RADARSEMARANG.ID – Persaingan mobil listrik di Indonesia semakin menarik setelah Wuling menghadirkan Eksion sebagai SUV keluarga dengan konfigurasi tujuh penumpang. Kehadiran model ini membuat calon pembeli memiliki alternatif baru ketika mempertimbangkan kendaraan listrik untuk kebutuhan sehari-hari.
Di sisi lain, BYD Atto 3 masih menjadi salah satu pilihan SUV listrik yang menarik perhatian berkat kombinasi performa, teknologi baterai, desain modern, dan fitur keselamatan. Kedua mobil ini sama-sama menawarkan pengalaman berkendara tanpa menggunakan bahan bakar bensin pada varian listrik murninya.
Namun, BYD Atto 3 dan Wuling Eksion sebenarnya memiliki karakter yang berbeda. Atto 3 lebih mengarah kepada konsumen yang membutuhkan SUV listrik untuk mobilitas perkotaan, perjalanan bersama keluarga kecil, dan aktivitas harian. Sementara itu, Wuling Eksion menawarkan dimensi lebih besar dengan kapasitas tujuh penumpang yang dapat menjadi pertimbangan penting bagi keluarga.
Perbedaan tersebut membuat calon konsumen perlu memperhatikan lebih dari sekadar harga pembelian. Kapasitas baterai, jarak tempuh, tenaga motor listrik, konsumsi energi, kenyamanan kabin, kemampuan melewati jalan perkotaan, biaya perawatan, hingga ketersediaan suku cadang juga perlu diperhitungkan.
Menariknya, Wuling Eksion memiliki pilihan teknologi EV dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Perbandingan yang paling setara dengan BYD Atto 3 adalah Eksion EV karena keduanya sama-sama mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga penggerak utama tanpa mesin bensin.
Lalu, dari sisi penggunaan harian, kedua SUV listrik ini memiliki keunggulan masing-masing. Perbedaan harga dan kapasitas kabin bahkan bisa menjadi faktor penentu sebelum konsumen memutuskan membeli kendaraan listrik pertamanya.
BYD Atto 3 Advanced Plus dibanderol sekitar Rp415 juta berdasarkan daftar harga BYD untuk wilayah Jakarta. Sementara itu, Wuling Eksion EV ditawarkan mulai Rp399 juta untuk tipe CE dan Rp469 juta untuk tipe EX. Artinya, Eksion memiliki rentang harga yang lebih luas karena tersedia dalam beberapa pilihan kelengkapan.
Dari perbandingan awal tersebut, Wuling Eksion EV CE lebih murah sekitar Rp16 juta dibandingkan BYD Atto 3 Advanced Plus. Namun, perbedaan harga itu tidak otomatis membuat Eksion menjadi pilihan paling ekonomis untuk semua konsumen. Kapasitas baterai, fitur, ruang kabin, dan kebutuhan penggunaan harus ikut diperhitungkan.
BYD Atto 3 Advanced Plus membawa baterai Blade Battery berkapasitas 49,92 kWh. Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 150 kW atau sekitar 201 hp dengan torsi 310 Nm. Berdasarkan spesifikasi yang dipasarkan di Indonesia, mobil ini memiliki jarak tempuh hingga 410 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Sementara itu, Wuling Eksion EV menggunakan baterai LFP berkapasitas 69,2 kWh dengan motor listrik bertenaga 150 kW atau sekitar 201 hp. Torsi maksimumnya mencapai 310 Nm. Wuling mengklaim jarak tempuhnya dapat mencapai 530 kilometer berdasarkan pengujian CLTC.
Baca Juga: Geely EX5 vs BYD Atto 3, Mana yang Lebih Layak Dibeli?
Jika hanya melihat angka jarak tempuh, Eksion terlihat lebih unggul. Akan tetapi, konsumen tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa mobil tersebut pasti lebih hemat daripada Atto 3. Kedua pabrikan menggunakan standar pengujian berbeda, yakni NEDC dan CLTC. Hasil pengujian tersebut tidak bisa dibandingkan secara langsung karena metode pengukurannya memiliki karakteristik berbeda.
Selain itu, kondisi jalan, kecepatan kendaraan, penggunaan pendingin udara, jumlah penumpang, tekanan ban, dan kebiasaan mengemudi dapat memengaruhi jarak tempuh aktual.
Performa BYD Atto 3 dan Wuling Eksion EV
Dari sisi performa, kedua kendaraan menawarkan tenaga yang cukup besar untuk menunjang mobilitas masyarakat perkotaan. BYD Atto 3 dan Wuling Eksion EV sama-sama menggunakan motor listrik dengan tenaga 150 kW serta torsi 310 Nm.
Karakter motor listrik membuat keduanya mampu memberikan respons tenaga secara spontan ketika pedal akselerator diinjak. Keunggulan ini terasa ketika kendaraan harus bergerak dari posisi berhenti, misalnya saat menghadapi lampu merah, persimpangan, atau kondisi lalu lintas yang padat.
BYD Atto 3 memiliki catatan akselerasi 0–100 km per jam sekitar 7,9 detik untuk varian Advanced Plus. Angka tersebut menunjukkan karakter SUV listrik yang cukup responsif untuk kebutuhan perjalanan perkotaan maupun perjalanan antarkota.
Sementara itu, Wuling Eksion EV mengandalkan tenaga 150 kW dan torsi 310 Nm untuk menggerakkan bodi SUV yang lebih besar. Karakter tenaganya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan keluarga, termasuk ketika membawa beberapa penumpang.
Perlu diperhatikan bahwa ukuran bodi dan bobot kendaraan turut memengaruhi respons akselerasi. Karena itu, tenaga motor listrik yang sama belum tentu menghasilkan pengalaman berkendara yang identik.
Dalam penggunaan harian, Atto 3 berpotensi memberikan sensasi berkendara lebih gesit karena dimensinya lebih ringkas. Sebaliknya, Eksion menawarkan keunggulan dari sisi ruang kabin dan kemampuan mengakomodasi lebih banyak penumpang.
Konsumsi Energi dan Biaya Pengisian Baterai
Salah satu alasan masyarakat mulai melirik mobil listrik adalah biaya operasional yang berpotensi lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
BYD Atto 3 maupun Wuling Eksion EV tidak membutuhkan bensin untuk menjalankan motor penggeraknya. Keduanya menggunakan energi listrik yang disimpan di dalam baterai.
Baca Juga: Innova Zenix Punya Lawan Baru, BYD M6 Hadir dengan Harga Lebih Murah
Namun, konsumsi energi kedua mobil tersebut perlu dilihat berdasarkan penggunaan aktual, bukan hanya kapasitas baterai atau angka jarak tempuh yang dipublikasikan pabrikan.
BYD Atto 3 memiliki kapasitas baterai 49,92 kWh. Sementara Wuling Eksion EV menggunakan baterai 69,2 kWh. Secara kapasitas, Eksion mempunyai baterai lebih besar sehingga menyediakan cadangan energi lebih banyak.
Meski demikian, baterai besar tidak otomatis berarti lebih boros. Kapasitas baterai berhubungan dengan jumlah energi yang dapat disimpan, sedangkan konsumsi listrik dipengaruhi efisiensi motor, bobot kendaraan, aerodinamika, kondisi jalan, dan gaya berkendara.
Untuk memperkirakan biaya pengisian, konsumen dapat menggunakan rumus sederhana, yaitu jumlah energi listrik yang digunakan dikalikan tarif listrik per kWh. Perhitungan biaya aktual juga perlu memperhitungkan kehilangan energi selama proses pengisian.
Sebagai gambaran, apabila pengisian menggunakan energi setara 50 kWh dan tarif listrik yang berlaku Rp1.500 per kWh, biaya energinya sekitar Rp75.000 sebelum memperhitungkan kehilangan daya. Angka tersebut hanya ilustrasi perhitungan, bukan tarif resmi atau biaya pengisian yang dijamin berlaku untuk semua pengguna.
Kedua kendaraan juga mendukung pengisian daya melalui fasilitas yang sesuai dengan spesifikasi masing-masing. BYD Atto 3 Advanced Plus mendukung DC fast charging hingga 70 kW dengan konektor CCS2. Wuling Eksion EV juga menyediakan teknologi DC fast charging dengan konektor CCS2.
Bagi masyarakat yang menggunakan mobil untuk perjalanan rutin dari rumah menuju kantor, sekolah, pusat perbelanjaan, atau aktivitas lainnya, kemampuan melakukan pengisian di rumah menjadi pertimbangan penting.
Pengguna yang memiliki fasilitas home charging akan lebih mudah mengatur jadwal pengisian baterai ketika kendaraan tidak digunakan. Sebaliknya, masyarakat yang tinggal di hunian tanpa akses pengisian pribadi perlu memperhitungkan lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU.
Baca Juga: BYD Bidik Pasar Jateng, Siapkan Kendaraan Elektrifikasi untuk Konsumen di Luar Kota Besar
Kapasitas Kabin dan Bagasi, Eksion Lebih Unggul untuk Keluarga
Perbedaan paling mencolok antara BYD Atto 3 dan Wuling Eksion terletak pada kapasitas penumpang.
BYD Atto 3 merupakan SUV lima penumpang. Mobil ini memiliki panjang 4.455 mm, lebar 1.875 mm, tinggi 1.615 mm, serta jarak sumbu roda 2.720 mm.
Dimensi tersebut cukup mendukung kebutuhan keluarga kecil yang mengutamakan kenyamanan berkendara di perkotaan. Kabinnya menyediakan ruang bagi pengemudi dan empat penumpang dengan konfigurasi tempat duduk dua baris.
Bagasi Atto 3 memiliki kapasitas sekitar 440 liter dan dapat diperluas hingga sekitar 1.340 liter ketika kursi belakang dilipat, berdasarkan spesifikasi varian yang dipasarkan.
Berbeda dengan Atto 3, Wuling Eksion hadir sebagai SUV tiga baris dengan kapasitas tujuh penumpang. Dimensinya mencapai panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm. Jarak sumbu roda sekitar 2.810 mm.
Keunggulan ini membuat Eksion lebih menarik bagi keluarga yang sering bepergian bersama anak, orang tua, atau anggota keluarga lainnya.
Kursi baris kedua dan ketiga dapat dilipat rata untuk memperluas ruang penyimpanan. Wuling juga menyebut kapasitas bagasi dapat mencapai 1.788 liter dalam konfigurasi kursi tertentu.
Namun, konsumen perlu memahami bahwa penggunaan seluruh tujuh kursi akan mengurangi ruang bagasi yang tersedia. Kondisi tersebut merupakan hal wajar pada SUV tiga baris.
Dengan demikian, Eksion lebih unggul dalam fleksibilitas kapasitas penumpang, sedangkan Atto 3 menawarkan konfigurasi yang lebih sederhana untuk penggunaan sehari-hari.
Handling dan Kemampuan Melintasi Jalan Perkotaan
BYD Atto 3 memiliki dimensi yang lebih pendek dibandingkan Wuling Eksion. Kondisi tersebut berpotensi memberikan keuntungan ketika pengemudi harus bermanuver di jalan perkotaan, menghadapi gang sempit, atau mencari tempat parkir di pusat perbelanjaan.
Dengan panjang kendaraan sekitar 4,45 meter, Atto 3 relatif lebih mudah ditempatkan di area parkir yang terbatas dibandingkan SUV yang memiliki dimensi lebih panjang.
Wuling Eksion memiliki panjang hampir 4,75 meter. Dimensi ini memberikan keuntungan dalam hal ruang kabin, tetapi pengemudi perlu lebih memperhatikan ruang manuver ketika melewati jalan sempit atau melakukan parkir paralel.
Keduanya menggunakan suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang independen multi-link. Konfigurasi tersebut dirancang untuk menjaga kestabilan kendaraan sekaligus memberikan kenyamanan ketika melewati permukaan jalan yang tidak selalu rata. Keduanya juga menggunakan sistem penggerak roda depan atau front-wheel drive.
Dalam penggunaan sehari-hari, Atto 3 berpotensi lebih praktis bagi pengemudi yang sering menghadapi kepadatan lalu lintas dan membutuhkan kendaraan yang mudah dikendalikan. Eksion lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan ruang kabin besar dan kenyamanan perjalanan bersama keluarga.
Baca Juga: Avanza 2021 atau BYD ATTO 1? Harga Mirip, Tapi Perbedaannya Bikin Kaget
Keduanya memiliki ground clearance sekitar 175 mm berdasarkan spesifikasi Atto 3 dan Eksion. Angka tersebut cukup menjadi pertimbangan untuk menghadapi kondisi jalan perkotaan, tetapi bukan berarti pengemudi dapat mengabaikan polisi tidur tinggi, lubang jalan, atau genangan air.
Pengemudi tetap perlu menyesuaikan kecepatan dan memperhatikan kondisi permukaan jalan.
