RADARSEMARANG.ID - Nama motor buatan Yamaha ini boleh dibilang adalah produk paling populer dan legend sampai saat ini, Yamaha RX King!.
Tapi tahukah anda, jauh sebelum RX King tersohor, Yamaha telah lebih dahulu menghadirkan motor sport klasik bernama L2 Super.
Baik Yamaha L2 Super maupun RX King sama-sama menggunakan mesin 2-tak dan memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan otomotif Tanah Air.
Namun, Yamaha L2 Super dan RX-King hadir dengan karakter, kapasitas mesin, serta desain yang berbeda.
Baca Juga: Adu Nostalgia Yamaha L2 Super dan Suzuki A100, Dua Motor Lawas yang Legendaris
Yamaha L2 Super merupakan bagian dari keluarga L2 Series yang mulai masuk secara resmi ke Indonesia pada 1976.
Sementara RX-King hadir pada awal 1980-an sebagai penerus generasi RX-K.
Perbandingan keduanya menarik untuk melihat bagaimana perkembangan motor sport Yamaha dari era 1970-an hingga masa kejayaan motor 2-tak pada dekade berikutnya.
1. Yamaha L2 Super, Motor Sport Klasik Bermesin 97 CC
Yamaha L2 Super menjadi salah satu motor yang mewakili perkembangan awal motor sport Yamaha di Indonesia.
Motor ini mengusung mesin 2-tak berkapasitas 97 cc dengan sistem pendingin udara.
Salah satu teknologi yang menarik adalah penggunaan sistem pelumasan Autolube, sehingga oli samping disimpan terpisah dari tangki bahan bakar.
Dari segi penampilan, L2 Super memiliki desain sederhana khas motor sport era 1980-an. Lampu depan berbentuk kotak menjadi salah satu ciri pembeda dari generasi L2 sebelumnya.
Motor ini juga menggunakan sistem pengapian CDI pada generasi terakhirnya.
Meski kapasitas mesinnya relatif kecil, Yamaha L2 Super memiliki nilai sejarah tersendiri karena menjadi bagian dari perjalanan awal Yamaha dalam membangun pasar motor sport di Indonesia.
Baca Juga: Mitsubishi Lancer SL, Sedan Lawas yang Punya Aura Sporty, Desain Kotak Jadi Daya Tarik
2. Yamaha RX-King, Motor 2-Tak yang Lebih Bertenaga
Berbeda dengan L2 Super, Yamaha RX-King hadir dengan kapasitas mesin yang jauh lebih besar.
RX-King mulai diperkenalkan di Indonesia pada 1983. Motor ini menggunakan mesin 2-tak berkapasitas sekitar 132 cc atau sering disebut kelas 135 cc.
Mesinnya mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar dibandingkan L2 Super.
Berdasarkan spesifikasi yang banyak dirujuk untuk RX-King, tenaga maksimalnya mencapai sekitar 18,5 PS pada 9.000 rpm.
RX-King juga menggunakan transmisi manual lima percepatan dan sistem pelumasan Autolube.
Karakter mesin yang responsif, bobot relatif ringan, serta desain motor sport yang khas membuat RX-King mendapatkan tempat istimewa di kalangan penggemar sepeda motor.
Popularitasnya terus berkembang hingga menjadi salah satu ikon motor 2-tak Yamaha di Indonesia.
3. Perbedaan Desain Yamaha L2 Super dan RX-King
Dari sisi desain, kedua motor ini memperlihatkan perbedaan generasi yang cukup jelas.
Yamaha L2 Super memiliki bentuk bodi lebih sederhana dengan tangki bahan bakar yang relatif ramping, jok panjang, serta lampu depan kotak.
Sementara RX-King tampil lebih berotot dengan tangki bahan bakar lebih besar, desain bodi yang lebih sporty, dan posisi berkendara khas motor laki.
Perbedaan tersebut memperlihatkan perubahan selera konsumen sepeda motor dari era 1970-an menuju 1980-an.
Jika L2 Super lebih menonjolkan kesederhanaan motor sport klasik, RX-King menawarkan penampilan yang lebih agresif.
4. Perbandingan Spesifikasi Yamaha L2 Super dan RX-King
Berikut gambaran perbedaan kedua motor berdasarkan spesifikasi yang umum dirujuk.
| Spesifikasi | Yamaha L2 Super | Yamaha RX-King |
|---|---|---|
| Mesin | 2-tak | 2-tak |
| Kapasitas | 97 cc | 132 cc |
| Pendingin | Udara | Udara |
| Pelumasan | Autolube | Autolube |
| Transmisi | 4 percepatan | 5 percepatan |
| Pengapian | CDI | CDI |
| Era kemunculan | Sekitar 1984 | 1983 |
Catatan: Spesifikasi L2 Super mengacu pada generasi terakhir keluarga L2 Series. Spesifikasi RX-King dapat berbeda pada beberapa detail menurut tahun dan generasinya. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi