Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Sampah Dipilih, Kumpulkan dan Jual

Agus AP • Sabtu, 19 September 2020 | 21:07 WIB
Sampah dari Kota Magelang di TPA Banyyurip, Tegalrejo, Kabupaten Magelang telah menggunung dan timbulkan bau tak sedap. (LUQMAN SULISTIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sampah dari Kota Magelang di TPA Banyyurip, Tegalrejo, Kabupaten Magelang telah menggunung dan timbulkan bau tak sedap. (LUQMAN SULISTIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Pekalongan –  Aksi pungut sampah dalam rangka peringatan World Cleanup Day 2020 digelar di sekitar kompleks Stadion Hoegeng kemarin (18/9/2020). Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dengan bijak. Dengan pola baru, sampah dipilih, dikumpulkan kemudian dijual.

Menurut Saelany, paradigma pengelolaan sampah “kumpul-angkut-buang”, harus diubah menjadi “pilah-kumpul-jual”. Sehingga tidak lagi memandang sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna dan harus dibuang. Melainkan sampah sebagai bahan/sumber daur ulang, yang bisa mendatangkan nilai ekonomi.

“Pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah tentunya dibutuhkan komitmen yang kuat dari semua pihak,” ucap wali kota. Sehingga bisa menjadi salah satu solusi penanganan sampah, khususnya di perkotaan. Karena mampu mengurangi tumpukan sampah di TPA yang saat ini sudah over kapasitas. Bahkan bisa menambah penghasilan keluarga. Lebih penting lagi, lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat.

Saelany menuturkan, dalam peringatan WCD 2020 ini, pengolahan sampah menjadi fokus utama.  Salah satunya menggalakkan program Ayo Pilah Sampah dan Menabung di Bank Sampah, Insya Allah Berkah.

Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering yang dipilah dan memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Warga yang menabung pun disebut sebagai nasabah karena sama halnya dengan bank biasa yang memiliki buku tabungan.

Kepala Seksi Pelayanan Sampah pada DLH Kota PekalonganYuliastri menjelaskan pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Diungkapkan Yuli, masyarakat baik individu maupun kelompok bisa menabung di bank sampah. Nantinya mendapat semacam buku tabungan, dari penghasilan setiap setor sampah yang sudah dipilah. Hasilnya tentu berupa uang tunai yang bisa dicairkan tiap bulannya

Untuk itu, sebelum dibuang, masyarakat bisa memilah sampah mulai organik dan yang bisa didaur ulang. Sampah daur ulang bisa disetor di bank sampah. Harga yang dipatok, sampah plastik dari Rp 300-Rp 2000 per kilogram, sampah botol mulai  Rp100-Rp 800, kertas-kertas dari Rp 700-Rp 1600 per kilo. Sampah bahan atom, besi, aluminium juga bisa ditabung dan dijual di Bank Sampah Induk Kota Pekalongan.

Yang menarik, pada kegiatan tersebut, juga diadakan lomba mengumpulkan dan memilah sampah, bagi individu,instansi maupun kelompok. Pengumpul sampah terbanyak, namun sudah dipilah dapat doorprize menarik. Bahkan sampai  berhasil mengumpulkan sampah 0,5 ton. “Ini Langkah kami untuk mengurangi volume sampah di Pekalongan dan agar lebih bermanfaat,” tandasnya. (han/lis/bas) Editor : Agus AP
#Pungut Sampah #Berita Semarang