Suzuki Ertiga Hybrid vs Toyota Avanza, Adu Irit BBM dan Fitur Mobil Keluarga

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 16:08 WIB

 

Ertiga Hybrid vs Avanza
Ertiga Hybrid vs Avanza

 

RADARSEMARANG.ID –Suzuki Ertiga Hybrid dan Toyota Avanza masih menjadi dua nama yang menarik perhatian masyarakat ketika mencari mobil keluarga 7 penumpang dengan harga yang relatif terjangkau. Keduanya berada di segmen low MPV, tetapi menawarkan pendekatan berbeda, terutama pada teknologi mesin, konsumsi bahan bakar, fitur, kenyamanan hingga biaya kepemilikan.

Suzuki Ertiga Hybrid membawa teknologi Suzuki Smart Hybrid yang menggabungkan mesin bensin dengan Integrated Starter Generator (ISG) dan baterai lithium-ion. Sementara itu, Toyota Avanza mempertahankan mesin bensin 1.329 cc dan 1.496 cc dengan pilihan transmisi manual serta CVT.

Perbedaan tersebut membuat Suzuki Ertiga Hybrid dan Toyota Avanza memiliki karakter yang tidak sepenuhnya sama. Ertiga Hybrid lebih menonjolkan efisiensi bahan bakar melalui sistem elektrifikasi ringan, sedangkan Avanza menawarkan pilihan mesin 1.3 liter dan 1.5 liter serta jaringan purna jual Toyota yang luas.

Untuk harga, daftar resmi Suzuki Indonesia pada September 2026 mencantumkan All New Ertiga Hybrid mulai Rp280,9 juta untuk GX MT dan Rp291,9 juta untuk GX AT.

Varian Ertiga Hybrid Cruise berada pada rentang Rp293,8 juta sampai Rp306,8 juta, tergantung transmisi dan pilihan warna. Harga tersebut merupakan OTR Jakarta dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Di sisi lain, Toyota mencantumkan All New Avanza mulai Rp243,7 juta pada laman resminya. Pilihan yang tersedia meliputi Avanza 1.3 E M/T, 1.3 E CVT, 1.5 G M/T dan 1.5 G CVT.

Pada halaman simulasi pembiayaan Toyota, harga yang tercantum masing-masing Rp244,2 juta, Rp259,2 juta, Rp267,3 juta dan Rp282,1 juta. Harga kendaraan dapat berbeda sesuai dealer dan wilayah.

Dari sisi mesin, Suzuki Ertiga Hybrid menggunakan mesin K15B berkapasitas 1.462 cc, empat silinder, dengan teknologi DOHC dan VVT. Mesin tersebut dipadukan dengan ISG serta baterai lithium-ion sebagai bagian dari sistem Suzuki Smart Hybrid.

Baca Juga: Suzuki Ertiga Diesel Atau Chevrolet Spin Diesel, Mana yang Lebih Layak Digunakan

Berdasarkan spesifikasi komparasi yang tersedia, Ertiga Hybrid menghasilkan tenaga sekitar 104,7 PS pada 6.000 rpm dengan torsi maksimum 138 Nm pada 4.400 rpm. Angka tersebut membuat Ertiga mempunyai modal tenaga yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membawa penumpang dan barang ketika perjalanan luar kota.

Toyota Avanza mempunyai dua pilihan mesin. Varian 1.3 E menggunakan mesin 1NR-VE berkapasitas 1.329 cc yang menghasilkan tenaga 98 PS pada 6.000 rpm dan torsi 12,4 Kgm pada 4.200 rpm. Sementara Avanza 1.5 G menggunakan mesin 2NR-VE berkapasitas 1.496 cc dengan tenaga 106 PS pada 6.000 rpm dan torsi 14 Kgm pada 4.200 rpm.

Perbedaan kapasitas mesin tersebut terasa ketika mobil digunakan dalam kondisi membawa penumpang penuh. Ertiga Hybrid memiliki kapasitas mesin lebih besar dibanding Avanza 1.3, sedangkan Avanza 1.5 G memiliki kapasitas mesin sedikit lebih besar dibanding Ertiga.

Untuk penggunaan dalam kota, kedua mobil mempunyai karakter yang cukup sesuai untuk lalu lintas padat. Ertiga Hybrid mendapatkan keuntungan dari sistem ISG yang membantu ketika mobil melakukan akselerasi serta sistem Engine Auto Start-Stop.

Teknologi tersebut memungkinkan mesin mati ketika kendaraan berhenti dalam kondisi tertentu dan kemudian menyala kembali saat diperlukan.

Suzuki menjelaskan bahwa ISG juga berfungsi menangkap energi ketika kendaraan mengalami perlambatan untuk disimpan ke baterai lithium-ion. Energi tersebut kemudian dapat digunakan untuk membantu kerja mesin ketika kendaraan kembali berakselerasi.

Soal konsumsi BBM, Suzuki Ertiga Hybrid mempunyai catatan yang cukup menarik. Dalam pengujian yang dilakukan Suzuki bersama 40 jurnalis dengan metode full-to-full di rute Surabaya-Malang, Ertiga Hybrid mencatat rata-rata 22,11 km per liter untuk transmisi manual dan 19,66 km per liter untuk transmisi otomatis. Rute pengujian tersebut mencakup kondisi perkotaan, kemacetan serta kontur jalan naik-turun.

Angka tersebut tidak dapat dianggap sebagai konsumsi BBM pasti setiap pengguna. Cara mengemudi, kondisi lalu lintas, jumlah penumpang, penggunaan AC, tekanan ban, kondisi jalan hingga kecepatan kendaraan dapat membuat hasil konsumsi berbeda.

Baca Juga: Harga Ertiga Diesel Bekas Bikin Penasaran, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Toyota Avanza juga dirancang dengan mesin yang mengutamakan efisiensi. Toyota menyebut mesin 1NR-VE dan 2NR-VE menggunakan teknologi Dual VVT-i yang ditujukan untuk menghasilkan kombinasi performa dan efisiensi bahan bakar.

Dengan demikian, pembaca yang mencari mobil keluarga irit BBM perlu melihat Ertiga Hybrid sebagai salah satu pilihan menarik karena sistem mild hybrid-nya memang dirancang untuk meningkatkan efisiensi. Sementara Avanza menawarkan efisiensi dari mesin bensin dengan pilihan kapasitas 1.3 liter dan 1.5 liter.

Dari sisi transmisi, Ertiga Hybrid tersedia dengan transmisi manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan pada varian tertentu. Karakter transmisi otomatisnya relatif sederhana sehingga pengemudi yang terbiasa dengan transmisi konvensional akan lebih mudah beradaptasi.

Avanza menawarkan transmisi manual 5-percepatan dan CVT. Transmisi CVT memberikan karakter perpindahan tenaga yang lebih halus, terutama ketika digunakan di dalam kota dengan kondisi stop and go.

Untuk handling, kedua mobil menggunakan penggerak roda depan. Ertiga menggunakan suspensi MacPherson Strut di depan dan torsion beam di belakang. Avanza juga menggunakan MacPherson Strut di depan dan torsion beam di belakang.

Dimensi keduanya juga relatif berdekatan. Ertiga memiliki panjang sekitar 4.395 mm dan lebar 1.735 mm dengan wheelbase 2.740 mm. Avanza memiliki panjang 4.395 mm, lebar 1.730 mm dan wheelbase 2.750 mm.

Dalam penggunaan harian, dimensi tersebut membuat keduanya masih cukup mudah dikendalikan di perkotaan. Avanza memiliki radius putar sekitar 4,9 meter berdasarkan informasi Toyota, sehingga cukup membantu ketika melakukan manuver di jalan sempit maupun area parkir.

Kenyamanan menjadi bagian penting karena kedua mobil memang banyak digunakan sebagai kendaraan keluarga. Ertiga mempunyai kabin yang dirancang untuk tujuh penumpang dengan ruang yang cukup fleksibel.

Suzuki juga memberikan sejumlah fitur kenyamanan seperti head unit touchscreen 8 inci dengan mirroring, ventilated cup holder, armrest baris kedua serta desain interior dengan nuansa hitam dan abu-abu.

Pada Ertiga Hybrid, keberadaan Cruise Control juga menjadi salah satu fitur yang berguna ketika mobil digunakan untuk perjalanan luar kota. Pengemudi dapat mempertahankan kecepatan kendaraan tanpa terus-menerus menekan pedal gas pada kondisi jalan yang memungkinkan.

Baca Juga: Sama-Sama MPV 7 Penumpang, Avanza 2022 atau Ertiga 2022?

Avanza juga mempunyai keunggulan dari sisi ruang kabin. Toyota menyebut penggunaan platform baru membuat dimensi dan wheelbase Avanza berkembang dibandingkan generasi sebelumnya.

Wheelbase 2.750 mm membantu memberikan ruang kabin yang lebih lega, sementara posisi duduk dan pengaturan kemudi dirancang untuk menunjang kenyamanan penggunaan harian.

Untuk keluarga yang sering membawa tujuh penumpang, kedua mobil sama-sama menawarkan konfigurasi 7-seater. Namun ketika seluruh kursi digunakan, ruang bagasi tentu menjadi lebih terbatas dibandingkan ketika baris ketiga dilipat.

Dari sisi fitur, Suzuki Ertiga Hybrid mempunyai sejumlah perlengkapan yang cukup menarik untuk kelasnya. Selain teknologi Smart Hybrid, terdapat Engine Auto Start-Stop, Cruise Control, Hill Hold Control dan Electronic Stability Program pada konfigurasi tertentu. Fitur-fitur tersebut membantu memberikan kenyamanan dan kontrol ketika mobil digunakan dalam berbagai kondisi jalan.

Avanza juga mempunyai perangkat keselamatan seperti ABS, EBD, Brake Assist, Vehicle Stability Control dan Hill Start Assist. Pada varian tertentu, Toyota menyediakan Toyota Safety Sense dengan fitur keselamatan aktif yang lebih lengkap.

Hal yang perlu diperhatikan adalah tidak semua varian memiliki fitur yang sama. Karena itu, masyarakat sebaiknya membandingkan tipe secara spesifik sebelum membeli. Membandingkan Ertiga Hybrid varian tertinggi dengan Avanza varian termurah, misalnya, dapat menghasilkan kesimpulan yang kurang tepat karena perbedaan kelengkapan fitur.

Untuk kepraktisan penggunaan, Ertiga Hybrid mempunyai keunggulan dari teknologi mild hybrid yang relatif sederhana. Sistem Suzuki Smart Hybrid menggunakan ISG dan baterai lithium-ion, bukan sistem full hybrid yang membuat kendaraan dapat berjalan menggunakan motor listrik dalam berbagai kondisi. Suzuki menyebut baterai lithium-ion tersebut memiliki garansi lima tahun atau 100.000 kilometer.

Sementara itu, Avanza mempunyai keuntungan dari ekosistem Toyota yang sudah sangat luas. Toyota menyatakan memiliki jaringan layanan penjualan dan purna jual di seluruh Indonesia serta menyediakan suku cadang asli melalui jaringan bengkel Toyota.

Faktor suku cadang menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat yang berencana menggunakan mobil dalam jangka panjang. Ketersediaan bengkel dan komponen membuat proses perawatan rutin menjadi lebih mudah, terutama bagi pemilik yang sering bepergian ke luar kota.

Ertiga juga mempunyai jaringan servis resmi Suzuki dan ketersediaan suku cadang untuk kebutuhan perawatan. Namun bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan jumlah dealer atau bengkel resmi Suzuki lebih sedikit dibandingkan Toyota, lokasi bengkel perlu menjadi pertimbangan sebelum membeli.

Baca Juga: Harga Avanza G 2009 Kini Segini, Apakah Masih Layak Tahun 2026

Dari sisi keunggulan, Suzuki Ertiga Hybrid menawarkan kombinasi mesin 1.462 cc, teknologi mild hybrid, konsumsi BBM yang berpotensi efisien, kabin 7 penumpang, kenyamanan suspensi dan sejumlah fitur yang mendukung perjalanan keluarga. Teknologi ISG menjadi pembeda utama dibandingkan Avanza bensin konvensional.

Kekurangan Ertiga Hybrid terletak pada pilihan transmisinya yang relatif lebih sederhana dibandingkan CVT pada Avanza. Desain dan teknologi dasarnya juga sudah cukup lama berada di pasar, sehingga sebagian konsumen yang mengejar tampilan atau teknologi terbaru mungkin mempertimbangkan pilihan lain.

Avanza mempunyai keunggulan pada pilihan mesin 1.3 dan 1.5, transmisi CVT, dimensi kabin, jaringan layanan Toyota dan pilihan varian yang cukup luas.

Mesin 1.5 G juga memberikan tenaga lebih besar dibandingkan Avanza 1.3 sehingga lebih cocok bagi konsumen yang sering membawa banyak penumpang atau melakukan perjalanan antarkota.

Kekurangan Avanza terletak pada fakta bahwa teknologi elektrifikasinya tidak tersedia pada model Avanza reguler. Artinya, konsumen yang secara khusus mencari low MPV dengan teknologi hybrid harus melihat model lain dalam keluarga Toyota, seperti New Veloz Hybrid EV, bukan Avanza reguler. Toyota sendiri mulai menjual New Veloz Hybrid EV pada 2026 dengan sistem full hybrid.

Harga juga menjadi pembeda penting. Dengan harga resmi September 2026, Ertiga Hybrid berada pada rentang sekitar Rp280,9 juta sampai Rp306,8 juta untuk varian hybrid yang tercantum Suzuki. Sementara Avanza reguler berada pada kisaran Rp243,7 juta sebagai harga mulai di laman Toyota, dengan varian yang tersedia sampai 1.5 G CVT.

Perbedaan harga tersebut membuat konsumen perlu menghitung kebutuhan secara menyeluruh. Harga beli bukan satu-satunya komponen biaya kepemilikan. Pengeluaran bahan bakar, servis berkala, pajak, asuransi, suku cadang dan kebutuhan perawatan juga perlu diperhitungkan.

Bagi masyarakat yang menggunakan mobil untuk aktivitas keluarga setiap hari, konsumsi BBM menjadi salah satu pertimbangan paling penting. Ertiga Hybrid mempunyai teknologi yang memang dirancang untuk membantu efisiensi, sedangkan Avanza memberikan pilihan mesin bensin dengan karakter yang sudah familiar bagi banyak pengguna.

Untuk perjalanan luar kota, kedua mobil sama-sama dapat digunakan membawa keluarga. Ertiga Hybrid mempunyai Cruise Control yang dapat membantu ketika melaju konstan di jalan yang memungkinkan. Avanza dengan CVT juga memberikan karakter berkendara yang halus ketika digunakan dalam perjalanan panjang.

Pada akhirnya, Suzuki Ertiga Hybrid dan Toyota Avanza menawarkan pendekatan berbeda dalam segmen MPV keluarga. Ertiga Hybrid lebih menonjolkan teknologi Suzuki Smart Hybrid dan efisiensi bahan bakar, sedangkan Avanza menawarkan pilihan mesin, transmisi CVT, fitur keselamatan pada varian tertentu serta dukungan jaringan Toyota.

Baca Juga: Siap-siap Pengguna Toyota Avanza dan Hyundai Tidak Bisa Isi Pertalite, Ini Daftar Lengkapnya

Bagi masyarakat yang menjadikan konsumsi BBM dan teknologi hybrid ringan sebagai pertimbangan utama, Ertiga Hybrid layak masuk daftar perbandingan. Sementara konsumen yang mengutamakan pilihan harga awal yang lebih rendah, pilihan mesin 1.3 atau 1.5, transmisi CVT serta jaringan purna jual yang luas dapat mempertimbangkan Avanza.

Yang paling penting, perbandingan sebaiknya dilakukan pada varian yang setara. Perbedaan harga dan fitur antartipe cukup besar sehingga spesifikasi masing-masing varian perlu diperiksa sebelum melakukan pembelian. Harga OTR juga dapat berbeda berdasarkan wilayah dan kebijakan dealer.

Dengan melihat performa, konsumsi BBM, kapasitas kabin, handling, kenyamanan, fitur, harga, suku cadang, keunggulan dan kekurangan tersebut, pembaca dapat menyesuaikan pilihan dengan pola penggunaan masing-masing.

Untuk mobil keluarga harian, kebutuhan penumpang, jarak tempuh bulanan dan akses terhadap bengkel resmi menjadi faktor yang sama pentingnya dengan angka tenaga mesin atau harga pembelian.

Data harga dalam artikel ini mengacu pada informasi resmi yang tersedia pada September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu. Angka konsumsi BBM Ertiga Hybrid merupakan hasil pengujian Suzuki pada kondisi dan rute tertentu sehingga bukan jaminan angka yang akan diperoleh setiap pengguna.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
Ertiga Hybrid vs Avanza perbandingan Ertiga Hybrid dan Avanza harga mobil Suzuki toyota