Kenyamanan Interior dan Fitur Pendukung
Dari sisi kenyamanan, BYD Atto 3 menawarkan desain interior modern dengan pendekatan teknologi digital.
Salah satu fitur yang menonjol adalah layar sentuh berukuran 15,6 inci yang menjadi pusat pengoperasian berbagai fungsi kendaraan. Tersedia pula panel instrumen digital, panoramic sunroof, wireless phone charging, dan kamera 360 derajat.
Fitur Adaptive Cruise Control dengan Stop and Go juga menjadi nilai tambah ketika kendaraan digunakan di jalan tol atau menghadapi lalu lintas yang bergerak perlahan.
Sementara itu, Wuling Eksion menawarkan interior yang dirancang untuk mendukung kebutuhan keluarga. Mobil ini memiliki layar kontrol berukuran 12,8 inci dan panel instrumen TFT 8,8 inci.
Terdapat pula ventilated seat pada baris pertama, pengisian daya ponsel nirkabel 50W, panoramic sunroof, serta ventilasi AC hingga baris belakang.
Keberadaan ventilasi AC di seluruh baris menjadi nilai tambah untuk kendaraan yang sering membawa banyak penumpang.
Eksion juga memiliki electric tailgate yang membantu membuka dan menutup pintu bagasi secara praktis. Fitur tersebut berguna ketika pengguna membawa barang belanjaan atau perlengkapan perjalanan.
Dalam hal kenyamanan, Atto 3 menawarkan pengalaman SUV listrik lima penumpang dengan pendekatan teknologi modern. Eksion memberikan keunggulan pada fleksibilitas ruang, terutama untuk keluarga yang membutuhkan tiga baris tempat duduk.
Baca Juga: Harga Tak Terpaut Jauh, BYD Atto 1 vs Honda Brio, Harga, Performa hingga Biaya Penggunaan
Harga BYD Atto 3 dan Wuling Eksion di Indonesia
Harga menjadi salah satu faktor yang paling menentukan ketika masyarakat memilih mobil listrik.
Berdasarkan informasi harga yang dipublikasikan masing-masing merek, berikut gambaran harga OTR Jakarta:
|
Model |
Harga |
|
BYD Atto 3 Advanced Plus |
Rp415 juta |
|
Wuling Eksion EV CE |
Rp399 juta |
|
Wuling Eksion EV EX |
Rp469 juta |
Harga tersebut merupakan acuan Jakarta dan dapat berubah mengikuti kebijakan perusahaan, program penjualan, serta wilayah pembelian.
Dari sisi harga awal, Wuling Eksion EV CE lebih terjangkau. Selisihnya sekitar Rp16 juta dibandingkan Atto 3 Advanced Plus.
Namun, konsumen perlu memperhatikan bahwa perbedaan harga juga berkaitan dengan kelengkapan fitur dan konfigurasi kendaraan.
Atto 3 menawarkan SUV lima penumpang dengan performa motor listrik yang kuat dan fitur keselamatan modern. Eksion EV CE memberikan kapasitas tujuh penumpang dengan baterai lebih besar.
Untuk konsumen yang menginginkan fitur dan kelengkapan lebih tinggi, Eksion EV EX berada pada rentang harga berbeda. Karena itu, perbandingan tidak cukup dilakukan hanya dengan melihat harga termurah masing-masing merek.
Ketersediaan suku cadang menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan ketika membeli mobil listrik. Meskipun kendaraan listrik memiliki komponen bergerak lebih sedikit dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal, bukan berarti seluruh biaya perawatannya otomatis murah.
Baca Juga: Wuling Air ev vs BYD Atto 1 Standard, Persaingan Mobil Listrik Murah Makin Sengit
BYD Atto 3 membutuhkan perawatan pada sejumlah komponen seperti sistem pengereman, ban, suspensi, pendingin baterai, filter kabin, dan komponen kelistrikan. Pemeriksaan berkala tetap diperlukan untuk menjaga kondisi kendaraan.
BYD menyediakan jaringan dealer dan distribusi suku cadang resmi di Indonesia. Perusahaan juga mencantumkan dukungan lebih dari 50 dealer resmi serta layanan suku cadang asli untuk konsumennya.
Untuk perawatan berkala, BYD mencantumkan jadwal pemeriksaan pertama pada tiga bulan atau 5.000 kilometer untuk model tertentu. Pemeriksaan berikutnya mengikuti ketentuan buku panduan kendaraan.
