Daihatsu Xenia Generasi Pertama Bekas Rp70 Jutaan, Masih Layak Dipakai pada 2026?

Sulistiono • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 10:13 WIB
Daihatsu Xenia generasi pertama masih menjadi salah satu pilihan mobil keluarga bekas dengan harga relatif terjangkau pada 2026, tetapi kondisi unit wajib menjadi pertimbangan utama. (ai/Sulistiono)
Daihatsu Xenia generasi pertama masih menjadi salah satu pilihan mobil keluarga bekas dengan harga relatif terjangkau pada 2026, tetapi kondisi unit wajib menjadi pertimbangan utama. (ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID - ‎Daihatsu Xenia generasi pertama masih menjadi salah satu pilihan menarik bagi pemburu mobil keluarga bekas dengan dana terbatas.

Di pasar 2026, Daihatsu Xenia generasi pertama dapat ditemukan mulai kisaran Rp50 jutaan, sementara unit dengan kondisi dan spesifikasi tertentu bisa mendekati Rp70 juta. Lantas, apakah MPV lawas ini masih layak dipakai pada 2026?

Bagi sebagian orang, membeli mobil berusia lebih dari 15 tahun mungkin terdengar kurang menarik. Namun, Xenia generasi pertama mempunyai satu modal penting: konsepnya sederhana dan sejak awal memang dirancang sebagai mobil keluarga berkapasitas tujuh penumpang.

Daihatsu memperkenalkan Xenia di Indonesia pada 2003 dengan tiga tipe utama, yakni Mi, Li dan Xi. Varian Mi dan Li menggunakan mesin 1.0 liter, sedangkan Xi mengandalkan mesin 1.3 liter.
Generasi pertama kemudian terus mendapatkan pembaruan hingga akhirnya digantikan generasi kedua pada 2011.

Baca Juga: Cari Mobil Keluarga Harga Rp70 Jutaan? Ini 5 Daihatsu Bekas yang Masih Layak Dipinang

Harga Xenia Generasi Pertama pada 2026

Harga menjadi salah satu alasan utama Xenia lawas masih menarik. Data harga bekas yang dihimpun pada 2026 menunjukkan generasi awal Xenia atau lansiran sekitar 2004-2010 berada di kisaran Rp50 juta hingga Rp75 juta, tergantung tipe, tahun produksi, kondisi dan lokasi kendaraan.

Contoh listing pada Agustus 2026 juga memperlihatkan Xenia 2004-2008 berada mulai sekitar Rp58,5 juta hingga Rp70 juta pada sejumlah wilayah. Untuk Xenia 2006, terdapat pula penawaran sekitar Rp70 juta hingga Rp78 juta untuk unit dengan kondisi dan spesifikasi tertentu.

Artinya, anggaran Rp70 jutaan memang masih realistis untuk memburu Xenia generasi pertama. Namun, jangan menganggap semua Xenia lawas yang dipasang Rp70 juta otomatis lebih bagus.

Pada mobil berusia belasan hingga lebih dari dua dekade, kondisi aktual unit jauh lebih penting dibanding sekadar tahun dan harga. Mesin 1.0 atau 1.3.

Mana yang Lebih Menarik?

Xenia generasi pertama memiliki dua pilihan kapasitas mesin utama, yakni 1.0 liter dan 1.3 liter. Xenia 1.0 keluaran awal menggunakan mesin EJ-DE 989 cc 3-silinder. Pada 2006, mesin tersebut mendapatkan pembaruan menjadi EJ-VE dengan teknologi VVT-i.

Sementara itu, Xenia 1.3 awal menggunakan mesin K3-DE. Mulai sekitar 2006, mesin 1.3 mendapatkan mesin K3-VE dengan teknologi VVT-i. Untuk penggunaan keluarga dengan penumpang dan barang cukup banyak, varian 1.3 secara karakter lebih masuk akal karena mempunyai tenaga dan torsi lebih besar.

Mesin 1.0 memiliki keunggulan dari sisi kapasitas dan efisiensi, tetapi ketika kabin diisi penuh, pengemudi harus lebih sabar ketika menghadapi tanjakan atau membutuhkan akselerasi.

Jadi, kalau menemukan Xenia 1.3 dengan kondisi mesin, transmisi dan kaki-kaki sehat pada harga yang masih masuk anggaran, unit tersebut layak menjadi salah satu kandidat.

Konsumsi BBM Xenia Lawas Masih Irit?

Salah satu alasan Xenia generasi pertama tetap menarik adalah konsumsi bahan bakarnya. Sejumlah sumber otomotif mencatat Xenia 1.0 dapat berada di kisaran sekitar 13-15 km/liter dalam kondisi penggunaan tertentu.

Angka aktual tentu sangat bergantung pada kondisi mesin, gaya mengemudi, beban kendaraan, lalu lintas dan rute perjalanan. Sumber lain mencatat angka penggunaan sekitar 14 km/liter untuk Xenia 1.0 dalam kota dan hingga sekitar 17 km/liter pada rute tol dengan kondisi pengujian tertentu.

Untuk mesin 1.3, angkanya disebut sekitar 12 km/liter dalam kota dan 15 km/liter di tol. Karena itu, angka tersebut sebaiknya jangan dianggap sebagai angka pasti untuk setiap unit.

Xenia berusia belasan tahun yang kondisi injektornya kurang baik, kompresinya menurun, ban kurang ideal atau sistem pengapiannya bermasalah tentu bisa jauh lebih boros.

Baca Juga: Bukan Mobil Murahan! BYD Yuan UP 2027 Rilis dengan Teknologi Parkir Otomatis Bergaransi, Harga Rp170 Jutaan

Perawatannya Murah, Benarkah?

Inilah salah satu daya tarik utama Xenia generasi pertama. Konstruksi mesin dan mekanisnya relatif sederhana dibanding mobil keluarga modern. Selain itu, Xenia sudah sangat lama beredar di Indonesia sehingga pengetahuan bengkel terhadap model ini relatif luas.

Ketersediaan suku cadang juga menjadi salah satu nilai plus yang sering dikaitkan dengan Xenia lawas.

Tetapi istilah “murah dirawat” tidak berarti “bebas biaya.” Mobil tua tetap membutuhkan perawatan lebih teliti. Karet-karet, selang, seal, bushing, sokbreker, komponen kaki-kaki, sistem pendingin dan berbagai komponen berbahan karet bisa mengalami penurunan kondisi karena usia.

Karena itu, pembeli harus membedakan antara biaya servis rutin dengan biaya mengembalikan kondisi mobil tua yang sebelumnya kurang terawat.

Waspadai Titik yang Mulai Bermasalah karena Usia

Pada Xenia generasi pertama, calon pembeli sebaiknya tidak hanya mendengarkan suara mesin. Ada beberapa bagian yang wajib diperiksa sebelum transaksi:

Pertama, kondisi mesin. Periksa suara mesin saat dingin, asap knalpot, kebocoran oli, temperatur kerja dan respons ketika pedal gas diinjak.

Kedua, sistem pendingin. Mobil tua yang sistem pendinginnya tidak terawat berisiko mengalami masalah ketika digunakan dalam perjalanan jauh atau lalu lintas padat.

Ketiga, transmisi. Untuk manual, rasakan kondisi kopling dan perpindahan gigi. Untuk unit otomatis, pastikan perpindahan gigi berlangsung normal dan tidak menunjukkan gejala hentakan yang tidak wajar.

Keempat, kaki-kaki. Bushing, tie rod, ball joint, sokbreker dan komponen terkait perlu diperiksa karena usia kendaraan sudah cukup tinggi.

Kelima, kelistrikan. Pastikan AC, power window, lampu, wiper, audio, central lock dan perangkat kelistrikan lainnya bekerja dengan baik. Keenam, bodi dan sasis.Periksa bekas tabrakan, karat, perbaikan panel dan kondisi struktur kendaraan. Semakin tua usia mobil, semakin penting pemeriksaan menyeluruh sebelum membeli.
Baca Juga: Klasemen Liga 2 Grup B September 2026 Pekan Kedua: Deltras di Puncak, Persis Solo Naik

Bagaimana dengan Fitur Keselamatannya?

Ini bagian yang tidak boleh dilupakan. Xenia generasi pertama lahir pada era ketika standar fitur keselamatan kendaraan belum seperti mobil modern. Karena itu, jangan membeli Xenia lawas dengan ekspektasi fitur keselamatan dan sistem bantuan pengemudi seperti kendaraan keluaran terbaru.

Kelebihan Xenia generasi pertama lebih berada pada konsep praktis, kapasitas kabin, mekanis sederhana dan biaya kepemilikan yang relatif terjangkau. Dengan kata lain, harga murah tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kondisi rem, ban, sabuk keselamatan, lampu dan struktur bodi.

Masih Layak Dipakai pada 2026?

Jawabannya sangat bergantung pada kebutuhan dan kondisi unit. Jika yang dicari adalah mobil keluarga tujuh penumpang dengan anggaran sekitar Rp70 jutaan, Xenia generasi pertama masih mempunyai alasan untuk dipertimbangkan. Namun, pembeli harus siap menerima konsekuensi memiliki mobil tua.

Fitur tidak semodern mobil baru. Kenyamanan juga tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan MPV keluaran terbaru. Selain itu, kondisi setiap unit berbeda karena sebagian besar Xenia generasi pertama kini telah melewati usia 15 tahun.

Justru karena itulah, unit yang terawat jauh lebih berharga daripada unit yang sekadar murah. Xenia 1.0 atau 1.3 untuk Keluarga? Jika penggunaan lebih banyak di dalam kota dengan penumpang tidak selalu penuh, Xenia 1.0 masih dapat menjadi pilihan.

Namun, untuk keluarga yang sering membawa tujuh penumpang, bepergian antarkota atau melewati jalur menanjak, mesin 1.3 lebih menarik karena tenaga dan torsinya lebih besar.Pilihan akhirnya kembali pada kondisi unit dan kebutuhan pemilik.

Sebuah Xenia 1.0 yang terawat bisa menjadi pembelian yang lebih masuk akal dibanding Xenia 1.3 yang mesinnya bermasalah atau kaki-kakinya sudah membutuhkan banyak perbaikan. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
MobilBekas MobilDaihatsu DaihatsuXenia XeniaGenerasiPertama XeniaBekas