RADARSEMARANG.ID – Honda City i-DSI dan Honda City VTEC masih menjadi dua pilihan sedan bekas yang cukup menarik bagi masyarakat Indonesia. Di tengah banyaknya pilihan mobil bekas dengan model MPV, hatchback, dan SUV, sedan seperti Honda City tetap memiliki daya tarik tersendiri.
Bentuknya kompak, nyaman digunakan di jalan raya, konsumsi bahan bakarnya relatif efisien, serta memiliki karakter berkendara yang berbeda dibandingkan mobil keluarga berbodinya tinggi.
Bagi calon pembeli mobil bekas, Honda City generasi kedua atau yang populer dengan kode GD8 sering masuk dalam daftar pilihan. Mobil ini hadir di Indonesia dengan pilihan mesin 1.5 liter i-DSI dan kemudian mendapatkan varian 1.5 liter VTEC.
Kedua mesin tersebut memiliki karakter yang cukup berbeda sehingga pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Honda sendiri mencatat bahwa Honda City generasi kedua dipasarkan pada periode 2002 hingga 2008 dengan pilihan mesin i-DSI dan VTEC. Mesin i-DSI dikenal mengutamakan efisiensi bahan bakar, sedangkan varian VTEC hadir untuk memberikan tenaga dan respons yang lebih besar.
Honda City VTEC di Indonesia menghasilkan tenaga hingga sekitar 110 PS dengan torsi sekitar 14,6 kg.m, menjadikannya pilihan yang lebih menarik bagi pengguna yang menginginkan performa lebih responsif.
Perbedaan karakter tersebut membuat Honda City i-DSI dan VTEC memiliki pasar pengguna yang berbeda. Honda City i-DSI lebih cocok untuk masyarakat yang membutuhkan kendaraan harian dengan konsumsi bahan bakar yang efisien dan karakter mesin santai.
Sementara Honda City VTEC lebih cocok untuk pengguna yang menginginkan tenaga lebih besar untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan luar kota.
Baca Juga: Honda Revo Ternyata Sudah Ada Sejak 2007, Kini Jadi Motor Bebek Irit
Dari sisi performa, Honda City VTEC memiliki keunggulan yang cukup jelas. Mesin VTEC menawarkan tenaga lebih besar dibandingkan i-DSI dan terasa lebih responsif ketika pedal gas diinjak. Karakter mesin ini membuat akselerasi Honda City VTEC terasa lebih bertenaga, terutama ketika mobil digunakan untuk menyalip kendaraan lain atau melaju di jalan bebas hambatan.
Honda City VTEC menggunakan mesin 1.5 liter 16 katup empat silinder dengan teknologi Variable Valve Timing and Lift Electronic Control. Teknologi tersebut membantu mesin menghasilkan karakter tenaga yang lebih responsif pada putaran mesin tertentu.
Honda Indonesia menyebut mesin VTEC pada City menghasilkan tenaga maksimum 110 PS pada 5.800 rpm dan torsi maksimum 14,6 kg.m pada 4.800 rpm. Angka tersebut membuat perbedaan performa dengan i-DSI cukup terasa dalam penggunaan sehari-hari.
Honda City i-DSI memiliki karakter yang berbeda. Mesin ini lebih mengutamakan efisiensi dan respons yang nyaman untuk penggunaan santai. Honda mencatat teknologi i-DSI pada City generasi ini menghasilkan tenaga maksimum sekitar 88 PS.
Tenaganya memang lebih kecil dibandingkan VTEC, tetapi karakter torsinya yang tersedia pada putaran lebih rendah membuat mobil tetap nyaman digunakan dalam kondisi lalu lintas perkotaan.
Untuk penggunaan di jalan perkotaan yang padat, Honda City i-DSI sebenarnya sudah cukup. Mobil dapat digunakan untuk perjalanan ke sekolah, kantor, pasar, tempat usaha, dan berbagai aktivitas harian tanpa membutuhkan tenaga besar.
Namun, ketika membawa beberapa penumpang dan barang atau digunakan di jalan luar kota dengan kondisi menanjak, perbedaan tenaga dengan VTEC akan lebih terasa.
Honda City VTEC menjadi pilihan yang lebih unggul untuk pengemudi yang menginginkan akselerasi lebih cepat. Mesin terasa lebih siap ketika pedal gas diinjak lebih dalam dan karakter putaran atasnya lebih bertenaga dibandingkan i-DSI. Pengguna yang sering melakukan perjalanan antar kota kemungkinan akan lebih menikmati karakter mesin VTEC.
Meski demikian, performa bukan satu-satunya pertimbangan dalam membeli Honda City bekas. Konsumsi bahan bakar menjadi salah satu alasan utama mengapa Honda City i-DSI tetap banyak diminati. Nama i-DSI sendiri sudah cukup dikenal sebagai salah satu teknologi Honda yang berorientasi pada efisiensi pembakaran.
Dalam kondisi penggunaan normal, Honda City i-DSI berpotensi memberikan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat dibandingkan VTEC. Hasil konsumsi tentu berbeda pada setiap kendaraan karena dipengaruhi kondisi mesin, transmisi, gaya berkendara, tekanan ban, kualitas bahan bakar, serta kondisi lalu lintas.
Untuk penggunaan dalam kota yang banyak mengalami kemacetan, i-DSI menjadi pilihan menarik karena karakternya lebih santai dan tidak membutuhkan putaran mesin tinggi untuk digunakan secara normal. Mesin tersebut dirancang untuk memberikan pembakaran yang efisien sehingga cocok bagi pengguna yang ingin menekan biaya operasional.
Baca Juga: Datsun GO 2017 atau Honda Brio Satya 2017, Sama-sama Irit Tapi Harga Bekasnya Wow
Honda City VTEC memang memiliki tenaga lebih besar, tetapi bukan berarti konsumsi bahan bakarnya boros. Dengan kondisi mesin sehat dan gaya berkendara yang wajar, VTEC masih dapat digunakan sebagai mobil harian yang cukup efisien. Namun, ketika tenaga mesin sering digunakan secara agresif, konsumsi bahan bakar tentu dapat meningkat.
Salah satu ulasan penggunaan jangka panjang Honda City VTEC mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 1:10 untuk kombinasi penggunaan perkotaan dan jalan tol dalam kondisi tertentu, sementara
penggunaan jalan tol yang lebih banyak dapat menghasilkan angka sekitar 1:15. Angka tersebut merupakan pengalaman penggunaan individual dan bukan patokan mutlak karena kondisi setiap mobil dapat berbeda.
Dari sisi kapasitas, Honda City GD8 memiliki salah satu keunggulan utama berupa kabin yang cukup lega untuk ukuran sedan kompak. Desain kabinnya mampu memberikan ruang yang cukup nyaman untuk penumpang depan dan belakang. Bagasi juga menjadi nilai tambah karena ukurannya cukup besar untuk membawa berbagai kebutuhan perjalanan.
Honda City menggunakan konsep interior yang praktis dan memanfaatkan ruang dengan cukup baik. Pengguna dapat membawa tas, barang belanjaan, perlengkapan perjalanan, hingga kebutuhan keluarga kecil tanpa harus merasa terlalu terbatas.
Beberapa ulasan pengguna juga menilai kapasitas bagasi Honda City GD8 sebagai salah satu keunggulan dibandingkan sedan kecil lain pada masanya.
Kapasitas kabin yang baik membuat Honda City dapat digunakan oleh keluarga kecil. Mobil ini mampu menjalankan fungsi sebagai kendaraan harian tanpa kehilangan karakter sedan.
Posisi duduk penumpang depan cukup praktis untuk aktivitas sehari-hari, sementara ruang belakang cukup untuk perjalanan dengan dua atau tiga penumpang sesuai kapasitas kendaraan.
Untuk urusan handling, Honda City memiliki karakter yang cukup berbeda dibandingkan banyak mobil keluarga dengan bodi tinggi. Posisi bodi sedan yang lebih rendah memberikan rasa stabil ketika digunakan di jalan raya. Ukurannya juga tidak terlalu besar sehingga relatif mudah dikendalikan di jalan perkotaan.
Baca Juga: Adu Irit BBM dan Performa Antara Honda City Hatchback vs Toyota Yaris 2017
Honda City GD8 dikenal memiliki karakter kemudi yang ringan dan mudah digunakan. Hal ini memberikan keuntungan ketika mobil digunakan untuk parkir atau bermanuver di jalan yang sempit. Mobil juga terasa cukup lincah karena dimensinya tidak sebesar sedan kelas menengah.
Namun, karakter handling Honda City lebih cocok dipahami sebagai keseimbangan antara kenyamanan dan kemudahan penggunaan. Mobil ini bukan kendaraan yang dibuat khusus untuk penggunaan performa tinggi. Pada kecepatan normal, Honda City terasa praktis dan mudah dikendalikan. Ketika digunakan pada kecepatan lebih tinggi, kondisi kaki-kaki, ban, shockbreaker, dan sistem kemudi menjadi faktor yang sangat menentukan kenyamanan dan kestabilan.
Usia Honda City GD8 yang sudah cukup tua membuat kondisi setiap unit di pasar mobil bekas sangat berbeda. Honda City yang mendapatkan perawatan rutin tentu dapat terasa jauh lebih nyaman dibandingkan unit yang memiliki kaki-kaki aus atau komponen suspensi yang belum diperbaiki.
Kenyamanan menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan sebelum membeli. Honda City menawarkan kabin yang cukup lega dan posisi berkendara yang praktis, tetapi karakter suspensinya cenderung cukup firm. Beberapa ulasan pemilik menyebut bantingan suspensi dapat terasa keras ketika melewati jalan yang rusak atau berlubang. Posisi jok belakang juga dinilai cukup tegak oleh sebagian pengguna.
Karakter suspensi tersebut memiliki sisi positif dan negatif. Pada jalan yang cukup baik, bodi mobil dapat terasa lebih terkendali. Namun, pada jalan dengan permukaan rusak, penumpang dapat merasakan guncangan dengan lebih jelas. Kondisi ini juga kembali bergantung pada keadaan komponen kaki-kaki.
Untuk penggunaan dalam kota dengan jalan yang relatif baik, Honda City masih mampu memberikan kenyamanan yang cukup. AC, ruang kabin, dan kemudahan pengendalian menjadi beberapa alasan mobil ini masih menarik sebagai kendaraan harian.
Dari sisi harga, Honda City i-DSI biasanya menjadi pilihan dengan harga masuk yang lebih terjangkau dibandingkan VTEC dengan kondisi dan tahun yang setara. Namun, harga mobil bekas sangat bergantung pada kondisi unit, tahun produksi, transmisi, riwayat perawatan, kondisi bodi, serta wilayah penjualan.
Calon pembeli sebaiknya tidak hanya memilih Honda City dengan harga paling murah. Mobil dengan harga lebih rendah dapat membutuhkan biaya perbaikan lebih besar setelah pembelian. Sebaliknya, unit yang sedikit lebih mahal tetapi memiliki riwayat perawatan jelas dan kondisi mesin sehat dapat menjadi pilihan yang lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.
Honda City i-DSI cocok untuk pembeli yang memiliki anggaran terbatas dan mengutamakan biaya operasional. Sementara Honda City VTEC lebih menarik bagi pembeli yang bersedia membayar sedikit lebih tinggi untuk mendapatkan performa mesin yang lebih besar.
Baca Juga: Sama-Sama 1.5 Liter, Mazda 2 2021 dan Honda City Hatchback 2021, Simak Ulasannya
Ketersediaan suku cadang menjadi salah satu keunggulan Honda City dibandingkan beberapa sedan bekas yang jumlah populasinya lebih sedikit. Honda City menggunakan komponen yang masih cukup dikenal oleh bengkel spesialis Honda dan bengkel umum. Beberapa komponen juga memiliki ketersediaan aftermarket sehingga pemilik memiliki pilihan berdasarkan anggaran.
Meski demikian, pembeli mobil bekas tetap perlu memperhatikan kualitas suku cadang. Harga murah tidak selalu menjadi pilihan terbaik, terutama untuk komponen penting seperti rem, suspensi, sistem kemudi, dan mesin. Menggunakan suku cadang dengan kualitas baik dapat membantu menjaga keamanan dan kenyamanan penggunaan kendaraan.
Honda City i-DSI memiliki beberapa keunggulan utama. Mobil ini memiliki konsumsi bahan bakar yang menarik, karakter mesin halus, ukuran bodi yang praktis, kabin cukup lega, serta cocok digunakan sebagai kendaraan harian. Bagi masyarakat yang tidak terlalu membutuhkan akselerasi tinggi, i-DSI dapat menjadi pilihan yang lebih rasional.
Kekurangan i-DSI terutama berada pada performa yang lebih rendah dibandingkan VTEC. Ketika mobil membawa beban penuh atau digunakan untuk perjalanan dengan kebutuhan akselerasi lebih tinggi, mesin dapat terasa membutuhkan usaha lebih besar.
Perawatan sistem pengapian juga perlu diperhatikan karena karakter teknologi i-DSI menggunakan sistem yang berbeda dibandingkan mesin konvensional.
Honda City VTEC memiliki keunggulan utama berupa performa. Tenaga yang lebih besar memberikan rasa berkendara yang lebih responsif. Mobil terasa lebih siap digunakan untuk perjalanan luar kota dan kebutuhan akselerasi. VTEC juga tetap menawarkan ukuran bodi yang kompak dan kabin yang praktis.
Kekurangan VTEC dapat muncul pada biaya operasional yang berpotensi sedikit lebih tinggi ketika mesin sering digunakan secara agresif. Konsumsi bahan bakar dapat meningkat sesuai gaya mengemudi. Harga unit bekas yang memiliki kondisi bagus juga dapat berada di atas varian i-DSI.
Salah satu perhatian penting untuk kedua varian adalah pilihan transmisi. Honda City GD8 tersedia dalam pilihan manual dan CVT pada varian tertentu. Transmisi manual sering menjadi pilihan yang lebih sederhana untuk mobil berusia tua karena perawatannya relatif mudah dipahami oleh banyak bengkel.
Sementara itu, Honda City dengan transmisi CVT membutuhkan perhatian lebih besar terhadap riwayat perawatan dan penggunaan oli transmisi yang tepat.
Beberapa ulasan pemilik dan situs otomotif mencatat bahwa transmisi CVT pada unit berusia tua perlu diperiksa dengan sangat teliti karena masalah pada transmisi dapat membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Kondisi kaki-kaki juga perlu menjadi perhatian. Bushing, ball joint, tie rod, shockbreaker, dan berbagai komponen suspensi dapat mengalami keausan seiring usia kendaraan. Bunyi pada bagian bawah mobil ketika melewati jalan rusak tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda adanya komponen yang membutuhkan perbaikan.
Baca Juga: Honda City Hatchback 2021 vs Suzuki Baleno 2021, Performa Beda, Harga Bekas Mulai Segini
Sebelum membeli Honda City bekas, pemeriksaan mesin menjadi langkah penting. Pastikan mesin dapat menyala dengan normal, putaran langsam stabil, tidak terdapat suara mesin yang tidak wajar, dan tidak ada tanda kebocoran yang serius. Test drive juga perlu dilakukan untuk merasakan respons mesin, perpindahan transmisi, kerja rem, kondisi kemudi, serta suspensi.
Pemeriksaan AC juga tidak boleh dilewatkan, terutama bagi pengguna di Indonesia yang menggunakan mobil setiap hari dalam kondisi cuaca panas. Pastikan AC dapat bekerja dengan baik dan hembusan udara tetap dingin dalam kondisi mobil digunakan cukup lama.
Kondisi interior juga perlu diperhatikan. Mobil yang telah berusia belasan hingga puluhan tahun tentu memiliki kemungkinan mengalami keausan pada jok, panel pintu, tombol, dan komponen plastik. Kondisi tersebut tidak selalu menjadi masalah besar, tetapi dapat memengaruhi biaya tambahan setelah pembelian.
Pilihan antara Honda City i-DSI dan VTEC pada akhirnya bergantung pada kebutuhan. Honda City i-DSI lebih cocok untuk masyarakat yang mengutamakan efisiensi bahan bakar, penggunaan santai, dan biaya operasional yang lebih terkontrol. Mobil ini sesuai untuk aktivitas harian di dalam kota dan perjalanan rutin dengan gaya berkendara normal.
Honda City VTEC lebih cocok bagi pengguna yang ingin mendapatkan tenaga lebih besar tanpa harus berpindah ke mobil dengan mesin berkapasitas lebih besar. Respons akselerasi yang lebih baik menjadi keunggulan utama. Mobil ini dapat menjadi pilihan menarik untuk pengguna yang sering melakukan perjalanan antar kota dan menginginkan rasa berkendara yang lebih responsif.
Bagi masyarakat umum yang sedang mencari sedan bekas, Honda City tetap menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan. Keunggulan berupa desain sedan kompak, kabin yang cukup lega, bagasi praktis, ketersediaan suku cadang, dan pilihan karakter mesin membuat mobil ini masih relevan digunakan hingga sekarang.
Pilihan paling hemat adalah Honda City i-DSI dengan kondisi mesin sehat dan riwayat perawatan yang baik. Pilihan yang lebih mengutamakan performa adalah Honda City VTEC dengan mesin dan transmisi yang terawat. Kondisi unit tetap harus menjadi prioritas utama dibandingkan sekadar memilih varian tertentu.
Honda City bekas yang dirawat dengan baik dapat menjadi kendaraan harian yang nyaman dan praktis. Sebaliknya, unit dengan harga murah tetapi memiliki banyak masalah tersembunyi dapat membutuhkan biaya tambahan yang cukup besar.
Karena itu, pemeriksaan menyeluruh sebelum membeli jauh lebih penting dibandingkan hanya terpaku pada tahun produksi atau tampilan luar.
Honda City i-DSI menawarkan efisiensi dan penggunaan yang santai, sedangkan Honda City VTEC menawarkan performa yang lebih kuat dan responsif.
Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Untuk penggunaan masyarakat umum, pilihan terbaik adalah varian yang paling sesuai dengan kebutuhan harian, kemampuan biaya perawatan, serta kondisi mobil yang benar-benar terawat.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mempertimbangkan mobil bekas sebagai solusi transportasi pribadi, Honda City i-DSI dan VTEC tetap menjadi dua sedan yang menarik untuk diperhatikan.
Selama pembeli melakukan pemeriksaan secara teliti dan memilih unit dengan kondisi baik, Honda City masih mampu memberikan pengalaman berkendara yang nyaman, efisien, dan praktis untuk kebutuhan sehari-hari. (dka)
Editor : Baskoro Septiadi