RADARSEMARANG.ID - Harga mobil baru di Indonesia semakin tinggi. Namun, bagi konsumen yang sedang mencari kendaraan pertama, pilihan di segmen entry level masih tersedia.
Menariknya, mobil baru termurah pada segmen ini masih berada di kisaran Rp140 jutaan, sementara sejumlah model populer lainnya sudah mendekati bahkan menembus Rp200 juta.
Memasuki Oktober 2026, beberapa nama seperti Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Honda Brio Satya, dan Suzuki S-Presso masih menjadi pilihan yang bisa dilirik konsumen dengan anggaran terbatas.
Baca Juga: Apa Beda Aplikasi SIGNAL dengan STNK Digital di Aplikasi Digital Korlantas Polri?
Daihatsu Ayla, mulai Rp141 jutaan
Daihatsu Ayla menjadi salah satu mobil baru dengan harga paling terjangkau di pasar Indonesia.
Berdasarkan daftar harga resmi Daihatsu, Ayla 1.0 M dibanderol mulai Rp141,2 juta.
Di atasnya terdapat Ayla 1.0 X dengan harga sekitar Rp154,1 juta, sedangkan varian 1.0 X CVT berada di kisaran Rp174,1 juta. Daihatsu juga menyediakan pilihan mesin 1.2 liter untuk konsumen yang membutuhkan performa lebih besar.
Dengan rentang harga tersebut, Ayla menjadi salah satu pilihan penting di segmen mobil entry level dan LCGC.
Toyota Agya, mulai Rp174 jutaan
Pilihan berikutnya datang dari Toyota melalui Agya.
Toyota mencantumkan New Agya Stylix E Type mulai Rp174,3 juta. Varian G dibanderol mulai Rp182 juta, sedangkan Agya Stylix berada di atas Rp200 juta. Harga tersebut merupakan OTR Jakarta per 1 Juli 2026.
Agya menyasar konsumen yang membutuhkan mobil kompak untuk aktivitas perkotaan. Dimensi yang relatif ringkas membuatnya cukup mudah digunakan di jalan perkotaan maupun ketika mencari tempat parkir.
Honda Brio Satya, mulai Rp170 jutaan
Honda Brio Satya juga masih menjadi salah satu pemain utama di kelas mobil entry level.
Honda mencantumkan harga Honda Brio mulai Rp170,4 juta.
Pada 2026, Brio Satya juga mendapatkan tambahan pilihan transmisi CVT pada varian tertentu. Perubahan ini membuat konsumen memiliki alternatif selain transmisi manual.
Harga Brio Satya sendiri sudah menunjukkan bagaimana harga mobil LCGC ikut bergerak naik. Pada September 2026, detikOto mencatat varian tertinggi Brio bahkan sudah berada di atas Rp200 juta.
Baca Juga: Daftar Motor Entry Level 2026, Harga Dibawah Rp14 Jutaan
Suzuki S-Presso, alternatif city car
Selain LCGC, konsumen juga bisa mempertimbangkan Suzuki S-Presso.
Berdasarkan data harga September 2026, S-Presso MT berada di kisaran Rp173,1 juta, sedangkan varian AGS sekitar Rp184,6 juta OTR Jakarta.
S-Presso memiliki karakter berbeda dibandingkan Ayla, Agya, dan Brio. Bentuknya lebih tinggi dengan desain city car yang kompak.
Model ini dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan dimensi kecil dan kemudahan bermanuver di kawasan perkotaan.
Daftar mobil entry level 2026
| Model | Harga mulai OTR Jakarta* | Segmen |
|---|---|---|
| Daihatsu Ayla | Rp141,2 juta | LCGC |
| Honda Brio Satya | Rp170,4 juta | LCGC |
| Toyota Agya | Rp174,3 juta | LCGC |
| Suzuki S-Presso | Rp173,1 juta | City car |
Rp100 jutaan kini berarti mulai Rp140 jutaan
Jika melihat harga mobil baru saat ini, istilah “mobil Rp100 jutaan” sudah mengalami pergeseran.
Konsumen yang memiliki anggaran sekitar Rp100 juta untuk membeli mobil baru praktis belum mempunyai banyak pilihan. Bahkan mobil entry level termurah dalam daftar ini sudah berada di kisaran Rp140 jutaan.
Daihatsu Ayla menjadi salah satu contoh paling jelas. Harga tipe termurahnya berada di Rp141,2 juta, sementara Toyota Agya dan Honda Brio sudah berada di kisaran Rp170 jutaan.
Kondisi tersebut membuat Rp150 juta hingga Rp200 juta menjadi rentang yang semakin relevan bagi konsumen yang sedang mencari mobil baru entry level.
Pilihan mobil pertama untuk penggunaan harian
Mobil entry level biasanya menjadi pilihan konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.
Daihatsu Ayla dan Toyota Agya menawarkan karakter mobil kompak, sementara Honda Brio memiliki mesin 1.2 liter. Suzuki S-Presso hadir dengan pendekatan berbeda melalui bodi mungil dan desain yang menyerupai SUV kecil.
Sebelum membeli, konsumen sebaiknya tidak hanya membandingkan harga.
Biaya servis berkala, konsumsi bahan bakar, kapasitas kabin, fitur keselamatan, nilai pajak, serta jaringan dealer juga perlu diperhitungkan.(sls)