Pasar Motor Indonesia 2026 Berubah, Ini Jenis Motor yang Paling Diburu Konsumen

Sulistiono • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 12:56 WIB
Ilustrasi pasar sepeda motor Indonesia 2026. Motor matic masih menjadi pilihan utama konsumen, sementara skutik premium, Maxi scooter, motor sport dan motor listrik menyasar segmen yang semakin beragam. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi pasar sepeda motor Indonesia 2026. Motor matic masih menjadi pilihan utama konsumen, sementara skutik premium, Maxi scooter, motor sport dan motor listrik menyasar segmen yang semakin beragam. (ai/Sulistiono)

 

RADARSEMARANG.ID - Pasar motor Indonesia masih terus bergerak dinamis dengan angka penjualan masih jutaan unit kendaraan. Namun, di balik angka tersebut, ada perubahan yang cukup menarik pada selera konsumen, dimana mereka kini tidak hanya mencari motor murah dan irit, tetapi juga mulai mengejar kenyamanan, fitur, performa hingga teknologi listrik. 

Berdasarkan Data yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) distribusi sepeda motor domestik sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 4.362.078 unit.

Khusus Agustus 2026, distribusi sepeda motor mencapai 596.461 unit. Angka tersebut turun 6,22 persen dibandingkan Juli 2026, tetapi masih tumbuh sekitar 3,2 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya.

AISI memperkirakan penjualan sepeda motor domestik sepanjang 2026 berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Lantas, jenis motor apa yang paling kuat di pasar Indonesia?

Baca Juga: Yamaha PG-1 Special Edition 2026 Resmi Meluncur, Motor Bebek Bergaya Scrambler Ini Cuma Rp35 Jutaan

Motor Matic Masih Jadi Pilihan Utama

Jika melihat struktur pasar Indonesia, motor matic masih menjadi tulang punggung industri sepeda motor.

Salah satu riset pasar memperkirakan skutik otomatis menyumbang sekitar 91,7 persen penjualan sepeda motor domestik pada 2025. Tingginya minat terhadap motor matic tidak terlalu mengejutkan.

Motor jenis ini praktis digunakan untuk aktivitas sehari-hari, terutama di perkotaan. Pengoperasiannya mudah, memiliki ruang penyimpanan dan tersedia dalam berbagai pilihan harga.

Karena itu, hampir semua produsen besar memiliki produk skutik untuk pasar Indonesia.

Skutik 110-125 cc Tetap Penting

Segmen skutik dengan kapasitas mesin sekitar 110-125 cc masih menjadi salah satu bagian terpenting pasar.

Motor di kelas ini banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari bekerja, sekolah, berbelanja hingga aktivitas keluarga.

Faktor harga, konsumsi bahan bakar dan biaya perawatan menjadi pertimbangan utama.

Bagi konsumen yang menggunakan motor sebagai kendaraan utama, efisiensi biaya kepemilikan menjadi faktor yang sangat penting.

Baca Juga: Kenalkan Nih Triumph Speed Twin 1200 TFC, Motor Classic yang Cuma Ada 750 Unit di Dunia

Skutik 150-160 cc Makin Menarik

Di kelas yang lebih tinggi, persaingan juga semakin menarik.

Skutik 150-160 cc menawarkan kombinasi antara kepraktisan motor matic dengan performa yang lebih besar.

Konsumen mendapatkan tenaga yang lebih baik, fitur yang lebih lengkap serta desain yang biasanya lebih premium.

Segmen ini menjadi arena persaingan penting bagi Honda dan Yamaha.

Konsumen tidak lagi hanya membeli kendaraan untuk berpindah tempat, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan dan gaya hidup.

Maxi Scooter Menjadi Pilihan Konsumen Premium

Perkembangan menarik lainnya terlihat pada segmen Maxi scooter.

Model seperti NMAX, XMAX, PCX dan ADV menunjukkan bahwa sebagian konsumen Indonesia bersedia membayar lebih untuk mendapatkan kenyamanan dan fitur tambahan.

Volume penjualan Maxi memang tidak sebesar skutik kelas bawah.

Namun, harga jual yang lebih tinggi membuat segmen ini memiliki nilai ekonomi yang menarik bagi produsen.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar tidak selalu berarti jumlah unit harus meningkat.

Konsumen yang sebelumnya menggunakan motor kelas bawah juga dapat berpindah ke model dengan harga lebih tinggi ketika kebutuhan dan kemampuan belinya berubah.

Motor Sport dan Trail Tetap Memiliki Penggemar

Motor sport, trail dan adventure memang bukan penyumbang volume terbesar.

Namun, segmen tersebut mempunyai pasar sendiri.

Konsumen motor sport dan trail biasanya mempertimbangkan performa, desain, karakter berkendara serta kebutuhan khusus.

Karena itu, Kawasaki misalnya memiliki posisi yang kuat di kalangan penggemar motor sport dan trail, meskipun volumenya tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan pemain skutik massal.

Motor Listrik Mulai Mendapat Perhatian

Perubahan paling menarik dalam industri sepeda motor Indonesia adalah semakin banyaknya motor listrik.

Pemerintah dan industri melihat potensi besar kendaraan listrik karena jumlah sepeda motor yang beredar di Indonesia sudah sangat besar.

Namun, motor listrik belum menggantikan motor bensin sebagai pilihan utama konsumen.

Salah satu laporan pasar memperkirakan penjualan motor listrik masih berada di sekitar 1 persen lebih dari total pasar hingga pertengahan 2026.

Harga, jarak tempuh, waktu pengisian baterai, jaringan servis dan nilai jual kembali masih menjadi pertimbangan konsumen.

Dengan demikian, motor listrik memiliki potensi besar, tetapi perjalanan untuk menjadi kendaraan massal masih panjang.

Pasar Motor Indonesia Mulai Memasuki Fase Baru

Data 2026 menunjukkan pasar sepeda motor Indonesia masih berada di level jutaan unit. Namun, pertumbuhannya mulai memasuki fase yang berbeda.

Ketika pasar berada di kisaran 6 juta unit lebih per tahun, produsen tidak hanya harus mencari konsumen baru. Mereka juga harus merebut konsumen dari kompetitor.

Karena itu, persaingan produk semakin banyak ditentukan oleh desain, fitur, teknologi, efisiensi bahan bakar, harga, cicilan dan layanan purnajual.

Jadi, Motor Apa yang Paling Banyak Dicari?

Jika melihat struktur pasar yang tersedia, motor matic masih menjadi jenis motor yang paling dominan di Indonesia pada 2026.

Di dalam segmen tersebut terdapat beberapa kelompok konsumen. Skutik 110-125 cc tetap kuat untuk kebutuhan mobilitas harian.

Skutik 150-160 cc menarik konsumen yang menginginkan performa dan fitur lebih tinggi.

Maxi scooter menyasar pengguna yang mencari kenyamanan dan kesan premium. Sementara motor sport dan trail tetap memiliki pasar dari kalangan enthusiast.

Di sisi lain, motor listrik mulai membangun pasar baru dan berpotensi menjadi salah satu faktor yang mengubah industri dalam beberapa tahun mendatang.

Jadi, perubahan pasar motor Indonesia 2026 bukan berarti konsumen sudah meninggalkan motor bensin.

Perubahan justru terlihat dari semakin beragamnya pilihan dan kebutuhan konsumen.

Motor matic masih menjadi raja pasar, tetapi pertarungan berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan setiap merek membaca perubahan selera konsumen. (sls)

 

Editor : Baskoro Septiadi
motormatic Motor2026 PasarMotorIndonesia MotorIndonesia otomotif