada generasi muda di wilayah setempat. Bahkan di museum ini, pengunjung bisa praktek membuat batik.

“Kami sampaikan terimakasih kepada Pak Wagub Taj Yasin yang bersedia hadir membuka hadir dan semua pihak yang terlibat. Semoga kita semua bisa tetap melestarikan batik Indonesia," tandasnya. (han/ida)

Editor : Baskoro Septiadi
#BATIK #Museum Batik Kota Pekalongan