RADARSEMARANG.ID – Mitsubishi Outlander Sport 2013 vs Honda CR-V 2013 menjadi perbandingan menarik bagi masyarakat yang sedang mencari SUV bekas dengan harga sekitar Rp100 jutaan.
Keduanya sama-sama menawarkan mesin bensin 2.0 liter, transmisi otomatis, posisi berkendara tinggi, kabin yang cukup nyaman, serta kemampuan melibas perjalanan dalam kota hingga luar kota.
Namun, karakter kedua mobil ini sebenarnya cukup berbeda. Mitsubishi Outlander Sport 2013 lebih mengarah pada SUV kompak dengan karakter berkendara sporty, sedangkan Honda CR-V 2013 menawarkan bodi yang lebih besar, kabin lebih lapang, dan karakter yang lebih kuat sebagai mobil keluarga.
Di pasar mobil bekas saat ini, Outlander Sport 2013 dapat ditemukan dengan harga sekitar Rp110 juta hingga Rp150 jutaan, tergantung tipe, kondisi, kilometer, lokasi, dan kelengkapan kendaraan. Sejumlah listing terbaru memperlihatkan Outlander Sport 2013 berada di rentang sekitar Rp119 juta sampai Rp158 juta.
Honda CR-V 2013 juga berada di kisaran harga yang tidak terlalu jauh. Untuk varian 2.0 liter, sejumlah unit bekas ditawarkan sekitar Rp135 juta sampai Rp155 jutaan, sedangkan CR-V 2.4 liter juga banyak ditemukan pada kisaran Rp140 juta hingga Rp150 jutaan, dengan harga tentu berubah sesuai kondisi unit.
Perbedaan harga tersebut membuat keduanya menarik untuk masyarakat yang ingin naik kelas ke SUV tanpa harus mengeluarkan dana sebesar harga mobil baru.
Mitsubishi Outlander Sport 2013 dibekali mesin 2.0 liter berkode 4B11 MIVEC DOHC empat silinder. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum sekitar 150 PS pada 6.000 rpm dengan torsi 197 Nm pada 4.200 rpm. Di Indonesia, Outlander Sport dikenal sebagai SUV kompak yang memiliki karakter mesin cukup bertenaga untuk ukuran bodinya.
Karakter tersebut menjadi salah satu keunggulan Outlander Sport. Bobot dan dimensinya yang lebih kompak dibandingkan CR-V membuat respons mobil terasa cukup gesit ketika digunakan di perkotaan. Saat harus berpindah jalur, berputar di jalan sempit, atau melewati jalan dengan banyak tikungan, Outlander Sport terasa lebih mudah diarahkan.
Transmisi otomatis CVT pada varian tertentu juga membuat putaran mesin relatif halus ketika digunakan santai. Mode Sport menjadi nilai tambahan karena memberikan respons yang lebih agresif ketika pengemudi membutuhkan akselerasi.
Pengujian pada Outlander Sport generasi tersebut juga menunjukkan karakter mesin yang responsif ketika digunakan melewati tanjakan dan jalan berkelok. Suspensinya menggunakan MacPherson strut di bagian depan dan multi-link di belakang, sebuah konfigurasi yang ikut mendukung karakter pengendalian mobil.
Honda CR-V 2013 memiliki pilihan mesin yang lebih menarik karena tersedia dalam kapasitas 2.0 liter dan 2.4 liter. Mesin 2.0 liter SOHC i-VTEC menghasilkan tenaga maksimum 155 PS pada 6.500 rpm dengan torsi 19,4 kgm pada 4.300 rpm.
Sementara mesin 2.4 liter DOHC i-VTEC mampu menghasilkan 190 PS pada 7.000 rpm dengan torsi 22,6 kgm pada 4.400 rpm. Kedua mesin tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis lima percepatan.
