Para jamaah terlihat semangat bersama-sama jalan kaki dari Jalur Pantura menuju Kanzus Sholawat di kediaman Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya Luthfi. Jaraknya sekitar 1 kilometer. Rombongan juga terlihat menyemut sepanjang rel kereta api di Kelurahan Noyontaan, Pekalongan Timur.
Salah seorang jamaah, Afwan, 68, menjelaskan, dirinya berangkat dari Kabupaten Pati pada Sabtu (29/10). Afwan berangkat bersama 100-an orang pukul 20.00. Mereka datang dengan lima mobil. "Untuk tahun ini tampaknya luar biasa. Saya memang jamaah sini. Dari tadi malam di sini sudah penuh," ucapnya.
Beberapa pejabat tinggi negara juga menghadiri Maulid Akbar tersebut. Di antaranya Komisaris PT KAI dan mantan Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Pol Boy Rafli Amar, anggota Wantimpres Agung Laksono, serta Eva Yuliana dan Dede Indera dari Komisi III DPR RI. Tampak Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mendampingi Kapolri.
Dalam sambutannya, KH Said Aqil Siradj menjelaskan jika saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami serangan-serangan budaya. Serangan itu dilakukan melalui dunia maya, seperti medsos, YouTube, Google, hingga WhatsApp. Sehingga generasi muda tidak bangga terhadap budaya sendiri. Tidak bangga dengan leluhurnya.
Serangan-serangan kultur itu akan menggerogoti budaya, akhlak masyarakat. Untuk mempertahankan budaya, harus sering mengadakan Maulid Nabi. Kegiatan itu dijadikan sebagai benteng budaya. Selama ada Maulid Nabi, akhlak akan selalu terjaga.
"Kecintaan kita terhadap nabi Muhammad SAW kita jadikan energi spiritual. Kita jadikan kekuatan rohani, kita jadikan energi yang semakin memperkuat semangat beragama dan semangat berbangsa dan bernegara," terangnya.
Sementara itu, Habib Luthfi bin Yahya kemarin memberi bekal nasi rantangan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo seusai mengikuti Maulid Akbar di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan. Nasi rantangan itu sebagai bekal melanjutkan perjalanan menuju Rembang.
Kapolri didampingi sejumlah pejabat Mabes Polri dan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Kapolri tiba di Pekalongan dengan menggunakan helikopter dan landing di Mako Brimob Pekalongan sekitar pukul 10.00. Kapolri kemudian menuju kediaman Habib Luthfi dan bersilaturahmi di ruang pribadi milik ulama kharismatik tersebut. Bak orang tua dengan anak, Kapolri dan Habib Luthfi bercengkrama penuh keakraban.
Sekitar pukul 10.50, Listyo Sigit dan rombongan berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menuju Rembang. Momen unik terjadi ketika helikopter yang ditumpangi Kapolri hendak take off menuju Rembang.
Salah satu penderek Habib Luthfi yang juga Panit Min Intelkam Polsek Pekalongan Timur Ipda Purwoko tiba-tiba menghampiri Kapolri sembari membawa rantangan berisi nasi. “Mohon izin Bapak, kami menyampaikan bekal dari Habib Luthfi untuk bekal Jenderal ke Rembang, Insya’Allah berkah,” kata Purwoko.
Kapolri yang mahfum dengan perhatian yang diberikan Habib Luthfi tersenyum. "Terima kasih. Terima kasih ya," ungkap Kapolri yang kemudian mengajak Kapolda Jateng dan Ipda Purwoko berfoto bersama.
Pukul 11.00, helikopter yang ditumpangi Kapolri dan rombongan take off menuju Rembang. Kapolri mengunjungi sejumlah pesantren dan bersilaturahmi dengan para ulama, seperti KH. Abdullah Ubab Maimun Zubair, KH Zaim Ahmad dan KH Bahaudin Nursalim. (yan/aro)
Editor : Agus AP