5 Mobil Irit BBM yang Enak Dipakai Mudik dan Touring, Konsumsinya Aman

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 13:35 WIB
mobil irit BBM untuk perjalanan jauh
mobil irit BBM untuk perjalanan jauh

  

RADARSEMARANG.ID –  Perjalanan jauh menggunakan mobil membutuhkan kendaraan yang bukan hanya nyaman dan memiliki performa memadai, tetapi juga mampu menjaga konsumsi bahan bakar tetap efisien. Apalagi ketika harga bahan bakar dan biaya perjalanan menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat sebelum bepergian.

Memilih mobil irit BBM untuk perjalanan jauh juga tidak cukup hanya melihat angka konsumsi bahan bakar. Kapasitas kabin, ruang bagasi, kenyamanan suspensi, kemampuan mesin ketika melewati tanjakan, kestabilan di jalan tol, ketersediaan suku cadang hingga biaya perawatan juga perlu diperhitungkan.

Di pasar otomotif Indonesia, terdapat sejumlah mobil yang cukup menarik untuk digunakan sebagai kendaraan harian sekaligus teman perjalanan antarkota. Mulai dari mobil LCGC berukuran kompak hingga SUV hybrid, pilihannya semakin beragam.

Berikut lima mobil yang bisa menjadi pertimbangan masyarakat yang sedang mencari mobil irit BBM untuk perjalanan jauh, dengan mempertimbangkan performa, konsumsi bahan bakar, kapasitas, handling, kenyamanan, harga, suku cadang, keunggulan serta kekurangannya.

Toyota Agya menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang membutuhkan mobil dengan konsumsi BBM efisien tetapi tetap praktis digunakan untuk perjalanan luar kota. Mobil ini menggunakan mesin 1.2 liter yang menawarkan kombinasi antara tenaga, dimensi kompak dan efisiensi.

Toyota mencatat Agya 1.2 menggunakan mesin WA-VE dengan teknologi Dual VVT-i. Teknologi tersebut membantu mengoptimalkan proses pembakaran sehingga performa dan efisiensi dapat berjalan beriringan.

Baca Juga: Cari Mobil Keluarga Murah? 7 Seater Bekas Ini Harganya Mulai Rp90 Jutaan

Untuk penggunaan dalam kota, konsumsi BBM Agya berada di kisaran sekitar 15-18 km per liter berdasarkan pengujian yang dikutip Toyota. Sementara untuk perjalanan luar kota, angkanya dapat menembus lebih dari 20 km per liter dalam kondisi tertentu. Hasil aktual tentu dapat berbeda tergantung kecepatan, kondisi jalan dan gaya mengemudi.

Karakter mesin Agya cukup sesuai untuk masyarakat yang sering melakukan perjalanan antarkota dengan jumlah penumpang tidak terlalu banyak. Dimensinya yang kompak juga membuat mobil mudah dikendalikan ketika harus melewati jalan sempit, kawasan perkotaan atau area parkir yang terbatas.

Handling menjadi salah satu kelebihan Agya. Bobot dan dimensinya membuat mobil terasa lincah ketika digunakan bermanuver. Untuk perjalanan tol, performanya cukup untuk kebutuhan masyarakat yang mengutamakan mobilitas normal dan efisiensi, meskipun karakter mobil ini tetap berbeda dengan SUV atau sedan yang memiliki bodi lebih besar.

Kapasitas kabin mampu membawa lima penumpang. Untuk perjalanan keluarga, kapasitas tersebut cukup praktis, tetapi ketika seluruh kursi terisi dan barang bawaan cukup banyak, ruang bagasi tentu tidak selonggar MPV.

Dari sisi kenyamanan, Agya sudah jauh lebih menarik dibandingkan generasi awalnya. Kabin cukup sesuai untuk perjalanan sehari-hari maupun perjalanan luar kota. Namun, karena dimensinya relatif kompak, kenyamanan ketika membawa lima orang dewasa dengan banyak barang masih berada di bawah MPV berukuran lebih besar.

Harga juga menjadi salah satu daya tarik utama. Daftar harga Toyota menunjukkan New Agya mulai sekitar Rp173,2 juta untuk tipe tertentu, sementara varian lainnya berada di atas angka tersebut. Harga merupakan OTR Jakarta dan dapat berubah sesuai tipe, wilayah serta kebijakan dealer.

