Yamaha Scorpio Lawas: Motor 20 Tahun Apakah Masih Enak Dipakai?

Sulistiono • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 10:08 WIB
Ilustrasi: Yamaha Scorpio generasi awal dengan mesin 225 cc dan desain tangki kotak khas Scorpio Steko. Meski usianya sudah lebih dari 20 tahun, motor ini masih menarik digunakan untuk harian maupun perjalanan luar kota jika kondisinya terawat. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi: Yamaha Scorpio generasi awal dengan mesin 225 cc dan desain tangki kotak khas Scorpio Steko. Meski usianya sudah lebih dari 20 tahun, motor ini masih menarik digunakan untuk harian maupun perjalanan luar kota jika kondisinya terawat. (ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID - Bisa dibilang usia motor ini, Yamaha Scorpio sudah tidak muda, sudah lebih dari 20 tahun, tetapi Yamaha Scorpio generasi awal masih punya alasan untuk tetap berada di jalan raya.

Memiliki kapasitas mesin 225 cc, posisi berkendara yang nyaman, serta karakter tenaga yang khas membuat motor lawas ini belum kehilangan daya tarik. Lantas, apakah Scorpio Steko masih layak dibeli sekarang?

Ada dua alasan yang membuat seseorang membeli sebuah motor lawas, yang pertama karena faktor nostalgia. Ada pula alasan meminang karena masih enak dipakai sehari-hari.

Yamaha Scorpio generasi awal masuk kategori yang menarik di antara keduanya. Pertama kali dipasarkan di Indonesia pada 2002, Scorpio hadir sebagai motor sport 4-tak dengan mesin 225 cc.

Baca Juga: Dulu Dianggap Gagal, Suzuki Thunder 250 Kini Jadi Motor 250 Cc yang Dicari: Segini Harga Bekasnya

Pada periode awal, motor ini masih berstatus CBU dari Jepang dan memiliki desain yang sangat khas berupa tangki serta lampu depan berbentuk kotak. Karena desain tersebut, Scorpio generasi pertama kemudian populer dengan sebutan Scorpio Steko, kependekan dari Scorpio tangki kotak. 

Kini, usia unit-unit awal tersebut sudah memasuki lebih dari dua dekade. 
Namun, di tengah maraknya motor modern dengan injeksi, ABS, hingga berbagai fitur elektronik, Scorpio lawas justru masih memiliki penggemarnya sendiri.

Pertanyaannya, apakah motor berusia sekitar 20 tahun lebih masih masuk akal untuk dipakai sekarang?

Mesin 225 cc Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu alasan Scorpio tetap menarik tentu ada pada mesinnya. Scorpio menggunakan mesin satu silinder 4-tak SOHC 2 katup dengan kapasitas sekitar 225 cc. 

Yamaha sendiri mencatat mesin Scorpio mampu menghasilkan tenaga 18,2 PS pada 8.000 rpm dan torsi maksimum 17,5 Nm pada 6.500 rpm. Karakter tersebut membuat Scorpio bukan tipe motor yang harus terus dipaksa bermain di putaran tinggi untuk terasa bertenaga.

Respons tenaga di putaran bawah hingga menengah menjadi salah satu karakter yang banyak disukai. 

 

Basis mesin yang berkaitan dengan keluarga Yamaha Serow juga disebut Yamaha memiliki karakter penjelajah dengan torsi yang kuat. 

Buat penggunaan sehari-hari, karakter seperti ini justru terasa masuk akal. Berakselerasi dari lampu merah, menyalip kendaraan di jalan luar kota, atau membawa motor melewati tanjakan bukan pekerjaan yang terlalu berat bagi Scorpio.

Inilah salah satu alasan mengapa mesin 225 cc Scorpio masih terasa relevan meskipun usianya sudah tidak muda.

