RADARSEMARANG.ID - Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati menjadi viral akibat adanya beberapa tindakan kriminal di wilayah tersebut.
Selain mencoreng nama daerah, hal itu juga membuat klub sepakbola Persipa Pati merasakan imbasnya.
Klub Liga 2 mengakui kesulitan untuk mencari dukungan sponsor untuk mengarungi kompetisi musim depan.
Menurut postingan akun Facebook Galeri Sepak Bola Indonesia Online - GSIO disebutkan General Manajer (GM) Persipa Pati Dian Dwi Budianto mengakui hal itu.
Ia memaparkan, pihaknya kesulitan mendapatkan sponsor untuk mengarungi Liga 2 musim mendatang.
”Pasti berdampak, ekonomi dan sosial. Persipa Pati kesulitan mendapatkan sponsor. Segi ekonomi, orang yang berjualan dan toko online pastinya juga terdampak,” ungkap dia.
Sebagai langkah memperbaiki citra daerahnya, ia dan sejumlah tokoh di Pati menyuarakan tagar Pati Cinta Damai.
Tagar ini diharapkan bisa sedikit meredam kabar miring terhadap Kabupaten Pati yang sudah terlanjut melekat.
”Kami ingin mengembalikan nama Pati walaupun belum begitu ngefek. Kejadian di Sukolilo mencoreng Pati. Kita warga Pati memperjuangkan nama Pati,” katanya.
Tercorengnya nama daerah di Timur Jawa Tengah ini berawal dari seorang pengusaha rental mobil yang mencari mobil miliknya di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo.
Namun warga mengira pemilik rental asal Jakarta tersebut adalah pencuri mobil sehingga diteriaki maling.
Akhirnya terjadi pengeroyokan terhadap pemilik rental dan berujung kematian, selain itu 3 orang lainnya juga menjadi korban namun berhasil selamat dan mendapatkan luka parah.
Peristiwa ini masih dalam proses penyelidikkan dan semua pihak berharap kejadian itu bisa diusut tuntas.
Selain itu akibat viralnya kasus ini, netizen bahkan mengganti petunjuk nama lokasi di Sukolilo pada aplikasi Google Maps dengan mengganti namanya dengan berbagai sebutan.
Editor : Tasropi