Bukan Karena Mesinnya, Ini Alasan Motor Matic BisaTerasa Lebih Boros

Sulistiono • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:32 WIB
Ilustrasi: Motor matic terasa lebih boros,bukan selalu karena mesinnya ada banyak faktor yang mempengaruhi. (ai?Sulistiono)
Ilustrasi: Motor matic terasa lebih boros,bukan selalu karena mesinnya ada banyak faktor yang mempengaruhi. (ai?Sulistiono)

 

RADARSEMARANG.ID - Motor matic kerap dianggap lebih boros bahan bakar dibandingkan motor manual. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu disebabkan oleh mesin yang lebih boros.

Ada sejumlah faktor yang membuat motor matic terasa lebih boros, mulai dari karakter sistem transmisi CVT, bobot kendaraan, kebiasaan pengendara, hingga kondisi komponen mesin dan sistem penggerak.

Dengan kata lain, konsumsi BBM motor matic tidak hanya ditentukan oleh kapasitas mesin. Cara kendaraan digunakan dan kondisi komponen juga turut memengaruhi seberapa banyak bahan bakar yang dibutuhkan.

Baca Juga: Motor Matik Retro Makin Digemari, Yamaha Fazzio Punya Resep Tersendiri

1. Karakter Transmisi CVT Membutuhkan Putaran Mesin Lebih Tinggi

Salah satu faktor yang membuat motor matic memiliki karakter konsumsi bahan bakar berbeda dengan motor manual adalah penggunaan Continuously Variable Transmission (CVT).

Pada kondisi awal berjalan, terutama ketika menghadapi lalu lintas padat dan situasi stop-and-go, mesin membutuhkan putaran yang relatif tinggi agar tenaga dapat disalurkan melalui sistem CVT.

Kondisi tersebut membuat penggunaan bahan bakar bisa terasa lebih banyak, terutama jika motor lebih sering digunakan di jalanan perkotaan yang dipenuhi kemacetan.

Berbeda dengan motor manual, pengendara dapat memilih tingkat gigi sesuai kondisi dan kebutuhan mesin.

 

2. Kebiasaan Menarik Gas Juga Berpengaruh

Faktor berikutnya justru berasal dari pengendara. Kebiasaan membuka gas secara mendadak atau melakukan akselerasi agresif dapat membuat mesin bekerja lebih keras. Jika dilakukan berulang kali, konsumsi bahan bakar pun berpotensi meningkat.

Sebaliknya, berkendara dengan akselerasi secara bertahap dan menjaga kecepatan tetap stabil dapat membantu penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien.

Karena itu, jangan hanya menyalahkan mesin ketika konsumsi BBM motor matic terasa lebih boros. Gaya berkendara memiliki peran penting terhadap efisiensi bahan bakar.

Baca Juga: Rival Terberat Yamaha Mio di Pasar Motor Matik, Honda BeAT Jadi Penantang Utama di Kelas Skutik Entry Level

3. Bobot Kendaraan Turut Menentukan

Bobot kendaraan juga menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan.Semakin besar beban yang harus digerakkan, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan mesin, khususnya ketika motor mulai bergerak dari posisi diam atau melewati tanjakan.

Selain bobot motor, beban penumpang dan barang yang dibawa setiap hari juga dapat memengaruhi kerja mesin.

Penggunaan motor dengan beban berlebih secara terus-menerus tentu dapat membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menghasilkan akselerasi yang sama.

4. Kondisi CVT dan Komponen Mesin Jangan Diabaikan

Motor yang sudah digunakan dalam waktu lama juga dapat mengalami perubahan performa.

Komponen penggerak yang kotor atau mulai aus dapat membuat penyaluran tenaga tidak lagi seoptimal ketika kondisi kendaraan masih prima. Akibatnya, mesin bisa bekerja lebih keras untuk menghasilkan performa yang sama.

Perawatan CVT dan komponen mesin secara berkala menjadi penting untuk menjaga kinerja motor tetap optimal. Jangan menunggu motor terasa sangat berat atau muncul gejala lain sebelum melakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Yamaha Fazzio Hybrid 125 2026 Makin Menarik, Teknologi Ini Bikin Tarikan Awal Lebih Responsif

5. Pemilihan BBM Harus Sesuai Rekomendasi Pabrikan

Jenis bahan bakar yang digunakan juga perlu diperhatikan. Pengendara sebaiknya menggunakan BBM sesuai dengan rekomendasi yang tercantum pada buku manual atau spesifikasi kendaraan. 


Pemakaian bahan bakar dengan spesifikasi yang tidak sesuai dapat memengaruhi proses pembakaran dan performa mesin.

Karena itu, memilih BBM sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan mesin kendaraan.

Jadi, Benarkah Motor Matic Lebih Boros?

Motor matic tidak otomatis boros hanya karena menggunakan transmisi otomatis.

Konsumsi BBM merupakan hasil dari banyak faktor yang saling berkaitan. 
Karakter CVT, kondisi jalan, bobot kendaraan, gaya berkendara, jenis BBM, serta kondisi mesin dan komponen penggerak semuanya dapat berpengaruh.

Jika motor matic tiba-tiba terasa jauh lebih boros dari biasanya, kondisi kendaraan sebaiknya ikut diperiksa.

Bisa jadi persoalannya bukan pada kapasitas mesin, melainkan pada cara berkendara atau komponen yang membutuhkan perawatan.

Dengan perawatan rutin dan gaya berkendara yang lebih halus, penggunaan BBM motor matic dapat dijaga agar tetap efisien. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
motormatic MotorBoros cvt otomotif BBM