Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

7 Manfaat Anak Bantu Pekerjaan Orang Tua Sejak Kecil Menurut Psikolog

Tasropi • Senin, 6 Juli 2026 | 13:18 WIB
Kepala DP3A Kota Semarang, Dr. dr. Eko Krisnarto, Sp.KK sedang membacakan buku cerita pada anak-anak di Day Care Kota Semarang.
Kepala DP3A Kota Semarang, Dr. dr. Eko Krisnarto, Sp.KK sedang membacakan buku cerita pada anak-anak di Day Care Kota Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Melibatkan anak dalam pekerjaan orang tua sejak usia dini bukan sekadar membagi tugas rumah tangga, melainkan investasi jangka panjang untuk perkembangan karakter dan keterampilan hidup mereka. Banyak orang tua ragu karena khawatir anak kelelahan atau terganggu belajarnya.

Namun, menurut Dra. Yuli Suliswidiawati, M.Psi, Psikolog, melibatkan anak secara tepat justru membangun rasa bakti dan tanggung jawab yang kuat.

“Membantu orang tua adalah bentuk bakti yang mulia. Namun, hendaknya dilakukan dengan kesadaran, kemampuan, dan tanpa membebani anak di luar kapasitasnya,” ujar Dra. Yuli Suliswidiawati, psikolog klinis senior dan pendiri DEPTH Therapy, yang sering membahas isu parenting melalui pendekatan psikoterapi ramah dan praktis melalui platform TikTok. 

Baca Juga: Modus 'Sistem Tempel' di Tiang Listrik, Bandar Narkoba Manfaatkan Medsos Sasar Anak Sekolah di Jateng

Berikut 7 manfaat utama anak membantu pekerjaan orang tua sejak kecil, didukung penjelasan psikologis dan data terkait:

1. Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab dan Kemandirian

Anak yang terbiasa membantu pekerjaan sederhana seperti merapikan mainan, menyiram tanaman, atau membantu menyiapkan makanan belajar bertanggung jawab atas tugasnya.

Dra. Yuli Suliswidiawati menekankan bahwa tugas-tugas ini melatih anak untuk tidak bergantung sepenuhnya pada orang tua, sehingga mereka tumbuh lebih mandiri.

Riset Harvard Grant Study (salah satu studi longitudinal terpanjang) menunjukkan bahwa anak yang dilatih mengerjakan tugas rumah sejak kecil cenderung lebih sukses dan bahagia di masa dewasa. 

2. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Saat anak berhasil menyelesaikan tugas, mereka merasa dihargai dan kompeten. Ini menjadi fondasi percaya diri yang kuat.“Anak yang terlibat dalam pekerjaan rumah belajar bahwa usaha mereka berarti. Hal ini sangat penting untuk pembentukan self-esteem,” jelas Dra. Yuli. 

3. Mengembangkan Empati dan Kepedulian

Membantu orang tua membuat anak lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Mereka belajar memahami bahwa keluarga adalah tim yang saling mendukung.

Menurut psikolog Dra. Yuli Suliswidiawati, empati yang terbentuk sejak dini akan membantu anak membangun hubungan sosial yang lebih sehat di kemudian hari.

4. Melatih Disiplin, Konsentrasi, dan Etos Kerja

Pekerjaan rumah memerlukan konsentrasi dan ketekunan. Anak belajar menyelesaikan tugas dari awal hingga akhir, meski ada distraksi.Ini sejalan dengan pendapat Dra. Yuli bahwa “anak tidak selalu belajar dari nasihat, tapi dari contoh dan pengalaman langsung (learning by doing).” 

Baca Juga: Rahasia Intel Polisi Mulai Tercium, Akankah Hubungan Sena dan Davina Kandas Sebelum Tunangan Dipa Batal? Terikat Janji Episode 83

5. Mempererat Hubungan Orang Tua dan Anak

Aktivitas bersama saat membantu pekerjaan rumah menjadi momen bonding yang berkualitas. Obrolan santai sambil bekerja memperkuat ikatan emosional.

Dra. Yuli sering mengingatkan orang tua untuk menjadikan momen ini positif, bukan sebagai hukuman, agar anak merasa dihargai.

6. Mempersiapkan Anak untuk Kesuksesan di Masa Depan

Anak yang terbiasa bekerja sejak kecil cenderung memiliki kemampuan manajemen waktu, problem-solving, dan ketahanan (resilience) yang lebih baik. Mereka juga belajar menunda kepuasan (delayed gratification), keterampilan krusial untuk kesuksesan akademik dan karier. 

7. Menurunkan Risiko Perilaku Negatif dan Meningkatkan Kesejahteraan Mental

Anak yang aktif dan merasa berguna cenderung memiliki harga diri lebih tinggi dan risiko lebih rendah mengalami masalah perilaku seperti kemalasan atau ketergantungan gadget berlebihan.

Dra. Yuli Suliswidiawati menambahkan bahwa melibatkan anak dengan cara yang tepat membantu mencegah anak merasa “terpaksa”, yang justru bisa menimbulkan resistensi atau luka batin di kemudian hari.

Tips Praktis dari dalam mengajak anak membantu mengerjakan pekerjaan orang tua:

Baca Juga: Sarif Kakung Minta Pemprov Lahirkan Kebijakan yang Holistik dan Berkelanjutan

Melibatkan anak membantu pekerjaan orang tua sejak kecil adalah cara efektif mendidik karakter holistik.

Seperti yang ditekankan Dra. Yuli Suliswidiawati, ini bukan tentang membebani anak, melainkan membangun fondasi bakti, tanggung jawab, dan kebahagiaan jangka panjang. 

Orang tua yang bijak akan menuai hasilnya saat anak tumbuh menjadi pribadi mandiri, empati, dan sukses. (tas)

Editor : Tasropi
#pekerjaan orang tua #psikolog klinis #Menurut psikolog #platform TikTok