Sama-Sama Murah, Berikut Compare Antara Toyota Ist atau Honda Jazz Generasi Pertama?

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:19 WIB
Toyota Ist atau Honda Jazz
Toyota Ist atau Honda Jazz

  

RADARSEMARANG.ID –  Toyota Ist dan Honda Jazz generasi pertama merupakan dua hatchback kompak yang menarik jika dicari sebagai mobil bekas untuk kebutuhan masyarakat umum. Keduanya sama-sama berusia lebih dari 15 tahun, tetapi karakter yang ditawarkan cukup berbeda.

Toyota Ist tampil dengan bodi yang lebih berkesan gagah dan sedikit menyerupai crossover, sedangkan Honda Jazz mengutamakan kabin fleksibel, pengendalian lincah, serta pilihan mesin yang terkenal efisien maupun bertenaga.

Honda Fit generasi pertama mulai diperkenalkan di Jepang pada 2001, sedangkan Toyota Ist generasi pertama mulai dijual pada 2002. Di Indonesia, nama Honda Jazz lebih dikenal daripada Fit, sementara Toyota Ist lebih banyak ditemui sebagai mobil impor maupun unit yang beredar di pasar mobil bekas.

Karena itu, ketika membandingkan Toyota Ist dengan Honda Jazz generasi pertama, konteks spesifikasi pasar Indonesia perlu diperhatikan agar tidak tercampur dengan spesifikasi Fit atau Ist dari negara lain.

Untuk penggunaan sehari-hari, keduanya masih menarik karena ukuran bodinya kompak, kapasitas penumpang lima orang, mesin bensin naturally aspirated, dan konsumsi BBM yang relatif masuk akal. Namun, pertanyaannya bukan sekadar mana yang lebih irit atau lebih kencang.

Calon pembeli juga perlu melihat kenyamanan, handling, kapasitas kabin, fitur, biaya perawatan, ketersediaan suku cadang, harga mobil bekas, serta risiko membeli mobil yang sudah berumur.

Toyota Ist generasi pertama menggunakan platform yang masih berhubungan dengan Toyota Vitz/Yaris generasi awal. Kode bodinya antara lain NCP60 untuk mesin 1.3 liter, NCP61 untuk mesin 1.5 liter penggerak roda depan, dan NCP65 untuk varian 1.5 liter dengan penggerak empat roda. Di Jepang, Toyota menawarkan mesin 1.3 liter 2NZ-FE dan 1.5 liter 1NZ-FE.

Baca Juga: Nissan Serena C26 2017 vs Toyota NAV1: Harga Bekas Mirip, Tapi Mana yang Lebih Enak?

Untuk Toyota Ist 1.3 F, mesin 2NZ-FE berkapasitas 1.298 cc menghasilkan sekitar 87 PS dan torsi 121 Nm. Transmisinya menggunakan otomatis empat percepatan Super ECT, dengan penggerak roda depan pada NCP60.

Data resmi Toyota mencatat konsumsi bahan bakar pengujian 10/15 mode sebesar 18,0 km/liter.  Kapasitas tangkinya 45 liter, panjang bodi 3.855 mm, lebar 1.695 mm, tinggi 1.530 mm, dan wheelbase 2.370 mm.

Sementara Toyota Ist 1.5 S menggunakan mesin 1NZ-FE 1.496 cc. Pada versi NCP61 penggerak roda depan, tenaga berada di kisaran 109-110 PS, dengan transmisi otomatis empat percepatan.

Data katalog Toyota mencatat konsumsi resmi sekitar 16,4 km/liter untuk beberapa versi 1.5 S. Varian 1.5 dengan penggerak empat roda memiliki konsumsi resmi sekitar 15 km/liter.

Angka konsumsi tersebut tentu tidak boleh dianggap sebagai hasil yang pasti diperoleh saat digunakan sehari-hari. Mobil berusia lebih dari satu dekade dapat mengalami perbedaan konsumsi akibat kondisi mesin, transmisi, sensor, ban, tekanan ban, sistem pendingin, kualitas bahan bakar, kemacetan, dan gaya mengemudi.

Untuk penggunaan normal, lebih realistis melihat angka tersebut sebagai gambaran kemampuan mesin ketika kondisinya sehat.

