Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tim LPSK Datangi Kejari Kota Pekalongan, Diduga Terkait Kasus Dugaan Mafia Pelabuhan

Agus AP • Jumat, 2 September 2022 | 17:20 WIB
Tim LPSK saat mendatangi Kejari Kota Pekalongan untuk konfirmasi perkara pada Kamis (1/9). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
Tim LPSK saat mendatangi Kejari Kota Pekalongan untuk konfirmasi perkara pada Kamis (1/9). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Tim Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) mendatangi Kejari Kota Pekalongan, Kamis (1/9). Berdasar informasi di lapangan, kedatangan LPSK untuk memberi perlindungan kepada saksi dan korban dugaan mafia Pelabuhan PLTU Batang, atas nama Didik Pramono, direktur PT Sparta Putra Adhyaksa (PT SPA).

Tim dari LPSK datang ke Kejari Kota Pekalongan mengendari Avanza hitam, berpelat merah dengan nomor B 1568 POP. Rombongan berada di kantor tersebut, mulai pukul 09.30 hingga 11.00 WIB.

"Kami koordinasi penanganan kasus saja atas permohonan perlindungan dari korban. Kami hanya melakukan pendalaman informasinya seperti apa," kata petugas dari LPSK yang enggan disebutkan namanya, usai bertemu dengan tim dari Kejari.

Pihaknya juga tidak menyebutkan rencana kunjungan berikutnya selain Kejari. Intinya, LPSK ingin mengonfirmasi beberapa pihak terkait laporan korban.

Pihaknya tidak bisa membeberkan materi kunjungan karena bersifat rahasia. Ia meminta pengertian dari awak media yang hadir untuk konfirmasi.

Terpisah, Kasintel Kajari Kota Pekalongan, Andritama Anasiska didampingi Kasi Pidum Adi Wibowo membenarkan kedatangan tim LPSK. "Pihak LPSK datang untuk meminta progres kasus," jelas Andritama.

Serupa dengan pernyataan tim LPSK, pihak Kejari juga menyatakan tidak bisa menyebutkan perkara yang dimaksud. Namun, sebut Andri, tim LPSK sampai turun ke lapangan pasti adanya permintaan dari pihak korban.

Sementara itu, kuasa hukum PT SPA, Zainudin saat dikonfirmasi menyatakan, belum mengetahui seara pasti terkait kedatangan LPSK. Namun jika itu terkait laporan mereka, pihaknya cukup bersyukur mendapat respon dengan baik.

“Kami memang meminta perlindungan ke LPSK. Namun kalau itu urusan apa, itu menjadi kewenanganya sendiri," katanya.

Diketahui, sebelumnya Direktur PT SPA meminta perlindungan LPSK terkait ancaman beberapa oknum. Salah satunya mengaku perwira TNI AL berpangkat Kolonel. Ancaman itu muncul usai laporan dugaan pemalsuan surat dokumen tagihan fiktif masuk meja hijau.

Yang mana menyeret karyawan pengelola pelabuhan PLTU Batang PT Aquila Trasindo Utama yakni RY. Kini tersangka sudah ditaham di Rutan Pekalongan. Namun atas kasus tersebut, pihak PT SPA mencurigai ada pihak lain yang berperan dalam kasus tersebut. Sehingga muncul dugaan adanya mafia pelabuhan, dan membuat direktur PT SPA diancam. (han/zal)  Editor : Agus AP
#mafia Pelabuhan PLTU Batang #lpsk