Yamaha Lexi LX 155: Skutik Ringan dengan Mesin 155 Cc, Dek Rata Jadi Nilai Jual Utama

Sulistiono • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 09:28 WIB

Ilustrasi: Yamaha Lexi LX 155 skutik 155 cc dengan dek rata untuk penggunaan harian di perkotaan. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi: Yamaha Lexi LX 155 skutik 155 cc dengan dek rata untuk penggunaan harian di perkotaan. (ai/Sulistiono)
 

RADARSEMARANG.ID - Yamaha melakukan perubahan terhadap salah satu lini produk andalannya, yakni Yamaha Lexi. Oleh Yamaha Indonesia, Yamaha Lexi diperbaharui dari mesin 125 cc menjadi 155 cc. 

Perubahan kapasitas mesin biasanya menjadi salah satu hal yang paling mudah menarik perhatian ketika sebuah model motor mendapatkan pembaruan. Jika generasi sebelumnya mengandalkan mesin 125 cc, kini Yamaha membekali Lexi dengan mesin 155 cc Blue Core berteknologi Variable Valve Actuation (VVA).

Namun, peningkatan tersebut bukan sekadar menambah kapasitas mesin.  Ada sejumlah perubahan yang membuat karakter Yamaha Lexi LX 155 menjadi lebih bertenaga, tetapi tetap mempertahankan konsep praktis yang menjadi identitasnya.

Baca Juga: Sejumlah Videotron Disiapkan Untuk Masyarakat Yang Akan Menyaksikan Pembukaan MTQ

Dari 125 Cc Kini Menjadi 155 Cc

Lompatan kapasitas mesin menjadi perubahan paling besar pada Yamaha Lexi. Mesin baru tersebut menggunakan konfigurasi SOHC 4-katup, teknologi VVA, serta sistem pendingin cairan atau liquid-cooled.

Kombinasi tersebut membuat Lexi LX 155 memiliki performa yang jauh berbeda dibanding generasi bermesin 125 cc.

Mesin Yamaha Lexi LX 155 mampu menghasilkan tenaga maksimum 11,3 kW pada 8.000 rpm, sedangkan torsi puncaknya mencapai 14,2 Nm pada 6.500 rpm.

Angka tersebut menjadi modal penting ketika motor digunakan untuk menghadapi lalu lintas perkotaan yang sering menuntut akselerasi cepat, terutama ketika harus berpindah dari kondisi berhenti menuju melaju kembali.

Bukan Hanya Kapasitas Mesin yang Berubah


Menariknya, Yamaha tidak hanya mengganti mesin dengan kapasitas yang lebih besar.

Sejumlah komponen internal juga mendapatkan pembaruan. Yamaha melakukan pengembangan pada camshaft, piston, kepala silinder, dan jalur oli.

Pengembangan tersebut ditujukan untuk membantu meminimalkan gesekan dan vibrasi pada mesin.

Dengan demikian, peningkatan performa tidak semata-mata berasal dari penambahan kapasitas 30 cc. Yamaha juga melakukan penyempurnaan pada konstruksi mesin agar karakter 155 cc tersebut tetap sesuai dengan kebutuhan sebuah skutik perkotaan.

Baca Juga: Honda NS150GX 2027 Motor Skutik Crossover 150cc dengan Layar TFT 7 Inci & Navigasi Maps, NMAX Tech MAX Lewat?

Teknologi VVA Jadi Bagian Penting

Salah satu teknologi yang ikut dibawa Yamaha Lexi LX 155 adalah Variable Valve Actuation atau VVA.

Secara sederhana, teknologi ini membantu karakter tenaga mesin tetap optimal pada rentang putaran mesin yang berbeda.

Bagi pengendara harian, manfaatnya terasa relevan ketika motor digunakan dalam kondisi stop-and-go. Motor harus berulang kali berakselerasi, mengurangi kecepatan, kemudian kembali melaju.

Di sinilah kombinasi kapasitas 155 cc dan teknologi VVA menjadi salah satu daya tarik Yamaha Lexi LX 155.

Kepraktisan Tidak Ikut Hilang


Meski mesinnya naik kelas, Yamaha tidak meninggalkan salah satu ciri khas Lexi, yaitu dek rata atau Flat Footboard.

Area pijakan kaki yang rata memberikan ruang kaki lebih lega dan juga dapat membantu ketika pengendara membawa barang di bagian depan.

Hal tersebut membuat Yamaha Lexi LX 155 memiliki karakter yang sedikit berbeda dibanding skutik 150-160 cc yang lebih menonjolkan desain sporty atau performa.

Formula yang digunakan cukup jelas: mesin lebih besar untuk memberikan performa, tetapi kepraktisan tetap dipertahankan untuk penggunaan sehari-hari.

Bobot Tetap Relatif Ringan


Peningkatan kapasitas mesin juga tidak membuat Lexi LX 155 menjadi skutik yang terlalu berat.

Bobot isi Yamaha Lexi LX 155 berada di kisaran 116 hingga 118 kilogram, tergantung varian.

Dengan angka tersebut, Lexi LX 155 menawarkan kombinasi menarik antara mesin 155 cc dan bobot yang relatif ringan.

Bagi pengguna perkotaan, faktor bobot ini cukup penting. Motor tidak hanya digunakan ketika melaju di jalan, tetapi juga ketika harus bermanuver di ruang sempit, berhenti di lampu merah, maupun dipindahkan saat parkir.

Jadi, Apa yang Berubah dari Yamaha Lexi?


Jika dirangkum, perubahan dari Lexi 125 cc menuju Lexi LX 155 bukan sekadar soal angka kapasitas mesin.

Ada peningkatan pada kapasitas mesin, teknologi VVA, konfigurasi 4-katup, sistem pendingin cairan, serta sejumlah komponen internal mesin.

Di sisi lain, Yamaha tetap mempertahankan karakter praktis melalui penggunaan dek rata dan bobot yang relatif ringan.

Inilah yang membuat Yamaha Lexi LX 155 memiliki formula berbeda. 
Motor ini mendapatkan peningkatan performa yang cukup signifikan, tetapi tidak sepenuhnya meninggalkan karakter Lexi sebagai skutik yang praktis untuk mobilitas harian.

Dengan mesin 155 cc, tenaga 11,3 kW, torsi 14,2 Nm, dek rata, dan bobot mulai 116 kg, Yamaha Lexi LX 155 bisa dilihat sebagai evolusi besar dari Lexi sebelumnya—bukan hanya sekadar mengganti angka pada kapasitas mesin. (sls) 

Editor : Baskoro Septiadi
YamahaIndonesia YamahaLexiLX155 YamahaLexi LexiLX155 YamahaLexi125