Keunggulan Toyota Agya terletak pada konsumsi BBM yang efisien, dimensi kompak, kemudahan bermanuver, biaya operasional yang relatif terjangkau serta jaringan layanan Toyota yang luas. Suku cadang dan kebutuhan perawatan juga relatif mudah ditemukan sehingga cocok untuk masyarakat yang ingin menggunakan mobil dalam jangka panjang.

Kekurangannya adalah ruang kabin dan bagasi tidak sebesar MPV. Untuk perjalanan jauh dengan lima penumpang sekaligus barang bawaan dalam jumlah banyak, kapasitas tersebut perlu diperhitungkan.

Pilihan berikutnya adalah Honda Brio. Mobil ini menjadi salah satu kendaraan yang populer di kelas hatchback dan LCGC karena menawarkan mesin 1.2 liter, bodi kompak serta karakter berkendara yang cukup responsif.

Honda Brio Satya menggunakan mesin 1.2L i-VTEC empat silinder. Honda mencantumkan tenaga hingga 90 PS pada varian tersebut, dengan pilihan transmisi manual maupun CVT tergantung tipe.

Baca Juga: Cari Mobil Murah untuk Keluarga? Ini 5 Mobil 5 Seater Paling Menarik 2026

Konsumsi BBM Honda Brio juga termasuk salah satu daya tariknya. Data perbandingan Toyota yang mengutip pengujian menyebut Brio Satya 1.2 manual berada di sekitar 13-15 km per liter untuk penggunaan dalam kota dan sekitar 17-19 km per liter di luar kota. Angka tersebut bukan angka mutlak karena konsumsi aktual sangat dipengaruhi kondisi pemakaian.

Dari sisi performa, Brio mempunyai karakter mesin yang cukup responsif. Tenaga 1.2 liter terasa sesuai untuk penggunaan harian dan perjalanan antarkota. Bobot mobil yang relatif ringan juga membuat akselerasi terasa lincah.

Handling menjadi salah satu keunggulan Brio. Mobil mudah diarahkan ketika melewati jalan perkotaan dan cukup menyenangkan ketika digunakan di jalan berkelok. Karakter tersebut membuat Brio tidak hanya menarik dari sisi konsumsi BBM, tetapi juga dari pengalaman berkendara.

Kapasitas penumpangnya mencapai lima orang. Posisi duduk dan ruang kabin cukup untuk kebutuhan keluarga kecil. Namun, sama seperti Agya, Brio tetap bukan mobil yang dirancang untuk membawa barang dalam jumlah sangat besar.

Untuk perjalanan jauh, kenyamanan Brio cukup baik untuk kelasnya. Kabin relatif praktis dan posisi berkendara mudah disesuaikan. Akan tetapi, perjalanan ratusan kilometer dengan lima orang dewasa dan barang penuh tentu akan terasa lebih terbatas dibandingkan MPV.

Honda saat ini mencantumkan harga Brio Satya mulai sekitar Rp185,5 juta untuk tipe tertentu, sedangkan varian lainnya lebih tinggi. Harga yang tercantum merupakan rekomendasi OTR Jakarta dan dapat berubah.

Keunggulan Honda Brio adalah mesin responsif, konsumsi BBM relatif hemat, handling lincah, ukuran mudah dikendalikan dan jaringan layanan Honda yang luas. Suku cadang serta kebutuhan servis juga relatif mudah ditemukan.

Kekurangannya adalah kapasitas kabin dan bagasi tidak sebesar MPV. Untuk keluarga yang sering melakukan perjalanan jauh dengan banyak koper atau barang, keterbatasan ruang tersebut perlu menjadi pertimbangan.

Daihatsu Sigra menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang membutuhkan mobil irit BBM sekaligus memiliki kapasitas tujuh penumpang. Kombinasi tersebut membuat Sigra cukup relevan untuk keluarga yang ingin melakukan perjalanan luar kota tanpa harus menggunakan MPV berukuran besar.

Daihatsu menyediakan Sigra dengan pilihan mesin 1.0 liter dan 1.2 liter. Varian 1.2 liter menggunakan mesin 3NR-VE. Mobil ini juga tersedia dengan transmisi manual dan otomatis pada tipe tertentu.

