Anak Bung Hatta, Meutia Farida Hatta resmi menghibahkan koleksi tersebut ke pengelola pada Senin (5/6).
Batik yang dihibahkan berupa 1 buah kain batik dan 1 buah selendang milik Rachmi Hatta. Kedua motif batik tersebut sering digunakan ketika menghadiri acara-acara penting seperti momentum pernikahanan, upacara kenegaraan saat mendampingi Bung Hatta selama masih menjadi wakil presiden Indonesia.
"Motif kain ini pernah digunakan ibu saya untuk menghadiri resepsi maupun upacara 17 Agustus di Istana Presiden kala itu," ujar Meutia.
Meutia menyebutkan, pemberian kain batik ke Museum Batik Pekalongan ini dilatarbelakangi karena sang ibu ingin bisa tetap menyimpan karya sang maestro batik, Iwan Tirta sebagai upaya pelestarian (konservasi) budaya agar bisa lebih awet dan terawat.
Diungkapkan, usia kain tersebut sekitar 33 tahun dan sangat istimewa karena dari sutra alam. Simbolnya sangat bermakna, berupa motif phoenix dan banji yang melambangkan keberkahan dan keabadian.
Kepala UPTD Museum Batik Akhmad Asror mengaku bersyukur dan mengucapkan terimakasih atas sumbangsih dari keluarga Bung Hatta yang telah memberikan perhatiannya terhadap pelestarian budaya batik Indonesia dengan menyumbangkan kain dan selendang batik yang selama ini mereka dilestarikan sebagai warisan bangsa.
"Kalau dilestarikan secara pribadi belum tentu masyarakat luas akan mengetahui. Oleh karena itu, keluarga Bung Hatta menyumbangkan koleksi kain dan selendang batiknya ke kami,” terangnya.
Ia berharap motif batik ini bisa sebagai sarana edukasi kepada masyarakat dan lebih terawat lagi sehingga warisan budaya ini bisa lebih bertahan lebih lama lagi dibandingkan hanya sebagai koleksi pribadi.
"Pemberian kain batik ini masuk ke koleksi yang ke-1311. Kain batik yang diberikan ini merupakan karya Iwan Tirta yang sudah dibuat sejak masa pascakemerdekaan Indonesia," terangnya.
Terkait motif batik, dijelaskan Asrar, Iwan Tirta terpengaruh dari budaya motif batik terdahulu Kraton Solo- Jogja yang kuat meskipun ada kombinasi pengaruh motif batik pesisir berupa motif phoenix ini. Ada juga pengaruh batik peranakan Tionghoa berupa motif banji. Filosofinya sebagai lambang keabadian (phoenix) dan penjagaan. (han/ton) Editor : Agus AP