Honda Jazz generasi pertama memiliki cerita yang sedikit berbeda. Honda Fit generasi pertama menggunakan kode seperti GD1, GD2, GD3, dan GD4 tergantung mesin dan sistem penggeraknya.

Di Jepang tersedia mesin 1.3 liter i-DSI, sedangkan pasar tertentu mendapatkan mesin 1.5 liter. Honda juga menggunakan transmisi CVT pada Fit generasi awal.

Data resmi Honda Jepang mencatat Fit 1.3 i-DSI memiliki tenaga 86 PS, torsi 119 Nm, tangki 42 liter, wheelbase 2.450 mm, serta radius putar hanya 4,7 meter. Konsumsi pengujian 10/15 mode bahkan mencapai 23 km/liter untuk konfigurasi tertentu.

Namun, Honda Jazz yang dipasarkan di Indonesia tidak sama persis dengan Fit 1.3 Jepang. Honda Indonesia mencatat Jazz generasi pertama di Indonesia menggunakan kode GD3 dan hadir dengan mesin i-DSI serta VTEC. Mesin i-DSI menghasilkan sekitar 87 PS dan torsi 128 Nm, sedangkan mesin VTEC menghasilkan sekitar 110 PS dan torsi 143 Nm.

Baca Juga: Mobil Mewah Antara Denza D9 2023 vs Vellfire 2023, Ternyata Selisih Harganya Tipis

Inilah salah satu alasan mengapa Honda Jazz GD3 sangat menarik untuk pembeli mobil bekas. Versi i-DSI lebih mengutamakan efisiensi dan respons pada putaran rendah, sedangkan VTEC terasa lebih bertenaga ketika pengemudi membutuhkan akselerasi.

Untuk pemakaian dalam kota yang banyak berhenti dan berjalan, i-DSI bisa menjadi pilihan rasional. Untuk pengemudi yang sering membawa penumpang, melewati jalan menanjak, atau menyukai akselerasi lebih spontan, VTEC memiliki keunggulan.

Dalam pengujian yang pernah dipublikasikan OTOMOTIF, Jazz i-DSI CVT mencatat akselerasi 0-100 km/jam sekitar 13,6 detik dan konsumsi BBM sekitar 1:11 untuk dalam kota serta 1:13 untuk luar kota. Angka ini merupakan hasil pengujian pada kondisi tertentu, bukan jaminan konsumsi semua unit bekas.

Kalau yang dicari adalah performa, Honda Jazz VTEC lebih unggul dibanding Toyota Ist 1.3. Namun, Toyota Ist 1.5 mampu memberikan performa yang cukup seimbang untuk pemakaian sehari-hari.

Karakter Ist bukan mengejar sensasi sporty, melainkan memberikan rasa berkendara yang sederhana dan mudah diprediksi. Mesin 1NZ-FE juga dikenal luas karena digunakan pada sejumlah model Toyota lain sehingga mekanik umum relatif tidak asing dengan karakter mesinnya.

Honda Jazz VTEC terasa lebih menyenangkan ketika diajak berakselerasi. Mesin 1.5 liternya mempunyai tenaga sekitar 110 dk dan torsi 143 Nm.

Honda sendiri menjelaskan bahwa VTEC dibuat untuk memberikan performa lebih tinggi, sedangkan i-DSI ditujukan untuk efisiensi bahan bakar dan torsi pada putaran rendah.

Dari sisi handling, Honda Jazz memiliki keunggulan yang cukup terasa. Wheelbase 2.450 mm dan bodi yang pendek membuatnya mudah bermanuver di jalan perkotaan. Radius putarnya sekitar 4,7 meter pada spesifikasi Fit generasi pertama, sehingga parkir dan putar balik menjadi salah satu kelebihan mobil ini.

Toyota Ist juga mudah dikendalikan, tetapi sensasinya lebih tegap. Bodi yang sedikit lebih tinggi membuat posisi duduk terasa lebih commanding dibanding Jazz.

Suspensi depan menggunakan MacPherson strut dan bagian belakang torsion beam. Radius putarnya sekitar 5,3 meter pada Ist 1.3.

Untuk jalan perkotaan yang sempit, Honda Jazz terasa lebih lincah. Sebaliknya, Toyota Ist memberikan kesan lebih kokoh dan posisi berkendara yang mungkin lebih disukai orang yang tidak menyukai posisi duduk terlalu rendah.

Baca Juga: Harga Bekas Bersaing, Suzuki Grand Vitara 2023 vs Hyundai Creta 2023 Mana yang Lebih Layak

Masuk ke bagian kabin, Honda Jazz memiliki salah satu keunggulan terbesarnya pada fleksibilitas. Konsep bangku belakang yang dapat dilipat membuat mobil kecil ini dapat digunakan untuk membawa berbagai jenis barang.

Inilah alasan Jazz tetap menarik bagi keluarga kecil, pekerja, maupun pengguna yang membutuhkan satu mobil untuk aktivitas sehari-hari.

Walaupun ukurannya kompak, ruang interior Jazz terasa efisien. Penumpang belakang tidak mendapatkan ruang seperti MPV, tetapi konfigurasi kabinnya membuat pemanfaatan ruang menjadi salah satu nilai jual utama. Jazz juga mempunyai banyak tempat penyimpanan kecil yang praktis untuk kebutuhan harian.

Toyota Ist memiliki kapasitas lima penumpang dan kabinnya cukup untuk kebutuhan keluarga kecil. Namun, desainnya lebih mengutamakan gaya crossover kompak sehingga rasa lapang di dalam kabin tidak sefleksibel Jazz. Bagi pengguna yang sering membawa barang, Honda Jazz lebih unggul.

Untuk fitur, Toyota Ist generasi pertama sebenarnya cukup menarik untuk ukuran mobil awal 2000-an. Katalog Toyota menunjukkan sejumlah versi Ist sudah mendapatkan dual airbag, ABS dengan EBD, Brake Assist, serta sabuk pengaman dengan pretensioner dan force limiter sebagai perlengkapan keselamatan.

Pada beberapa tipe atau tahun tertentu, fitur dapat berbeda sehingga calon pembeli sebaiknya mengecek unit secara langsung, bukan hanya berdasarkan brosur umum.

Jazz juga memiliki fitur yang cukup baik untuk zamannya. Namun, perlengkapan keselamatan dapat berbeda berdasarkan tahun, tipe dan versi. Karena itu, Jazz GD3 VTEC dengan perlengkapan lebih tinggi tidak boleh disamakan begitu saja dengan semua Jazz generasi pertama. Beberapa versi facelift mendapatkan tambahan fitur keselamatan seperti ABS, EBD, dan Brake Assist.

Persoalan penting berikutnya adalah konsumsi bahan bakar. Jika prioritas utama adalah irit, Jazz i-DSI mempunyai reputasi kuat. Teknologi i-DSI menggunakan dua busi pada

setiap silinder untuk mendukung proses pembakaran, sehingga karakter mesinnya memang diarahkan pada efisiensi. Honda sendiri mencatat Fit 1.3 i-DSI Jepang mampu mencapai angka pengujian 23 km/liter pada konfigurasi tertentu.

Tetapi untuk Jazz GD3 1.5 di Indonesia, jangan berharap angka 20 km/liter secara otomatis. Mobil bekas berusia lebih dari 15 tahun sangat bergantung pada kondisi unit.

Angka sekitar 10-13 km/liter dalam pemakaian kota dan sekitar 13-15 km/liter di luar kota dapat menjadi gambaran yang lebih masuk akal untuk unit sehat, tetapi kondisi lalu lintas dan gaya berkendara tetap sangat menentukan. Beberapa data pengujian dan sumber otomotif juga menunjukkan perbedaan konsumsi antara i-DSI dan VTEC.

Baca Juga: Harga Bekas Bersaing, Suzuki Grand Vitara 2023 vs Hyundai Creta 2023 Mana yang Lebih Layak

Toyota Ist 1.3 secara resmi mempunyai angka 18 km/liter pada pengujian 10/15 mode, sedangkan Ist 1.5 FF sekitar 16,4 km/liter. Lagi-lagi, angka tersebut berasal dari metode pengujian pada masa mobil baru. Pada usia kendaraan sekarang, kondisi kendaraan menjadi faktor yang jauh lebih penting daripada angka brosur.

Dari sisi perawatan, Toyota Ist mempunyai keuntungan karena mesin 2NZ-FE dan 1NZ-FE masih satu keluarga dengan mesin Toyota lain yang cukup dikenal. Beberapa komponen mekanis juga memiliki keterkaitan dengan model Toyota lain. Hal ini dapat membantu ketika mencari mekanik dan komponen fast moving.

Suku cadang Toyota Ist bukan berarti semuanya selalu tersedia di setiap toko. Ist bukan model yang jumlah populasinya sebesar Avanza, Kijang Innova, atau Vios. Beberapa komponen bodi, lampu, trim interior, dan bagian spesifik Ist bisa lebih sulit dicari.

Namun, komponen mesin dan kaki-kaki tertentu masih dapat ditemukan melalui toko spare part, bengkel spesialis, distributor, maupun marketplace.

Honda Jazz mempunyai keunggulan pada jumlah populasinya di Indonesia. Karena Jazz GD3 pernah menjadi salah satu hatchback populer, banyak bengkel sudah mengenal mobil ini.

Suku cadang fast moving seperti filter, busi, kampas rem, komponen kaki-kaki dan beberapa bagian mesin relatif mudah ditemukan. Yang perlu diperhatikan justru kondisi transmisi CVT pada unit bekas.

CVT Jazz generasi pertama membutuhkan perhatian lebih dibanding transmisi manual. Jika perawatan sebelumnya buruk, biaya perbaikannya dapat mengubah mobil murah menjadi mobil yang mahal setelah dibeli.

Karena itu, saat membeli Jazz CVT bekas, jangan hanya melihat bodi mulus atau interior bersih. Pastikan perpindahan tenaga tidak menimbulkan gejala aneh, suara abnormal, getaran berlebihan, atau respons yang terlambat.

Toyota Ist juga memiliki titik pemeriksaan sendiri. Mesin 1NZ dan 2NZ memang sederhana dan dikenal luas, tetapi usia kendaraan membuat kondisi seal, selang, radiator, mounting, kaki-kaki, sistem pendingin dan komponen karet harus diperiksa. Jangan membeli hanya berdasarkan merek Toyota dengan anggapan pasti bebas masalah.

Untuk harga, pasar mobil bekas sangat bergantung pada tahun, tipe, kondisi, wilayah, kelengkapan dokumen dan riwayat perawatan. Sebagai gambaran, data pasar yang pernah dipublikasikan Otoseken menunjukkan Jazz GD3 tahun 2004 berada di kisaran Rp65 jutaan, sedangkan Jazz VTEC tahun 2005 sekitar Rp75 jutaan pada saat data tersebut diterbitkan. Angka ini bukan patokan harga 2026 karena harga mobil bekas berubah mengikuti kondisi pasar dan unit.

Karena itu, untuk membaca harga Toyota Ist dan Honda Jazz saat ini, calon pembeli sebaiknya membandingkan beberapa iklan unit dengan tahun dan kondisi yang sama. Mobil yang lebih murah Rp10 juta belum tentu lebih ekonomis apabila membutuhkan perbaikan transmisi, kaki-kaki, AC, radiator, ban dan kelistrikan setelah dibeli.

Jika bicara purna jual, Honda Jazz mempunyai keunggulan dari sisi popularitas. Nama Jazz sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia.

 Ketika suatu hari hendak dijual kembali, calon pembeli umumnya lebih mudah memahami model dan variannya. Toyota Ist mempunyai pasar yang lebih kecil, sehingga menjualnya mungkin membutuhkan waktu lebih lama tergantung daerah dan kondisi unit.

Namun, purna jual tidak selalu ditentukan oleh merek. Mobil yang memiliki cat asli, interior terawat, mesin sehat, AC dingin, transmisi normal, dokumen lengkap dan kaki-kaki tidak bermasalah dapat lebih menarik daripada mobil yang sekadar mempunyai model populer tetapi kondisinya buruk.

Baca Juga: Simak Dulu Duel Daihatsu Rocky 2023 vs Honda WR-V 2023 Sebelum Beli

Untuk keunggulan Toyota Ist, poin paling menarik adalah desain yang berbeda, posisi duduk cukup tinggi, mesin Toyota yang relatif sederhana, handling mudah, bodi kompak, konsumsi BBM masih masuk akal, dan fitur keselamatan yang cukup baik untuk era tersebut. Toyota Ist 1.5 juga memiliki tenaga yang cukup untuk penggunaan harian.