Baca Juga: Toyota Yaris Cross vs Honda HR-V, Mana yang Lebih Worth It 2026?

Dari sisi konsumsi bahan bakar, Sigra termasuk mobil yang dirancang dengan orientasi efisiensi. Angka konsumsi aktual dapat berbeda tergantung varian mesin, transmisi, beban kendaraan dan kondisi jalan. Untuk perjalanan jauh, mesin 1.2 liter menjadi pilihan yang lebih menarik ketika mobil digunakan membawa banyak penumpang karena memiliki tenaga lebih memadai dibandingkan mesin 1.0 liter.

Performa Sigra memang bukan ditujukan untuk mengejar akselerasi agresif. Fokus utamanya adalah mobilitas keluarga dengan biaya operasional yang relatif terjangkau. Mesin 1.2 liter terasa lebih sesuai ketika mobil membawa penumpang penuh atau melewati jalur dengan tanjakan.

Handling Sigra cukup mudah untuk penggunaan sehari-hari. Dimensi mobil tidak terlalu besar sehingga masih mudah dikendalikan di perkotaan. Suspensinya juga dirancang untuk penggunaan keluarga.

Keunggulan paling jelas terdapat pada kapasitas. Sigra mampu membawa hingga tujuh penumpang. Ini membuatnya memiliki nilai praktis lebih tinggi dibandingkan Agya dan Brio ketika digunakan oleh keluarga.

Kenyamanan menjadi cukup penting ketika perjalanan berlangsung berjam-jam. Sigra menawarkan konfigurasi kabin tiga baris, tetapi ketika seluruh kursi digunakan, ruang penumpang dan bagasi harus diatur dengan lebih cermat. Masyarakat yang membawa tujuh orang sekaligus tetap perlu menyesuaikan barang bawaan agar tidak memenuhi kabin.

Daihatsu mencantumkan harga Sigra 2026 mulai sekitar Rp143,2 juta untuk Sigra 1.0 D MT. Varian lebih tinggi seperti 1.2 X AT dan 1.2 R AT berada di kisaran Rp174,8 juta hingga Rp183 juta berdasarkan harga OTR Jakarta yang dipublikasikan Daihatsu. Harga dapat berbeda di setiap daerah.

Keunggulan Daihatsu Sigra adalah kapasitas tujuh penumpang, harga relatif terjangkau, pilihan mesin, konsumsi BBM efisien dan biaya perawatan yang cukup ramah bagi keluarga.

Kekurangannya, performa dan kenyamanan tidak bisa disamakan dengan MPV kelas lebih tinggi. Ketika seluruh kursi terisi dan mobil membawa banyak barang, performa mesin akan terasa lebih berat, terutama ketika melewati tanjakan panjang.

Bagi masyarakat yang menginginkan mobil keluarga lebih besar tetapi tetap memperhatikan konsumsi BBM, Suzuki Ertiga Hybrid menjadi pilihan yang patut diperhitungkan.

All New Ertiga Hybrid menggabungkan mesin bensin dengan teknologi mild hybrid. Sistem tersebut membantu efisiensi penggunaan bahan bakar sekaligus memberikan dukungan ketika kendaraan berakselerasi dalam kondisi tertentu.

Baca Juga: Honda BR-V vs Suzuki XL7, Mari Cek Adu Mesin, BBM dan Kenyamanan

Data yang dihimpun IBID dari sejumlah pengujian media otomotif menyebut konsumsi Ertiga Hybrid berada di kisaran 19-22,5 km per liter untuk rute kombinasi. Sekali lagi, angka tersebut bukan jaminan konsumsi setiap pengguna karena kondisi jalan dan gaya mengemudi sangat menentukan.

Ertiga mempunyai keunggulan besar dari sisi kapasitas. Mobil ini dirancang sebagai MPV keluarga dengan tiga baris kursi. Ruang kabin lebih lapang dibandingkan Agya dan Brio sehingga lebih cocok untuk perjalanan keluarga jarak jauh.

Dari sisi performa, mesin 1.5 liter memberikan tenaga yang lebih sesuai untuk membawa keluarga dan barang. Karakternya tidak dibuat untuk menjadi mobil sport, tetapi lebih diarahkan pada keseimbangan antara tenaga, efisiensi dan kenyamanan.

Handling Ertiga juga cukup mudah. Sistem ESP pada varian tertentu membantu menjaga kestabilan ketika kendaraan bermanuver dan menghadapi kondisi jalan yang membutuhkan kontrol lebih baik. Suzuki menyebut fitur ESP digunakan untuk membantu menghindari selip ketika bermanuver.

Kenyamanan menjadi salah satu alasan Ertiga menarik untuk perjalanan jauh. Dimensi kabin yang lebih besar membuat penumpang memiliki ruang yang lebih leluasa. Suspensi juga memiliki karakter yang lebih sesuai untuk perjalanan keluarga.

Dari sisi harga, Suzuki mencantumkan All New Ertiga mulai sekitar Rp274,9 juta pada laman produknya. Harga aktual dapat berubah berdasarkan tipe, wilayah dan program dealer.

Keunggulan Ertiga Hybrid adalah kabin luas, kapasitas tujuh penumpang, konsumsi BBM relatif hemat untuk ukuran MPV, performa mesin 1.5 liter dan kenyamanan yang lebih baik untuk perjalanan jauh.

Kekurangannya adalah harga pembelian lebih tinggi dibandingkan LCGC seperti Agya atau Sigra. Dimensinya juga lebih besar sehingga manuver di gang sempit dan area parkir kecil tidak selincah mobil berdimensi kompak.

Pilihan terakhir sekaligus salah satu yang paling menarik dari sisi efisiensi adalah Toyota Yaris Cross Hybrid EV. Mobil ini menawarkan kombinasi mesin bensin 1.5 liter dengan motor listrik sehingga konsumsi bahan bakarnya dapat ditekan tanpa mengorbankan kemampuan untuk perjalanan jauh.

Baca Juga: Suzuki Grand Vitara 2025 vs Honda HR-V 2025, Siapa Lebih Unggul?

Toyota mencatat Yaris Cross Hybrid menggunakan mesin 1.5 liter empat silinder dengan motor listrik. Motor listriknya menghasilkan torsi yang cukup besar sehingga respons awal kendaraan terasa kuat. Sistem hybrid Toyota juga memungkinkan kendaraan menggunakan tenaga listrik dalam kondisi tertentu.

Dalam pengujian yang dikutip Toyota dari media otomotif nasional, Yaris Cross Hybrid pernah mencatat konsumsi BBM hingga 31 km per liter. Angka tersebut merupakan hasil pengujian dalam kondisi tertentu sehingga pengguna sehari-hari tidak seharusnya menganggap 31 km per liter sebagai angka konsumsi yang selalu didapat.

Dari sisi performa, kombinasi mesin bensin dan motor listrik menjadi keunggulan. Motor listrik memberikan respons torsi yang cepat, sedangkan mesin bensin membantu ketika mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk perjalanan yang lebih panjang.

Handling juga menjadi salah satu daya tarik Yaris Cross Hybrid. Toyota menyebut penempatan baterai hybrid di bawah bangku belakang turut membantu menurunkan pusat gravitasi sehingga karakter handling lebih baik. Mobil ini juga mempunyai radius putar sekitar 5,2 meter sehingga cukup mudah bermanuver.

Kenyamanan menjadi nilai tambah lain. Yaris Cross memiliki kabin dan posisi berkendara yang lebih menyerupai SUV. Ground clearance 210 mm juga membuatnya cukup siap digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi jalan di luar kota.

Harga tentu menjadi pembeda paling besar. Toyota saat ini mencantumkan New Yaris Cross G Hybrid EV mulai sekitar Rp399 juta dan tipe S Hybrid EV mulai sekitar Rp448,8 juta. Harga tersebut merupakan harga mulai yang dapat berubah berdasarkan wilayah dan kebijakan penjualan.

Dari sisi suku cadang dan layanan, jaringan Toyota menjadi salah satu keuntungan. Untuk kendaraan hybrid, masyarakat tetap perlu memperhatikan layanan bengkel resmi dan program perawatan yang tersedia.

Toyota juga pernah menyediakan program T-CARE untuk Yaris Cross HEV dengan manfaat servis berkala sesuai syarat program, serta garansi baterai hybrid hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer pada program yang disebut Toyota.

