RADARSEMARANG.ID, Pekalongan - Empat orang pingsan gara-gara berdesakan saat berebut uang tasyakuran yang digelar keluarga pengusaha batik di Pekalongan. Tembok pagar kantor kelurahan di lokasi juga rusak. Diduga karena tak kuat menahan beban warga yang naik saat berebut.
Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Minggu (9/7). Tasyakuran tersebut digelar oleh keluarga Romadhon, 38, seorang pengusaha batik setempat. Dalam rangka tradisi potong rambut (40 hari kelahiran) anak ketiganya.
Keluarga ini menggelar udik-udikan (menebar uang). Totalnya fantastis, Rp 35 juta. Pecahan uang yang ditebar tidak biasa. Paling rendah Rp 5 ribu dan paling besar Rp 100 ribu. Umumnya, udik-udikan hanya menggunakan pecahan uang koin.
Ribuan orang sontak memadati kediaman Romadhon yang lokasinya dekat dengan kantor Kelurahan Jenggot. Insiden berdesak-desakan tak terhindarkan saat uang dihamburkan ke udara. Empat orang harus dievakuasi karena pingsan di tengah kerumunan.
"Yang pingsan ini satu ibu-ibu, satu masih anak-anak, dan dua remaja. Langsung dilarikan ke puskesmas," kata Kapolsek Pekalongan Selatan AKP Aries.
Sehari sebelumnya, kepolisian dan kelurahan sebenarnya sudah mencegah acara ini digelar. Namun keluarga Romadhon ngotot tetap dilaksanakan. Alasannya karena tradisi dan sudah banyak warga yang menanti. Akhirnya dibuat kesepakatan pengusaha batik itu siap menanggung semua risiko.
Saat insiden, polisi juga sempat menghentikan acara. Namun warga sulit dikendalikan. Acara berlanjut sampai selesai.
Empat korban yang dilarikan ke Puskesmas dikabarkan sudah pulih. Romadhon mengatakan, sesuai janji, pihaknya sudah melunasi biaya perawatan mereka. "Saya tanggung jawab sepenuhnya, termasuk perbaikan pagar kelurahan," ucapnya. (nra/ton)
Editor : Baskoro Septiadi