Bukan Sekadar Soal Harga, Ini Bedanya Outlander Sport 2013 dan Suzuki S-Cross yang Jarang Dibahas

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 16:15 WIB

 

Outlander Sport 2013 vs S-Cross
Outlander Sport 2013 vs S-Cross

  

RADARSEMARANG.ID –  Mitsubishi Outlander Sport 2013 dan Suzuki SX4 S-Cross merupakan dua mobil yang menarik untuk dilirik masyarakat yang sedang mencari SUV bekas dengan karakter berbeda. Keduanya sama-sama menawarkan posisi duduk tinggi, kabin lima penumpang, ground clearance yang cukup untuk menghadapi jalan Indonesia, serta mesin bensin yang relatif sederhana untuk penggunaan sehari-hari. 

Namun, ketika masuk lebih dalam ke urusan performa, konsumsi bahan bakar, kenyamanan, handling, kapasitas kabin, harga bekas, sampai biaya perawatan, keduanya memiliki kelebihan masing-masing.

Mitsubishi Outlander Sport 2013 bisa menjadi salah satu mobil impianmu jika yang dicari adalah SUV dengan karakter berkendara lebih bertenaga dan tampilan yang masih terlihat gagah hingga sekarang. Di sisi lain, Suzuki SX4 S-Cross lebih mengarah kepada konsumen yang menginginkan mobil keluarga kompak dengan konsumsi bahan bakar lebih efisien, fitur cukup lengkap, dan karakter berkendara yang santai.

Perbedaan paling besar sebenarnya terdapat pada mesin. Mitsubishi Outlander Sport 2013 menggunakan mesin 4B11 MIVEC DOHC empat silinder berkapasitas 1.998 cc.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 150 PS pada 6.000 rpm dengan torsi maksimum 197 Nm pada 4.200 rpm. Mitsubishi sendiri mencantumkan mesin 4B11 2.0 liter MIVEC pada Outlander Sport dengan tenaga hingga 150 PS dan torsi 197 Nm.

Suzuki SX4 S-Cross menggunakan mesin M15A berkapasitas 1.491 cc. Mesin empat silinder tersebut menghasilkan tenaga maksimum 109 PS pada 6.000 rpm dan torsi 138 Nm pada 4.400 rpm. Suzuki menyediakan pilihan transmisi manual lima percepatan dan otomatis enam percepatan pada versi New SX4 S-Cross.

Dari angka di atas, Outlander Sport jelas unggul dalam urusan tenaga dan torsi. Selisih tenaganya lebih dari 40 PS, sedangkan torsi Outlander Sport juga jauh lebih besar. Perbedaan tersebut terasa ketika mobil digunakan untuk membawa penumpang penuh, melewati jalan menanjak, maupun melakukan perjalanan antarkota.

Outlander Sport mempunyai karakter mesin yang lebih cocok bagi pengemudi yang menyukai respons gas kuat. Ketika putaran mesin mulai naik, tenaga 2.0 liternya terasa lebih berisi.

 Transmisi CVT pada Outlander Sport memang memiliki karakter yang berbeda dari transmisi otomatis konvensional karena putaran mesin dapat naik terlebih dahulu sebelum kendaraan melaju dengan cepat. Namun, setelah mendapatkan momentum, SUV Mitsubishi ini mampu memberikan akselerasi yang menyenangkan.

Hasil pengujian terhadap Outlander Sport generasi facelift yang memiliki mesin dan karakter dasar serupa mencatat akselerasi 0-100 km/jam sekitar 10,8 detik.

Baca Juga: Sama-Sama SUV Tua, Chevrolet Captiva atau Honda CR-V? Ini Perbandingannya

Pengujian tersebut juga mencatat konsumsi sekitar 10,1 km/liter di dalam kota, 12,6 km/liter di luar kota dan hingga 16,8 km/liter ketika melaju konstan 100 km/jam. Angka tersebut merupakan hasil pengujian, sehingga konsumsi aktual setiap mobil bekas dapat berbeda tergantung kondisi mesin, transmisi, ban, lalu lintas, gaya mengemudi, serta usia kendaraan.

Suzuki SX4 S-Cross justru mengambil pendekatan berbeda. Mesin 1.5 liternya tidak menawarkan tenaga sebesar Outlander Sport, tetapi bobot kendaraan yang lebih ringan membuat karakter mobil tetap terasa cukup responsif untuk penggunaan harian.

Suzuki mencatat bobot kosong S-Cross sekitar 1.145-1.165 kg tergantung varian, sehingga mesin 1.491 cc tidak harus bekerja seberat mesin pada SUV yang lebih besar dan berat.

Untuk penggunaan di perkotaan, karakter SX4 S-Cross justru menjadi salah satu daya tariknya. Akselerasi awal cukup untuk menghadapi lalu lintas stop and go, sementara transmisi otomatis enam percepatan pada versi tertentu memberikan perpindahan gigi yang relatif halus.

Varian otomatis juga dibekali paddle shift sehingga pengemudi dapat memilih perpindahan gigi secara manual ketika membutuhkan respons lebih cepat.

Dalam hal konsumsi BBM, Suzuki SX4 S-Cross memiliki keunggulan yang cukup jelas. Hasil pengujian yang dilakukan menggunakan metode UN ECE R101 oleh BT2MP-BPPT pada Oktober 2017 mencatat konsumsi 15,23 km/liter untuk transmisi otomatis dan 16,14 km/liter untuk transmisi manual.

Pengujian jalan raya dari media otomotif juga pernah mencatat konsumsi S-Cross sekitar 12,6 km/liter di dalam kota dan 16,4 km/liter di luar kota. Pada kondisi berkendara konstan, angkanya bahkan dapat menjadi lebih tinggi.

Artinya, bagi masyarakat yang menjadikan biaya bahan bakar sebagai pertimbangan utama, Suzuki SX4 S-Cross lebih menarik. Outlander Sport tetap bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari, tetapi kapasitas mesin 2.0 liter membuat konsumsi bahan bakarnya secara umum lebih tinggi dibanding S-Cross 1.5 liter.

Namun, membandingkan konsumsi BBM kedua mobil tidak cukup hanya melihat angka kilometer per liter. Outlander Sport menawarkan tenaga lebih besar.

Bagi pengemudi yang sering bepergian ke luar kota, membawa banyak penumpang, melewati tanjakan, atau membutuhkan akselerasi saat menyalip, tenaga ekstra tersebut mempunyai nilai tersendiri.

Dari sisi dimensi, Suzuki SX4 S-Cross memiliki panjang 4.300 mm, lebar sekitar 1.765 mm, tinggi sekitar 1.590 mm, serta wheelbase 2.600 mm.

Ground clearance-nya sekitar 180 mm dan radius putarnya 5,2 meter. Mobil ini memiliki kapasitas lima penumpang dan bagasi sekitar 430 liter dengan kursi belakang dalam posisi normal. Kapasitas tangki bahan bakarnya 48 liter.

Baca Juga: SUV Bekas Rp100 Jutaan: Ford Escape 2012 atau X-Trail T30

Outlander Sport juga memiliki panjang sekitar 4.300 mm, tetapi bodinya lebih lebar dan wheelbase lebih panjang. Karakter tersebut memberikan kesan lebih kokoh ketika berada di jalan. Kapasitas tempat duduknya juga lima orang. Beberapa unit Outlander Sport 2013 yang beredar di pasar bekas menggunakan mesin 2.0 liter dan transmisi CVT.

Untuk keluarga kecil, keduanya sebenarnya cukup memadai. Lima orang masih dapat diakomodasi dengan baik, sementara ruang bagasi S-Cross menawarkan kepraktisan yang menarik. Bagasi 430 liter membuat mobil ini cukup cocok untuk membawa koper, tas belanja, perlengkapan anak, atau kebutuhan perjalanan keluarga.

Outlander Sport memiliki keunggulan pada kesan kabin yang lebih kokoh. Posisi mengemudi terasa seperti SUV dengan karakter sporty. Jok dan posisi duduknya memberikan pandangan yang cukup baik terhadap jalan.

Desain dashboard memang sudah berumur dibandingkan mobil baru, tetapi untuk mobil tahun 2013 tampilannya masih dapat diterima selama kondisi interior terawat.

Sementara itu, Suzuki SX4 S-Cross menawarkan nuansa kabin yang lebih modern, terutama pada versi facelift 2017. Suzuki memberikan jok kulit, sejumlah ornamen interior, serta fitur seperti auto headlight dan auto wiper pada varian tertentu.

Suzuki juga menyediakan fitur cruise control dan electrochromatic mirror yang membuat perlengkapan S-Cross terasa cukup lengkap untuk ukuran mobil bekas di kelasnya.

Dalam hal kenyamanan, S-Cross memiliki karakter suspensi yang cenderung bersahabat untuk pemakaian harian. Suspensi depan menggunakan MacPherson strut dengan pegas koil, sedangkan bagian belakang menggunakan torsion beam dengan pegas koil.

Kombinasi tersebut membuat mobil cukup nyaman ketika digunakan di jalan perkotaan dan perjalanan antarkota. Outlander Sport juga menawarkan kenyamanan yang baik, tetapi karakter suspensinya lebih terasa sebagai SUV dengan orientasi berkendara yang sporty.

Ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata, ban dan suspensi akan sangat menentukan tingkat kenyamanan. Pada mobil bekas berusia lebih dari satu dekade, kondisi shockbreaker, bushing, link stabilizer, serta komponen kaki-kaki harus menjadi perhatian utama.

Untuk urusan handling, Outlander Sport mempunyai karakter yang lebih mantap ketika melaju dengan kecepatan tinggi. Dimensi bodinya yang lebih lebar dan karakter sasisnya membuat mobil terasa cukup stabil saat digunakan di jalan tol. Pengemudi juga mendapatkan keuntungan dari tenaga mesin yang besar ketika harus melakukan overtaking.

S-Cross lebih ringan dan mudah dikendalikan di perkotaan. Sistem electric power steering membuat putaran setir relatif ringan. Karakter ini sangat membantu ketika parkir, bermanuver di gang, atau melewati jalan perkotaan yang padat. Pengujian media juga menilai handling S-Cross cukup menyenangkan untuk digunakan di perkotaan.

Baca Juga: Sama-Sama SUV Idaman, Mazda CX-5 2020 atau Honda CR-V 2020 Mana yang Layak ?

Kelemahannya, setir yang ringan tersebut dapat membuat pengemudi perlu lebih memperhatikan kontrol ketika melaju cepat. Pengujian lain mencatat bahwa karakter setir yang tetap ringan pada kecepatan tinggi perlu diimbangi dengan input kemudi yang lebih halus.

Dari sisi harga mobil bekas, Outlander Sport 2013 mempunyai daya tarik yang sangat kuat. Harga pasar pada September 2026 terlihat cukup beragam tergantung tipe, kondisi, kilometer, lokasi, dan kelengkapan dokumen.

Sejumlah listing Outlander Sport 2013 berada di sekitar Rp110 juta sampai Rp148 juta, sementara unit dengan kondisi tertentu dapat ditawarkan lebih tinggi.

Ada pula unit Outlander Sport PX 2013 yang ditawarkan sekitar Rp148 juta dengan kilometer kurang dari 100 ribu kilometer. Harga tersebut menunjukkan bahwa kondisi kendaraan memiliki pengaruh besar terhadap harga jual.

Suzuki SX4 S-Cross mempunyai rentang harga yang lebih tinggi karena unitnya di pasar Indonesia umumnya lebih muda daripada Outlander Sport 2013.

Data pasar mobil bekas menunjukkan unit S-Cross 2017 dapat berada di sekitar Rp130 jutaan pada listing tertentu, sedangkan unit 2018-2019 dapat berada di rentang sekitar Rp175 juta hingga Rp205 juta atau lebih, tergantung kondisi dan lokasi.

Perbedaan harga tersebut harus diperhitungkan secara matang. Outlander Sport 2013 menawarkan harga masuk lebih murah dan mesin jauh lebih besar, tetapi usia kendaraan juga lebih tua.

S-Cross membutuhkan dana lebih besar, tetapi pembeli mendapatkan kendaraan yang secara usia lebih muda dengan efisiensi BBM yang lebih baik.

Untuk suku cadang, kedua merek memiliki jaringan dan ekosistem pengguna yang cukup luas di Indonesia. Komponen fast moving seperti oli, filter, kampas rem, busi, aki, serta beberapa komponen kaki-kaki relatif mudah ditemukan melalui bengkel umum maupun jaringan bengkel resmi.

Namun, untuk komponen tertentu yang lebih spesifik, harga dapat berbeda dan ketersediaannya perlu dicek berdasarkan nomor part serta tahun kendaraan.

Pada Outlander Sport, perhatian khusus sebaiknya diberikan kepada transmisi CVT. Bukan berarti semua Outlander Sport bermasalah, tetapi mobil bekas berusia lebih dari 10 tahun sangat bergantung pada riwayat perawatan pemilik sebelumnya.

Kondisi CVT, respons akselerasi, suara transmisi, kebocoran oli, serta riwayat penggantian fluida perlu diperiksa sebelum transaksi. Bagian kaki-kaki juga wajib diperiksa.

Mobil dengan kilometer tinggi bisa membutuhkan penggantian bushing, link stabilizer, shockbreaker, bearing roda, atau komponen lain. Pemeriksaan menyeluruh lebih penting daripada hanya mengejar harga murah.

Baca Juga: Toyota bZ4X Makin Murah, SUV Listrik Ini Wajib Dilirik pada 2026

Suzuki SX4 S-Cross juga bukan berarti bebas masalah. Pada unit bekas, kondisi transmisi otomatis, kaki-kaki, sistem kelistrikan, AC, sensor, serta komponen elektronik tetap harus diperiksa.

Keunggulannya adalah usia kendaraan yang biasanya lebih muda dibandingkan Outlander Sport 2013 sehingga peluang mendapatkan unit dengan kilometer dan kondisi lebih segar relatif lebih besar.

Keunggulan terbesar Outlander Sport terletak pada performa. Mesin 2.0 liter 150 PS dan torsi 197 Nm memberikan sensasi berkendara yang tidak mudah digantikan oleh S-Cross 1.5.

Mobil ini juga mempunyai tampilan SUV yang gagah, posisi berkendara tinggi, handling yang cukup stabil, dan harga bekas yang semakin menarik bagi masyarakat yang menginginkan SUV dengan budget sekitar Rp100 jutaan.

Kekurangannya adalah konsumsi BBM yang cenderung lebih boros, usia kendaraan yang sudah cukup tua, potensi biaya perawatan komponen tertentu yang lebih mahal, serta pentingnya pemeriksaan CVT dan kaki-kaki sebelum membeli.

Sementara itu, keunggulan Suzuki SX4 S-Cross adalah konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, bobot lebih ringan, kabin praktis, bagasi 430 liter, fitur yang relatif lengkap, handling mudah, serta usia kendaraan yang lebih muda. Data resmi Suzuki bahkan menunjukkan hasil pengujian konsumsi BBM 15,23 km/liter untuk varian otomatis dan 16,14 km/liter untuk manual.

Kekurangan S-Cross adalah tenaga mesin yang tidak sebesar Outlander Sport. Dengan 109 PS dan 138 Nm, performanya cukup untuk penggunaan normal, tetapi tidak memberikan sensasi akselerasi seperti SUV bermesin 2.0 liter. Harga unit bekas yang lebih muda juga membuat dana pembelian awal biasanya lebih besar.

