Honda Dunk 50cc Diklaim Irit 75,3 Km/Liter, Kenapa Belum Masuk Indonesia?

Sulistiono • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:07 WIB
Meski Honda Dunk 50cc dikenal memiliki efesiensi BBM yang disukai konsumen Indonesia, tapi sepertinya motor ini kecil kemungkinan masuk ke tanah air. Apa alasanya ya? (Ist)
Meski Honda Dunk 50cc dikenal memiliki efesiensi BBM yang disukai konsumen Indonesia, tapi sepertinya motor ini kecil kemungkinan masuk ke tanah air. Apa alasanya ya? (Ist)

 

RADARSEMARANG.ID - Dunia otomotif tanah air lagi-lagi dihebohkan oleh sesosok motor matik mungil yang punya spek "anti-pom bensin". Yup, apalagi kalau bukan Honda Dunk 50cc! Belakangan ini, media sosial dan lini masa berita otomotif ramai membahas skutik mini ini karena konsumsi bahan bakarnya yang luar biasa irit.

Di Klaim Irit BBM, 75,3 km/liter

Bayangkan saja, Honda Dunk 50cc diklaim mampu menembus angka konsumsi BBM hingga 75,3 km per liter!  Saking iritnya, banyak netizen yang membuat ilustrasi menggelitik: kalau motor ini dipakai turing dari Jakarta ke Bandung yang berjarak sekitar 150-an kilometer, Anda cuma butuh modal bensin sekitar 2 liter saja. 

Kantong aman, perjalanan nyaman!Namun, buat Anda yang sudah telanjur kepincut dan berniat membelinya di dealer motor terdekat, siap-siap buat gigit jari, ya. 

Baca Juga: Honda Dunk 50cc Bukan Cuma Mungil, Ini Rahasia di Balik Konsumsi BBM 75,3 Km/L

Honda Dunk 50cc Hanya di Pasarkan di Jepang

Yuk, kita bedah fakta sebenarnya di balik motor viral ini. Hanya Dijual untuk Pasar Jepang (JDM)Fakta pertamanya adalah Honda Dunk 50cc saat ini belum dirilis secara resmi di Indonesia oleh PT Astra Honda Motor (AHM). 

Skutik berwajah futuristik ini statusnya masih sebagai produk Japan Domestic Market (JDM).  Artinya, Honda Dunk memang diproduksi khusus dan hanya dipasarkan untuk konsumen di dalam negeri Jepang saja.

Honda Dunk 50cc, Apakah Bakal di Boyong ke Indonesia?

Melihat antusiasme netizen yang tinggi, apakah ada peluang AHM bakal memboyongnya ke Indonesia?  Kemungkinan besarnya adalah tidak. Mengapa? Ini beberapa alasan kuatnya:

1. Selera Pasar Indonesia yang Doyan "Tenaga"Karakteristik jalanan di Indonesia sangat dinamis, mulai dari kemacetan parah yang butuh stop-and-go responsif, hingga jalur antarkota yang penuh tanjakan curam. 

Konsumen Indonesia umumnya lebih menyukai motor matik dengan kapasitas mesin yang lebih besar, minimal 110cc seperti Honda BeAT, hingga kelas 150cc-160cc seperti Honda Vario atau PCX.

 

Mesin 50cc milik Honda Dunk dinilai terlalu kecil dan kurang bertenaga untuk diajak berjibaku di kerasnya jalanan Indonesia, terutama jika dipakai berboncengan atau membawa barang berat.

2. Harganya Bikin Dompet BergetarFaktor kedua yang paling krusial adalah masalah harga. Di negara asalnya, Jepang, motor matik imut ini dibanderol dengan harga sekitar 229.900 Yen.

Baca Juga: TVS Ntorq 150, Skutik Sport 150 cc dengan Desain Lebih Berani

Jika dirupiahkan, angka tersebut setara dengan Rp 25,6 jutaan!Nah, bayangkan jika motor ini masuk ke Indonesia secara resmi atau lewat jalur Importir Umum (IU). 

Ditambah skema pajak impor dan surat-surat kendaraan, harganya pasti akan melonjak jauh lebih mahal dari itu.

Bagi konsumen di Indonesia, dengan budget Rp 25 jutaan ke atas, mereka tentu lebih memilih memboyong motor matik kelas 150cc hingga 160cc yang jauh lebih bertenaga, berdimensi besar, dan fiturnya lebih melimpah.

Jadi, buat Anda yang mendambakan motor super irit ini lalu-lalang di jalanan Indonesia, tampaknya harus puas menikmati kecanggihannya lewat layar kaca saja untuk saat ini.  Bagaimana menurut Anda, apakah motor 50cc tetap layak masuk Indonesia kalau seirit ini? (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
motormatic HondaDunk #HondaDunk50cc HondaDunkIndonesia Motor50cc