RADARSEMARANG.ID – Toyota Camry 2006 menjadi salah satu mobil sedan yang menarik perhatian di pasar mobil bekas 2026. Usianya memang sudah mencapai sekitar 20 tahun, tetapi nama besar Camry membuat mobil ini masih memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menginginkan sedan nyaman dengan harga yang relatif terjangkau.
Dulu Toyota Camry identik dengan mobil eksekutif. Kini situasinya sudah jauh berbeda. Dengan dana sekitar Rp70 jutaan hingga Rp100 jutaan, masyarakat sudah bisa menemukan Camry tahun 2006, tergantung tipe, kondisi, kilometer, kelengkapan surat, serta riwayat perawatan. Beberapa listing pasar 2026 bahkan memperlihatkan Camry 2006 mulai sekitar Rp69 juta sampai lebih dari Rp100 juta.
Harga tersebut membuat Toyota Camry 2006 terlihat menarik bagi masyarakat yang membutuhkan mobil keluarga berukuran besar, nyaman untuk perjalanan jauh, tetapi tidak ingin mengeluarkan dana sebesar harga sedan premium keluaran baru.
Camry 2006 yang banyak dikenal di Indonesia merupakan bagian dari generasi XV40. Untuk varian 2.4, mobil ini menggunakan mesin 2AZ-FE empat silinder berkapasitas 2.400 cc dengan teknologi VVT-i.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 167 hp pada 6.000 rpm dan torsi 224 Nm pada 4.000 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis lima percepatan pada varian 2.4.
Angka tersebut masih tergolong besar untuk penggunaan sehari-hari pada 2026. Camry bukan tipe mobil yang membutuhkan putaran mesin tinggi untuk mulai terasa bertenaga.
Torsi 224 Nm membuat akselerasi dari kondisi diam maupun saat melakukan overtaking di jalan luar kota terasa cukup meyakinkan.
Karakter mesin 2AZ-FE juga lebih mengutamakan kehalusan dan respons tenaga yang linear daripada sensasi akselerasi agresif. Ketika pedal gas diinjak, tenaga datang secara bertahap. Karakter seperti ini justru cocok untuk penggunaan keluarga, perjalanan antarkota, maupun penggunaan harian di perkotaan.
Baca Juga: Toyota Innova Zenix Hybrid dan BYD E6 Resmi Jadi Armada Bluebird
Untuk masyarakat yang sebelumnya terbiasa menggunakan mobil 1.300 cc atau 1.500 cc, berpindah ke Camry 2.4 tentu memberikan perbedaan besar. Akselerasi terasa lebih ringan ketika membawa empat sampai lima penumpang, terutama saat melewati jalan menanjak atau ketika membutuhkan tenaga untuk mendahului kendaraan lain.
Namun, tenaga besar tersebut mempunyai konsekuensi. Konsumsi bahan bakar Toyota Camry 2006 tentu tidak bisa disamakan dengan Toyota Avanza, Toyota Calya, Honda Brio, atau mobil kecil bermesin 1.200-1.500 cc.
Sejumlah referensi penggunaan Camry XV40 2.4 menempatkan konsumsi bahan bakar di sekitar 6-8 km/l untuk penggunaan dalam kota dan sekitar 7-10 km/l untuk perjalanan luar kota, meskipun angka nyata dapat berubah cukup banyak berdasarkan kondisi mesin, kemacetan, gaya mengemudi, tekanan ban, beban kendaraan, dan kondisi transmisi.
Artinya, Camry 2006 bukan pilihan tepat bagi masyarakat yang menjadikan konsumsi bensin sebagai prioritas utama. Mobil ini lebih cocok bagi pengguna yang bersedia membayar biaya bahan bakar lebih tinggi demi mendapatkan ruang kabin, kenyamanan, tenaga, dan karakter berkendara sedan besar.
Kapasitas tangki bahan bakarnya juga tergolong besar. Referensi spesifikasi menunjukkan kapasitas sekitar 65-70 liter tergantung spesifikasi pasar dan sumber data. Manual Camry 2006 mencatat kapasitas tangki 70 liter untuk spesifikasi yang dibahas di dalam manual tersebut.
Dengan tangki sebesar itu, perjalanan jauh menjadi lebih praktis karena pengguna tidak perlu terlalu sering berhenti mengisi bahan bakar. Namun, sekali mengisi penuh juga berarti biaya bahan bakarnya cukup terasa, terutama ketika menggunakan mobil setiap hari untuk perjalanan dengan jarak puluhan kilometer.
Dari sisi kapasitas, Toyota Camry 2006 memiliki konfigurasi lima penumpang. Dimensinya besar dengan panjang sekitar 4,8 meter dan lebar sekitar 1,82 meter.
Ukuran tersebut memberikan keuntungan besar pada ruang kabin, tetapi juga menjadi sesuatu yang harus diperhatikan ketika mobil digunakan di jalan perkotaan yang sempit. Data spesifikasi XV40 menunjukkan wheelbase sekitar 2.775 mm dan bagasi sekitar 535 liter pada salah satu spesifikasi 2.4.
Ruang kaki penumpang menjadi salah satu keunggulan yang membuat Camry terasa berbeda dari sedan kompak. Penumpang belakang mendapatkan ruang yang cukup lega untuk perjalanan jauh
Posisi duduknya juga memberikan kesan mobil besar yang dahulu menjadi alasan Camry banyak digunakan sebagai kendaraan eksekutif. Bagasi juga cukup luas untuk kebutuhan keluarga.
Koper, tas perjalanan, perlengkapan anak, maupun barang belanjaan dapat ditampung dengan lebih mudah dibandingkan sedan kecil.
Baca Juga: Mending Innova Venturer atau Santa Fe? Mana yang Lebih Aman
Bagian yang paling menarik dari Camry 2006 justru berada pada kenyamanannya. Suspensi sedan besar ini dirancang dengan karakter yang cenderung empuk. Jalan yang tidak rata dapat dilewati dengan cukup nyaman selama komponen kaki-kaki masih dalam kondisi sehat.
Kabin yang relatif senyap juga menjadi salah satu alasan Camry XV40 masih menarik digunakan pada 2026. Peredaman suara dan karakter suspensi membuat perjalanan jauh terasa lebih santai.
Pada kondisi unit yang terawat, mobil ini masih mampu memberikan sensasi berkendara yang terasa lebih mahal daripada harga bekasnya.
Untuk perjalanan antarkota, karakter tersebut menjadi nilai jual utama. Pengemudi tidak harus bekerja terlalu keras menjaga mobil tetap stabil. Mobil terasa mantap ketika melaju dengan kecepatan konstan, sedangkan penumpang mendapatkan ruang yang cukup untuk duduk dengan nyaman.
Handling Toyota Camry 2006 bukan berarti buruk. Mobil tetap mudah dikendalikan dan memiliki karakter yang stabil. Namun, pengguna jangan berharap mendapatkan karakter seperti sedan sport. Setir dan suspensinya lebih mengutamakan kenyamanan daripada respons agresif.
Dimensi panjang dan lebar juga membutuhkan adaptasi. Saat parkir di tempat sempit, pengemudi perlu lebih berhati-hati. Radius putarnya sekitar 11 meter pada salah satu data spesifikasi, sehingga manuver di area terbatas tidak sepraktis mobil berukuran kecil.
Untuk penggunaan di jalan tol, jalan nasional, dan perjalanan antarkota, ukuran tersebut justru menjadi keuntungan. Mobil terasa lebih stabil dan mantap ketika melaju. Bobot serta wheelbase yang panjang memberikan karakter berkendara yang tenang.
Dari sisi kenyamanan, Toyota Camry 2006 masih mampu bersaing dengan banyak mobil yang harganya berada di atasnya di pasar bekas. Inilah alasan sedan tua seperti Camry masih memiliki peminat.
Baca Juga: Sama-Sama Diesel, Panther Grand Touring atau Innova yang Lebih Layak Dibeli?
Interiornya juga memberikan kesan berbeda. Material, desain dashboard, jok, serta berbagai ornamen membuat mobil ini masih terlihat mewah jika dibandingkan dengan mobil keluarga baru di kelas harga yang sama. Beberapa varian juga dilengkapi fitur yang pada zamannya tergolong premium.
Meski begitu, usia 20 tahun tidak bisa diabaikan. Faktor usia justru menjadi bagian paling penting sebelum membeli Toyota Camry 2006.
Mobil yang sudah berumur dua dekade dapat memiliki masalah bukan hanya karena jarak tempuh, tetapi juga karena komponen karet, selang, seal, bushing, sokbreker, engine mounting, sistem pendingin, dan komponen elektrikal mengalami penurunan kondisi akibat usia.
Bagian kaki-kaki menjadi salah satu sektor yang perlu diperiksa. As roda, sokbreker, tie rod, bushing, dan komponen lain dapat mengalami keausan. Gejala seperti bunyi ketika melewati jalan rusak, setir terasa tidak stabil, atau mobil terasa limbung dapat menjadi tanda bahwa kaki-kaki membutuhkan perhatian.
Pada mesin 2.4, bagian balancer shaft juga layak diperhatikan ketika melakukan inspeksi. Bengkel spesialis Camry yang dikutip Otomotifnet menyebut suara tertentu ketika masuk posisi D atau ketika mesin dinyalakan dalam kondisi dingin sebagai salah satu gejala yang perlu diperhatikan.
Dashboard pada unit generasi awal juga patut diperiksa. Sejumlah unit dapat mengalami masalah permukaan dashboard yang terlihat seperti berminyak atau mengalami retak karena usia dan paparan panas.
Masalah tersebut tidak berarti semua Camry 2006 pasti mengalaminya. Kondisi setiap mobil sangat tergantung pada cara pemakaian dan perawatan pemilik sebelumnya. Justru di sinilah kunci membeli Camry tua. Kondisi unit jauh lebih penting daripada sekadar tahun produksi.
Camry 2006 dengan mesin sehat, transmisi normal, AC dingin, kaki-kaki baik, interior terawat, dan riwayat servis jelas bisa jauh lebih menguntungkan dibandingkan unit yang harganya lebih murah tetapi membutuhkan banyak perbaikan setelah dibeli.
Dari sisi suku cadang, Toyota memiliki keuntungan karena mereknya sudah sangat lama hadir di Indonesia. Komponen perawatan rutin relatif lebih mudah ditemukan melalui jaringan bengkel, toko onderdil, maupun bengkel spesialis Toyota.
Namun, beberapa komponen tertentu untuk sedan besar seperti Camry tetap dapat lebih mahal dibandingkan komponen mobil keluarga populer.
Karena itu, calon pengguna sebaiknya tidak hanya menyiapkan uang untuk membeli mobil. Dana cadangan untuk servis awal juga penting.
Mobil bekas berusia 20 tahun sebaiknya mendapatkan pemeriksaan menyeluruh setelah dibeli. Penggantian oli mesin, pemeriksaan oli transmisi, sistem pendingin, rem, aki, busi, filter, kaki-kaki, ban, serta sistem AC menjadi bagian penting.
Baca Juga: Sama-Sama Tahun 2022, Innova Reborn atau Fortuner, Mesin 2GD vs 1GD, Siapa Jawaranya?
Untuk harga, pasar 2026 menunjukkan variasi yang cukup lebar. Oto mencatat salah satu Toyota Camry G 2.4L AT tahun 2006 dengan jarak tempuh 168.185 km ditawarkan sekitar Rp73 juta. Sementara listing lain menunjukkan unit tahun yang sama berada di kisaran Rp80 juta, Rp85 juta, Rp92 juta hingga lebih dari Rp100 juta, tergantung kondisi dan spesifikasi.
Ada juga data pasar yang menempatkan Camry 2.4 G AT tahun 2006 sekitar Rp70 juta sebagai gambaran harga bekas pada 2026.
Angka tersebut bukan harga mati. Kondisi bodi, kilometer, kelengkapan dokumen, status pajak, kondisi mesin, transmisi, interior, ban, serta lokasi penjualan bisa membuat harga berubah cukup jauh.
Keunggulan utama Toyota Camry 2006 jelas berada pada kenyamanan. Pengguna mendapatkan sedan besar dengan kabin luas, mesin 2.4 liter bertenaga, suspensi nyaman, peredaman kabin baik, serta citra sedan premium yang masih terasa sampai sekarang.
Keunggulan berikutnya adalah harga. Mobil yang dahulu berada di kelas sedan eksekutif kini dapat dibeli dengan harga yang jauh lebih rendah di pasar mobil bekas. Hal tersebut membuat Camry 2006 menarik bagi masyarakat yang mencari mobil nyaman dengan dana terbatas.
Keunggulan lainnya adalah performa. Mesin 2.4 liter dengan tenaga sekitar 167 hp dan torsi 224 Nm masih lebih dari cukup untuk penggunaan harian.
Namun, kekurangannya juga harus dihitung secara realistis. Konsumsi bahan bakar bukan yang paling hemat. Pajak dan biaya kepemilikan sedan 2.4 liter juga perlu diperhitungkan. Ukurannya besar sehingga kurang praktis di beberapa kondisi jalan perkotaan.
Selain itu, umur kendaraan menjadi tantangan tersendiri. Walaupun mesin masih kuat, berbagai komponen pendukung bisa membutuhkan penggantian. Harga beberapa suku cadang juga dapat terasa mahal dibandingkan mobil keluarga berkapasitas mesin lebih kecil.
Kondisi transmisi otomatis harus diperiksa dengan serius. Perpindahan gigi harus berlangsung halus dan tidak menimbulkan hentakan berlebihan. Kebocoran oli transmisi juga harus diperhatikan. Pemeriksaan seperti ini lebih baik dilakukan oleh mekanik yang memahami Camry daripada hanya mengandalkan test drive singkat.
Sistem pendingin mesin juga tidak boleh dilewatkan. Mobil tua membutuhkan sistem pendingin yang sehat karena kerusakan pada radiator, selang, thermostat, water pump, atau komponen terkait dapat menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Baca Juga: Sama-Sama Diesel, Panther Grand Touring atau Innova yang Lebih Layak Dibeli?
AC menjadi sektor lain yang perlu diperiksa. Camry memiliki kabin besar sehingga sistem pendingin harus bekerja optimal. AC yang dingin ketika pagi tetapi kurang dingin setelah mobil lama berjalan dapat menjadi tanda adanya masalah yang perlu ditelusuri.
Ban juga penting. Menggunakan ban murah dengan kondisi kurang baik dapat mengurangi kenyamanan sekaligus keselamatan. Untuk sedan sebesar Camry, kondisi ban dan kaki-kaki sangat menentukan rasa berkendara.
Dari seluruh pertimbangan tersebut, Toyota Camry 2006 masih layak dipakai pada 2026. Bahkan, untuk masyarakat yang lebih mementingkan kenyamanan, ruang kabin, performa, dan rasa berkendara dibandingkan efisiensi bahan bakar, mobil ini masih menjadi pilihan yang masuk akal.
Camry 2006 juga bisa menjadi salah satu mobil impian yang akhirnya lebih mudah diwujudkan karena harga bekasnya sudah jauh turun dibandingkan ketika masih baru. Kesannya tetap elegan, kabinnya luas, mesinnya bertenaga, dan kenyamanannya masih relevan untuk perjalanan sehari-hari.
Tetapi statusnya sebagai mobil berusia sekitar 20 tahun membuat pembelian harus dilakukan dengan kepala dingin. Jangan terpaku pada tampilan mengilap atau harga murah. Pemeriksaan mesin, transmisi, kaki-kaki, sistem pendingin, AC, kelistrikan, bodi, interior, serta dokumen harus dilakukan sebelum transaksi.
Bagi masyarakat dengan anggaran sekitar Rp70 juta sampai Rp100 juta, Camry 2006 bisa menjadi pilihan menarik jika mendapatkan unit dengan kondisi sehat. Sebaliknya, unit murah yang membutuhkan perbaikan besar dapat membuat total biaya kepemilikan jauh lebih tinggi.
Jadi, nilai sebenarnya dari Toyota Camry 2006 pada 2026 bukan hanya berada pada harga jualnya, tetapi pada kondisi unit yang berhasil ditemukan.
Jika mendapatkan unit yang terawat, Camry 2006 masih mampu memberikan kenyamanan, tenaga, ruang, dan rasa berkendara yang sulit ditemukan pada mobil lain dengan harga bekas serupa. Sedan ini memang sudah tua, tetapi belum tentu kehilangan alasan untuk digunakan.
Bagi pengguna yang membutuhkan mobil untuk keluarga, perjalanan luar kota, bekerja sehari-hari, maupun perjalanan jarak jauh, Toyota Camry 2006 masih bisa menjalankan tugas tersebut dengan baik selama perawatannya dilakukan secara disiplin. (dka)
Editor : Baskoro Septiadi