RADARSEMARANG.ID – Memilih SUV keluarga di kelas menengah atas tidak lagi sekadar melihat ukuran bodi, kapasitas mesin, atau gengsi merek. Hyundai Santa Fe 2024 dan Toyota Fortuner 2024 sama-sama menawarkan ruang kabin besar, posisi duduk tinggi, fitur lengkap, serta kemampuan melibas perjalanan dalam kota maupun luar kota. Namun, karakter keduanya sebenarnya cukup berbeda.
Santa Fe 2024 hadir dengan pendekatan SUV modern yang lebih mengutamakan kenyamanan, teknologi, efisiensi, dan pengalaman berkendara, sedangkan Toyota Fortuner 2024 tetap mempertahankan karakter SUV ladder frame yang kuat, tangguh, dan dikenal luas masyarakat Indonesia.
Karena itu, pertanyaan yang lebih menarik bukan sekadar mana yang lebih bagus, melainkan mobil mana yang paling masuk akal untuk kebutuhan masyarakat umum.
Apakah Hyundai Santa Fe 2024 yang tampil modern dan menawarkan teknologi hybrid, atau Toyota Fortuner 2024 yang sudah lama dikenal dengan ketangguhan mesin diesel serta jaringan layanan yang luas?
Hyundai resmi memperkenalkan The All-New Santa Fe di Indonesia pada 24 Oktober 2024. Untuk pasar Indonesia, generasi baru ini tidak lagi membawa mesin diesel 2.2 liter seperti generasi sebelumnya.
Hyundai menawarkan pilihan mesin bensin 2.5 GDi dan 1.6 T-GDi Hybrid. Mesin 2.5 liter menghasilkan 194 PS dengan torsi 246 Nm, sedangkan sistem hybrid 1.6 liter menghasilkan tenaga gabungan 235 PS dan torsi 367 Nm.
Di sisi lain, Toyota Fortuner 2024 memiliki pilihan mesin yang lebih beragam. Pada periode 2024, konsumen dapat menemukan mesin diesel 2.4 liter, diesel 2.8 liter, serta mesin bensin 2.7 liter pada tipe tertentu. Mesin diesel 2.8 liter 1GD-FTV menjadi salah satu daya tarik terbesar karena mampu menghasilkan sekitar 203,9 PS dan torsi 500 Nm.
Kalau hanya melihat angka tenaga, Santa Fe Hybrid sebenarnya sangat menarik. Tenaga 235 PS dan torsi 367 Nm membuat SUV Korea tersebut mempunyai respons akselerasi yang kuat, terutama ketika motor listrik ikut memberikan dorongan.
Karakter hybrid juga membuat respons pedal gas terasa lebih spontan pada kondisi tertentu karena motor listrik dapat memberikan torsi sejak putaran rendah. Hyundai mencatat sistem 1.6T-GDi Hybrid menggunakan transmisi otomatis 6-percepatan dan baterai lithium-ion 1,49 kWh.
Baca Juga: Duel, Mazda Biante 2016 atau Toyota Sienta 2016 Harga Bekas Mirip
Fortuner 2.8 mempunyai karakter berbeda. Mesin diesel 1GD-FTV tidak hanya menawarkan tenaga besar, tetapi torsi 500 Nm membuatnya terasa sangat kuat ketika membawa penumpang penuh, menanjak, atau melakukan perjalanan jauh. Toyota juga menyediakan pilihan penggerak 4x2 dan 4x4 pada jajaran Fortuner, sehingga konsumen mempunyai opsi lebih luas sesuai kebutuhan.
Untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan, Santa Fe Hybrid mempunyai keunggulan dari sisi respons dan kehalusan. Motor listrik membantu mengurangi kerja mesin bensin pada kondisi tertentu sehingga perpindahan tenaga terasa lebih halus. Ketika digunakan di jalan tol, sistem hybrid juga dapat membantu efisiensi selama pengemudi tidak terlalu agresif menekan pedal gas.