Pada akhirnya, Mitsubishi Outlander Sport 2013 lebih cocok bagi masyarakat yang mengutamakan performa, tenaga besar, tampilan SUV gagah, dan harga pembelian yang relatif terjangkau. Mobil ini dapat menjadi salah satu mobil impianmu apabila karakter berkendara bertenaga menjadi prioritas utama.

Baca Juga: JAECOO J5 EV: SUV Listrik Rp279,9 Juta, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Suzuki SX4 S-Cross lebih tepat bagi pengguna yang ingin mobil keluarga kompak, irit bahan bakar, nyaman digunakan sehari-hari, memiliki fitur cukup lengkap, dan tidak terlalu membutuhkan performa besar. Perbedaan karakter keduanya sangat jelas sehingga pilihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan.

Jika mobil lebih sering digunakan di dalam kota, membawa keluarga, berbelanja, mengantar anak, atau digunakan untuk perjalanan kerja setiap hari, S-Cross memiliki paket yang sangat rasional. Konsumsi BBM lebih bersahabat dan dimensi serta bobotnya membuat mobil mudah dikendalikan.

Sebaliknya, jika kendaraan sering digunakan untuk perjalanan luar kota, tol, jalan menanjak, atau pengemudi memang menyukai akselerasi yang lebih kuat, Outlander Sport 2013 memberikan pengalaman yang lebih menarik. Tenaga 2.0 liter menjadi keunggulan yang sulit ditandingi S-Cross 1.5.

Yang paling penting dalam membeli kedua mobil ini adalah jangan hanya melihat harga termurah. Mobil bekas sangat ditentukan oleh kondisi unit. Riwayat servis, kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, AC, kelistrikan, ban, interior, serta kelengkapan dokumen harus diperiksa sebelum pembayaran dilakukan.

Calon pembeli juga sebaiknya melakukan test drive dan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh. Harga murah tetapi membutuhkan banyak perbaikan dapat membuat biaya kepemilikan justru membengkak.

Baca Juga: Mitsubishi Outlander 2013 vs Honda CR-V 2013, Dua SUV yang Masih Menarik

Sebaliknya, unit dengan harga sedikit lebih tinggi tetapi memiliki riwayat perawatan jelas dan kondisi sehat dapat menjadi pilihan yang lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

Dengan demikian, Mitsubishi Outlander Sport 2013 dan Suzuki SX4 S-Cross bukan sekadar dua SUV bekas yang memiliki harga berdekatan. Keduanya mewakili dua kebutuhan yang berbeda.

Outlander Sport mengedepankan tenaga, karakter sporty, dan sensasi SUV yang lebih kuat, sedangkan S-Cross menawarkan efisiensi, kepraktisan, kenyamanan, serta biaya penggunaan yang lebih bersahabat.

Untuk masyarakat yang mencari mobil bekas dengan dana terbatas tetapi tetap ingin merasakan SUV bertenaga, Outlander Sport 2013 layak masuk daftar pencarian. Untuk pembeli yang lebih mementingkan efisiensi bahan bakar dan kendaraan harian yang praktis, Suzuki SX4 S-Cross menjadi pilihan yang sulit diabaikan.

Perbandingan ini juga menunjukkan bahwa usia kendaraan bukan satu-satunya penentu kualitas mobil bekas. Kondisi aktual, riwayat servis, cara pemakaian pemilik sebelumnya, dan kelengkapan perawatan jauh lebih menentukan.

Karena itu, sebelum membeli Outlander Sport 2013 maupun SX4 S-Cross, pemeriksaan unit secara menyeluruh tetap menjadi langkah paling penting agar mobil yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan dan tidak berubah menjadi beban biaya setelah dibawa pulang.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
mobkas harga mobil bekas Mitsubishi Outlander Sport Suzuki SX4 S-Cross mobil bekas