Baca Juga: Xenia 2022 vs Xpander 2022: Harga Bekas, Konsumsi BBM dan Kenyamanan

Keunggulan Yaris Cross Hybrid adalah konsumsi BBM yang sangat efisien, performa responsif, kabin nyaman, ground clearance tinggi, handling baik serta teknologi hybrid yang cocok untuk masyarakat yang ingin menekan biaya bahan bakar.

Kekurangannya adalah harga pembelian jauh lebih tinggi dibandingkan LCGC. Perawatan dan sistem kendaraan juga lebih kompleks dibandingkan mobil bensin konvensional sehingga calon pembeli perlu memahami biaya kepemilikan jangka panjang.

Jika disusun berdasarkan kebutuhan, Toyota Agya dan Honda Brio cocok untuk masyarakat yang lebih banyak bepergian sendiri atau bersama keluarga kecil dan ingin menekan biaya pembelian maupun konsumsi BBM.

Daihatsu Sigra lebih cocok bagi keluarga yang membutuhkan tujuh tempat duduk dengan harga relatif terjangkau. Suzuki Ertiga Hybrid menjadi pilihan menarik untuk keluarga yang menginginkan kabin lebih lega sekaligus efisiensi bahan bakar.

Sementara Toyota Yaris Cross Hybrid lebih sesuai bagi masyarakat yang memiliki anggaran lebih besar dan menginginkan kombinasi efisiensi, kenyamanan serta teknologi hybrid.

Perlu dipahami bahwa mobil paling irit BBM tidak selalu berarti mobil terbaik untuk semua orang. Mobil dengan konsumsi bahan bakar sangat hemat tetapi kabinnya kecil belum tentu cocok untuk keluarga yang sering bepergian dengan banyak penumpang.

Begitu pula mobil berukuran besar dengan kabin nyaman belum tentu menjadi pilihan paling ekonomis jika mayoritas penggunaan hanya dilakukan di dalam kota.

Untuk perjalanan jauh, faktor gaya mengemudi juga sangat menentukan konsumsi bahan bakar. Menjaga kecepatan tetap stabil, menghindari akselerasi dan pengereman secara berlebihan, menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi, tidak membawa beban yang tidak diperlukan serta melakukan servis berkala dapat membantu menjaga efisiensi.

Kondisi jalan juga memberikan pengaruh besar. Mobil yang mampu mencatat angka tinggi ketika diuji di jalan relatif lengang belum tentu memperoleh angka sama ketika digunakan menghadapi kemacetan, tanjakan, hujan, jalan rusak atau membawa penumpang penuh.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengejar angka kilometer per liter ketika memilih mobil irit BBM untuk perjalanan jauh. Performa, kapasitas penumpang, ruang bagasi, kenyamanan, handling, harga pembelian, biaya perawatan dan kemudahan memperoleh suku cadang juga harus diperhitungkan.

Dari lima pilihan tersebut, Toyota Agya dan Honda Brio menjadi opsi menarik untuk pembeli yang mengutamakan harga serta efisiensi. Daihatsu Sigra memberikan kepraktisan lebih besar karena mampu membawa hingga tujuh penumpang.

Baca Juga: Sama-Sama Kabin Lega, DFSK Gelora Bensin dan Daihatsu Luxio Ternyata Punya Perbedaan

Suzuki Ertiga Hybrid menawarkan keseimbangan antara ruang keluarga dan efisiensi. Sementara Toyota Yaris Cross Hybrid menjadi pilihan paling premium sekaligus salah satu yang paling menarik dari sisi konsumsi BBM.

Dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat umum, pilihan terbaik bukan sekadar mobil dengan angka konsumsi BBM paling tinggi, melainkan kendaraan yang mampu memberikan keseimbangan antara biaya bahan bakar, kenyamanan, kapasitas, performa dan biaya kepemilikan.

Untuk perjalanan jauh yang dilakukan secara rutin, keseimbangan tersebut justru lebih penting agar mobil tetap nyaman digunakan sekaligus tidak membuat pengeluaran perjalanan membengkak.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
mobkas mobil irit bensin mobil hemat BBM harga mobkas mobil bekas