RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 kembali digelar di Kota Semarang. Event tersebut berlangsung pada 30 September - 4 Oktober 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip).
Selain menjadi ajang memperkenalkan kendaraan dan teknologi terbaru, GIIAS dinilai berpotensi ikut mendorong penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah. Sebab, meningkatnya transaksi kendaraan baru akan berdampak pada penerimaan pajak kendaraan bermotor.
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Kukuh Kumara mengatakan, sebanyak 19 merek kendaraan akan ambil bagian. Terdiri atas 18 merek kendaraan penumpang dan satu roda dua, serta 22 industri pendukung otomotif.
“Akan ada 19 brand di GIIAS Semarang. Kemudian GIIAS Semarang juga merupakan wadah strategis untuk memperkenalkan model-model dan teknologi kendaraan terbaru kepada masyarakat khususnya di Jawa Tengah ini,” ujarnya di Kawasan Kota Lama, Rabu (16/9).
Baca Juga: 19 Merek Kendaraan Ramaikan GIIAS Semarang, Ada Tujuh Brand Baru
Ia menambahkan, GIIAS Semarang kini menghadirkan tujuh kendaraan bermotor baru dan merek yang kembali berpartisipasi. Kehadiran peserta baru menunjukkan kepercayaan industri terhadap potensi pasar Jawa Tengah.
“Jadi hadirnya peserta baru di GIIAS Semarang mencerminkan kepercayaan industri otomotif terhadap potensi pasar Jawa Tengah serta mendukung upaya GAIKINDO untuk memperkuat kontribusi industri otomotif nasional,” imbuhnya.
Kepala Bapenda Jateng Muhamad Masrofi menilai kegiatan seperti GIIAS dapat membantu mengakselerasi pendapatan daerah. Sebab, semakin tinggi penjualan kendaraan baru, penerimaan pajak kendaraan juga berpotensi meningkat.
"Semakin banyak pembeliannya, penjualannya yang ada di Jawa Tengah otomatis mendongkrak pajak kendaraan baru. Termasuk juga BBNKB-nya yang nilainya juga cukup besar,” jelasnya.
Bapenda Jateng mencatat target PAD 2026 sebesar Rp15,7 triliun. Namun, hingga pertengahan September, realisasi baru mencapai 62,90 persen atau sekitar Rp 9,8 triliun.
Masrofi mengatakan, capaian penerimaan tersebut masih terus dikejar hingga akhir tahun. Kondisi ekonomi turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penerimaan, khususnya dari pajak kendaraan.
Karena itu menurutnya GIIAS menjadi salah satu kegiatan yang dapat mendorong antusiasme masyarakat membeli kendaraan baru. Terlebih jumlah merek yang hadir terus bertambah. Dengan demikian PAD Jateng pun bisa meningkat.
"Kita selalu optimis (memenuhi target) tapi dengan kondisi ekonomi, kondisi politik juga berpengaruh terhadap pendapatan, terutama dari pajak kendaraan," pungkasnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi