Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Ricuh, Massa Bakar Road Barrier dan Rusak Mobil

Agus AP • Jumat, 9 Oktober 2020 | 18:12 WIB
Aksi mahasiswa menolak UU Cipta Kerja di DPRD Kota Pekalongan. Aksi berakhir rusuh dan sejumlah fasilitas umum dirusak. (Istimewa)
Aksi mahasiswa menolak UU Cipta Kerja di DPRD Kota Pekalongan. Aksi berakhir rusuh dan sejumlah fasilitas umum dirusak. (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Pekalongan - Aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di Gedung DPRD Kota Pekalongan diwarnai kericuhan Kamis (8/10/2020). Ribuan massa merusak fasilitas umum, kendaraan pribadi dan membakar road barier.

Peserta demo dari kalangan mahasiswa dan pelajar itu berhasil menjebol gerbang area kantor DPRD. Beberapa mobil pribadi milik para ASN yang terparkir di sekitar lokasi rusak. Mobil polisi yang pun tak luput dari pengerusakan, dilempari dan dipukul menggunakan batu. Mahasiswa menaiki atap mobil dan menginjak-injaknya.

Aksi awalnya berjalan damai. Namun, saat massa mencoba merangsek masuk ke halaman Gedung DPRD, terjadi aksi saling dorong. Sehingga memicu kerusuhan.

Suasana makin memanas tatkala terjadi aksi saling lempar botol air mineral. Aparat pun mengerahkan mobil water cannon dari balik pintu gerbang untuk memecah konsentrasi. Semprotan air dari Kepolisian tersebut tak membuat aksi reda. Massa akhirnya berhasil merobohkan pintu gerbang bagian utara Setda Kota Pekalongan. Kondisi yang semakin memanas diwarnai hujatan. "Dewan pengkhianat, dewan pengkhianat, DPR goblok, DPR goblok," teriak para pendemo.

Polisi menghalau massa yang mencoba masuk ke halaman gedung DPRD. Lokasinya satu kompleks dengan perkantoran Setda Kota Pekalongan. Gas air mata ditembakkan, massa pun berhamburan menuju area lapangan Mataram. Asap putih pun mengepul di sekitar lapangan, anak-anak yang menonton jalannya aksi ikut berhamburan.

Massa yang tersulut emosi, membalas dengan lemparan batu pada aparat. Dua mobil polisi yang terparkir di sekitar lapangan Mataram menjadi sasaran amukan. Para ASN yang berada di dalam gedung perkantoran juga menjadi sasaran amukan. Salah satunya di Gedung Dinkominfo. Massa melempari gedung dengan batu. Hingga pukul 15.00 WIB, massa masih berada di lokasi. Beberapa perwakilan mahasiswa diterima untuk melakukan dialog dengan Sekwan Kota Pekalongan. (yan/ton/bas)

  Editor : Agus AP
#top #Berita Semarang #Demo