Wuling juga memiliki pengalaman melayani konsumen Indonesia melalui jaringan penjualan dan purnajual yang telah berkembang. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat yang mengutamakan akses bengkel resmi.
Eksion EV memiliki jadwal perawatan berkala setiap 5.000 kilometer berdasarkan informasi perawatan yang dipublikasikan Wuling. Konsumen sebaiknya memastikan cakupan servis gratis, komponen yang termasuk dalam perawatan, serta biaya setelah program gratis berakhir.
Dalam urusan suku cadang, kedua merek memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing. BYD mempunyai jaringan distribusi suku cadang resmi, sedangkan Wuling memiliki pengalaman lebih panjang dalam melayani pasar kendaraan Indonesia.
Meski demikian, ketersediaan komponen tertentu tetap dapat berbeda di setiap daerah. Komponen khusus seperti baterai traksi, inverter, motor listrik, dan modul elektronik juga tidak bisa disamakan dengan ketersediaan komponen fast moving seperti kampas rem atau filter kabin.
Bagi konsumen di luar Jakarta, penting untuk memastikan lokasi bengkel resmi terdekat sebelum membeli kendaraan. Ketersediaan teknisi yang memiliki kompetensi menangani kendaraan listrik juga perlu menjadi pertimbangan.
Garansi menjadi salah satu aspek penting dalam kepemilikan mobil listrik karena baterai merupakan komponen utama dengan nilai penggantian yang relatif besar.
BYD mencantumkan garansi kendaraan selama enam tahun atau 150.000 kilometer. Untuk baterai traksi, ketentuan garansi mencapai delapan tahun atau 160.000 kilometer. Drive unit juga mendapatkan perlindungan hingga delapan tahun atau 150.000 kilometer sesuai ketentuan garansi yang berlaku.
Baca Juga: Wuling Almaz Exclusive 2019 vs DFSK Glory i-Auto, Harga Bekasnya Kini Bikin Kaget
Wuling memberikan perlindungan garansi berdasarkan ketentuan masing-masing produk dan komponen. Konsumen Eksion perlu meminta buku garansi resmi untuk memastikan durasi perlindungan kendaraan, baterai, serta sistem penggeraknya.
Penting untuk memahami bahwa garansi bukan berarti seluruh kerusakan ditanggung tanpa syarat. Penggunaan suku cadang yang tidak sesuai, modifikasi tanpa izin, maupun kelalaian dalam perawatan dapat memengaruhi perlindungan garansi.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya membandingkan masa garansi, tetapi juga membaca ketentuan pengecualian dan prosedur klaim sebelum melakukan transaksi.
Keunggulan dan Kekurangan BYD Atto 3
BYD Atto 3 memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik untuk masyarakat yang mencari SUV listrik sebagai kendaraan utama.
Keunggulan pertama adalah performanya. Motor listrik bertenaga 150 kW dengan torsi 310 Nm memberikan respons tenaga yang kuat untuk berbagai kondisi perjalanan.
Keunggulan kedua terletak pada dimensi yang lebih ringkas. Mobil ini relatif mudah digunakan untuk aktivitas perkotaan, termasuk ketika harus melewati jalan padat atau mencari tempat parkir.
Keunggulan ketiga adalah kelengkapan teknologi. Layar sentuh besar, panoramic sunroof, kamera 360 derajat, Adaptive Cruise Control, dan sejumlah fitur keselamatan aktif memberikan nilai tambah.
Keunggulan berikutnya adalah teknologi Blade Battery yang menjadi salah satu identitas produk kendaraan listrik BYD. Namun, Atto 3 juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.
Kapasitasnya hanya lima penumpang sehingga kurang ideal untuk keluarga yang sering bepergian dengan enam atau tujuh orang.
Baterainya juga memiliki kapasitas lebih kecil dibandingkan Wuling Eksion EV. Meskipun angka jarak tempuhnya mencapai 410 kilometer NEDC, pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh tetap perlu memperhitungkan lokasi pengisian daya.
Selain itu, harga Atto 3 Advanced Plus sedikit lebih tinggi dibandingkan Eksion EV CE. Konsumen yang mengutamakan kapasitas penumpang mungkin akan lebih tertarik pada produk Wuling.
Keunggulan dan Kekurangan Wuling Eksion
Wuling Eksion memiliki keunggulan utama berupa kapasitas tujuh penumpang. Konfigurasi tiga baris memberikan fleksibilitas lebih besar untuk kebutuhan keluarga.
Keunggulan berikutnya adalah kapasitas baterai 69,2 kWh pada varian EV. Dengan kapasitas tersebut, Wuling mengklaim jarak tempuh hingga 530 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Dari sisi kenyamanan, Eksion menyediakan ventilasi AC untuk seluruh baris, ventilated seat depan, panoramic sunroof, dan ruang kabin yang lebih besar.
Baterai LFP dan kemampuan pengisian cepat CCS2 juga menjadi nilai tambah untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Harga varian EV CE yang dimulai dari Rp399 juta juga cukup kompetitif untuk kendaraan listrik berkapasitas tujuh penumpang. Namun, Eksion memiliki sejumlah kekurangan.
Dimensinya yang lebih besar membuat pengemudi perlu membiasakan diri ketika melewati jalan sempit, memasuki area parkir terbatas, atau bermanuver di tengah kemacetan. Selain itu, konfigurasi tujuh penumpang tidak selalu memberikan ruang bagasi yang luas ketika seluruh kursi digunakan.
Jarak tempuh 530 kilometer juga menggunakan standar CLTC sehingga tidak bisa dianggap sebagai jarak tempuh pasti dalam penggunaan sehari-hari.
Baca Juga: Hadir Wuling Aira EV Bukan Pengganti Air ev, Harga Diawah Rp 200 Juta!
Sebagai model yang lebih baru, konsumen juga perlu memperhatikan perkembangan pengalaman pemakaian jangka panjang, ketersediaan komponen tertentu, dan layanan purnajual di wilayah tempat tinggal.
Pilihan Terbaik untuk Penggunaan Harian
Jika dibandingkan secara keseluruhan, BYD Atto 3 dan Wuling Eksion EV sebenarnya menyasar kebutuhan konsumen yang berbeda.
BYD Atto 3 lebih menarik bagi masyarakat yang membutuhkan SUV listrik lima penumpang dengan performa responsif, dimensi relatif ringkas, teknologi modern, dan fitur keselamatan yang lengkap.
Mobil ini cocok untuk pekerja, pasangan muda, maupun keluarga kecil yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas harian, perjalanan menuju kantor, mengantar anak sekolah, dan bepergian pada akhir pekan.
Sementara itu, Wuling Eksion EV lebih menarik bagi keluarga yang membutuhkan kendaraan dengan kapasitas tujuh penumpang. Ruang kabin yang lebih besar, baterai berkapasitas 69,2 kWh, serta fleksibilitas tempat duduk menjadi nilai jual utamanya.
Kehadiran Eksion juga memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus mengorbankan kebutuhan kapasitas penumpang.
Ada satu hal lain yang menarik dari Wuling Eksion, yakni pilihan PHEV. Teknologi ini memungkinkan kendaraan menggunakan motor listrik sekaligus mesin bensin. Varian tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang belum sepenuhnya siap menggunakan kendaraan listrik murni.
Namun, jika fokus perbandingan adalah biaya operasional kendaraan listrik, varian EV tetap menjadi pembanding yang lebih tepat dengan BYD Atto 3.
Pada akhirnya, keputusan membeli sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nyata. Konsumen yang lebih sering berkendara sendiri atau bersama keluarga kecil dapat mempertimbangkan Atto 3. Sebaliknya, keluarga yang membutuhkan kendaraan untuk membawa lebih banyak penumpang dapat menjadikan Eksion sebagai pilihan utama.
Baca Juga: Mau Beli SUV? Simak Dulu Perbandingan Hyundai Creta vs KIA Sonet
Keduanya menawarkan teknologi kendaraan listrik yang menarik di kelas harga sekitar Rp400 jutaan. Perbedaan terbesar bukan semata-mata terletak pada tenaga motor atau kapasitas baterai, melainkan pada bagaimana kendaraan tersebut memenuhi kebutuhan pemiliknya setiap hari.
Sebelum membeli, masyarakat juga sebaiknya melakukan test drive, membandingkan kenyamanan kursi, mencoba sistem pengereman, memeriksa ruang bagasi, dan memastikan fasilitas pengisian daya tersedia di rumah maupun lingkungan tempat tinggal.
Dengan mempertimbangkan harga, performa, konsumsi energi, kenyamanan, kapasitas, serta layanan purnajual, calon pembeli dapat menentukan SUV listrik yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi