Masih Ingat New MegaPro Monoshock? Ini Alasan Motor Sport Ini Begitu Ikonik

Sulistiono • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:16 WIB
Grafis AI
Grafis AI

 

RADARSEMARANG.ID — Honda MegaPro pernah menjadi salah satu nama besar di segmen motor sport Indonesia. Setelah era MegaPro Hiu dan MegaPro Primus, Honda kembali melakukan perubahan besar dengan menghadirkan New MegaPro pada awal dekade 2010-an. Bukan sekadar mengganti desain bodi, Honda melakukan perubahan cukup signifikan pada karakter motor, termasuk penggunaan mesin 150 cc dan suspensi belakang monoshock. Perubahan tersebut membuat New MegaPro terlihat jauh lebih modern dibandingkan generasi sebelumnya dan menjadi salah satu generasi yang menarik bagi penggemar MegaPro karena menjadi jembatan antara motor sport Honda era lama dengan desain motor sport yang lebih modern.

Dari MegaPro Primus ke New MegaPro

Sebelum New MegaPro hadir, konsumen sudah cukup lama mengenal MegaPro Primus. Motor tersebut masih mempertahankan karakter motor sport konvensional dengan tangki besar, mesin karburator, dan suspensi belakang ganda. Namun, tren sepeda motor mulai berubah. Desain motor sport semakin agresif, suspensi monoshock mulai populer, sementara kapasitas mesin 150 cc juga menjadi salah satu segmen penting di pasar motor sport Indonesia.

Honda kemudian merespons perubahan tersebut dengan memperkenalkan generasi baru MegaPro. Kali ini, perubahan yang dilakukan bukan lagi sekadar facelift karena karakter MegaPro benar-benar diarahkan ke era baru. Honda berusaha membuat model tersebut tetap relevan dengan perkembangan desain dan tren motor sport yang mulai berubah pada awal 2010-an.

Baca Juga: Dulu Sedan Mewah, Kini Mazda6 2011 Bisa Dibawa Pulang, Simak Performa dan Kenyamanannya

Desain Berubah Drastis

Perbedaan paling mudah dilihat tentu saja dari penampilannya. Jika MegaPro Primus memiliki desain yang relatif membulat dan sederhana, New MegaPro tampil lebih agresif. Bagian tangki mendapat desain baru dengan shroud berukuran besar, sementara garis bodi dibuat lebih tajam sehingga memberikan kesan lebih kekar dan modern.

Bagi sebagian penggemar lama, perubahan tersebut mungkin terasa cukup ekstrem. Namun bagi Honda, desain baru itu menjadi cara untuk membuat MegaPro tetap relevan di tengah perkembangan motor sport saat itu. Tampilan yang lebih berotot sekaligus modern membuat New MegaPro memiliki karakter yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Perubahan Paling Penting: Monoshock

Nama New MegaPro Monoshock tidak muncul tanpa alasan. Salah satu perubahan terbesar berada di bagian belakang, ketika Honda meninggalkan sistem suspensi ganda yang digunakan MegaPro generasi sebelumnya dan menggantinya dengan suspensi tunggal atau monoshock. Secara visual, perubahan tersebut langsung membuat bagian belakang motor terlihat lebih modern.

Namun, manfaat monoshock bukan hanya soal tampilan. Konfigurasi tersebut memberikan karakter berbeda pada pengendalian motor. Bagi pengguna yang terbiasa dengan motor sport generasi sebelumnya, perubahan ini memberikan sensasi berkendara yang terasa lebih modern dan menjadi salah satu identitas utama New MegaPro.

Mesin Turun Kapasitas, Tapi Bukan Berarti Mundur

Salah satu hal yang menarik dari New MegaPro adalah perubahan kapasitas mesin. MegaPro generasi sebelumnya dikenal menggunakan mesin 156,7 cc, sedangkan pada generasi baru Honda menggunakan mesin 149,2 cc atau yang umum disebut sebagai mesin 150 cc. Jika hanya melihat angka kapasitas, perubahan tersebut memang terlihat seperti penurunan.

Namun, perkembangan sebuah mesin tidak hanya ditentukan oleh kapasitas silinder. Teknologi, desain ruang bakar, pengaturan mesin, dan karakter tenaga juga ikut menentukan performa. Honda tetap mempertahankan karakter mesin satu silinder yang sesuai untuk kebutuhan motor sport harian.

Masih Karburator

Pada fase awal New MegaPro, sistem suplai bahan bakarnya masih menggunakan karburator. Hal ini menjadi menarik karena pada periode yang sama teknologi injeksi mulai semakin banyak digunakan pada sepeda motor. Karburator membuat karakter New MegaPro masih terasa seperti motor sport generasi sebelumnya, sekaligus menawarkan sistem yang relatif sederhana bagi mekanik yang sudah terbiasa menangani motor karburator.

Namun, dari sisi emisi dan efisiensi, teknologi injeksi kemudian menjadi arah perkembangan berikutnya. Hal tersebut akhirnya membawa MegaPro ke generasi terakhir, yaitu MegaPro FI.

Baca Juga: Honda MegaPro Primus Masih Dicari, Apa yang Membuat Motor 156,7 cc Ini Istimewa?

Ban dan Pelek Ikut Berubah

Perubahan karakter New MegaPro juga terlihat dari sektor kaki-kaki. Jika MegaPro generasi sebelumnya memiliki tampilan motor sport klasik dengan roda yang lebih besar, New MegaPro menggunakan desain yang terasa lebih modern. Pelek palang dan ukuran roda yang lebih kompak memberikan tampilan yang lebih sporty sekaligus membuat proporsi motor terlihat lebih sesuai dengan tren motor sport pada awal 2010-an.

Posisi Berkendara Tetap Menjadi Kekuatan

Meskipun desain berubah drastis, Honda tetap mempertahankan karakter MegaPro sebagai motor yang dapat digunakan sehari-hari. Posisi berkendara masih memberikan kesan motor sport konvensional, dengan pengendara mendapatkan posisi duduk yang berbeda dibandingkan skutik. Kaki bekerja mengoperasikan transmisi manual, sementara tangan mengendalikan kopling dan setang.

Bagi pengguna yang memang menyukai sensasi motor manual, karakter seperti ini menjadi salah satu daya tarik utama. Perpaduan posisi berkendara, transmisi manual, dan karakter mesin satu silinder membuat New MegaPro tetap memiliki identitas sebagai motor sport harian.

Kenapa Honda Mengubah MegaPro?

Jawabannya sederhana: pasar berubah. Pada awal 2010-an, konsumen mulai mencari motor sport dengan tampilan yang lebih agresif. Monoshock juga semakin identik dengan motor sport modern sehingga Honda tentu tidak bisa mempertahankan desain lama selamanya. Jika MegaPro terus menggunakan formula yang sama, model tersebut berisiko terlihat ketinggalan zaman.

New MegaPro kemudian menjadi upaya Honda untuk membawa nama besar MegaPro masuk ke generasi baru. Perubahan desain, suspensi, dan karakter keseluruhan motor menunjukkan bahwa Honda berusaha mempertahankan MegaPro di tengah persaingan serta perubahan selera konsumen.

Bukan Lagi Sekadar Motor Batangan

MegaPro lama sering diasosiasikan dengan motor "batangan" yang sederhana. New MegaPro mencoba mengubah citra tersebut melalui sejumlah perubahan pada desain. Shroud tangki dibuat lebih besar, bodi dibuat lebih berotot, bagian belakang terlihat lebih ramping, sementara suspensi monoshock memberikan kesan motor yang lebih modern.

Dengan perubahan tersebut, MegaPro tidak lagi sekadar motor sport sederhana untuk penggunaan harian. Ia mencoba tampil sebagai motor yang juga memiliki nilai gaya, tanpa sepenuhnya meninggalkan karakter praktis yang selama ini melekat pada nama MegaPro.

Bagaimana Karakter Berkendaranya?

Karakter New MegaPro tetap mengutamakan penggunaan harian. Mesin satu silinder memberikan tenaga yang cukup untuk mobilitas perkotaan maupun perjalanan luar kota, sedangkan transmisi manual lima percepatan memberikan kontrol lebih besar kepada pengendara dibandingkan skutik. Sementara itu, suspensi monoshock membuat karakter bagian belakang terasa berbeda dibandingkan MegaPro Primus.

Namun, calon pengguna tentu tidak bisa mengharapkan performa seperti motor sport modern berkapasitas 150 cc dengan teknologi terbaru. Bagaimanapun, New MegaPro merupakan produk dari era yang berbeda sehingga karakter, teknologi, dan performanya perlu dilihat sesuai zamannya.

Kelebihan New MegaPro Monoshock

Ada sejumlah hal yang membuat generasi ini masih menarik sampai sekarang. Dibandingkan MegaPro Primus, desain New MegaPro terasa jauh lebih agresif. Bagi pembeli motor bekas yang ingin motor lawas tetapi tidak terlalu terlihat tua, model ini cukup menarik.

