Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Personel Pengamanan Demo di Pati Dilengkapi Senjata Gas Air Mata dan Watercanon

Muhammad Hariyanto • Rabu, 13 Agustus 2025 | 01:14 WIB
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto

RADARSEMARANG.ID, Pati - Polda Jateng turut mengerahkan senjata gas air mata dan kendaraan Water Canon, dalam pengamanan personel terkait aksi demontrasi di Kabupaten Pati, Rabu (13/8/2025).

"Penggunaan gas air mata itu merupakan sudah SOP (Standar operasional prosedur). Itu alat khusus dari kepolisian untuk membubarkan massa secara soft," ungkap Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/8/2025).

Menurutnya, penerjunan personel dan sejumlah perlengkapan tersebut bagian dari pencegahan aksi yang berujung kericuhan.

Namun demikian, pihaknya belum bersedia memberikan detail terkait personil yang dikerahkan.

"Peralatan itu (water cannon dan gas air mata) tidak terlalu berbahaya bagi masyarakat," ujarnya.

"Yang jelas jumlahnya cukup besar dari berbagai satuan, mereka juga berasal dari beberapa Polres di sekitar Pati seperti Kudus, Jepara, Rembang dan Demak. Polrestabes Semarang dan Polres Semarang juga turut kita libatkan," bebernya.

Pengamanan aksi demonstrasi warga Pati, memprotes kebijakan Bupati Pati Sudewo, besok, Rabu (13/8/2025).

Kabidhumas menegaskan, kepolisian juga mewaspadai adanya provokator yang menyusup ke tengah-tengah aksi demonstrasi.

"Kami waspadai provokator yang akan membuat demo ricuh berujung pengerusakan maupun tindakan anarkis lainnya yang melanggar pidana," jelasnya.

Lanjutnya mengatakan, kepolisian juga bakal melakukan patroli wilayah ke beberapa titik di Kabupaten Pati sebelum aksi demontrasi.

Namun, tidak dilakukan blokade jalur masuk ke Kabupaten Pati maupun ke akses tempat aksi demonstrasi.

"Kami patroli monitoring saja terhadap aktivitas masyarakat, semisal ada pergerakan warga atau masyarakat dari luar Pati kita pasti monitoring," jelasnya.

Belum diketahui secara pasti jumlah peserta aksi demontrasi. Namun, dimungkinkan jumlahnya sangat banyak. Artanto menyebut menerapkan prinsip overestimate bukan underestimate.

"Jumlah peserta aksi memang dinamis, tapi kami tidak boleh underestimate melainkan harus selalu berpikir overestimate," terangnya.

Menurutnya, kepolisian melakukan pengamanan demi memberikan jaminan keamanan bagi pengunjuk rasa agar aspirasinya tersampaikan dengan baik.

Pihaknya mengimbau kepada para peserta aksi melakukan demonstrasi dengan damai dan tidak mudah terprovokasi.

"Jangan melakukan tindakan melanggar pidana seperti demo anarkis, membawa minuman keras, merusak fasilitas umum, membawa alat-alat berbahaya," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#Polda Jateng pengamanan demo di Pati #Demo di Pati #Pengamanan demo di Pati #Aksi demontrasi di Pati