Kekurangannya adalah populasinya lebih sedikit dibanding Jazz, beberapa komponen bodi dan interior bisa lebih sulit ditemukan, ruang kabin tidak sefleksibel Jazz, serta calon pembeli harus lebih teliti mencari unit yang kondisinya benar-benar sehat.

Honda Jazz generasi pertama unggul dalam kabin fleksibel, handling, pilihan mesin, efisiensi i-DSI, performa VTEC, popularitas, serta kemudahan mencari bengkel dan komponen. Desainnya juga masih terlihat kompak dan tidak terlalu sulit digunakan di jalan perkotaan.

Kekurangannya adalah usia kendaraan yang sudah cukup tua, sehingga kondisi setiap unit bisa sangat berbeda. Pada versi CVT, kondisi transmisi wajib menjadi perhatian utama. Beberapa bagian interior juga dapat mengalami keausan karena usia. Jangan lupa bahwa Jazz yang terlihat menarik dari luar belum tentu memiliki mesin dan transmisi sehat.

Jika harus memilih untuk masyarakat umum, Toyota Ist 1.5 lebih cocok bagi pembeli yang menginginkan hatchback kompak dengan tampilan lebih gagah dan karakter Toyota yang sederhana.

Sementara Honda Jazz GD3 lebih cocok bagi pembeli yang membutuhkan kabin fleksibel, handling lincah dan pilihan antara mesin irit i-DSI atau mesin VTEC yang lebih bertenaga.

Jika prioritas pertama adalah performa, Jazz VTEC menjadi pilihan yang lebih menarik. Jika prioritas utama adalah efisiensi dan penggunaan santai di perkotaan, Jazz i-DSI layak dipertimbangkan. Jika ingin Toyota dengan mesin yang cukup sederhana dan tampilan yang berbeda dari hatchback biasa, Ist 1.5 bisa menjadi alternatif.

Pada akhirnya, pertarungan Toyota Ist vs Honda Jazz generasi pertama bukan sekadar soal siapa yang lebih unggul di atas kertas. Pada 2026, umur kendaraan sudah menjadi faktor terbesar. Membeli mobil tahun 2002-2007 berarti membeli kondisi mobil, bukan hanya membeli merek dan tipe.

Unit yang dirawat dengan baik bisa jauh lebih menguntungkan daripada unit dengan harga murah tetapi membutuhkan banyak perbaikan.

Karena itu, sebelum transaksi, periksa nomor rangka dan mesin, kelengkapan STNK serta BPKB, kondisi oli, kebocoran mesin, temperatur kerja, suara mesin, AC, power window, sistem kelistrikan, kaki-kaki, rem, ban, kondisi bodi, bekas tabrakan, serta transmisi.

Baca Juga: Adu Irit BBM, Performa, Honda BR-V 2021 vs Suzuki XL7 2021

Untuk Jazz CVT, pemeriksaan transmisi menjadi prioritas. Untuk Ist, perhatikan kondisi kaki-kaki, mesin, transmisi otomatis dan ketersediaan komponen spesifik.

Kesimpulannya, Honda Jazz generasi pertama lebih unggul untuk fleksibilitas kabin, handling, performa VTEC dan kemudahan diterima pasar, sedangkan Toyota Ist lebih menarik untuk pembeli yang menginginkan hatchback kompak bergaya crossover dengan karakter Toyota yang sederhana dan praktis

Tidak ada jawaban mutlak bahwa salah satunya selalu lebih baik. Untuk masyarakat umum, pilih unit dengan kondisi terbaik, riwayat perawatan paling jelas dan biaya perbaikan awal paling rendah.

Bila menemukan Toyota Ist 1.5 atau Honda Jazz GD3 dengan kondisi sangat baik, jangan terburu-buru membeli hanya karena harganya murah. Bandingkan minimal tiga sampai lima unit, lakukan test drive, dan bila memungkinkan bawa mekanik saat inspeksi.

Dengan cara tersebut, mobil tua seperti Toyota Ist atau Honda Jazz generasi pertama masih bisa menjadi kendaraan harian yang ekonomis, nyaman dan menyenangkan tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar membeli mobil baru.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
harga mobil bekas Toyota Ist bil bekas honda jazz toyota