JAECOO J5 EV: SUV Listrik Rp279,9 Juta, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:36 WIB

 

JAECOO J5
JAECOO J5

  

RADARSEMARANG.ID –  Kenapa banyak yang mulai melirik JAECOO J5? Pertanyaan itu cukup mudah dijawab jika melihat perkembangan pasar mobil Indonesia sepanjang 2026. JAECOO J5 EV datang dengan menawarkan kombinasi yang sedang banyak dicari masyarakat,

yakni desain SUV, tenaga besar, fitur lengkap, ruang kabin yang cukup lega, biaya penggunaan yang relatif rendah, serta harga yang masih berada di bawah banyak SUV listrik lain dengan ukuran dan kelengkapan fitur yang sekelas.

JAECOO J5 juga menjadi salah satu mobil yang cukup mencuri perhatian karena tidak terlihat seperti mobil listrik yang hanya mengejar efisiensi.

Desainnya dibuat dengan karakter SUV yang tegas, ground clearance mencapai 200 mm, dan kemampuan melewati genangan atau medan tertentu dengan wading depth hingga 450 mm.

 Karakter seperti ini membuat J5 terasa lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang tidak hanya menggunakan mobil untuk pergi ke kantor, tetapi juga untuk perjalanan keluarga, bepergian keluar kota, melewati jalan yang kurang sempurna, hingga digunakan sebagai kendaraan harian.

Di Indonesia, JAECOO J5 yang dipasarkan saat ini merupakan SUV listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Jadi, pembahasan konsumsi BBM pada mobil ini sedikit berbeda dibandingkan mobil bensin atau hybrid.

JAECOO J5 EV tidak membutuhkan bensin karena sumber tenaganya berasal dari baterai dan motor listrik. Situs resmi JAECOO Indonesia mencatat baterai berkapasitas 60,9 kWh, sementara angka konsumsi energi yang dipublikasikan berada di sekitar 8,77 kWh per 100 km.

Dengan asumsi tarif listrik Rp1.700 per kWh, JAECOO menghitung biaya energi sekitar Rp290.760 per bulan dalam skenario pemakaian tertentu.

Baca Juga: Toyota bZ4X Makin Murah, SUV Listrik Ini Wajib Dilirik pada 2026

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan JAECOO J5 mulai menarik perhatian masyarakat umum. Ketika harga bahan bakar semakin menjadi pertimbangan dalam menentukan biaya kendaraan sehari-hari, mobil listrik menawarkan pendekatan yang berbeda.

Pengguna tidak lagi menghitung berapa liter bensin yang harus dibeli setiap minggu, melainkan berapa energi listrik yang digunakan untuk menempuh jarak tertentu.

Dalam pengujian yang dilakukan media otomotif, karakter JAECOO J5 EV juga cukup menarik. Motor listriknya mempunyai tenaga maksimum 155 kW atau sekitar 210 PS dengan torsi puncak 288 Nm. Karakter tenaga seperti ini membuat respons mobil terasa cepat sejak pedal akselerator diinjak.

Motor listrik memang mempunyai keunggulan berupa torsi yang tersedia secara instan, sehingga J5 tidak membutuhkan perpindahan gigi seperti mobil konvensional untuk memberikan dorongan awal.

Untuk penggunaan sehari-hari di dalam kota, tenaga sebesar itu sebenarnya sudah lebih dari cukup. JAECOO J5 dapat digunakan untuk melewati jalan perkotaan, menyalip kendaraan di jalan raya, hingga menghadapi tanjakan tanpa terasa kekurangan tenaga. Di jalan tol, tenaga dan torsi tersebut juga membuat akselerasi untuk berpindah jalur terasa lebih mudah.

Angka akselerasinya pun cukup menarik. Beberapa data spesifikasi mencatat JAECOO J5 EV mampu mencapai 0-100 km/jam sekitar 7,3 detik.

Bagi masyarakat umum, angka tersebut sebenarnya bukan sekadar angka untuk mengejar kecepatan. Respons cepat justru terasa berguna ketika mobil harus melakukan akselerasi dari kecepatan rendah atau ketika membutuhkan tenaga tambahan saat masuk ke jalan besar.

Namun, karakter JAECOO J5 bukanlah SUV yang sengaja dibuat untuk memberikan sensasi berkendara agresif. Hasil pengujian media menunjukkan mobil ini lebih diarahkan kepada kenyamanan penggunaan harian.

Setirnya cenderung ringan, suspensinya masih memberikan rasa nyaman, dan respons sasis dibuat cukup mudah dikendalikan. Di jalan tol, mobil juga dinilai stabil, meskipun karakter setir yang ringan membuat sensasi berkendaranya tidak terlalu sporty.

Karakter seperti itu justru bisa menjadi keunggulan bagi masyarakat umum. Pengemudi yang setiap hari menghadapi kemacetan biasanya lebih membutuhkan mobil yang mudah dikendalikan daripada mobil yang terasa agresif. Radius putar, posisi duduk, visibilitas dan dukungan kamera juga menjadi faktor penting ketika mobil digunakan di jalan perkotaan.

Baca Juga: Uniknya Bukan Main, Honda Super-ONE Bikin Geger, Mobil Listrik Mungil Jadi Sorotan

Kenyamanan menjadi salah satu bagian yang membuat JAECOO J5 cukup menarik. Kabinnya dirancang dengan nuansa modern, sementara varian

Premium mendapatkan sejumlah fitur tambahan yang membuat pengalaman berkendara semakin lengkap. Salah satunya adalah panoramic roof berukuran sekitar 1,45 meter persegi dan layar tengah 13,2 inci Full HD.

Ruang penyimpanan juga menjadi nilai jual tersendiri. JAECOO menyebut J5 memiliki 35 kompartemen penyimpanan di dalam kendaraan.

Bagasi belakang memiliki kapasitas sekitar 480 liter dan dapat berkembang hingga 1.180 liter ketika jok baris kedua dilipat. Untuk keluarga yang membawa koper, tas, perlengkapan anak, atau barang belanjaan, kapasitas tersebut cukup membantu.

Dari sisi kapasitas penumpang, JAECOO J5 merupakan SUV dengan konfigurasi lima tempat duduk. Artinya, mobil ini masih berada dalam format yang umum digunakan keluarga Indonesia. Ukurannya juga tidak terlalu besar sehingga masih cukup masuk akal untuk digunakan di lingkungan perkotaan.

Salah satu daya tarik lainnya adalah posisi berkendara. Karakter SUV membuat posisi duduk terasa lebih tinggi dibandingkan sedan atau hatchback. Bagi sebagian masyarakat, posisi tersebut memberikan visibilitas yang lebih baik ketika menghadapi lalu lintas padat.

Faktor keselamatan juga menjadi bagian penting. JAECOO J5 Premium membawa berbagai sistem bantuan pengemudi dan keselamatan aktif, termasuk sejumlah fitur ADAS. Beberapa daftar fitur yang tersedia antara lain adaptive cruise control, blind spot monitor, rear cross traffic alert, lane departure warning, kamera 360 derajat dan sejumlah sistem bantuan lainnya.

Kamera 360 derajat menjadi fitur yang terasa sangat berguna untuk penggunaan harian. Saat parkir di tempat sempit, masuk ke garasi rumah, atau bermanuver di pusat perbelanjaan, pengemudi mendapatkan bantuan visual dari berbagai sisi kendaraan. Fitur seperti ini bukan sekadar pelengkap karena dimensi SUV tetap membutuhkan perhatian ketika digunakan di ruang terbatas.

Baca Juga: Wuling Air ev vs BYD Atto 1 Standard, Persaingan Mobil Listrik Murah Makin Sengit

Lalu bagaimana dengan harga JAECOO J5? Ini menjadi salah satu alasan paling kuat mengapa mobil tersebut ramai diperbincangkan. Berdasarkan situs resmi JAECOO Indonesia yang diperbarui, J5 EV Standard dibanderol Rp279,9 juta, sedangkan J5 EV Premium berada di angka Rp319,9 juta.

Harga tersebut membuat JAECOO J5 berada di wilayah yang cukup menarik untuk SUV listrik. Pembeli yang ingin masuk ke kendaraan listrik tidak harus langsung memilih mobil dengan harga sangat tinggi.

Varian Standard dapat menjadi pintu masuk bagi konsumen yang lebih mengutamakan harga, sedangkan Premium menawarkan tambahan fitur untuk pembeli yang menginginkan kelengkapan lebih banyak.

Perbedaan harga antara kedua varian juga perlu diperhatikan. Basis performanya tetap menggunakan motor listrik dengan tenaga maksimum 155 kW dan torsi 288 Nm.

Dengan demikian, pembeli tidak harus mengambil varian tertinggi hanya untuk mendapatkan tenaga yang lebih besar. Perbedaan utama lebih banyak berada pada kelengkapan fitur dan kenyamanan.

Untuk masyarakat yang menggunakan mobil setiap hari, biaya operasional tentu menjadi pertimbangan. JAECOO Indonesia menyebut J5 EV memiliki konsumsi energi sekitar 8,77 kWh per 100 km.

Dalam perhitungan mereka, penggunaan listrik membuat biaya energi jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal dengan kapasitas serupa.

Media juga pernah membandingkan biaya pemakaian J5 EV dengan mobil bermesin bensin 1.500 cc turbo. Dalam skenario perjalanan 50 km per hari, biaya energi J5 EV dihitung sekitar Rp9.600 per hari dengan asumsi harga listrik Rp1.700 per kWh. Angka tersebut menunjukkan salah satu alasan utama kendaraan listrik mulai dilirik, terutama oleh pengguna dengan jarak tempuh harian cukup tinggi.

Meski begitu, konsumen tetap perlu memahami bahwa biaya penggunaan mobil listrik bukan berarti benar-benar tanpa biaya. Pengguna masih harus memperhitungkan listrik, perawatan, ban, asuransi, pajak, serta kemungkinan kebutuhan penggantian komponen tertentu dalam jangka panjang.

Perbedaan utamanya adalah mobil listrik tidak memiliki mesin bensin konvensional dengan oli mesin, busi, filter bahan bakar dan sejumlah komponen mekanis lain yang biasanya membutuhkan perawatan rutin.

Bagian suku cadang menjadi salah satu hal yang wajar dipertimbangkan sebelum membeli JAECOO J5. Sebagai merek yang relatif baru bagi sebagian masyarakat Indonesia,

persepsi mengenai ketersediaan spare part masih menjadi perhatian. Jaringan layanan purna jual terus dikembangkan dan JAECOO menyebut telah memiliki 25 dealer di Indonesia.

Bagi calon pembeli, keberadaan jaringan dealer ini menjadi penting karena keputusan membeli mobil tidak berhenti pada saat serah terima kendaraan. Konsumen tentu membutuhkan tempat servis, dukungan teknisi, ketersediaan komponen dan layanan purna jual yang konsisten selama masa kepemilikan.

Kekurangan JAECOO J5 tetap ada dan sebaiknya diketahui sejak awal. Salah satu catatan dari pengujian media adalah rasa setir dan pengereman yang belum sepenuhnya terasa natural. Panel instrumen digital juga dinilai masih sederhana dan tidak sepenuhnya mencerminkan kesan modern yang ditawarkan desain eksterior dan interiornya.

Kenyamanan penumpang belakang juga memiliki catatan. Dalam pengujian tertentu, penopang paha jok belakang dinilai belum terlalu optimal bagi penumpang dengan postur sekitar 175 cm ketika melakukan perjalanan jauh. Artinya, meskipun secara umum kabinnya nyaman, masih ada beberapa aspek ergonomi yang bisa ditingkatkan.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah layanan purna jual. Jaringan dealer JAECOO memang terus berkembang, tetapi konsumen tetap perlu melihat ketersediaan dealer dan bengkel resmi di wilayah tempat tinggal masing-masing. Ini sangat penting terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari kota besar.

Untuk kendaraan listrik, calon pembeli juga perlu memikirkan kebiasaan pengisian baterai. JAECOO J5 memang memberikan keuntungan biaya energi, tetapi pengguna harus mempunyai akses pengisian yang nyaman.

Pemilik yang memiliki tempat parkir pribadi dan dapat memasang atau menggunakan fasilitas pengisian di rumah akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dibandingkan mereka yang sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian umum.

Karena itu, keunggulan JAECOO J5 tidak hanya terletak pada harga atau tenaga. Mobil ini menarik karena menawarkan paket yang cukup lengkap.

Desain SUV terlihat gagah, ground clearance 200 mm, tenaga 155 kW, torsi 288 Nm, bagasi 480 liter, kapasitas maksimal 1.180 liter, berbagai fitur keselamatan dan teknologi modern menjadi kombinasi yang cukup sulit diabaikan pada rentang harga tersebut.

Dari sisi handling, JAECOO J5 lebih cocok untuk pengemudi yang menyukai karakter ringan dan mudah dikendalikan daripada mereka yang mencari SUV dengan karakter sporty. Suspensinya cenderung diarahkan kepada kenyamanan, sementara tenaga motor listrik memberikan respons cepat ketika dibutuhkan.

Baca Juga: Mobil Listrik Bekas Mulai Rp100 Jutaan, Harganya Menggoda tapi Kondisi Baterainya Bikin Wajib Waspada

Dari sisi konsumsi, istilah yang lebih tepat untuk JAECOO J5 EV adalah konsumsi listrik, bukan konsumsi BBM. Dengan konsumsi sekitar 8,77 kWh per 100 km berdasarkan data resmi JAECOO, mobil ini menawarkan salah satu keunggulan utama kendaraan listrik, yakni biaya energi yang dapat ditekan.

JAECOO J5 juga menjadi menarik karena desainnya tidak terlalu eksperimental. Bentuk SUV yang tegas membuatnya mudah diterima oleh masyarakat yang masih menginginkan mobil dengan tampilan gagah.

Ini menjadi penting karena sebagian pembeli mobil listrik tidak hanya mencari kendaraan yang hemat, tetapi juga ingin mendapatkan mobil yang memiliki tampilan modern dan dapat digunakan dalam berbagai aktivitas.

Dengan harga mulai Rp279,9 juta, JAECOO J5 EV Standard dapat menjadi salah satu opsi bagi masyarakat yang ingin berpindah dari mobil bensin ke kendaraan listrik tanpa masuk terlalu jauh ke segmen harga premium.

 Sementara varian Premium Rp319,9 juta menawarkan paket fitur yang lebih lengkap bagi konsumen yang memiliki anggaran lebih besar. Harga tersebut merupakan harga yang tercantum pada situs resmi JAECOO Indonesia dan dapat berubah mengikuti kebijakan dealer, wilayah, promosi, maupun periode penjualan.

Pada akhirnya, alasan banyak orang mulai menggunakan atau setidaknya melirik JAECOO J5 cukup masuk akal. Mobil ini menawarkan sesuatu yang sedang dicari pasar Indonesia: SUV dengan tampilan menarik, tenaga besar, fitur modern, kabin praktis, biaya energi relatif rendah dan harga yang masih kompetitif.

JAECOO J5 memang belum sempurna. Ketersediaan suku cadang, perkembangan jaringan purna jual, karakter pengereman dan setir, serta kenyamanan jok belakang masih menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan. Namun, kekurangan tersebut tidak serta-merta menghilangkan daya tariknya.

Bagi masyarakat umum yang membutuhkan kendaraan untuk bekerja, mengantar keluarga, perjalanan dalam kota, bepergian keluar kota dan aktivitas sehari-hari, JAECOO J5 EV menawarkan paket yang cukup rasional.

Mobil ini tidak hanya mengandalkan embel-embel kendaraan listrik, tetapi mencoba menggabungkan efisiensi dengan bentuk SUV yang familiar.

Dengan perkembangan kendaraan listrik yang semakin cepat di Indonesia, JAECOO J5 menjadi salah satu contoh bahwa mobil listrik mulai bergerak dari produk yang identik dengan harga tinggi menuju kendaraan yang semakin mudah dijangkau masyarakat luas.

Performa 155 kW, torsi 288 Nm, kapasitas bagasi hingga 1.180 liter, ground clearance 200 mm dan harga mulai Rp279,9 juta membuatnya mempunyai alasan kuat untuk masuk dalam daftar pertimbangan calon pembeli mobil baru pada 2026.

Bagi pembaca yang ingin melakukan riset lebih lanjut sebelum membeli, informasi paling penting adalah membandingkan harga OTR terbaru, mencoba langsung melalui test drive, menghitung kebutuhan pengisian listrik harian, mengecek lokasi dealer terdekat, serta memastikan fasilitas servis tersedia di wilayah tempat tinggal.

Dengan begitu, keputusan membeli JAECOO J5 tidak hanya berdasarkan tren, tampilan atau harga, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

JAECOO J5 EV pada akhirnya bukan sekadar SUV listrik dengan harga kompetitif. Mobil ini menunjukkan perubahan selera konsumen Indonesia yang mulai mempertimbangkan biaya penggunaan, teknologi, kenyamanan, keselamatan dan desain dalam satu paket.

Jika tren kendaraan listrik terus berkembang, kombinasi tersebut berpotensi membuat nama JAECOO J5 semakin sering muncul dalam daftar pilihan mobil baru masyarakat Indonesia.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
harga JAECOO J5 EV harga JAECOO J5 2026 harga JAECOO J5 terbaru JAECOO J5 Indonesia mobil listrik