RADARSEMARANG.ID - Di era tahun 1990an pasar otomotif Indonesia dikejutkan dengan hadirnya mobil Timor S515.
Mobil sedan Timor S515 ini diluncurkan pertama kali pada 8 Juli 1996 diklaim sebagai proyek Mobil Nasional (Mobnas).
Proyek mobnas ini memiliki ambisi besar, Timor S515 mampu bersaing dengan mobil-mobil buatan Jepang dikelas sedan.
Saat pertama kali diluncurkan sedan Tomor S515 langsung mencuri perhatian, selain bentuknya menarik, haryanyamg ditawarkan juga terjangkau.
Namun, perjalanan Timor tidak berjalan mulus. Di balik popularitasnya, mobil ini menyimpan kontroversi terkait kebijakan pemerintah, persaingan industri otomotif, hingga gugatan perdagangan internasional.
Baca Juga: Review Timor S515i, Sedan Mobil Nasional Bermesin DOHC Injeksi: Apa Kelebihan dan Kekurangannya?
Kini, setelah puluhan tahun berlalu, Timor S515 menjadi salah satu mobil lawas yang mengingatkan masyarakat pada ambisi Indonesia membangun industri otomotif sendiri.
Awal Kelahiran Timor S515
Sejarah Timor bermula pada 1996 ketika pemerintah Presiden Soeharto menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1996 tentang Pembangunan Industri Mobil Nasional.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berupaya mempercepat lahirnya industri mobil nasional. PT Timor Putra Nasional (TPN), perusahaan yang dimiliki Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, ditunjuk sebagai pelaksana program tersebut.
Timor sendiri merupakan singkatan dari Teknologi Industri Mobil Rakyat.
Untuk menghadirkan produk pertamanya, PT Timor Putra Nasional menjalin kerja sama dengan produsen otomotif asal Korea Selatan, Kia Motors.
Model yang dipilih adalah Kia Sephia generasi pertama. Mobil tersebut kemudian dipasarkan di Indonesia dengan merek Timor dan nama model S515.
Pada tahap awal, Timor S515 didatangkan dalam kondisi utuh atau Completely Built Up (CBU) dari Korea Selatan. Rencana berikutnya adalah meningkatkan perakitan dan penggunaan komponen lokal secara bertahap.
Baca Juga: Suzuki Tornado GS 110, Bebek 2-Tak Suzuki yang Pernah Jadi Idola Anak Muda
Dengan demikian, meskipun membawa identitas mobil nasional, Timor S515 pada awal kemunculannya masih sangat bergantung pada produk dan teknologi dari Kia.
Harga Murah Membuat Timor S515 Menarik Perhatian
Salah satu faktor yang membuat Timor S515 cepat dikenal adalah harga jualnya.
Ketika diluncurkan, sedan ini ditawarkan sekitar Rp35 juta untuk wilayah Jakarta. Harga tersebut terbilang kompetitif jika dibandingkan dengan sejumlah mobil lain pada kelas dan periode yang sama.
Sebagai gambaran, Toyota Starlet 1.300 cc saat itu ditawarkan dengan harga sekitar Rp49,4 juta, sedangkan Toyota Corolla MT mencapai sekitar Rp76,35 juta.
Perbedaan harga tersebut membuat Timor S515 menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang menginginkan sedan dengan harga lebih terjangkau.
Kebijakan pemerintah yang memberikan fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak barang mewah turut berperan dalam pembentukan harga jual tersebut.
Tidak mengherankan jika kehadiran Timor mendapat perhatian besar dari konsumen sekaligus pelaku industri otomotif.
Kontroversi Kebijakan Mobil Nasional
Di balik harga kompetitifnya, Timor S515 juga menghadapi kontroversi.
Persoalan muncul karena pemerintah memberikan fasilitas khusus kepada program mobil nasional yang dijalankan PT Timor Putra Nasional.
Sementara itu, produsen otomotif asing yang telah lebih dahulu berinvestasi di Indonesia menghadapi persyaratan berbeda terkait penggunaan komponen lokal untuk mendapatkan fasilitas perpajakan.
Kondisi tersebut memicu keberatan dari sejumlah negara dan produsen otomotif internasional, termasuk Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
Baca Juga: Mengenal Honda GL100, Motor Batangan yang Menjadi Awal Perjalanan Keluarga GL di Indonesia
Persoalan kemudian dibawa ke Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO).
Dalam laporan panel WTO pada 1998, sejumlah kebijakan Indonesia terkait program mobil nasional dinyatakan tidak sesuai dengan ketentuan perdagangan internasional.
Kontroversi ini menjadi salah satu babak penting dalam perjalanan Timor. Proyek yang awalnya digadang-gadang sebagai tonggak industri mobil nasional justru menghadapi persoalan perdagangan internasional yang serius.
Krisis Moneter Membuat Perjalanan Timor Terhenti
Belum sempat berkembang menjadi industri otomotif nasional yang kuat, Timor menghadapi tantangan besar ketika krisis moneter melanda Indonesia pada 1997–1998.
Kondisi ekonomi yang memburuk berdampak pada daya beli masyarakat, stabilitas industri, dan kemampuan perusahaan menjalankan kegiatan bisnis.
Di sisi lain, mitra kerja Timor, Kia Motors, juga mengalami kesulitan keuangan pada periode tersebut sebelum kemudian diakuisisi Hyundai pada 1998.
Perubahan situasi ekonomi dan politik Indonesia turut memengaruhi kelanjutan proyek mobil nasional tersebut.
Akhirnya, perjalanan Timor sebagai proyek mobil nasional tidak dapat berlanjut sesuai rencana awal. Ambisi untuk membangun industri mobil nasional melalui proyek tersebut pun tidak berhasil diwujudkan.
Bagaimana Nasib Timor S515 Sekarang?
Meski sudah tidak lagi diproduksi sebagai mobil nasional, Timor S515 masih menjadi bagian dari sejarah otomotif Indonesia.
Unit-unit bekasnya masih dapat dijumpai di pasar mobil lawas maupun di kalangan penggemar kendaraan klasik.
Bagi sebagian pemilik, Timor memiliki daya tarik tersendiri karena desain sedan khas 1990-an, sejarahnya yang unik, serta hubungan teknologinya dengan Kia Sephia.
Namun, calon pembeli mobil ini tetap perlu memperhatikan kondisi kendaraan sebelum memutuskan untuk meminangnya.
Usia kendaraan yang sudah cukup tua membuat kondisi mesin, sistem kelistrikan, kaki-kaki, bodi, serta ketersediaan suku cadang menjadi hal penting untuk diperiksa.
Kondisi setiap unit juga bisa berbeda, terutama karena sebagian kendaraan telah mengalami perbaikan maupun penggantian komponen selama bertahun-tahun.
Timor S515, Bagian dari Sejarah Otomotif Indonesia
Timor S515 bukan sekadar sedan lawas yang pernah menghiasi jalanan Indonesia. Mobil ini memiliki cerita panjang tentang ambisi membangun industri otomotif nasional, kebijakan pemerintah, persaingan pasar, hingga tantangan ekonomi.
Walaupun proyek mobil nasional Timor tidak bertahan lama, keberadaannya tetap menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan industri otomotif Indonesia.
Hingga sekarang, nama Timor S515 masih mudah dikenali oleh sebagian penggemar otomotif era 1990-an.
Sebuah sedan yang pernah membawa harapan besar, sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun industri mobil nasional membutuhkan lebih dari sekadar menghadirkan sebuah merek kendaraan. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi