19 Merek Kendaraan Ramaikan GIIAS Semarang, Ada Tujuh Brand Baru

Khafifah Arini Putri • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 05:39 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam pembukaan pameran GIIAS 2025 lalu.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam pembukaan pameran GIIAS 2025 lalu.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pecinta otomotif di Kota Semarang dan Jawa Tengah bakal mendapat lebih banyak pilihan kendaraan baru.

Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 menghadirkan 19 merek kendaraan bermotor global.

Pameran tersebut berlangsung 30 September hingga 4 Oktober 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Dari total 19 merek, sebanyak 18 merupakan kendaraan penumpang. Sementara satu merek lainnya berasal dari kategori sepeda motor. Deretan merek tersebut yakni BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, Honda, Jetour, KIA, Leap Motor, Mazda, Omoda Jaecoo, Suzuki, Toyota, VinFast, Wuling, serta Polytron untuk kategori sepeda motor.

Sejumlah merek juga menjadi peserta baru maupun kembali hadir dalam penyelenggaraan GIIAS Semarang. Tujuh di antaranya adalah Changan, Geely, Jetour, KIA, Leap Motor, Omoda Jaecoo, dan Polytron.

Baca Juga: Cuma Modal HP! Begini Cara Mendaftar Sesi Test Drive di GIIAS Semarang 2026 Tanpa Antre di Booth

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Kukuh Kumara mengatakan, kehadiran berbagai merek tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat Jawa Tengah untuk melihat langsung kendaraan dan teknologi terbaru.

“Akan ada 19 brand di GIIAS Semarang. Kemudian GIIAS Semarang juga merupakan wadah strategis untuk memperkenalkan model-model dan teknologi kendaraan terbaru kepada masyarakat khususnya di Jawa Tengah ini,” ujarnya di Kawasan Kota Lama, Rabu (16/9).

Menurut Kukuh, Jawa Tengah menjadi salah satu pasar yang memiliki potensi besar bagi industri otomotif.

Hingga April 2026, penjualan kendaraan di wilayah ini mencapai 14.195 unit. Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 5,1 persen terhadap total penjualan kendaraan secara nasional.

“Jawa Tengah memiliki peluang yang sangat besar bagi industri otomotif nasional. Data penjualan nasional menunjukkan bahwa hingga April 2026, Jawa Tengah berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 14.195 unit, atau menyumbang sekitar 5,1 persen dari total penjualan kendaraan secara nasional,” ujar Kukuh.

Potensi pasar tersebut juga berjalan beriringan dengan perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah. Salah satunya ditandai masuknya investasi sekitar Rp15 triliun ke Kawasan Industri Seafer (KIS) di Kabupaten Kendal.

Investasi tersebut mencakup pengembangan sejumlah komponen kendaraan listrik, mulai dari baterai, ban, hingga suku cadang kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.

“Kuatnya potensi pasar di daerah ini ditambah dengan dukungan investor dalam mendukung perkembangan industri otomotif, khususnya kendaraan listrik di wilayah Kabupaten Kendal menjadi bukti tingginya minat dan daya beli masyarakat Jawa Tengah,” tambahnya.

Melalui GIIAS Semarang 2026, masyarakat tidak hanya dapat melihat deretan model terbaru. Pengunjung juga berkesempatan merasakan langsung perkembangan teknologi kendaraan yang sebelumnya telah diperkenalkan dalam rangkaian GIIAS The Series di sejumlah kota.

GIIAS Semarang merupakan penyelenggaraan kelima di Kota Semarang. Setelah Semarang, rangkaian GIIAS The Series 2026 akan dilanjutkan ke Makassar pada 28 Oktober hingga 1 November 2026. 

Sementara Kepala Bapenda Jateng Muhamad Masrofi menyampaikan GIIAS Semarang dapat mendongkrak pendapatan asli daerah. Sebab, semakin tinggi penjualan kendaraan baru, penerimaan pajak kendaraan juga berpotensi meningkat.

"GIIAS ini menurut kami sangat mendukung sekali terhadap masyarakat yang ingin membeli kendaraan bermotor," ungkapnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
giias semarang gaikindo indonesia internasional auto show kendaraan bermotor KOTA SEMARANG JAWA TENGAH