RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jawa Tengah mulai menjadi salah satu pasar yang diperhitungkan dalam perkembangan kendaraan listrik. Potensi itu terlihat dari semakin banyaknya merek kendaraan elektrifikasi yang hadir dalam GIIAS Semarang 2026.
Selain itu potensi tersebut juga didukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik. Salah satunya melalui investasi sekitar Rp15 triliun di Kawasan Industri Seafer (KIS), Kabupaten Kendal.
Investasi tersebut mencakup pengembangan komponen kendaraan listrik, seperti baterai, ban, hingga suku cadang kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.
Pameran otomotif tersebut resmi dibuka di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Rabu (30/9). GIIAS Semarang akan berlangsung pada 30 September - 4 Oktober 2026.
Baca Juga: GIIAS Semarang 2026 Bakal Lebih Mewah dari Tahun Lalu, Ini Alasannya
Penyelenggaraan tahun ini menjadi yang kelima di Kota Semarang. Total 19 merek kendaraan ikut ambil bagian. Sebanyak 18 merupakan merek kendaraan roda empat dan satu merek roda dua.
Pemprov Jawa Tengah pun berharap transaksi kendaraan selama pameran ikut mendorong penjualan kendaraan bermotor dan pendapatan daerah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng Muhamad Masrofi mengatakan, pihaknya tidak menetapkan target khusus penerimaan dari GIIAS. Namun, peningkatan transaksi kendaraan diharapkan terjadi selama pameran berlangsung.
"Kami lihat daripada penjualan mobil kendaraan ini rata-rata kemarin dari Tangerang berapa ribu yang terjual, di Surabaya berapa ribu yang terjual, maka kami bukan (menetapkan) target, tapi menginginkan ada peningkatan penjualan kendaraan bermotor yang ada di Jawa Tengah,” ujar Masrofi usai membuka GIIAS Semarang 2026.
Menurutnya penjualan kendaraan bermotor di Jateng tahun ini juga mengalami peningkatan dibandingkan 2025.
“Alhamdulillah rata-rata penjualan mobil untuk tahun ini dibanding dengan tahun 2025 ada peningkatan. Didukung dengan adanya pameran yang ada sekarang ini bisa sedikit meningkatkan penjualan kendaraan bermotor,” imbuhnya.
Di tengah peningkatan penjualan tersebut, perkembangan kendaraan listrik menjadi salah satu yang menarik dalam GIIAS Semarang tahun ini. Sejumlah merek membawa kendaraan elektrifikasi untuk diperkenalkan kepada masyarakat Jateng.
Salah satunya Changan yang menghadirkan Deepal S05 dan Nevo Q05. Keduanya menjadi bagian dari pilihan kendaraan elektrifikasi yang dipamerkan dalam GIIAS Semarang 2026.
CEO Changan Indonesia Setiawan Surya mengatakan, Semarang menjadi salah satu kota yang penting untuk mendekatkan kendaraan elektrifikasi kepada konsumen Jateng.
"Kami melihat kebutuhan konsumen semakin beragam, sehingga kami menghadirkan kendaraan dengan karakter dan pilihan teknologi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas masing-masing. Kami berharap kehadiran Changan di Semarang dapat menjadi langkah untuk membangun hubungan yang semakin dekat dengan masyarakat Jawa Tengah,” ujar Setiawan.
Setiawan menyebut, respons pasar terhadap produk Changan sejak debut di GIIAS 2026 cukup positif. Changan mencatat 1.120 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dan lebih dari 1.500 aktivitas test drive.
Dari capaian tersebut, Nevo Q05 menyumbang 876 SPK. Sedangkan Deepal S05 mencatat 115 SPK dengan dua pilihan teknologi, yakni Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Deepal S05 BEV memiliki tenaga maksimum 200 kW dengan jarak tempuh hingga 470 kilometer berdasarkan metode NEDC. Sementara versi REEV menghasilkan tenaga maksimum 160 kW dengan torsi 320 Nm dan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.100 kilometer.
Untuk penggunaan tenaga listrik murni, varian REEV dapat menempuh hingga 170 kilometer berdasarkan metode NEDC. Pilihan tersebut menjadi salah satu pendekatan Changan untuk menawarkan kendaraan elektrifikasi dengan karakter penggunaan yang berbeda.
Selain Deepal S05, Nevo Q05 hadir sebagai SUV listrik. Mobil tersebut memiliki jarak tempuh hingga 462 kilometer berdasarkan metode NEDC dengan baterai LFP berkapasitas 51,9 kWh.
Nevo Q05 juga dilengkapi teknologi pengisian cepat. Baterai dapat diisi dari 30 persen menjadi 80 persen sekitar 15 menit dengan kemampuan 3C Fast Charging hingga 162 kW.
Kehadiran dua model tersebut tidak hanya dipamerkan. Pengunjung GIIAS Semarang juga dapat menjajal langsung Deepal S05 dan Nevo Q05 melalui area test drive yang disediakan selama pameran.
Menurutnya kesempatan tersebut menjadi bagian penting untuk memperkenalkan kendaraan elektrifikasi kepada konsumen. Masyarakat dapat merasakan langsung performa, kenyamanan, serta fitur kendaraan sebelum menentukan pilihan.
Sementara Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO Anton Kumonty menyebut penjualan mobil nasional tahun ini meningkat 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pihaknya berharap penyelenggaraan GIIAS Semarang 2026 dapat mencatatkan peningkatan penjualan kendaraan.
“Jadi, kita lihat di Bandung, Jakarta, Surabaya juga meningkat kurang lebih cukup signifikan. Jadi, kita harapkan Semarang juga akan mengikuti langkah yang sama,” ujarnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi