Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kepolisian dan Dinkes Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Demo Pati, Puluhan Demonstran Luka-luka

Radar Semarang • Kamis, 14 Agustus 2025 | 01:41 WIB
Suasana demo di Pati pada tanggal 13 Agustus 2025. (Radar Kudus)
Suasana demo di Pati pada tanggal 13 Agustus 2025. (Radar Kudus)

 

RADARSEMARANG.ID, Pati - Aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, pada Selasa, 13 Agustus 2025, berakhir ricuh.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu turun ke jalan dengan tuntutan utama: meminta Bupati Pati Sudewo mengundurkan diri dari jabatannya.

Namun, suasana memanas hingga menyebabkan 34 orang harus mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Artanto, mengungkapkan bahwa korban berasal dari kedua belah pihak—baik aparat kepolisian maupun warga yang ikut aksi.

"Dari total korban, sekitar tujuh orang merupakan anggota Polri, selebihnya dari masyarakat," ujarnya.

Ragam Luka dan Penyebabnya
Artanto menjelaskan bahwa mayoritas korban mengalami sesak napas akibat paparan gas air mata yang ditembakkan untuk membubarkan massa.

Selain itu, beberapa korban menderita luka lebam, robek di bagian kulit, hingga luka di kepala. "Tindakan ini diambil karena situasi sudah benar-benar tidak terkendali," tambahnya.

Sementara itu, menanggapi rumor yang beredar di media sosial tentang adanya korban jiwa, pihak kepolisian membantah tegas.

“Hasil penelusuran kami hingga sore ini, tidak ditemukan adanya korban meninggal dunia,” kata Artanto.

 Baca Juga: Bagaimana Nasib Bupati Sadewo setelah Demo Pati? DPRD Langsung Gelar Rapat Paripurna dan Setujui Hak Angket


Awal Aksi dan Titik Panas Kericuhan
Kericuhan bermula ketika Bupati Sudewo memutuskan keluar menemui massa. Dengan menumpangi kendaraan taktis, ia berdiri di bagian atas mobil dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya," ucapnya di hadapan ribuan pengunjuk rasa.

Namun, momen tersebut justru memicu reaksi keras. Sejumlah peserta aksi mulai melempari Sudewo dengan botol air mineral.

Situasi pun berubah cepat menjadi bentrokan. Aparat kemudian menembakkan gas air mata dan mengerahkan water cannon untuk mengendalikan massa yang semakin tidak terkendali.

Hal senada juga diungkapkan Dinkes Pati. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, dikutip dari Instagram resmi Dinas Kesehatan Pati, @dinkespati.

"Data yang kami himpun dari 2 rumah sakit dan puskesmas yang kami koordinasikan bahwa untuk korban luka ringan maupun luka berat yang saat ini dirawat sampai dengan pukul 15.11 sejumlah 57 orang," katanya.

Luky memastikan tak ada korban meninggal dunia dalam insiden ini. Para korban, kata dia, dalam kondisi aman.

Dan tidak ada korban meninggal dunia, sekali lagi tidak ada korban meninggal dunia," kata Luky.

"Masyarakat kami harap untuk tidak percaya begitu saja dengan informasi yang beluk jelas kebenarannya apalagi dari berita yang belum jelas kebenaran itu di share di media sosial yang dapat mengakibatkan kepanikan dan sebagainya," ujarnya.

Editor : Baskoro Septiadi
#demo pati #DINKES