Dari angka tenaga, CR-V 2.0 memang hanya unggul tipis atas Outlander Sport 2.0. Namun CR-V 2.4 berada di kelas yang berbeda dalam hal tenaga. Tenaga 190 PS membuat CR-V 2.4 terasa lebih kuat ketika digunakan untuk membawa penumpang penuh, melakukan perjalanan antarkota, atau melakukan overtaking di jalan bebas hambatan.
Untuk penggunaan harian, Outlander Sport 2.0 sudah cukup bertenaga. Mobil ini tidak terasa seperti SUV yang lambat ketika digunakan sendirian maupun bersama beberapa penumpang. Respons mesin cukup baik terutama ketika putaran mesin sudah masuk area tenaga.
CR-V 2.0 menawarkan karakter yang lebih halus dan santai. Sementara CR-V 2.4 menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan akselerasi lebih kuat. Konsekuensinya, konsumsi bahan bakar CR-V 2.4 umumnya lebih berat dibandingkan mesin 2.0 karena kapasitas mesin lebih besar.
Dalam penggunaan nyata, konsumsi BBM kedua mobil sangat bergantung pada kondisi mesin, tekanan ban, gaya mengemudi, kondisi jalan, kemacetan, jumlah penumpang, serta kualitas bahan bakar. Karena itu, angka konsumsi bahan bakar tidak sebaiknya dianggap sebagai angka mutlak.
Outlander Sport 2.0 secara umum dapat berada di kisaran sekitar 8-11 km/liter untuk penggunaan kombinasi kota dan luar kota dengan kondisi kendaraan sehat. Di jalan luar kota dengan kecepatan stabil dan gaya berkendara ekonomis, konsumsi dapat lebih baik. Sebaliknya, penggunaan dalam kemacetan berat dapat membuat konsumsi turun cukup jauh.
CR-V 2.0 berada pada karakter yang relatif mirip. Untuk pemakaian campuran, angka sekitar 8-11 km/liter masih realistis sebagai gambaran umum, meskipun hasil setiap kendaraan dapat berbeda. Data konsumsi yang pernah dipublikasikan untuk CR-V juga menunjukkan varian 2.0 dapat mencapai sekitar 11-13 km/liter pada rute luar kota dalam kondisi tertentu.
CR-V 2.4 lebih mengutamakan tenaga. Konsumsi BBM-nya cenderung lebih boros, terutama jika sering digunakan dalam kota, sering melakukan akselerasi, atau membawa beban penuh. Bagi pengguna yang mengutamakan biaya operasional, CR-V 2.0 lebih masuk akal daripada CR-V 2.4.
Dari sisi kapasitas dan kepraktisan, Honda CR-V memiliki keunggulan yang cukup jelas. Bodinya lebih besar sehingga ruang kabin terasa lebih lega. Honda juga merancang generasi ini dengan lantai yang lebih rata dan jok belakang yang dapat dilipat untuk memberikan ruang tambahan.
Sistem One Action Seat Arrangement membuat konfigurasi ruang belakang lebih praktis ketika membawa barang berukuran besar. Kelebihan tersebut membuat CR-V lebih cocok untuk keluarga yang sering bepergian bersama.
Penumpang belakang mendapatkan ruang yang relatif lega, sementara bagasi dapat dimanfaatkan untuk membawa koper, barang belanjaan, perlengkapan perjalanan, atau kebutuhan keluarga lainnya.
Outlander Sport memiliki kapasitas lima penumpang dan ukuran bodi yang lebih kompak. Keuntungan utamanya justru muncul ketika digunakan di perkotaan.
Dimensi sekitar 4.295 mm panjang, 1.770 mm lebar, 1.625 mm tinggi, dan wheelbase 2.670 mm membuatnya lebih mudah ditempatkan di ruang parkir yang terbatas. Ground clearance sekitar 195 mm juga cukup membantu ketika melewati jalan berlubang atau permukaan jalan yang tidak rata.
Kabin Outlander Sport cukup nyaman untuk penggunaan harian, tetapi ruang belakang tidak selapang CR-V. Posisi atap belakang yang relatif rendah juga dapat terasa bagi penumpang dengan postur tinggi.
Baca Juga: Toyota Hilux vs Mitsubishi Triton, Sama-sama Diesel Tangguh Tapi Ada Perbedaan yang Berbeda
Pengujian pada model ini mencatat leg room cukup luas, tetapi konstruksi atap belakang menjadi salah satu catatan pada area kabin.
Dalam hal handling, Outlander Sport merupakan salah satu bagian yang paling menarik. Ukuran bodi yang kompak dipadukan dengan suspensi independen membuat mobil terasa cukup stabil. Ketika memasuki tikungan, gejala limbung tidak terlalu berlebihan untuk sebuah SUV dengan ground clearance cukup tinggi.
Kemudi Outlander Sport juga terasa ringan untuk kebutuhan perkotaan, tetapi tetap memberikan kontrol yang cukup ketika mobil digunakan di kecepatan lebih tinggi.
Karakter ini membuat Outlander Sport cocok untuk pengemudi yang ingin SUV tetapi tidak ingin mendapatkan sensasi berkendara yang terlalu besar dan berat.
Honda CR-V 2013 memiliki handling yang lebih berorientasi pada kenyamanan. Mobil terasa stabil dan mudah dikendalikan, tetapi karakter suspensinya lebih cocok untuk perjalanan keluarga dibandingkan mengejar sensasi sporty.
Di jalan tol, CR-V terasa mantap. Dimensi bodi yang lebih besar juga memberikan rasa percaya diri ketika melaju bersama keluarga dan barang bawaan. Namun, ketika masuk ke jalan perkotaan yang sempit, Outlander Sport memiliki keuntungan karena ukurannya lebih ringkas.
Untuk kenyamanan, CR-V kembali mendapatkan nilai tinggi. Honda menyediakan fitur seperti Dual Zone Climate Control dan ventilasi AC belakang pada generasi ini. Jok belakang juga dirancang untuk memberikan ruang kaki yang lebih baik.
Outlander Sport tidak bisa dianggap buruk dalam hal kenyamanan. Suspensinya cukup mampu meredam jalan bergelombang, tetapi suara ban dan suara mesin pada putaran tinggi dapat lebih terdengar ke dalam kabin. Pengujian Outlander Sport juga mencatat redaman suspensi yang cukup baik, tetapi suara ban menjadi salah satu gangguan ketika mobil digunakan di perjalanan.
Dari sisi fitur, Outlander Sport tipe PX menjadi salah satu varian yang menarik. Beberapa unit memiliki panoramic glass roof, lampu HID, tombol start/stop, fitur keselamatan ABS, serta berbagai perlengkapan kenyamanan. Model ini juga menggunakan velg 17 inci pada sejumlah varian.
CR-V 2013 juga memiliki kelengkapan yang cukup baik untuk ukuran mobil yang usianya sudah lebih dari satu dekade. Beberapa fitur seperti cruise control, tombol audio pada setir, push start button, sistem audio terintegrasi, dan AC dengan ventilasi belakang membuatnya masih terasa relevan untuk penggunaan sehari-hari.
Baca Juga: Sesama Diesel, Mitsubishi Triton atau Ford Ranger 2010, Siapa Lebih Tangguh?
Soal suku cadang, Honda CR-V memiliki keunggulan dari sisi popularitas dan jumlah unit yang beredar. CR-V sudah lama menjadi salah satu SUV populer di Indonesia sehingga bengkel umum relatif familiar dengan mobil ini. Suku cadang aftermarket juga lebih mudah ditemukan untuk komponen yang umum.
Outlander Sport bukan berarti sulit dirawat. Komponen Mitsubishi untuk model ini masih tersedia melalui jaringan resmi maupun pasar aftermarket. Namun, dibandingkan CR-V, pilihan komponen dan bengkel yang benar-benar familiar dengan Outlander Sport dapat terasa lebih terbatas di beberapa daerah.
