Nissan Serena C26 2017 vs Toyota NAV1: Harga Bekas Mirip, Tapi Mana yang Lebih Enak?

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:00 WIB
Nissan Serena C26 2017 vs Toyota NAV1 2017
Nissan Serena C26 2017 vs Toyota NAV1 2017

 

 

 

RADARSEMARANG.ID –  Nissan Serena C26 2017 dan Toyota NAV1 2017 sama-sama menarik bagi masyarakat yang sedang mencari MPV bekas berkapasitas besar dengan kenyamanan ala mobil kelas menengah atas, tetapi keduanya mempunyai karakter yang cukup berbeda.

Serena C26 lebih menonjolkan kenyamanan, kelapangan kabin dan kelengkapan fitur, sedangkan Toyota NAV1 lebih mengedepankan mesin Valvematic, kepraktisan serta kemudahan perawatan yang menjadi salah satu pertimbangan penting ketika membeli mobil bekas.

Sebelum masuk lebih jauh, ada satu hal yang perlu diluruskan Toyota NAV1 pada dasarnya sudah dihentikan dan digantikan Voxy pada periode 2017, sehingga unit yang disebut “NAV1 2017” di pasar bekas perlu dicek secara teliti antara tahun produksi, tahun registrasi dan tahun pemasaran.

Toyota sendiri sebelumnya memasarkan NAV1 dengan mesin 1.987 cc 3ZR-FAE Valvematic dan transmisi CVT 7-speed Sport Sequential Shiftmatic. Sementara Nissan Serena C26 2017 merupakan salah satu tahun terakhir generasi C26 di Indonesia dan menggunakan mesin MR20DD berkapasitas 1.997 cc dengan tenaga sekitar 147 PS serta torsi 206 Nm, dipadukan dengan transmisi CVT.

Kalau dilihat dari ukuran dan konsep, Nissan Serena C26 memang terasa seperti MPV yang dirancang untuk memanjakan keluarga. Bentuk bodinya mengotak sehingga ruang kepala dan ruang gerak penumpang terasa lega. Posisi duduk yang tinggi juga memberikan pandangan cukup baik ke depan.

 Keunggulan paling terasa adalah akses masuk melalui pintu geser elektrik pada varian tertentu, sehingga sangat praktis ketika membawa anak-anak atau orang tua.

Baca Juga: Traga vs L300 Mending Mana untuk Usaha? Jangan Salah Pilih, Ini Perbandingan Performa, Muatan dan Biayany

Pintu geser juga membuat Serena lebih mudah digunakan ketika parkir di tempat sempit karena pintu tidak membutuhkan ruang bukaan ke samping.

Kabinnya dirancang untuk membawa banyak penumpang dengan nyaman, dan karakter suspensinya lebih mengutamakan kenyamanan daripada sensasi berkendara agresif. 

Inilah alasan Serena C26 masih menarik untuk keluarga yang sering bepergian jauh atau membutuhkan mobil dengan kabin lega. Di pasar bekas 2026, harga Serena C26 2017 sangat tergantung tipe dan kondisi, tetapi beberapa referensi pasar menunjukkan kisaran sekitar Rp147 juta hingga Rp190 jutaan, sedangkan unit tertentu dapat berada di luar rentang tersebut karena kondisi, varian, jarak tempuh dan riwayat servis.

Toyota NAV1 mempunyai pendekatan yang sedikit berbeda. Bentuknya juga boxy, tetapi dimensi dan karakter kabinnya terasa lebih kompak dibandingkan Serena.

Toyota merancang NAV1 sebagai MPV yang posisinya berada di antara Kijang Innova dan Alphard. Mobil ini menggunakan pintu geser dan kabin tiga baris dengan kapasitas tujuh penumpang. Baris kedua menggunakan captain seat sehingga penumpang mendapatkan ruang yang lebih nyaman.

Pada model yang dipasarkan Toyota, kursi baris kedua bahkan dapat diatur untuk mendukung fleksibilitas kabin. Fitur seperti dual-zone automatic climate control, rear entertainment system, audio CD/DVD/MP3/USB, serta layar hiburan belakang membuat NAV1 pada zamannya terasa cukup mewah.

Untuk performa, Nissan Serena C26 mempunyai mesin MR20 berkapasitas 1.997 cc. Tenaganya sekitar 147 PS dengan torsi 206 Nm. Angka torsi ini cukup menarik untuk sebuah MPV besar karena membantu ketika mobil membawa penumpang penuh.

Karakter CVT membuat penyaluran tenaga terasa halus dan tidak menghasilkan perpindahan gigi yang terasa seperti transmisi otomatis konvensional. 

Namun, karakter CVT juga membuat Serena bukan mobil yang cocok untuk pengemudi yang mengharapkan respons spontan seperti mobil dengan transmisi otomatis konvensional.

Ketika pedal gas diinjak dalam-dalam untuk menyalip, responsnya dapat terasa sedikit lambat sebelum putaran mesin naik. Keluhan mengenai respons CVT yang terasa lambat juga menjadi salah satu catatan yang pernah dibahas dalam ulasan Serena C26.

Toyota NAV1 justru mempunyai tenaga sedikit lebih besar. Mesin 3ZR-FAE 1.987 cc dengan teknologi Valvematic menghasilkan sekitar 158 PS pada 6.200 rpm dan torsi 196 Nm pada 4.400 rpm.

Baca Juga: Toyota Hilux vs Mitsubishi Triton, Sama-sama Diesel Tangguh Tapi Ada Perbedaan yang Berbeda

Tenaga tersebut disalurkan melalui CVT 7-speed yang memiliki mode manual melalui sistem plus-minus pada tuas transmisi. Dalam penggunaan sehari-hari, NAV1 terasa cukup bertenaga dan halus.

Teknologi Valvematic menjadi salah satu keunggulan mesin karena pengaturan bukaan katup dibuat lebih fleksibel untuk membantu efisiensi sekaligus respons mesin. Toyota sendiri menjelaskan bahwa Valvematic dirancang untuk membantu mendapatkan efisiensi bahan bakar sesuai putaran mesin.

Untuk urusan konsumsi bahan bakar, jangan berharap salah satu mobil ini seirit MPV kecil. Keduanya mempunyai mesin 2.0 liter dan bodi besar sehingga konsumsi sangat bergantung pada kondisi jalan, jumlah penumpang, tekanan ban, gaya mengemudi, kondisi mesin serta kualitas bahan bakar.

Pada Serena C26, angka yang sering dijadikan patokan berada di sekitar 1:8-9 km/liter untuk pemakaian dalam kota dan sekitar 1:10-12 km/liter ketika digunakan di luar kota dengan kondisi berkendara yang lebih lancar. NAV1 mempunyai reputasi cukup baik untuk efisiensi.

Pengujian pernah mencatat NAV1 dapat mencapai sekitar 1:12 km/liter, meski pada kondisi tertentu angka paling boros yang dicatat berada sekitar 1:9 km/liter.  Karena itu, untuk pemakaian normal, NAV1 berpotensi sedikit lebih hemat, tetapi perbedaan tersebut jangan dijadikan satu-satunya alasan memilih mobil.

Dari sisi kapasitas kabin, Serena mempunyai keunggulan yang sulit diabaikan. Ruang interiornya sangat lega dan cocok untuk keluarga yang membutuhkan ruang ekstra. Penumpang baris kedua maupun ketiga tidak terlalu terasa seperti duduk di mobil kecil.

Barang bawaan juga lebih mudah diatur karena desain bodinya yang tinggi. NAV1 juga memiliki kabin lapang dan praktis, tetapi kapasitas resminya tujuh penumpang. Serena dapat menjadi pilihan lebih menarik bagi masyarakat yang mengutamakan ruang dan fleksibilitas ketika bepergian bersama keluarga besar.

Dalam perbandingan MPV pada masanya, NAV1 memang tercatat berkapasitas tujuh penumpang sementara Serena dapat membawa hingga delapan penumpang.

Soal handling, Serena C26 terasa lebih besar ketika dikendarai. Posisi duduk tinggi membuat pengemudi mendapatkan visibilitas yang baik, tetapi dimensi bodi yang lebar dan tinggi harus diperhitungkan ketika melewati gang sempit, parkiran bertingkat atau jalan kota yang padat.

Setirnya ringan dan cocok untuk pemakaian keluarga, tetapi jangan mengharapkan rasa setir yang sangat tajam. Suspensinya lebih mengutamakan kenyamanan. NAV1 terasa sedikit lebih mudah diajak bermanuver karena karakter bodinya yang lebih ringkas.

Sistem electric power steering juga membuat kemudi relatif ringan. Pada jalan perkotaan, karakter NAV1 cukup bersahabat untuk pengemudi yang terbiasa membawa MPV.

Baca Juga: Toyota Yaris Bakpao 2012 vs Honda Jazz 2012, Harga Bekas Selisih Tipis

Fitur menjadi salah satu alasan Serena C26 banyak dilirik sebagai mobil keluarga bekas. Tergantung varian, Serena menawarkan fitur keselamatan seperti ABS, EBD, Brake Assist, Vehicle Dynamic Control dan enam airbag. Beberapa varian juga memiliki cruise control, panoramic roof, monitor hiburan di bagian belakang serta berbagai tempat penyimpanan di kabin.

Bagi keluarga yang menghabiskan banyak waktu di mobil, fitur seperti ini bukan sekadar pemanis. Anak-anak dapat lebih nyaman selama perjalanan dan pengemudi juga mendapatkan berbagai fasilitas yang membantu perjalanan jauh.

NAV1 juga tidak bisa dianggap miskin fitur. Toyota memberikan dual-zone automatic air conditioner, pintu geser, rear entertainment system, audio dengan CD/DVD/MP3/USB dan sejumlah ruang penyimpanan.

Pada beberapa versi, terdapat monitor untuk hiburan penumpang belakang dan fitur pendukung parkir. Dari sisi kenyamanan kabin, NAV1 masih terasa sebagai mobil keluarga kelas menengah atas meskipun usianya sudah cukup tua.

Namun, ketika membeli mobil bekas berusia hampir satu dekade, fitur bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan. Kondisi transmisi CVT justru harus menjadi perhatian utama.

Pada Serena, pastikan perpindahan tenaga terasa halus, tidak ada suara aneh, tidak ada gejala getaran berlebihan dan riwayat penggantian oli CVT jelas. Jangan hanya tertarik karena bodi bersih dan interior masih bagus. Mobil tua dengan CVT yang tidak dirawat dapat membuat biaya perbaikan jauh lebih besar daripada penghematan saat membeli unit murah.

Hal serupa berlaku pada NAV1. Mesin Valvematic memang menjadi salah satu keunggulan, tetapi calon pembeli tetap perlu memeriksa kondisi mesin, transmisi CVT, sistem pendingin, kaki-kaki, kelistrikan, pintu geser elektrik dan komponen interior. NAV1 sudah tidak diproduksi lagi di Indonesia dan populasinya relatif lebih sedikit.

Selain itu juga ada yang mencatat bahwa NAV1 disuntik mati pada 2017 dan kemudian digantikan oleh Voxy. Artinya, pembeli NAV1 harus lebih teliti terhadap kondisi unit karena tidak sebanyak model Toyota populer seperti Avanza, Innova atau Rush.

Dalam hal suku cadang, Toyota NAV1 mempunyai keuntungan dari sisi jaringan dan ekosistem Toyota, tetapi bukan berarti semua komponennya otomatis tersedia di setiap toko onderdil.

 Beberapa komponen yang bersifat umum relatif mudah dicari, sementara komponen spesifik NAV1 dapat membutuhkan waktu lebih lama atau harus dipesan. Mesin 3ZR dan beberapa komponen teknis memiliki hubungan dengan keluarga Toyota yang lebih luas, tetapi pembeli tetap harus mencocokkan nomor part agar tidak salah membeli.

Serena juga masih mempunyai dukungan suku cadang, terutama komponen yang digunakan bersama model Nissan lainnya, tetapi komponen khusus C26 tertentu dapat membutuhkan pencarian lebih serius dibandingkan mobil Nissan yang populasinya jauh lebih besar.

Baca Juga: Isuzu MU-X vs Pajero Sport, Sama-Sama Diesel:,Siapa Lebih Irit, Bertenaga dan Tangguh?

Karena itu, sebelum membeli, sebaiknya calon pemilik mengecek harga komponen yang paling sering diganti, seperti filter, busi, belt, komponen kaki-kaki, kampas rem, aki, komponen AC dan terutama komponen transmisi.

Purna jual menjadi bagian yang cukup menarik. Toyota biasanya mempunyai keunggulan persepsi di pasar mobil bekas karena nama mereknya sangat kuat dan jaringan bengkel luas. Namun, NAV1 bukan model yang volumenya besar dan sudah tidak diproduksi.

Akibatnya, nilai jual kembali tidak bisa disamakan dengan Innova atau Avanza. Serena C26 juga mempunyai kondisi serupa: meskipun dikenal sebagai MPV nyaman, harga bekasnya cenderung sangat tergantung kondisi unit.

Data pasar saat ini menunjukkan Serena 2017 tersedia di pasar bekas dengan harga yang cukup beragam, bahkan ada unit 2.0 HWS 2017 yang ditawarkan sekitar Rp156 juta, sementara sumber lain menempatkan Serena 2017 mulai sekitar Rp190 juta berdasarkan listing yang tersedia.

Perbedaan tersebut menunjukkan betapa pentingnya membandingkan kondisi mobil, bukan sekadar melihat tahun dan harga. Untuk Toyota NAV1 2017, pembeli sebaiknya lebih berhati-hati lagi dengan istilah tahun.

Ada sumber pasar yang menampilkan NAV1 tahun 2017, tetapi sejarah model menunjukkan NAV1 sudah berada di fase akhir sebelum digantikan Voxy pada 2017. Karena itu, calon pembeli perlu mengecek STNK, BPKB, VIN, tahun produksi dan tahun registrasi.

 Jangan sampai membeli mobil yang sebenarnya produksi 2016 tetapi dianggap sebagai produksi 2017 hanya karena tahun registrasinya. Di pasar saat ini, listing NAV1 2017 bisa ditemukan sekitar Rp159,5 juta sampai Rp179 juta untuk beberapa unit, sementara harga keseluruhan NAV1 sangat bervariasi menurut kondisi dan tahun.

Kalau membahas keunggulan Nissan Serena C26 2017, daftar terbesarnya adalah kabin yang sangat lapang, kenyamanan perjalanan, desain boxy yang memaksimalkan ruang, pintu geser, fitur yang relatif lengkap, enam airbag pada varian tertentu dan karakter berkendara yang lembut.

 Mobil ini cocok untuk keluarga yang sering membawa anak, orang tua atau banyak barang. Serena juga menarik bagi masyarakat yang menginginkan rasa mobil keluarga kelas atas tetapi anggarannya terbatas.

Kekurangannya adalah bodi besar, konsumsi BBM yang tidak bisa disebut irit, respons CVT yang bukan untuk pengemudi agresif, serta beberapa fitur elektrik yang harus diperiksa karena usia kendaraan sudah cukup tua.

Baca Juga: Kijang Kapsul Diesel vs Panther Grand Touring, Dua Raja Diesel Era 2000-an

Toyota NAV1 unggul pada mesin Valvematic yang bertenaga, CVT yang halus, konsumsi BBM yang berpotensi lebih efisien, kabin tujuh penumpang, pintu geser, captain seat, dual-zone AC dan reputasi jaringan Toyota.

Kekurangannya adalah usia kendaraan, populasi yang tidak sebanyak Toyota populer lainnya, produksi yang sudah dihentikan, serta beberapa komponen khusus yang mungkin tidak semudah mencari komponen Avanza atau Innova. Selain itu, desain interior dan sistem hiburannya mulai terlihat tua jika dibandingkan MPV keluaran baru.

Jika pertanyaannya kemudian berubah menjadi Nissan Serena C26 2017 vs Toyota NAV1 2017, mana yang lebih cocok untuk masyarakat umum, jawabannya kembali pada kebutuhan. Untuk keluarga yang mengutamakan kenyamanan, ruang kabin, fitur dan perjalanan jauh, Serena C26 lebih menarik.

Mobil ini terasa seperti ruang keluarga berjalan dan keunggulan kabinnya masih relevan meskipun modelnya sudah tua. Sebaliknya, bagi pembeli yang mengutamakan mesin bertenaga, efisiensi, kemudahan perawatan dan jaringan Toyota, NAV1 patut dipertimbangkan.

Bahkan dari sisi konsumsi, data pengujian lama menunjukkan NAV1 dapat mencapai sekitar 12 km/liter dalam kondisi tertentu, sehingga cukup menarik untuk MPV 2.0 liter.

Namun, dalam membeli mobil bekas, unit yang sehat hampir selalu lebih penting daripada merek. Serena C26 yang rutin dirawat bisa menjadi pembelian jauh lebih masuk akal daripada NAV1 murah tetapi transmisi dan sistem elektriknya bermasalah.

Begitu juga sebaliknya, NAV1 dengan riwayat servis jelas dan kondisi CVT sehat dapat menjadi pilihan yang sangat menarik dibanding Serena yang sudah mengalami banyak masalah.

Karena itu, jangan hanya terpaku pada odometer. Periksa kondisi mesin saat dingin, asap knalpot, suara CVT, respons AC, fungsi pintu geser, power window, kamera parkir, sensor, audio, kaki-kaki, kebocoran oli, kondisi ban dan riwayat servis.

Baca Juga: Duel MPV Lawas,Toyota Kijang LGX vs Isuzu Panther LS Ini Perbedaannya

Pada akhirnya, Nissan Serena C26 2017 adalah pilihan yang lebih kuat untuk masyarakat yang mencari MPV keluarga nyaman dan lega dengan fitur melimpah, sementara Toyota NAV1 lebih cocok bagi pembeli yang menginginkan MPV pintu geser dengan mesin Valvematic bertenaga dan karakter Toyota.

Harga bekas keduanya kini relatif menarik dibandingkan harga mobil baru, tetapi biaya kepemilikan harus dihitung secara realistis. Jangan sampai tergoda harga murah lalu mengeluarkan puluhan juta rupiah untuk memperbaiki transmisi, kaki-kaki, AC atau perangkat elektronik. 

Dengan pemeriksaan menyeluruh dan riwayat perawatan yang jelas, kedua MPV ini masih dapat menjadi kendaraan keluarga yang nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan luar kota. Jadi, bila prioritas utama adalah kenyamanan dan kabin, Serena C26 lebih menggoda;jika prioritasnya efisiensi, mesin Valvematic dan kemudahan ekosistem Toyota, NAV1 layak masuk daftar pilihan.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
Nissan Serena Toyota NAV1 toyota nissan mobil bekas