RADARSEMARANG.ID - Banyak kisah tentang perjalanan sebuah sepeda motor, ada yang masih bertahan di produksi, namun ada motor yang setelah berhenti diproduksi langsung dilupakan. Namun, Honda MegaPro justru memiliki cerita berbeda.
Meski sudah tidak lagi dijual sebagai motor baru, nama MegaPro masih sering muncul dalam obrolan biker, komunitas, bengkel, hingga pasar motor bekas.
Bagi sebagian orang, MegaPro bukan sekadar motor sport 150 cc, melainkan bagian dari perjalanan hidup ketika motor laki-laki masih menjadi simbol gaya dan kebanggaan.
Lantas, kenapa Honda MegaPro tak pernah benar-benar hilang dari ingatan biker?
Baca Juga: Masih Ingat New MegaPro Monoshock? Ini Alasan Motor Sport Ini Begitu Ikonik
1. MegaPro Punya Perjalanan Panjang di Indonesia
Honda MegaPro pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 1999 sebagai penerus GL Pro. Sejak saat itu, motor ini mengalami beberapa generasi dan perubahan karakter, mulai dari MegaPro Neotech hingga generasi terakhir MegaPro FI.
Rentang perjalanan yang panjang tersebut membuat MegaPro memiliki basis pengguna dari berbagai generasi.
Ada biker yang mengenalnya sebagai MegaPro 160, ada yang tumbuh bersama MegaPro Primus, sementara generasi berikutnya lebih akrab dengan New MegaPro monoshock.
Artinya, ketika membicarakan MegaPro, setiap biker bisa memiliki versi kenangan yang berbeda.
2. Identik dengan Motor Laki-Laki
Sebelum pasar sepeda motor didominasi skuter matik seperti sekarang, motor sport naked memiliki daya tarik tersendiri.
MegaPro hadir dengan posisi berkendara yang khas, tangki bahan bakar besar, desain yang maskulin dan mesin satu silinder yang relatif sederhana.
Karakter tersebut membuatnya cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas harian hingga perjalanan jarak jauh.
Tak heran jika MegaPro kemudian dikenal sebagai salah satu motor sport Honda yang cukup kuat di segmennya.
Baca Juga: Honda MegaPro Primus Masih Dicari, Apa yang Membuat Motor 156,7 cc Ini Istimewa?
3. New MegaPro Monoshock Membawa Perubahan Besar
Salah satu generasi yang paling mudah dikenang adalah New MegaPro yang meluncur pada 2010.
Honda melakukan perubahan besar pada generasi ini. Desainnya dibuat lebih modern, kapasitas mesin menjadi sekitar 150 cc, dan yang paling mudah dikenali adalah penggunaan suspensi belakang monoshock.
New MegaPro juga menggunakan roda 17 inci dan menawarkan tampilan yang lebih modern dibandingkan generasi sebelumnya.
Bagi sebagian biker, generasi ini menjadi titik penting karena memperlihatkan bagaimana Honda mencoba membawa MegaPro memasuki era motor sport modern.
Bahkan hingga sekarang, New MegaPro monoshock masih sering menjadi bahan pembicaraan ketika membahas motor sport Honda era 2010-an.
4. Mesinnya Sederhana, Karakternya Mudah Diingat
Salah satu alasan lain MegaPro masih memiliki penggemar adalah karakter mekanisnya. Motor ini menggunakan mesin satu silinder dengan transmisi manual lima percepatan.
Pada New MegaPro 150, mesin 149,2 cc tersebut tercatat menghasilkan tenaga maksimum sekitar 13,7 PS pada 8.500 rpm. Di mata pengguna motor lawas, kesederhanaan seperti ini justru menjadi daya tarik.
Tidak sedikit biker yang lebih menyukai motor dengan konstruksi relatif mudah dipahami dan dirawat dibandingkan motor modern yang semakin kompleks.
Baca Juga: Honda MegaPro Primus Masih Dicari, Apa yang Membuat Motor 156,7 cc Ini Istimewa?
5. MegaPro Bukan Cuma Motor, tetapi Bagian dari Cerita
Inilah alasan yang mungkin paling sulit diukur dengan angka. Bagi sebagian pemilik, MegaPro adalah motor pertama untuk bekerja.
Bagi yang lain, motor ini menjadi kendaraan untuk kuliah, pergi bersama teman, touring, atau bahkan menjadi saksi perjalanan membangun keluarga.
Karena itu, ketika melihat MegaPro melintas di jalan, yang muncul bukan hanya ingatan tentang spesifikasi mesin.
>Ada kenangan.
>Ada masa muda.
>Dan ada cerita yang mungkin sudah berlangsung belasan tahun.
6. Berhenti Produksi Justru Membuat Namanya Semakin Nostalgia
Honda akhirnya menghentikan produksi MegaPro setelah melihat adanya perubahan tren dan minat konsumen terhadap motor sport.
Pada 2019, AHM menyatakan MegaPro tidak lagi dilanjutkan dan konsumen diarahkan ke model lain seperti CB150 Verza, CB150R, CBR150R dan model Honda lainnya.
Keputusan tersebut sekaligus menutup perjalanan panjang MegaPro di pasar motor baru Indonesia.
Namun, berhentinya produksi bukan berarti nama MegaPro ikut berhenti. Justru sebaliknya.
Motor yang sudah tidak diproduksi memiliki daya tarik nostalgia yang berbeda.
Pemilik lama mulai mengingat kembali unit yang pernah mereka gunakan, sementara generasi baru mengenal MegaPro melalui cerita komunitas, motor bekas dan konten otomotif.
7. Masih Ada yang Mencari MegaPro Bekas
Menariknya, beberapa generasi MegaPro masih menjadi bahan pencarian di pasar motor bekas.
New MegaPro, misalnya, pernah disebut cukup banyak dicari sebagai motor bekas karena usianya relatif masih muda pada masanya, ketersediaan onderdil dan karakter perawatannya yang dianggap tidak terlalu rumit.
Tentu kondisi setiap unit berbeda. Motor yang sudah berumur belasan tahun membutuhkan pemeriksaan menyeluruh, terutama pada mesin, kaki-kaki, kelistrikan, sistem bahan bakar dan kelengkapan surat.
Tetapi fakta bahwa MegaPro masih diperbincangkan menunjukkan satu hal: umur produksinya boleh berakhir, tetapi umur ceritanya belum selesai.
MegaPro Hilang dari Dealer, Bukan dari Ingatan
Honda MegaPro mungkin sudah tidak memiliki tempat di jajaran motor baru Honda.
Namun bagi biker yang pernah memilikinya, motor ini tetap memiliki tempat tersendiri.
Mulai dari MegaPro Neotech, MegaPro Primus, New MegaPro monoshock hingga MegaPro FI, masing-masing memiliki penggemar dan cerita sendiri.
Dan mungkin itulah alasan sebenarnya kenapa Honda MegaPro tak pernah benar-benar hilang dari ingatan biker.
Sebab sebuah motor tidak selalu dikenang karena paling cepat, paling canggih, atau paling mahal.
Kadang, sebuah motor dikenang karena pernah hadir di waktu yang tepat dalam hidup seseorang. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi