Daihatsu Mira e:S Terbaru Bikin Penasaran, Cek Spesifikasi dan Harganya

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 13:28 WIB

 

Daihatsu Mira eS 2026
Daihatsu Mira eS 2026

  

RADARSEMARANG.ID –  Daihatsu Mira e:S merupakan salah satu mobil kecil yang menarik perhatian karena menawarkan konsep sederhana tetapi sangat masuk akal untuk kebutuhan sehari-hari.

Ukurannya mungil, bobotnya ringan, menggunakan mesin bensin tiga silinder, transmisi CVT, serta sejak awal dikembangkan dengan satu tujuan penting, yaitu menghasilkan mobil yang hemat bahan bakar sekaligus terjangkau.

Nama Daihatsu Mira e:S mungkin belum sepopuler Ayla, Agya, Brio atau Calya di jalanan Indonesia. Alasannya cukup jelas, Mira e:S pada dasarnya merupakan mobil kei car yang dipasarkan Daihatsu di Jepang.

Karena itu, unit yang ditemui di Indonesia umumnya berasal dari jalur impor atau pasar mobil bekas tertentu, bukan model yang selama ini menjadi bagian utama penjualan Daihatsu Indonesia.

Namun justru karakter tersebut membuat Daihatsu Mira e:S menarik untuk diperhatikan. Mobil ini menunjukkan bagaimana sebuah kendaraan berukuran sangat kecil bisa dibuat efisien tanpa harus mengandalkan sistem hybrid.

Daihatsu sendiri pertama kali memperkenalkan Mira e:S pada 2011 sebagai mobil yang mengutamakan ekonomi penggunaan, efisiensi energi dan harga terjangkau. Nama e:S sendiri merupakan singkatan dari Eco dan Smart.

Generasi yang lebih baru semakin memperlihatkan kemampuan tersebut. Pada 2017, Daihatsu memperkenalkan generasi baru Mira e:S dengan konsumsi bahan bakar hingga 35,2 km/l berdasarkan pengujian JC08 untuk beberapa varian 2WD.

Angka tersebut dicapai antara lain melalui pengurangan bobot kendaraan, optimalisasi mesin, sistem CVT, pengurangan hambatan gulir dan berbagai teknologi penghematan bahan bakar.

Baca Juga: Simak Dulu Duel Daihatsu Rocky 2023 vs Honda WR-V 2023 Sebelum Beli

Menariknya, pada 27 Agustus 2026 Daihatsu kembali melakukan penyegaran terhadap Mira e:S di Jepang. Daihatsu menyebut model terbaru mendapatkan mesin dan ECU baru yang meningkatkan efisiensi bahan bakar sekitar 8 persen dibanding model sebelumnya.

Selain efisiensi, tenaga dan torsi juga ditingkatkan sehingga karakter mobil tidak hanya mengejar konsumsi bahan bakar, tetapi juga respons akselerasi. Sistem keselamatan Smart Assist terbaru juga mendapat peningkatan kemampuan deteksi.

Bagi masyarakat umum, daya tarik utama Mira e:S justru terletak pada konsepnya. Mobil ini tidak dibuat untuk terlihat besar atau mewah. Daihatsu memaksimalkan fungsi sebuah mobil kecil agar tetap mampu membawa empat orang dan digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Dimensinya juga sangat kompak. Salah satu generasi Mira e:S memiliki panjang sekitar 3.395 mm, lebar 1.475 mm dan tinggi 1.500 mm dengan wheelbase 2.455 mm.

Ukuran seperti ini membuatnya sangat mudah digunakan di kawasan perkotaan yang padat. Data spesifikasi salah satu varian 2012 juga mencatat radius putar minimum sekitar 4,4 meter.

Ukuran tersebut menjadi salah satu keunggulan terbesar Mira e:S. Ketika digunakan untuk jalan perkotaan, mobil tidak membutuhkan ruang sebesar MPV atau SUV. Parkir di tempat yang sempit juga relatif lebih mudah.

Pengemudi yang setiap hari berhadapan dengan gang sempit, area parkir terbatas atau jalan perkotaan yang padat akan merasakan keuntungan dari dimensi tersebut.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Toyota Soluna 2000 vs Suzuki Baleno 2000, Ini Kelebihan dan Kekurangan

Performa Daihatsu Mira e:S memang tidak bisa dibandingkan dengan mobil bermesin besar. Karakternya dibuat untuk efisiensi dan penggunaan normal, bukan mengejar akselerasi agresif. Beberapa varian generasi awal menggunakan mesin bensin tiga silinder 660 cc naturally aspirated yang dipadukan dengan CVT.

Salah satu data spesifikasi Mira e:S 2012 mencatat tenaga sekitar 52 PS dan torsi sekitar 60 Nm. Mesin kecil tersebut bekerja bersama transmisi CVT untuk menjaga putaran mesin tetap efisien.

Karakter seperti itu cukup cocok untuk pemakaian sehari-hari. Ketika digunakan di dalam kota, bobot kendaraan yang ringan membuat mesin kecil tidak terlalu terbebani. Respons awal juga terasa cukup untuk mengikuti lalu lintas perkotaan.

Namun ketika masuk jalan tol, membawa empat orang sekaligus, atau menghadapi tanjakan panjang, keterbatasan mesin 660 cc mulai terasa. Pengemudi harus lebih realistis terhadap kemampuan mobil. Mira e:S bukan kendaraan yang dibuat untuk mengejar kecepatan tinggi. Mobil ini lebih tepat dipahami sebagai kendaraan praktis dan ekonomis.

Salah satu hal yang membuat Mira e:S menarik adalah konsumsi bahan bakarnya. Pada generasi 2017, Daihatsu mencatat angka hingga 35,2 km/l berdasarkan metode pengujian JC08 pada beberapa varian 2WD. Varian tertentu dengan spesifikasi berbeda memiliki angka yang lebih rendah.

Angka tersebut merupakan hasil pengujian resmi, sehingga konsumsi dalam penggunaan sehari-hari tentu dapat berbeda. Kondisi jalan, kemacetan, gaya mengemudi, tekanan ban, jumlah penumpang, penggunaan AC dan kondisi mesin akan memengaruhi konsumsi bahan bakar.

Meski demikian, konsep dasar Mira e:S memang sangat kuat untuk urusan efisiensi. Sejak generasi pertama, Daihatsu sudah mengembangkan teknologi e:S dengan berbagai cara untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Pada 2011, Mira e:S bahkan diklaim mampu mencapai 30 km/l dalam pengujian JC08.

Salah satu kuncinya adalah bobot kendaraan. Generasi 2017 dibuat lebih ringan hingga sekitar 80 kg dibandingkan model sebelumnya melalui penggunaan konstruksi bodi ringan, optimalisasi komponen suspensi dan penggunaan material tertentu.

Bagi pengguna harian, konsumsi bahan bakar yang rendah bisa memberikan dampak langsung terhadap biaya operasional. Mobil dengan mesin kecil dan bobot ringan tidak membutuhkan bahan bakar sebanyak kendaraan berkapasitas mesin lebih besar untuk menjalankan aktivitas rutin.

Baca Juga: Yaris Cross vs HR-V Adu Irit BBM dan Performa, Hasilnya Bikin Mikir Dua Kali

Handling juga menjadi salah satu sisi menarik dari Mira e:S. Dimensinya yang kecil membuat mobil terasa mudah dikendalikan. Posisi bodi yang tidak terlalu lebar membantu ketika melewati jalan sempit atau bermanuver di tempat parkir.

Radius putar sekitar 4,4 meter pada salah satu varian membuatnya cocok untuk lingkungan perkotaan.

Pengemudi yang terbiasa menggunakan mobil berukuran lebih besar kemungkinan akan membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi dengan karakter Mira e:S. Tetapi setelah terbiasa, ukuran kecil justru menjadi keuntungan.

Kenyamanan menjadi bagian yang harus dilihat secara realistis. Mira e:S memang mampu menyediakan kabin untuk empat penumpang, tetapi jangan berharap ruang interiornya terasa seperti MPV keluarga berukuran besar.

Konsep kei car membuat dimensi kendaraan sangat terbatas. Kursi depan relatif lebih mudah digunakan untuk perjalanan harian, sedangkan ruang belakang lebih cocok untuk perjalanan dalam kota atau penumpang dengan postur yang tidak terlalu besar.

Daihatsu sendiri sejak awal mengembangkan Mira e:S sebagai mobil yang tetap mampu membawa empat orang. Pada generasi pertama, konsep smart packaging menjadi salah satu bagian penting pengembangannya.

Untuk perjalanan jarak dekat, kenyamanan Mira e:S cukup menarik. Ukuran kecil membuat pengemudi tidak merasa kerepotan ketika masuk ke area padat. Suspensi juga dirancang untuk kebutuhan mobil kecil sehingga masih bisa digunakan dengan nyaman dalam aktivitas sehari-hari.

Namun perjalanan jauh dengan empat orang dan barang bawaan tentu bukan habitat terbaiknya. Kapasitas bagasi juga harus disesuaikan dengan ukuran bodi. Mobil ini lebih cocok untuk aktivitas seperti pergi bekerja, belanja, mengantar anak, perjalanan dalam kota dan mobilitas harian.

Dari sisi kapasitas penumpang, Mira e:S dirancang untuk empat orang. Kapasitas mesin berada di kelas 660 cc, mengikuti karakter kei car Jepang. Tangki bahan bakarnya juga relatif kecil. Salah satu spesifikasi Mira e:S 2012 mencatat kapasitas tangki sekitar 30 liter.

Kombinasi tangki kecil dan konsumsi bahan bakar rendah menjadi sesuatu yang masuk akal. Mobil tidak harus membawa bahan bakar dalam jumlah besar karena kebutuhan bahan bakarnya juga rendah.

Bagian yang cukup menarik bagi calon pengguna di Indonesia adalah harga. Untuk mobil seperti Mira e:S, tidak ada satu harga resmi yang bisa langsung dijadikan patokan pasar Indonesia karena model ini bukan produk massal Daihatsu Indonesia.

Harga unit yang tersedia di Indonesia dapat sangat berbeda berdasarkan tahun produksi, kondisi kendaraan, kelengkapan dokumen, jalur masuk, pajak, lokasi penjualan dan kondisi pasar.

Baca Juga: Persaingan Diesel Lawas! Panther Grand Touring 2017 vs Innova Diesel 2017

Sebagai pembanding, Daihatsu Jepang pada 2017 memasarkan Mira e:S mulai sekitar 842.000 yen untuk varian B 2WD. Harga tersebut merupakan harga resmi Jepang ketika model tersebut diluncurkan dan bukan harga jual Mira e:S di Indonesia.

Karena itu, masyarakat yang menemukan Mira e:S bekas di Indonesia sebaiknya tidak langsung menyamakan harga unit lokal dengan harga baru di Jepang. Biaya impor, pajak, administrasi, kondisi kendaraan dan keuntungan penjual dapat mengubah harga secara signifikan.

Suku cadang menjadi bagian yang harus diperhatikan sebelum membeli. Untuk komponen yang bersifat umum, seperti beberapa komponen servis mesin, oli, filter, aki, kampas rem dan sejumlah komponen fast moving, peluang mendapatkan pengganti biasanya lebih masuk akal karena teknologi Daihatsu cukup dikenal di Indonesia.

Namun komponen spesifik Mira e:S yang berkaitan dengan bodi, interior, lampu, panel tertentu, modul elektronik atau bagian khusus kei car dapat lebih sulit dibandingkan suku cadang mobil Daihatsu yang dipasarkan secara resmi di Indonesia.

Hal tersebut bukan berarti Mira e:S tidak bisa dirawat. Hanya saja calon pemilik perlu lebih teliti mencari bengkel dan pemasok komponen yang memahami mobil Jepang impor. Nomor rangka, kode mesin dan kode komponen harus diperhatikan agar tidak salah membeli suku cadang.

Kelebihan terbesar Mira e:S tetap berada pada efisiensi. Mobil ini menawarkan mesin kecil, bobot ringan, bodi kompak dan transmisi CVT untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Filosofinya sangat sederhana, tetapi justru itu yang membuatnya menarik.

Keunggulan berikutnya adalah kemudahan bermanuver. Di kota dengan jalan padat, dimensi kecil merupakan nilai tambah yang sangat terasa.

Biaya penggunaan juga berpotensi rendah karena mesin berkapasitas kecil dan konsumsi bahan bakar yang sangat efisien. Selain itu, pajak kendaraan untuk mobil dengan mesin kecil pada prinsipnya juga bisa lebih ringan dibandingkan kendaraan berkapasitas mesin lebih besar, meskipun besarnya tetap bergantung pada regulasi dan status kendaraan di wilayah masing-masing.

Mira e:S juga memiliki keunggulan dari sisi teknologi efisiensi. Sistem eco IDLE, pengelolaan energi saat deselerasi, optimalisasi mesin dan CVT sudah menjadi bagian dari filosofi e:S sejak generasi awal.

Baca Juga: Persaingan Diesel Lawas! Panther Grand Touring 2017 vs Innova Diesel 2017

Pada model yang lebih baru, teknologi keselamatan juga berkembang. Daihatsu menyebut pembaruan 2026 membawa sistem Smart Assist dengan kemampuan deteksi collision avoidance braking yang ditingkatkan serta fungsi tambahan.

Tetapi kekurangannya juga jelas. Ukuran kabin tidak sebesar mobil keluarga seperti MPV. Tenaga mesin juga terbatas ketika mobil digunakan penuh atau dibawa ke jalan menanjak. Stabilitas pada kecepatan tinggi tidak bisa disamakan dengan mobil yang lebih besar dan lebih berat.

Ketersediaan suku cadang khusus juga menjadi perhatian. Pengguna harus siap melakukan pencarian lebih teliti jika membutuhkan komponen yang tidak tersedia secara umum.

Kekurangan lain adalah statusnya sebagai mobil yang tidak menjadi produk utama pasar Indonesia. Hal tersebut dapat memengaruhi nilai jual kembali, pilihan bengkel, ketersediaan komponen dan kemudahan administrasi.

Namun bagi masyarakat yang mencari mobil kecil dengan konsumsi bahan bakar rendah, karakter Mira e:S tetap sangat menarik. Mobil ini bisa menjadi gambaran bahwa kendaraan untuk aktivitas harian tidak selalu harus berukuran besar.

Daihatsu Mira e:S juga dapat disebut sebagai salah satu mobil yang berhasil mempertahankan konsep sederhana: mesin kecil, bodi ringan, konsumsi bahan bakar rendah dan kemampuan membawa empat orang. Bahkan setelah lebih dari satu dekade sejak pertama kali diperkenalkan, konsep tersebut masih terus dikembangkan Daihatsu.

Pembaruan terbaru pada Agustus 2026 semakin memperkuat posisi Mira e:S sebagai mobil yang mengejar efisiensi tanpa menghilangkan aspek kenyamanan dan keselamatan. Mesin dan ECU baru diklaim mampu meningkatkan efisiensi sekitar 8 persen dibandingkan model sebelumnya, sementara tenaga dan torsi juga mengalami peningkatan.

Bagi pengguna Indonesia, Mira e:S memang bukan pilihan paling praktis jika pertimbangannya hanya kemudahan mendapatkan unit dan suku cadang. Mobil seperti Daihatsu Ayla atau model LCGC lain jauh lebih mudah ditemukan serta memiliki jaringan servis yang lebih luas.

Tetapi jika yang dicari adalah mobil mungil dengan karakter berbeda, irit bahan bakar, mudah dikendalikan dan cocok untuk mobilitas perkotaan, Daihatsu Mira e:S mempunyai daya tarik tersendiri.

Salah satu mobil impianmu tidak selalu harus memiliki mesin besar, bodi gagah atau fitur mewah. Bagi sebagian orang, mobil impian justru bisa berupa kendaraan sederhana yang mampu mengantar ke tempat kerja setiap hari, mudah diparkir, tidak boros bahan bakar dan tidak membuat pengeluaran bulanan terasa berat.

Baca Juga: Adu Irit BBM, Performa, Honda BR-V 2021 vs Suzuki XL7 2021

Daihatsu Mira e:S berada tepat di wilayah tersebut. Mobil ini bukan kendaraan untuk mengejar gengsi, melainkan kendaraan yang mengutamakan fungsi. Karakter tersebut menjadi alasan mengapa Mira e:S masih menarik untuk dibicarakan pada 2026, terlebih setelah Daihatsu kembali melakukan pembaruan terhadap model ini di Jepang.

Dengan konsumsi bahan bakar resmi generasi tertentu yang pernah mencapai 35,2 km/l dalam pengujian JC08, mesin 660 cc, kapasitas empat penumpang, dimensi kompak, handling mudah dan filosofi penggunaan yang ekonomis, Mira e:S menawarkan paket yang sangat masuk akal untuk mobilitas perkotaan.

Meski demikian, calon pembeli di Indonesia tetap harus menghitung biaya keseluruhan sebelum mengambil keputusan. Harga unit, legalitas, pajak, kondisi kendaraan, ketersediaan suku cadang dan kemampuan bengkel menangani mobil impor harus menjadi pertimbangan utama.

Pada akhirnya, kekuatan Daihatsu Mira e:S bukan terletak pada ukuran atau kemewahan. Kekuatan utamanya justru pada efisiensi. Inilah mobil kecil yang sejak awal dirancang untuk membuat perjalanan sehari-hari menjadi lebih hemat, praktis dan sederhana.

Model ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana teknologi mobil kecil Jepang berkembang dari tahun ke tahun dan bagaimana efisiensi tetap menjadi salah satu faktor penting dalam memilih kendaraan harian.(dka)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
harga mobil bekas Daihatsu Mira eS 2026 harga Daihatsu Mira eS daihatsu mobil bekas