Konsumsi bahan bakar menjadi salah satu alasan Santa Fe Hybrid menarik perhatian. Dalam pengujian perjalanan dengan kombinasi jalan kota, tol, jalan luar kota dan tanjakan, sejumlah media otomotif mencatat konsumsi sekitar 15–17 km per liter.
Salah satu pengujian mencatat 16,6 km per liter, sementara pengujian rute Jakarta–Purwokerto menghasilkan sekitar 15,3 km per liter. Angka tersebut bukan angka resmi pabrikan dan sangat bergantung pada gaya mengemudi, kondisi lalu lintas, beban kendaraan, kecepatan serta kondisi jalan.
Fortuner diesel juga tidak bisa disebut boros begitu saja. Dalam pengujian Otomotifnet terhadap Fortuner 2.8 GR Sport, konsumsi dalam kota tercatat sekitar 11,6 km per liter, sedangkan perjalanan kombinasi tol dan jalan non-tol mencapai sekitar 14,8 km per liter. Hasil aktual tentu dapat berbeda pada penggunaan sehari-hari.
Dari perbandingan tersebut, Santa Fe Hybrid lebih berpotensi unggul untuk masyarakat yang sering menghadapi kemacetan dan ingin menekan konsumsi bahan bakar.
Fortuner 2.8 lebih cocok bagi pengemudi yang mengutamakan torsi besar dan karakter diesel yang kuat. Jadi, jika indikator utamanya adalah efisiensi, Santa Fe Hybrid lebih menarik. Jika indikatornya adalah tenaga tarik dan karakter mesin diesel, Fortuner mempunyai keunggulan tersendiri.
Dari sisi kapasitas penumpang, Santa Fe 2024 mempunyai konfigurasi yang menarik. Prime tersedia sebagai SUV 7 penumpang, sementara Calligraphy tersedia dalam konfigurasi 6 penumpang dengan captain seat. Konsep ini membuat Santa Fe tidak hanya menawarkan ruang yang besar, tetapi juga kenyamanan penumpang baris kedua.
Fortuner juga merupakan SUV tiga baris yang dapat membawa keluarga dalam jumlah besar. Posisi duduknya tinggi dan ruang kabinnya cukup fleksibel untuk kebutuhan keluarga.
Namun, Santa Fe generasi terbaru memberikan kesan lebih modern pada pengaturan kabin dan pemanfaatan ruang. Hyundai bahkan menyebut platform baru Santa Fe dirancang untuk menyediakan ruang lebih besar bagi penumpang dan barang.
Baca Juga: Nissan Terra atau Isuzu MU-X ,Sama-Sama Diesel 7 Penumpang
Dalam urusan bagasi, kedua mobil sama-sama mampu digunakan untuk perjalanan keluarga. Ketika seluruh kursi digunakan, ruang bagasi tentu berkurang karena keduanya merupakan SUV tiga baris.
Tetapi ketika baris belakang dilipat, kapasitas angkut meningkat secara signifikan. Santa Fe mempunyai keuntungan dari desain bodi generasi barunya yang lebih kotak sehingga area belakang terasa lebih fungsional untuk membawa koper, barang belanjaan, stroller, maupun perlengkapan perjalanan.
Handling menjadi bagian yang cukup menarik. Santa Fe menggunakan konstruksi monokok dengan suspensi depan MacPherson Strut dan belakang Multi-Link.
Pada varian hybrid, sistem kemudi dan karakter suspensinya memberikan sensasi SUV modern yang lebih mudah dikendalikan di jalan perkotaan.
Fortuner menggunakan konstruksi ladder frame yang terkenal kokoh. Karakter ini membuatnya terasa berbeda ketika dikendarai. Suspensinya memang sudah semakin baik dibanding generasi-generasi lama, tetapi sensasi berkendaranya tetap lebih terasa sebagai SUV berbasis sasis tangga.
Di jalan aspal, Fortuner terasa solid dan tinggi, sementara di medan yang lebih buruk, konstruksi dan ground clearance-nya menjadi nilai tambah. Untuk masyarakat yang sebagian besar aktivitasnya berada di jalan perkotaan, Santa Fe lebih mudah terasa sebagai mobil keluarga premium.
Pengendaliannya lebih dekat dengan karakter crossover, sementara Fortuner terasa lebih besar dan lebih tinggi. Pengemudi yang baru berpindah dari MPV atau SUV monokok kemungkinan membutuhkan sedikit adaptasi ketika mengendarai Fortuner, terutama ketika bermanuver di ruang sempit.
Namun, ketika jalan mulai rusak, licin, atau perjalanan membawa beban berat, Fortuner mulai menunjukkan keunggulan karakter. Terutama varian 4x4, yang memang menawarkan kemampuan lebih baik untuk menghadapi medan dengan traksi rendah.
Toyota bahkan menempatkan Fortuner 2.8 GR Sport 4x4 with TSS sebagai flagship model dengan penyempurnaan GR Performance untuk meningkatkan kualitas pengendalian di medan on-road maupun off-road.
Berbicara fitur, Santa Fe 2024 terlihat sangat agresif. Desain dashboard modern dengan layar digital dan infotainment besar membuat kabin terasa seperti mobil generasi baru.
Pada varian Calligraphy tersedia fitur premium seperti jok dengan material Nappa, ambient mood lamp, panoramic sunroof, pengaturan jok elektrik, serta sistem audio Bose. Fitur-fitur tersebut membuat Santa Fe lebih terasa sebagai SUV keluarga premium daripada sekadar kendaraan berukuran besar.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Gengsi, Nissan Terra 2020 atau Pajero Sport 2022
Hyundai juga membekali Santa Fe dengan Hyundai SmartSense. Di dalamnya terdapat berbagai sistem bantuan pengemudi seperti Forward Collision-Avoidance Assist, Lane Keeping Assist, Blind-Spot Collision-Avoidance Assist, serta Smart Cruise Control, tergantung varian dan spesifikasi.
Fortuner tidak mau kalah dalam aspek keselamatan. Toyota menyediakan Toyota Safety Sense pada varian tertentu, termasuk Pre-Collision System, Lane Departure Alert, Dynamic Radar Cruise Control, serta Rear Cross Traffic Alert.
Pada pembaruan 2024, Toyota juga memberikan sejumlah penyegaran pada Fortuner. Varian tertentu mendapatkan GR Parts Aero Package, sementara Fortuner 2.8 GR Sport 4x4 with TSS mendapatkan berbagai sentuhan GR Performance. Toyota juga memperkenalkan pembaruan T Intouch dan fitur in-car Wi-Fi hotspot pada model tertentu.
Jika membandingkan fitur kenyamanan, Santa Fe cenderung lebih unggul dalam memberikan kesan modern dan premium. Fortuner lebih kuat pada pendekatan praktis, tangguh, dan familiar bagi pengguna Indonesia.
Dengan kata lain, Santa Fe lebih seperti SUV keluarga premium masa kini, sedangkan Fortuner merupakan SUV keluarga yang masih mempertahankan DNA kendaraan tangguh.
Soal harga, perbandingan harus dilakukan dengan hati-hati karena harga mobil baru berbeda menurut wilayah, varian, tahun produksi, pajak, promo, dan kebijakan dealer.
Pada saat peluncuran di Indonesia, Hyundai mencantumkan Santa Fe Prime 2.5 GDi sebesar Rp699 juta, Prime 1.6T-GDi Hybrid Rp786,3 juta, Calligraphy 2.5 GDi Rp784,5 juta, dan Calligraphy 1.6T-GDi Hybrid Rp869,6 juta untuk basis harga yang disebut Hyundai Mobil Indonesia.