Penggunaan monoshock juga memberikan identitas tersendiri. Bagi penggemar motor sport, konfigurasi tersebut terlihat lebih modern dibandingkan double shock. Selain itu, kapasitas mesin sekitar 150 cc masih cukup ideal untuk penggunaan harian dan perjalanan antarkota.

New MegaPro juga cukup menarik dijadikan basis modifikasi karena memiliki desain naked bike. Tangki, jok, lampu, setang, dan beberapa bagian lainnya dapat dikembangkan menjadi berbagai konsep sesuai selera pemilik.

Baca Juga: Usianya Sudah Tua, Kenapa Honda MegaPro Hiu Masih Diburu Penggemar Motor Lawas?

Kekurangannya?

Usia tetap menjadi faktor utama. Unit New MegaPro generasi awal sekarang sudah berusia cukup lama sehingga kondisi setiap motor bekas tentu berbeda. Calon pembeli perlu memperhatikan kondisi mesin, rangka, suspensi, sistem bahan bakar, kelistrikan, dan dokumen kendaraan sebelum memutuskan membeli.

Teknologi karburator juga tentu tidak sepraktis injeksi bagi pengguna yang menginginkan motor modern. Selain itu, fitur yang tersedia jelas lebih sederhana dibandingkan sepeda motor keluaran terbaru.

Apakah New MegaPro Monoshock Masih Layak Dibeli?

Untuk penggemar motor manual, jawabannya bisa saja iya, terutama jika menemukan unit dengan kondisi sehat dan harga yang masuk akal. Motor ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin merasakan karakter motor sport tanpa harus membeli model baru dengan harga lebih tinggi.

Namun, pembelian motor bekas tua sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan harga. Kondisi unit lebih penting daripada tahun produksi. Motor yang sedikit lebih mahal tetapi kondisinya sehat bisa jauh lebih menguntungkan dibandingkan unit murah yang membutuhkan banyak perbaikan.

Cocok untuk Motor Harian atau Custom?

Keduanya bisa. Jika mendapatkan unit sehat, New MegaPro masih dapat digunakan sebagai motor harian. Tetapi jika kondisi bodi atau komponen sudah tidak terlalu orisinal, motor tersebut bisa menjadi kandidat proyek custom.

Gaya seperti tracker, scrambler maupun cafe racer dapat diterapkan sesuai selera. Namun, untuk unit yang masih lengkap dan orisinal, ada pertimbangan lain. Jangan buru-buru memodifikasinya. Semakin tua sebuah motor, komponen orisinal justru bisa semakin menarik bagi kolektor.

New MegaPro dan Akhir Sebuah Era

New MegaPro menjadi salah satu babak penting sebelum Honda akhirnya memperkenalkan MegaPro FI. Pada generasi tersebut, Honda sudah mulai membawa MegaPro ke arah desain yang lebih modern. Namun, perkembangan teknologi terus berjalan, regulasi emisi semakin ketat, dan konsumen juga mulai terbiasa dengan motor injeksi.

Pada akhirnya, MegaPro kemudian mendapatkan sistem PGM-FI pada generasi terakhir. Setelah itu, perjalanan panjang nama MegaPro di Indonesia akhirnya berakhir pada 2019.

Baca Juga: Honda MegaPro Sudah Disuntik Mati, Tapi Pesonanya Tak Pernah Benar-Benar Hilang

Dari Hiu, Primus hingga Monoshock

Jika melihat perjalanan MegaPro secara keseluruhan, perubahan generasi ini cukup menarik. MegaPro Hiu mewakili era motor sport akhir 1990-an dan awal 2000-an. MegaPro Primus membawa desain yang lebih membulat dan identik dengan era pertengahan 2000-an. Kemudian, New MegaPro Monoshock hadir dengan desain agresif dan teknologi suspensi yang lebih modern.

Setiap generasi mempunyai karakter masing-masing. Justru perbedaan itulah yang membuat sejarah MegaPro menarik untuk dikenang dan menjadikan setiap generasi memiliki penggemarnya sendiri.

Mengapa New MegaPro Masih Punya Penggemar?

Alasannya hampir sama dengan motor lawas lainnya: karakter. Motor ini lahir ketika sepeda motor masih terasa sangat mekanis. Pengendara masih memainkan kopling dan gigi secara manual, mesinnya sederhana, dan desainnya mudah dikenali.

Suara mesinnya juga mempunyai karakter sendiri. Bagi sebagian orang, pengalaman tersebut jauh lebih penting daripada banyaknya fitur. Itulah yang membuat New MegaPro Monoshock hingga kini masih memiliki tempat tersendiri di kalangan penggemar motor sport lawas. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
HondaMegaPro NewMegaPro MegaProMonoshock HondaMegaPro150 otomotif