Baca Juga: Harga Yamaha GEAR 125 September 2026 Rp19 Jutaan, Fitur Praktis Jadi Andalan

Nyaman untuk Harian dan Touring

Selain mesin, faktor kenyamanan menjadi alasan lain Scorpio masih menarik. Motor ini menggunakan suspensi belakang Monocross, sebuah konstruksi yang memberikan karakter redaman berbeda dibanding motor lawas dengan dua sokbreker belakang konvensional.

Yamaha sendiri menyebut sistem Monocross pada Scorpio mampu memberikan redaman yang baik dan nyaman digunakan dalam keseharian maupun perjalanan. 

Posisi berkendaranya juga cenderung cocok untuk penggunaan jarak menengah hingga jauh.

Tidak mengherankan apabila Scorpio sejak awal dikenal sebagai motor yang cukup menarik untuk kebutuhan touring. Bahkan Yamaha pernah menggunakan Scorpio dalam perjalanan adventure Ring of Fire Adventure di Indonesia. 

Artinya, usia tua tidak otomatis membuat Scorpio menjadi motor yang sekadar cocok dipajang di garasi.

Selama kondisi unit sehat, Scorpio masih bisa berfungsi sebagai motor harian sekaligus teman perjalanan luar kota.

Kenapa Scorpio Generasi Awal Justru Banyak Dicari?


Ada alasan tersendiri mengapa generasi awal memiliki daya tarik lebih kuat. Scorpio 2002–2004 memiliki desain tangki kotak dan lampu depan kotak yang sangat identik dengan era motor sport akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Unit awal tersebut juga masih menggunakan pelek jari-jari 18 inci. 

Secara visual, tampilannya memang sederhana.

Tidak ada panel digital besar. Tidak ada lampu LED. Tidak ada sistem elektronik kompleks. Justru kesederhanaan itulah yang menjadi daya tarik.

Bagi penggemar motor lawas, Scorpio Steko menawarkan kombinasi yang cukup unik: tampilan klasik, mesin 225 cc, transmisi manual lima percepatan, dan suspensi belakang monoshock.

Baca Juga: Yamaha XMAX Connected 2026 Makin Elegan, Ceramic Grey Kini Turun dari TechMAX

Masih Layak Dibeli pada 2026?

Jawabannya: layak, tetapi jangan membeli hanya karena tergoda harga murah atau tampilan klasiknya.

Pada motor berusia lebih dari 20 tahun, kondisi unit jauh lebih penting daripada sekadar tahun produksi.

Calon pembeli sebaiknya memperhatikan kondisi mesin, suara mesin saat dingin dan panas, asap knalpot, sistem kelistrikan, rangka, suspensi, rem, transmisi, serta kelengkapan surat.

Riwayat perawatan juga sangat penting. Pasalnya, membeli motor lawas berbeda dengan membeli motor bekas yang usianya baru beberapa tahun.

Ada kemungkinan komponen karet, seal, kabel, selang, bearing, hingga bagian kelistrikan sudah mengalami penurunan kondisi karena faktor usia.

Jadi, Scorpio murah belum tentu menjadi Scorpio murah untuk dipelihara. Sebaliknya, unit yang kondisinya sehat dan memiliki riwayat perawatan jelas bisa menjadi pilihan menarik bagi orang yang memang menginginkan motor lawas untuk dipakai, bukan sekadar dikoleksi.

Jangan Terjebak Mengejar Unit Paling Tua


Generasi pertama memang memiliki nilai nostalgia yang kuat. Namun, calon pembeli tidak harus memaksakan diri mencari unit dengan tahun produksi paling awal.

Kondisi motor tetap menjadi faktor utama. Bahkan di pasar motor bekas, harga Scorpio lawas dapat berbeda cukup jauh tergantung kondisi dan tahun. Scorpio CBU generasi awal juga dikenal memiliki daya tarik tersendiri di kalangan penggemar. 

Karena itu, lebih baik mendapatkan unit yang sehat dan terawat daripada mengejar embel-embel “tahun muda” atau “tahun tua” tanpa memeriksa kondisi sebenarnya. (sls)

 

Editor : Baskoro Septiadi
MotorBekas YamahaScorpio MotorYamaha MotorLawas Scorpio225