Kelihatannya Sepele, 6 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Umur Motor Lebih Pendek

Sulistiono • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:34 WIB
Ilustrasi: Beberapa kebiasaan buruk kita terhadap motor, bisa membuat usia motor jadi lebih pendek dan beaya perawatan membengkak. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi: Beberapa kebiasaan buruk kita terhadap motor, bisa membuat usia motor jadi lebih pendek dan beaya perawatan membengkak. (ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID – Merawat sepeda motor agar tetap prima bukan hanya soal rajin melakukan servis berkala. Kebiasaan pengendara dalam menggunakan motor setiap hari juga ikut menentukan kondisi dan usia berbagai komponennya.

Sayangnya, sejumlah kebiasaan yang terlihat sepele justru sering dilakukan tanpa disadari. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat membuat komponen motor lebih cepat mengalami keausan dan pada akhirnya meningkatkan biaya perawatan.

Lantas, apa saja kebiasaan yang sebaiknya mulai dihindari agar motor tetap awet? Berikut enam di antaranya.

Baca Juga: Yamaha Fazzio Hybrid 125 2026 Makin Menarik, Teknologi Ini Bikin Tarikan Awal Lebih Responsif

1. Langsung Menggeber Motor Setelah Dinyalakan

Kebiasaan langsung membuka gas dalam-dalam setelah mesin menyala sebaiknya dihindari, terutama ketika mesin masih dalam kondisi dingin. Saat mesin baru dinyalakan, pelumasan belum tentu langsung berada pada kondisi kerja optimal di seluruh bagian mesin.

Karena itu, pengendara sebaiknya memberikan waktu sejenak agar mesin mencapai kondisi kerja yang sesuai sebelum motor digunakan secara normal. Bukan berarti motor harus dipanaskan dalam waktu lama, tetapi lebih kepada menghindari langsung memacu mesin secara agresif sesaat setelah dinyalakan.

2. Sering Membiarkan Tangki Bahan Bakar Hampir Kosong

Menunda mengisi bahan bakar sampai indikator benar-benar mendekati kosong juga bukan kebiasaan yang ideal. Selain meningkatkan risiko kehabisan bahan bakar di jalan, kondisi tangki yang sering berada pada level sangat rendah juga membuat pengendara tidak memiliki banyak cadangan ketika harus menempuh perjalanan lebih jauh.

Karena itu, jangan menjadikan indikator bahan bakar hampir kosong sebagai patokan rutin untuk baru mengisi bensin. Mengisi bahan bakar sebelum volumenya terlalu sedikit akan membuat pengendara lebih tenang, terutama ketika motor digunakan untuk perjalanan dengan jarak cukup jauh.

3. Malas Mengecek Tekanan Ban

Tekanan ban sering dianggap sebagai urusan sepele, padahal kondisi tersebut berhubungan dengan kenyamanan berkendara, pengendalian motor, serta tingkat keausan ban. Ban dengan tekanan yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat membuat karakter motor berubah dan menyebabkan permukaan ban aus secara tidak merata.

Mengecek tekanan ban secara berkala merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kondisi motor sekaligus menunjang keselamatan berkendara. Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan sebelum perjalanan jauh agar kondisi ban benar-benar sesuai dengan rekomendasi penggunaan.

Baca Juga: 5 Alasan Yamaha Fazzio Hybrid 125 Layak Jadi Teman Mobilitas Harian di Perkotaan

4. Menunda Ganti Oli Mesin

Oli memiliki peran penting dalam membantu melumasi sekaligus menjaga kerja berbagai komponen di dalam mesin. Karena itu, mengganti oli hanya ketika motor mulai terasa bermasalah bukan kebiasaan yang tepat dan justru dapat meningkatkan risiko gangguan pada mesin.

Jadwal penggantian oli sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan dengan mempertimbangkan pola penggunaan kendaraan. Motor yang digunakan setiap hari dengan jarak tempuh tinggi tentu membutuhkan perhatian lebih terhadap jadwal perawatannya. Menunda penggantian oli terlalu lama berpotensi membuat perlindungan terhadap komponen mesin tidak optimal.

5. Sering Membawa Beban Berlebihan

Motor memiliki batas kemampuan dalam membawa beban. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, pengendara terkadang membawa barang terlalu banyak atau berboncengan dengan beban yang cukup berat. Kebiasaan tersebut dapat membuat sejumlah komponen bekerja lebih keras dari kondisi normal.

Ban, suspensi, rem, hingga sistem penggerak harus menanggung beban yang lebih besar ketika motor digunakan dengan muatan berlebihan. Karena itu, gunakan motor sesuai kapasitas dan peruntukannya. Jangan memaksakan kendaraan membawa beban di luar kemampuan yang direkomendasikan karena dapat memengaruhi kenyamanan, pengendalian, dan usia komponen.

6. Mengabaikan Suara atau Gejala Aneh pada Motor

Muncul suara berbeda dari biasanya, getaran yang tidak wajar, rem terasa berubah, atau motor sulit dinyalakan sering kali dianggap sebagai masalah kecil. Padahal, berbagai gejala tersebut bisa menjadi tanda awal adanya komponen yang membutuhkan pemeriksaan.

Menunda pemeriksaan dengan harapan masalah akan hilang sendiri justru berisiko membuat kerusakan berkembang menjadi lebih besar. Semakin cepat gejala diketahui dan ditangani, semakin besar peluang masalah tersebut tidak merembet ke komponen lain.

Jangan Tunggu Motor Rusak Baru Dirawat

Menjaga umur motor sebenarnya tidak selalu membutuhkan perawatan yang rumit. Hal paling penting adalah konsisten melakukan perawatan berkala dan tidak mengabaikan tanda-tanda kecil yang muncul selama motor digunakan.

Kebiasaan seperti tidak langsung menggeber mesin, menjaga tekanan ban, mengganti oli sesuai jadwal, menggunakan motor sesuai kapasitas, serta segera memeriksa gejala yang tidak normal dapat membantu kendaraan tetap dalam kondisi baik. Langkah sederhana tersebut juga dapat mencegah pengeluaran yang lebih besar akibat kerusakan yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal.

Pada akhirnya, motor yang awet bukan hanya ditentukan oleh merek atau usia kendaraan, tetapi juga bagaimana pemilik memperlakukannya setiap hari. Perawatan yang konsisten dan kebiasaan berkendara yang tepat akan membantu menjaga performa motor sekaligus memperpanjang usia berbagai komponennya.

Jadi, dari enam kebiasaan di atas, mana yang masih sering Anda lakukan? (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
MotorHarian TipsMotor PerawatanMotor MotorAwet otomotif