4 Kelemahan Mobil Diesel yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli, Tak Cuma Soal Suara Mesin

Sulistiono • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03 WIB
Ilustrasi: Sebelum memutuskan membeli mobil bermesin diesel, wajib diketahui apa saja kelemahan mobil diesel. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi: Sebelum memutuskan membeli mobil bermesin diesel, wajib diketahui apa saja kelemahan mobil diesel. (ai/Sulistiono)

 

RADARSEMARANG.ID - Sebagian masyarakat Indonesia, masih menempatkan mobil bermesin diesel sebagai mobil favorit mereka, baik untuk operasional harian maupun mobilitas niaga. 

Ada beberapa alasan yang membuat sebagian masyarakat masih memfavoritkan mobil mesin diesel yakni torsi besar, konsumsi bahan bakar yang relatif efisien, serta reputasi mesin yang tangguh.

Selaian itu mobil diesel bandel baik untuk perjalanan jarak jauh ataupun penggunaan berat. 

Namun, di balik keunggulan tersebut, mobil diesel juga memiliki sejumlah kelemahan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.

Kekurangan ini bukan berarti mesin diesel tidak layak dipilih, tetapi lebih berkaitan dengan karakter mesin dan biaya kepemilikan yang harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Mulai dari suara mesin yang cenderung lebih terdengar, biaya perawatan komponen tertentu, persoalan emisi, hingga harga suku cadang, semuanya penting dipahami calon pemilik.

Lantas, apa saja kekurangan mobil diesel yang perlu diketahui sebelum membeli?

Baca Juga: Mobil Mewah Antara Denza D9 2023 vs Vellfire 2023, Ternyata Selisih Harganya Tipis

1. Suara Mesin dan Getaran Cenderung Lebih Terasa

Salah satu karakter mobil diesel yang paling mudah dikenali adalah suara mesin yang cenderung lebih kasar dibandingkan mobil bensin. Getaran mesin juga dapat terasa lebih kuat, terutama pada mobil diesel generasi lama.

Karakter tersebut berkaitan dengan proses pembakaran dan rasio kompresi mesin diesel yang berbeda dari mesin bensin.

Karena itu, suara khas mesin diesel menjadi sesuatu yang mungkin terasa kurang nyaman bagi pengendara yang terbiasa dengan mesin bensin yang lebih halus.

Meski begitu, kondisi tersebut tidak berarti semua mobil diesel modern memiliki suara keras dan getaran berlebihan.

Perkembangan teknologi seperti common rail, injeksi yang lebih presisi, serta sistem peredaman kabin yang semakin baik membuat banyak mobil diesel generasi terbaru jauh lebih senyap dan nyaman dibandingkan model-model lawas.

Artinya, calon pembeli tetap perlu melihat teknologi dan usia kendaraan, terutama jika memilih mobil diesel bekas.

Baca Juga: Mau Cari Mobil Harian? Pilih Honda WR-V 2023 atau Hyundai Creta 2023?

2. Perawatan Komponen Tertentu Bisa Lebih Mahal

Kelemahan mobil diesel berikutnya berkaitan dengan biaya perawatan. Mesin diesel modern tidak lagi sesederhana anggapan bahwa cukup menggunakan mesin berkapasitas besar dengan konstruksi tangguh.

Sejumlah mobil diesel masa kini menggunakan komponen berteknologi tinggi, seperti sistem injeksi bertekanan tinggi, turbocharger, common rail, hingga perangkat pengendalian emisi.

Komponen tersebut bekerja dengan tingkat presisi tinggi. Jika mengalami kerusakan dan membutuhkan penggantian, biaya yang harus dikeluarkan pemilik berpotensi cukup besar.

Karena itu, pemilik mobil diesel perlu disiplin melakukan perawatan berkala. Kualitas bahan bakar juga perlu diperhatikan, khususnya pada mesin diesel common rail yang memiliki sistem injeksi sangat presisi.

Meski demikian, bukan berarti semua mobil diesel otomatis memiliki biaya perawatan mahal. Besarnya biaya tetap dipengaruhi jenis kendaraan, teknologi mesin, usia mobil, kondisi komponen, harga suku cadang, serta pola perawatan pemilik.

3. Emisi Diesel Masih Menjadi Perhatian

Persoalan emisi juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil diesel.

Mesin diesel memiliki tantangan tersendiri dalam menghasilkan emisi, terutama terkait nitrogen oksida (NOx) dan partikulat atau jelaga. Oleh sebab itu, mobil diesel modern dilengkapi berbagai teknologi untuk membantu mengendalikan emisi gas buang.

Calon pemilik juga perlu memahami bahwa asap hitam pekat yang keluar secara berlebihan dari knalpot bukan kondisi yang seharusnya dianggap normal.

Jika terjadi, hal tersebut dapat menjadi indikasi adanya masalah pada pembakaran, sistem bahan bakar, atau komponen mesin tertentu.

Teknologi diesel terus berkembang untuk memenuhi standar emisi yang semakin ketat. Karena itu, anggapan bahwa setiap mobil diesel pasti mengeluarkan asap hitam pekat juga tidak sepenuhnya benar.

Pada mobil diesel modern yang terawat dengan baik, sistem pengendalian emisi bekerja untuk menekan polutan yang dihasilkan mesin.

4. Harga Beli dan Suku Cadang Berpotensi Lebih Tinggi

Harga menjadi faktor lain yang tidak boleh dilewatkan. Pada sejumlah model, harga mobil diesel bisa lebih tinggi dibandingkan varian bensin dalam kelas yang sama.

Salah satu penyebabnya adalah konstruksi mesin serta teknologi pendukung yang digunakan.

Mesin diesel juga membutuhkan komponen tertentu yang dirancang untuk menghadapi tekanan pembakaran tinggi dan kebutuhan kerja yang berbeda dari mesin bensin.

Bukan hanya harga beli, calon konsumen juga perlu memperhitungkan biaya kepemilikan dalam jangka panjang.

Beberapa suku cadang utama, terutama yang berkaitan dengan sistem bahan bakar, injeksi, turbo, dan pengolahan emisi pada diesel modern, dapat memiliki harga cukup tinggi ketika harus diganti.

Karena itu, jangan hanya terpaku pada harga mobil diesel saat pertama kali membeli. Perhitungkan pula biaya servis berkala, ketersediaan suku cadang, harga komponen, konsumsi bahan bakar, serta potensi biaya perbaikan selama mobil digunakan.

Mobil Diesel Cocok untuk Siapa?

Setelah mengetahui berbagai kelemahannya, apakah mobil diesel masih layak dibeli?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan.

Mobil diesel bisa menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan torsi besar, efisiensi bahan bakar, dan kemampuan untuk perjalanan jauh atau penggunaan dengan beban berat.

Karakter tersebut membuat diesel banyak dipilih untuk kendaraan yang digunakan di luar kota, membawa muatan, maupun menghadapi kebutuhan berkendara dengan jarak tempuh tinggi.

Sebaliknya, konsumen yang lebih mengutamakan kehalusan suara mesin, kenyamanan berkendara jarak pendek, serta kesederhanaan biaya perawatan pada kondisi tertentu mungkin lebih cocok mempertimbangkan mobil bensin.

Jangan Hanya Tergiur Irit dan Bertenaga

Mobil diesel bukan kendaraan yang buruk. Justru, karakter torsi besar, efisiensi, dan ketangguhan menjadi alasan mengapa mesin diesel tetap memiliki banyak penggemar.

Namun, kelebihan mobil diesel sebaiknya tidak membuat calon pembeli mengabaikan kekurangannya.

Suara dan getaran mesin, potensi biaya perawatan komponen tertentu, persoalan emisi, hingga harga suku cadang merupakan bagian dari biaya dan karakter kepemilikan yang perlu diperhitungkan.

Pada akhirnya, memilih mobil diesel atau bensin bukan sekadar mencari kendaraan yang paling bertenaga atau paling irit. Mobil terbaik adalah kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan, pola penggunaan, kemampuan perawatan, dan anggaran pemiliknya.

Jadi, sebelum membeli mobil diesel, pastikan Anda sudah menghitung bukan hanya harga di showroom, tetapi juga biaya merawatnya dalam jangka panjang.

Jangan sampai tergiur torsi besar dan konsumsi bahan bakar yang irit, tetapi belum siap dengan karakter serta biaya kepemilikannya. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
MobileDiesel MobilDieselIndonesia KelebihanDanKekurangan otomotif TipsOtomotif