RADARSEMARANG.ID, Melibatkan anak dalam pekerjaan orang tua sejak usia dini bukan sekadar membagi tugas rumah tangga, melainkan investasi jangka panjang untuk perkembangan karakter dan keterampilan hidup mereka. Banyak orang tua ragu karena khawatir anak kelelahan atau terganggu belajarnya.
Namun, menurut Dra. Yuli Suliswidiawati, M.Psi, Psikolog, melibatkan anak secara tepat justru membangun rasa bakti dan tanggung jawab yang kuat.
“Membantu orang tua adalah bentuk bakti yang mulia. Namun, hendaknya dilakukan dengan kesadaran, kemampuan, dan tanpa membebani anak di luar kapasitasnya,” ujar Dra. Yuli Suliswidiawati, psikolog klinis senior dan pendiri DEPTH Therapy, yang sering membahas isu parenting melalui pendekatan psikoterapi ramah dan praktis melalui platform TikTok.
Berikut 7 manfaat utama anak membantu pekerjaan orang tua sejak kecil, didukung penjelasan psikologis dan data terkait:
1. Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab dan Kemandirian
Anak yang terbiasa membantu pekerjaan sederhana seperti merapikan mainan, menyiram tanaman, atau membantu menyiapkan makanan belajar bertanggung jawab atas tugasnya.
Dra. Yuli Suliswidiawati menekankan bahwa tugas-tugas ini melatih anak untuk tidak bergantung sepenuhnya pada orang tua, sehingga mereka tumbuh lebih mandiri.
Riset Harvard Grant Study (salah satu studi longitudinal terpanjang) menunjukkan bahwa anak yang dilatih mengerjakan tugas rumah sejak kecil cenderung lebih sukses dan bahagia di masa dewasa.
2. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri
Saat anak berhasil menyelesaikan tugas, mereka merasa dihargai dan kompeten. Ini menjadi fondasi percaya diri yang kuat.“Anak yang terlibat dalam pekerjaan rumah belajar bahwa usaha mereka berarti. Hal ini sangat penting untuk pembentukan self-esteem,” jelas Dra. Yuli.
3. Mengembangkan Empati dan Kepedulian
Membantu orang tua membuat anak lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Mereka belajar memahami bahwa keluarga adalah tim yang saling mendukung.
Menurut psikolog Dra. Yuli Suliswidiawati, empati yang terbentuk sejak dini akan membantu anak membangun hubungan sosial yang lebih sehat di kemudian hari.
4. Melatih Disiplin, Konsentrasi, dan Etos Kerja
Pekerjaan rumah memerlukan konsentrasi dan ketekunan. Anak belajar menyelesaikan tugas dari awal hingga akhir, meski ada distraksi.Ini sejalan dengan pendapat Dra. Yuli bahwa “anak tidak selalu belajar dari nasihat, tapi dari contoh dan pengalaman langsung (learning by doing).”
5. Mempererat Hubungan Orang Tua dan Anak
Aktivitas bersama saat membantu pekerjaan rumah menjadi momen bonding yang berkualitas. Obrolan santai sambil bekerja memperkuat ikatan emosional.
Dra. Yuli sering mengingatkan orang tua untuk menjadikan momen ini positif, bukan sebagai hukuman, agar anak merasa dihargai.
6. Mempersiapkan Anak untuk Kesuksesan di Masa Depan
Anak yang terbiasa bekerja sejak kecil cenderung memiliki kemampuan manajemen waktu, problem-solving, dan ketahanan (resilience) yang lebih baik. Mereka juga belajar menunda kepuasan (delayed gratification), keterampilan krusial untuk kesuksesan akademik dan karier.
7. Menurunkan Risiko Perilaku Negatif dan Meningkatkan Kesejahteraan Mental
Anak yang aktif dan merasa berguna cenderung memiliki harga diri lebih tinggi dan risiko lebih rendah mengalami masalah perilaku seperti kemalasan atau ketergantungan gadget berlebihan.
Dra. Yuli Suliswidiawati menambahkan bahwa melibatkan anak dengan cara yang tepat membantu mencegah anak merasa “terpaksa”, yang justru bisa menimbulkan resistensi atau luka batin di kemudian hari.
Tips Praktis dari dalam mengajak anak membantu mengerjakan pekerjaan orang tua:
- Sesuaikan tugas dengan usia dan kemampuan anak.
- Berikan pujian yang spesifik, bukan hanya “pintar”.
- Jadikan kegiatan ini menyenangkan, bukan kewajiban yang membebani.
- Libatkan anak dalam diskusi, agar mereka merasa dihargai pendapatnya.
Baca Juga: Sarif Kakung Minta Pemprov Lahirkan Kebijakan yang Holistik dan Berkelanjutan
Melibatkan anak membantu pekerjaan orang tua sejak kecil adalah cara efektif mendidik karakter holistik.
Seperti yang ditekankan Dra. Yuli Suliswidiawati, ini bukan tentang membebani anak, melainkan membangun fondasi bakti, tanggung jawab, dan kebahagiaan jangka panjang.
Orang tua yang bijak akan menuai hasilnya saat anak tumbuh menjadi pribadi mandiri, empati, dan sukses. (tas)
Editor : Tasropi