Sementara itu, harga Toyota New Fortuner 2024 juga terbentang cukup lebar. Dalam daftar harga resmi Toyota untuk wilayah Jakarta pada Juli 2024, Fortuner 2.4 G M/T tercantum Rp573,7 juta, 2.4 G A/T Rp591,3 juta, 2.8 VRZ Rp640,5 juta, 2.8 VRZ TSS Rp652,7 juta, sementara 2.8 GR Sport 4x4 berada di kisaran Rp761,7 juta pada daftar tersebut.
Artinya, konsumen tidak bisa sekadar membandingkan harga termurah Santa Fe dengan harga termurah Fortuner. Keduanya memiliki konfigurasi dan karakter berbeda.
Baca Juga: Harga Bekas Cuma Rp70 Jutaan, Pilih Honda CR-V 2007 atau Grand Vitara 2007
Santa Fe Hybrid misalnya, menawarkan teknologi hybrid, sedangkan Fortuner 2.8 menawarkan mesin diesel dengan torsi 500 Nm. Perbandingan yang lebih adil adalah berdasarkan kebutuhan dan varian yang setara dari sisi harga serta fitur.
Purna jual menjadi faktor yang sangat penting bagi masyarakat umum. Dalam hal ini Toyota mempunyai keunggulan yang sulit diabaikan. Fortuner telah lama beredar di Indonesia dan mempunyai jaringan Toyota yang luas.
Ketersediaan bengkel, mekanik yang familiar dengan produknya, serta ekosistem suku cadang membuat pemilik relatif mudah mencari tempat servis di banyak daerah. Toyota juga menyediakan program layanan purna jual seperti T-Care pada produk-produknya, termasuk Fortuner.
Santa Fe tidak berarti buruk dalam urusan purna jual. Hyundai terus memperluas layanan dan memberikan paket garansi serta servis untuk produk barunya.
Dalam brosur Santa Fe, Hyundai mencantumkan garansi kendaraan 4 tahun atau 100.000 km dan gratis servis berkala termasuk jasa serta suku cadang selama 4 tahun atau 60.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.
Justru paket tersebut menjadi salah satu daya tarik Santa Fe baru bagi pembeli yang ingin menikmati mobil premium tanpa terlalu khawatir terhadap biaya servis berkala pada periode awal kepemilikan. Meski demikian, untuk wilayah yang jauh dari kota besar, jaringan Toyota masih memiliki keunggulan dari sisi persebaran.
Suku cadang juga perlu diperhitungkan. Untuk Fortuner, suku cadang fast moving relatif mudah ditemukan karena populasi kendaraan sangat besar.
Banyak bengkel umum juga sudah memahami mesin diesel Toyota. Ini merupakan keuntungan besar untuk pemilik yang tinggal di daerah dan tidak selalu mempunyai akses langsung ke dealer resmi.
Santa Fe mempunyai komponen yang lebih modern dan teknologi hybrid pada varian tertentu. Hal ini bukan berarti otomatis lebih sulit dirawat, karena Hyundai menyediakan dukungan resmi, tetapi konsumen sebaiknya melakukan servis di jaringan yang memahami sistem kendaraan tersebut. Untuk jangka panjang, calon pembeli juga perlu mempertimbangkan biaya komponen tertentu setelah masa garansi berakhir.
Baca Juga: SUV Bekas Rp100 Jutaan: Ford Escape 2012 atau X-Trail T30
Lalu apa kekurangan Santa Fe 2024? Pertama adalah harga varian tertingginya cukup tinggi. Santa Fe Calligraphy Hybrid berada di wilayah harga yang sudah mendekati SUV premium lain.
Kedua, teknologi yang semakin kompleks membuat konsumen perlu lebih disiplin melakukan servis. Ketiga, untuk pembeli yang tinggal di daerah dengan akses jaringan Hyundai terbatas, kenyamanan purna jual mungkin belum sekuat Toyota.