Hal yang paling penting ketika membeli mobil bekas berusia lebih dari 10 tahun bukan hanya harga suku cadang, melainkan kondisi unit. Mobil dengan harga lebih murah tetapi membutuhkan perbaikan transmisi, kaki-kaki, sistem pendingin, AC, atau kelistrikan bisa membuat total biaya kepemilikan melonjak.
Pada Outlander Sport, pemeriksaan CVT menjadi salah satu bagian penting. Pastikan perpindahan dari posisi P, R, N, dan D berlangsung normal. Perhatikan adanya suara tidak wajar, getaran berlebihan, respons yang terlambat, atau gejala selip ketika mobil berakselerasi.
Kaki-kaki juga harus diperiksa secara menyeluruh. Bushing, link stabilizer, shock absorber, bearing roda, tie rod, dan komponen kemudi harus dipastikan dalam kondisi baik. SUV dengan usia lebih dari 10 tahun sangat mungkin sudah mengalami keausan pada komponen tersebut.
Baca Juga: Isuzu D-Max 2015 vs Mitsubishi Triton 2015, Siapa Lebih Unggul?
Pada CR-V 2013, pemeriksaan mesin, transmisi otomatis, kaki-kaki, sistem pendingin, AC, power steering, dan kelistrikan juga wajib dilakukan. Varian 2.4 memberikan tenaga besar, tetapi calon pembeli perlu menyiapkan anggaran bahan bakar yang lebih tinggi dibandingkan CR-V 2.0.
Kelebihan Mitsubishi Outlander Sport 2013 berada pada karakter sporty, mesin 2.0 yang bertenaga, handling yang lincah, dimensi kompak, ground clearance cukup tinggi, serta harga bekas yang relatif menarik. Beberapa tipe juga menawarkan fitur yang terasa mewah untuk mobil sekelasnya.
Kekurangannya adalah kabin belakang tidak selapang CR-V, peredaman suara bukan yang terbaik, konsumsi BBM tetap bergantung pada karakter mesin 2.0 dan kondisi lalu lintas, serta usia kendaraan membuat pemeriksaan CVT dan kaki-kaki menjadi sangat penting.
Honda CR-V 2013 memiliki keunggulan berupa kabin luas, bagasi praktis, kenyamanan baik, mesin 2.0 yang cukup bertenaga, pilihan mesin 2.4 yang jauh lebih kuat, serta popularitas tinggi di pasar mobil bekas. Ketersediaan bengkel dan komponen juga menjadi nilai tambah bagi pemilik.
Kekurangannya adalah dimensi lebih besar sehingga tidak selincah Outlander Sport di jalan sempit. Konsumsi BBM varian 2.4 juga dapat terasa cukup berat bagi pengguna yang setiap hari menghadapi kemacetan. Karena jumlah unitnya banyak, kondisi setiap mobil juga sangat beragam sehingga pembeli tetap harus selektif.
Untuk harga, pasar September 2026 menunjukkan Outlander Sport 2013 banyak ditawarkan sekitar Rp119 juta hingga Rp150 jutaan, dengan beberapa unit tertentu mencapai lebih tinggi tergantung kondisi dan tipe. OLX mencatat berbagai unit pada kisaran Rp125 juta, Rp128 juta, Rp130 juta, Rp135 juta, Rp139 juta hingga Rp148 juta.
Honda CR-V 2013 juga berada pada kisaran yang kompetitif. Beberapa unit 2.0 terlihat di sekitar Rp135 juta sampai Rp140 jutaan, sementara 2.4 banyak ditawarkan sekitar Rp140 juta sampai Rp150 jutaan. Ada pula unit dengan harga lebih rendah atau lebih tinggi tergantung kilometer dan kondisi kendaraan.
Baca Juga: Nissan March 2011 dan Mitsubishi Mirage 2014, Harga dan Performa Bisa Diadu
Jika anggaran berada di sekitar Rp120 juta hingga Rp130 juta, Outlander Sport 2013 dapat menjadi pilihan menarik karena memberikan mesin 2.0, bodi SUV, ground clearance tinggi, dan karakter berkendara yang menyenangkan.
Jika dana berada di kisaran Rp135 juta hingga Rp150 juta, CR-V 2013 mulai menjadi pilihan yang sangat menarik, terutama bagi keluarga yang membutuhkan kabin lebih luas dan kenyamanan perjalanan.
Sementara bagi pengguna yang lebih mementingkan tenaga, CR-V 2.4 menjadi pilihan paling kuat dalam perbandingan ini. Dengan tenaga 190 PS, performanya berada cukup jauh di atas Outlander Sport 2.0 yang menghasilkan 150 PS.
Untuk pengguna perkotaan yang lebih sering berkendara sendirian atau bersama keluarga kecil, Outlander Sport terasa lebih praktis. Mobil lebih kompak, posisi duduk tinggi, handling lincah, dan performanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Untuk keluarga yang sering bepergian keluar kota, membawa banyak barang, atau membutuhkan kabin belakang yang lebih lega, Honda CR-V lebih masuk akal. Kenyamanan dan kepraktisan menjadi alasan kuat untuk memilihnya.
Pada akhirnya, Mitsubishi Outlander Sport 2013 vs Honda CR-V 2013 bukan sekadar pertarungan mengenai tenaga mesin. Keduanya memiliki karakter yang berbeda. Outlander Sport lebih menarik bagi pengguna yang menyukai SUV kompak dengan rasa berkendara sporty, sedangkan CR-V lebih kuat sebagai SUV keluarga yang nyaman dan praktis.
Salah satu mobil impianmu bisa saja bukan SUV keluaran terbaru dengan harga ratusan juta rupiah. Mobil berusia lebih dari satu dekade pun masih dapat memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan selama kondisi unit benar-benar sehat.
Bagi masyarakat yang sedang mencari mobil bekas, pilihan terbaik bukan selalu kendaraan dengan harga paling murah. Riwayat servis, kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, AC, kelistrikan, interior, bodi, dokumen, serta hasil inspeksi harus menjadi pertimbangan utama.
Dengan dana yang tepat dan proses pemeriksaan yang teliti, Outlander Sport 2013 maupun Honda CR-V 2013 masih menjadi dua SUV bekas yang layak dipertimbangkan. Outlander Sport unggul dalam kelincahan dan karakter sporty, sedangkan CR-V unggul dalam ruang kabin, kenyamanan, kepraktisan, dan pilihan mesin.
Untuk penggunaan harian di kota, Outlander Sport 2.0 merupakan pilihan yang menarik. Untuk kebutuhan keluarga dan perjalanan jauh, CR-V 2.0 menjadi pilihan yang lebih seimbang. Sementara CR-V 2.4 cocok bagi pengguna yang menginginkan performa lebih kuat dan tidak terlalu mempermasalahkan konsumsi BBM yang lebih tinggi.
Sebelum transaksi, calon pembeli sebaiknya melakukan test drive dan membawa kendaraan ke bengkel atau inspeksi independen. Harga Rp120 juta hingga Rp150 juta mungkin terlihat menarik, tetapi biaya perbaikan setelah pembelian dapat jauh lebih besar apabila mobil dibeli tanpa pemeriksaan menyeluruh.
Karena itu, kondisi unit tetap menjadi faktor paling penting dalam menentukan pemenang Mitsubishi Outlander Sport 2013 vs Honda CR-V 2013. Mobil yang terawat dengan riwayat servis jelas hampir selalu menjadi pilihan lebih aman daripada unit yang terlihat murah tetapi menyimpan banyak pekerjaan rumah.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi