RADARSEMARANG.ID - Kita, khususnya masyarakat di era 1990-2000-an, masih teringat dengan kuat ketika motor sport naked menjadi mayoritas di jalanan. Sebelum motor matic mendominasi seperti sekarang, motor batangan menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Indonesia.
Di antara nama yang paling mudah diingat, ada Honda MegaPro. Motor sport Honda ini memiliki perjalanan panjang sejak diperkenalkan pada 1999. Dalam perjalanannya, MegaPro berhadapan dengan sejumlah rival dari merek lain, terutama ketika persaingan motor sport 4-tak semakin panas.
Menariknya, persaingan tersebut bukan sekadar soal kapasitas mesin. Desain, teknologi, harga hingga karakter berkendara ikut menentukan siapa yang berhasil merebut hati biker. Lantas, siapa saja pesaing Honda MegaPro di masa jayanya?
Suzuki Thunder 125, Rival dari Era Awal
Jika membicarakan pesaing MegaPro pada era awal, nama Suzuki Thunder sulit dilewatkan. Thunder 125 memiliki konsep yang cukup dekat dengan MegaPro, yakni motor sport naked dengan desain sederhana, posisi berkendara yang relatif nyaman, serta karakter yang cocok untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.
Bahkan, data pasar yang dikutip detik pada 2007 menunjukkan ketatnya persaingan saat itu. Penjualan gabungan Honda Tiger dan MegaPro mencapai 178.043 unit, sementara Suzuki Thunder berada di posisi berikutnya dengan 111.281 unit. Artinya, Thunder bukan sekadar nama pelengkap, melainkan benar-benar menjadi salah satu pemain penting ketika motor sport masih memiliki pasar yang cukup besar.
Baca Juga: Kenapa Honda MegaPro Tak Pernah Benar-Benar Hilang dari Ingatan Biker?
Yamaha Vixion, Rival yang Mengubah Permainan
Kalau Thunder merupakan salah satu rival MegaPro pada era sebelumnya, Yamaha Vixion adalah nama yang membawa persaingan ke level berbeda. Vixion pertama kali hadir pada 2007 dan menawarkan sejumlah teknologi yang ketika itu cukup menarik perhatian, termasuk sistem injeksi dan rangka Deltabox. Kehadiran Vixion bahkan disebut ikut mengubah peta persaingan segmen motor sport Indonesia.
Pada 2009, Yamaha berhasil merebut posisi teratas di segmen motor sport setelah sebelumnya Honda cukup lama berada di posisi tersebut. Tak mengherankan jika kemudian Honda New MegaPro dan Yamaha Vixion kerap dibandingkan secara langsung.
Ketika New MegaPro meluncur pada 2010, pemberitaan otomotif saat itu secara terang menyebut motor tersebut ditujukan untuk menghadapi Yamaha Vixion. Adu teknologi pun semakin sengit karena keduanya hadir dengan karakter teknologi yang berbeda.
New MegaPro 150 saat itu masih mengandalkan mesin 149,2 cc SOHC dengan karburator, sementara Yamaha Vixion sudah menggunakan sistem injeksi pada mesin 149,8 cc. Dalam perbandingan yang dilakukan pada 2010, Vixion juga tercatat memiliki output tenaga lebih tinggi dibandingkan New MegaPro.
Di sinilah persaingan mulai bergeser. Biker tidak hanya melihat motor mana yang terlihat gagah, tetapi juga mulai mempertimbangkan teknologi, performa, efisiensi dan desain yang lebih modern.
Yamaha Byson Ikut Mengganggu Dominasi
Belum selesai menghadapi Vixion, Honda New MegaPro juga mendapatkan lawan baru dari Yamaha. Namanya Byson. Motor ini hadir pada 2010 dengan desain yang terlihat lebih kekar dan dimensinya memberikan kesan sebagai motor berkapasitas lebih besar.
Menariknya, New MegaPro dan Byson sama-sama masih menggunakan sistem karburator ketika itu. Karena itu, pertarungan keduanya tidak hanya menyangkut teknologi mesin, tetapi juga desain dan karakter motor. Bagi konsumen yang menginginkan motor sport dengan tampilan besar dan maskulin, Byson menjadi alternatif yang cukup menarik.
Baca Juga: Masih Ingat New MegaPro Monoshock? Ini Alasan Motor Sport Ini Begitu Ikonik
Bajaj Pulsar Juga Pernah Jadi Pilihan Menarik
Selain Honda, Yamaha dan Suzuki, persaingan motor sport pada masa tersebut juga diramaikan merek lain. Bajaj Pulsar menjadi salah satu pendatang yang menarik perhatian karena menawarkan desain berbeda dan karakter yang cukup kuat.
Pulsar 135 dan Pulsar 200 sempat menjadi bagian dari pembicaraan biker ketika pasar motor sport Indonesia sedang ramai. Bahkan, diskusi otomotif pada era tersebut memperlihatkan nama Vixion, MegaPro, Pulsar dan Thunder sering ditempatkan dalam perbandingan calon pembeli motor sport.
Kehadiran Pulsar menunjukkan bahwa pada masa itu konsumen sebenarnya memiliki cukup banyak pilihan. Mereka tidak hanya dihadapkan pada persaingan Honda, Yamaha dan Suzuki, tetapi juga dapat mempertimbangkan produk dari merek lain dengan karakter yang berbeda.
Peta Persaingannya Bisa Dibagi Berdasarkan Zamannya
Jika ditarik ke belakang, persaingan Honda MegaPro sebenarnya mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Pada era awal, MegaPro berhadapan dengan motor sport seperti Suzuki Thunder. Memasuki era Vixion, persaingan berubah semakin serius setelah Yamaha menghadirkan Vixion dengan teknologi injeksi dan desain yang lebih modern.
Ketika memasuki era New MegaPro, Honda mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan perubahan besar pada desain, mesin, rangka dan fitur. Persaingan kemudian semakin ramai dengan kehadiran Yamaha Byson yang menawarkan tampilan kekar dan karakter berbeda.
Sebuah kajian mengenai persaingan motor sport kelas menengah juga memasukkan MegaPro, Vixion, Byson dan Thunder sebagai pemain dalam kategori tersebut. Kondisi ini menunjukkan betapa ramainya pasar motor sport Indonesia pada periode tersebut.
Menariknya, New MegaPro Pernah Jadi Motor Terbaik 2010
Di tengah ketatnya persaingan, New MegaPro ternyata masih mampu mencatat prestasi. Pada 2010, New MegaPro terpilih sebagai Motor Terbaik 2010 versi Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot).
Motor Honda tersebut mengumpulkan 102 poin dan mengungguli 17 finalis lainnya. Yamaha Byson berada sangat dekat dengan raihan 98 poin. Fakta ini menarik karena menunjukkan bahwa persaingan MegaPro dengan rival-rivalnya memang terjadi pada masa ketika segmen motor sport sedang mengalami perubahan besar.
Lalu, Siapa Rival Terberat MegaPro?
Kalau harus memilih satu nama, Yamaha Vixion kemungkinan menjadi rival yang paling penting dalam fase akhir kejayaan MegaPro. Bukan karena MegaPro tiba-tiba menjadi motor yang buruk, tetapi karena Vixion datang membawa perubahan tren.
Injeksi, rangka Deltabox, desain sporty dan karakter yang lebih modern membuat Vixion berhasil menarik perhatian konsumen yang mulai mencari sesuatu yang berbeda. Bahkan pada 2009, Yamaha sudah berhasil mengambil posisi puncak di segmen motor sport.
MegaPro kemudian terus berevolusi hingga hadir dalam versi injeksi. Namun, perubahan selera konsumen akhirnya membuat perjalanan panjangnya berakhir.
MegaPro Berhenti Diproduksi, Rivalnya Pun Tinggal Kenangan
Honda MegaPro akhirnya tidak lagi diproduksi. AHM menyebut adanya pergeseran tren dan minat konsumen sebagai alasan penghentian model tersebut.
Kini, nama-nama seperti MegaPro, Thunder, Byson dan generasi awal Vixion justru menjadi bagian dari nostalgia. Bagi biker yang mengalaminya langsung, masa tersebut merupakan periode ketika motor sport naked benar-benar menjadi simbol gaya hidup.
Dan jika ditanya siapa pesaing Honda MegaPro, jawabannya ternyata bukan hanya satu. Ada Suzuki Thunder 125 yang menjadi rival kuat di eranya, Yamaha Vixion yang mengubah peta persaingan, Yamaha Byson yang datang dengan karakter kekar, hingga Bajaj Pulsar yang menawarkan alternatif berbeda.
Namun, di antara semua nama tersebut, Vixion mungkin menjadi rival yang paling berpengaruh terhadap perjalanan akhir MegaPro. Sebab, persaingan keduanya bukan sekadar Honda versus Yamaha, melainkan cerita tentang perubahan zaman motor sport Indonesia.
Editor : Baskoro Septiadi