Kekurangan Fortuner juga ada. Bodinya besar sehingga tidak selalu praktis untuk parkir di tempat sempit. Karakter ladder frame membuat kenyamanan tidak senatural SUV monokok seperti Santa Fe.
Mesin diesel 2.8 memang kuat, tetapi konsumsi bahan bakarnya tidak dapat disamakan dengan hybrid. Selain itu, fitur-fitur paling lengkap biasanya berada pada varian yang harganya cukup tinggi.
Dari sisi keunggulan, Santa Fe 2024 mempunyai desain yang lebih modern, kabin premium, teknologi hybrid yang menarik, performa 235 PS dan 367 Nm pada versi HEV, serta konsumsi bahan bakar yang berpotensi lebih hemat. Santa Fe juga memberikan pilihan konfigurasi 6 atau 7 penumpang sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.
Fortuner unggul pada reputasi, jaringan purna jual, pilihan mesin, torsi diesel yang besar, opsi 4x4, serta kemampuan menghadapi berbagai kondisi jalan. Mesin 2.8 dengan torsi 500 Nm menjadi salah satu alasan Fortuner tetap diminati oleh konsumen yang membutuhkan SUV bertenaga untuk perjalanan jauh dan medan yang lebih berat.
Jadi, Hyundai Santa Fe 2024 dan Toyota Fortuner 2024 sebenarnya tidak sepenuhnya bermain dalam resep yang sama. Santa Fe lebih tepat dipilih oleh keluarga yang menginginkan SUV modern dengan kenyamanan tinggi, fitur canggih, teknologi hybrid dan efisiensi bahan bakar.
Mobil ini sangat menarik untuk penggunaan harian, perjalanan antarkota, dan kebutuhan keluarga yang menginginkan nuansa kabin lebih premium.
Fortuner lebih masuk akal bagi masyarakat yang mengutamakan daya tahan, torsi besar, jaringan servis luas, kemudahan mencari suku cadang, serta kemampuan menghadapi kondisi jalan yang lebih beragam. Varian 4x4 bahkan memberikan kemampuan yang tidak menjadi fokus utama Santa Fe.
Jika prioritas Anda adalah kenyamanan, teknologi, efisiensi, dan pengalaman berkendara modern, Santa Fe 2024 layak berada di urutan teratas. Jika prioritasnya adalah ketangguhan, kemudahan perawatan, nilai jual kembali, jaringan layanan, dan kemampuan di berbagai medan, Fortuner 2024 masih menjadi pilihan yang sangat rasional.
Baca Juga: Suzuki Carry atau Daihatsu Gran Max? Sama-Sama Pick Up, Tapi Ada Perbedaan Penting
Pada akhirnya, tidak ada pemenang mutlak. Santa Fe 2024 memenangkan pertarungan teknologi, kenyamanan modern, dan efisiensi, sedangkan Fortuner 2024 lebih kuat dalam hal ekosistem kepemilikan, karakter mesin diesel, kemampuan medan, serta kemudahan purna jual.
Bagi masyarakat umum, pilihan paling tepat adalah menyesuaikan mobil dengan rutinitas. Jangan membeli SUV hanya karena terlihat gagah; pertimbangkan juga biaya bahan bakar, servis, suku cadang, kebutuhan keluarga, kondisi jalan sehari-hari, dan kemudahan menjual kembali kendaraan tersebut.
Dengan pertimbangan tersebut, Santa Fe 2024 menjadi pilihan menarik bagi keluarga perkotaan yang ingin naik kelas ke SUV modern, sedangkan Fortuner 2024 tetap menjadi pilihan aman bagi konsumen yang menginginkan SUV besar dengan karakter tangguh dan ekosistem kepemilikan yang sudah sangat matang.
Sebelum membeli, calon konsumen sebaiknya melakukan test drive kedua mobil karena perbedaan posisi duduk, respons mesin, kualitas suspensi, visibilitas, dan karakter kemudi akan terasa jauh lebih jelas ketika dikendarai langsung.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi