RADARSEMARANG.ID – Mazda CX-5 2020 dan Honda CR-V 2020 sama-sama menarik untuk masyarakat yang sedang mencari SUV bekas dengan rasa berkendara yang lebih berkelas, kabin nyaman, fitur lengkap, serta mesin yang masih relevan untuk dipakai sehari-hari.
Keduanya juga berada di kelas yang berdekatan, tetapi karakter yang ditawarkan sebenarnya cukup berbeda. Mazda CX-5 lebih menonjolkan sensasi berkendara, kualitas interior dan kesan premium, sedangkan Honda CR-V lebih kuat pada kepraktisan, ruang kabin, kapasitas penumpang, jaringan layanan, serta kemudahan perawatan.
Karena itu, pertanyaan "lebih bagus Mazda CX-5 2020 atau Honda CR-V 2020?" tidak bisa dijawab hanya dari tenaga mesin atau harga bekas. Untuk masyarakat umum yang ingin membeli mobil untuk bekerja, mengantar anak, bepergian bersama keluarga, mudik, atau sekadar membutuhkan SUV nyaman untuk pemakaian harian,
ada cukup banyak faktor yang perlu diperhatikan mulai dari performa, konsumsi BBM, kapasitas kabin, handling, fitur, harga bekas, purna jual, ketersediaan suku cadang sampai kekurangan masing-masing mobil.
Dari sisi mesin, Honda CR-V 2020 yang banyak ditemui di pasar Indonesia menggunakan mesin 1.5 liter VTEC Turbo. Mesin empat silinder ini menghasilkan tenaga sekitar 190 PS dan torsi 243 Nm, dipadukan dengan transmisi CVT.
Honda sendiri menjelaskan bahwa generasi kelima CR-V menggunakan mesin 1.5 liter VTEC Turbo dengan teknologi Earth Dreams Technology dan menawarkan kombinasi performa serta efisiensi melalui ECON Mode dan ECO Assist.
Karakter mesin CR-V 2020 terasa menarik untuk penggunaan sehari-hari. Walaupun kapasitas mesinnya hanya 1.5 liter, keberadaan turbo membuat tenaga terasa cukup besar ketika mobil mulai berakselerasi.
Baca Juga: Duel, Mazda Biante 2016 atau Toyota Sienta 2016 Harga Bekas Mirip
Untuk menyalip kendaraan di jalan luar kota, respons mesin juga tergolong memadai. Pedal gas tidak perlu diinjak terlalu dalam untuk mendapatkan dorongan tenaga, terutama ketika turbo sudah bekerja pada putaran yang sesuai.
Sementara itu, Mazda CX-5 2020 di pasar Indonesia memiliki beberapa pilihan mesin dan varian. Salah satu yang paling menarik adalah mesin bensin 2.5 liter Skyactiv-G pada varian tertentu, sedangkan pasar juga mengenal CX-5 dengan mesin 2.0 liter.
Untuk perbandingan performa, CX-5 2.5 liter menjadi lawan yang sangat menarik bagi CR-V 1.5 Turbo karena karakter mesinnya berbeda. Mazda juga menawarkan versi 2.5 turbo pada sejumlah pasar, tetapi pembeli di Indonesia perlu memastikan spesifikasi unit berdasarkan VIN, tahun produksi, serta varian karena tidak semua CX-5 2020 memiliki mesin yang sama.
CX-5 2.5 dikenal memiliki karakter tenaga yang linear dan respons pedal gas yang natural. Transmisi otomatis 6-percepatan Skyactiv-Drive juga memberikan sensasi yang berbeda dibanding CVT pada CR-V.
Pada penggunaan normal, perpindahan gigi terasa halus, tetapi ketika pengemudi menginginkan respons lebih cepat, karakter transmisi konvensional tersebut terasa lebih komunikatif.
Dalam hal performa, Honda CR-V 1.5 Turbo unggul pada efisiensi kapasitas mesin dan torsi yang datang cukup cepat, sedangkan Mazda CX-5 2.5
lebih terasa natural dan bertenaga ketika pengemudi menginjak pedal gas lebih dalam. Untuk masyarakat yang sering berkendara di dalam kota, CR-V sangat mudah digunakan. Namun bagi pengemudi yang menikmati sensasi mengemudi, CX-5 memiliki daya tarik yang sulit diabaikan.
Soal konsumsi bahan bakar, keduanya tidak bisa disebut sebagai SUV yang benar-benar irit seperti mobil bermesin kecil. Konsumsi BBM sangat dipengaruhi kondisi jalan, gaya mengemudi, kualitas bahan bakar, tekanan ban, jumlah penumpang dan kondisi mesin.
Dalam penggunaan nyata, CR-V 1.5 Turbo umumnya berpotensi mendapatkan konsumsi BBM yang cukup baik untuk ukuran SUV bertenaga besar.
Pemakaian dalam kota dengan lalu lintas padat tentu bisa turun cukup jauh, sedangkan perjalanan luar kota dengan kecepatan stabil biasanya lebih efisien.
Mazda CX-5 2.5 juga dapat cukup efisien jika dikemudikan dengan tenang. Teknologi Skyactiv membuat mesin mampu menghasilkan performa besar tanpa harus selalu bekerja pada putaran tinggi.
Namun kapasitas 2.5 liter berarti konsumsi bahan bakarnya secara logika tidak selalu lebih hemat daripada CR-V 1.5 Turbo, terutama jika pengemudi sering memanfaatkan tenaga mesin.
Baca Juga: Nissan Terra atau Isuzu MU-X ,Sama-Sama Diesel 7 Penumpang
Dengan demikian, jika prioritas utama adalah konsumsi BBM, Honda CR-V 1.5 Turbo lebih menarik. Jika prioritasnya adalah kombinasi performa, respons mesin dan rasa berkendara,
Mazda CX-5 memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan. Angka konsumsi BBM yang terlalu spesifik sebaiknya tidak dijadikan patokan mutlak karena kondisi pemakaian setiap pemilik berbeda.
Beralih ke kapasitas, Honda CR-V mempunyai keunggulan penting karena generasi ini menawarkan konfigurasi hingga tujuh penumpang pada varian 1.5 Turbo dan Turbo Prestige, sementara versi 2.0 menggunakan konfigurasi lima penumpang. Ini menjadi salah satu alasan mengapa CR-V sangat populer sebagai mobil keluarga.
Baris ketiga CR-V memang tidak bisa disamakan dengan MPV besar dalam hal keleluasaan. Namun keberadaannya sangat membantu ketika keluarga membutuhkan kursi tambahan. Untuk penggunaan lima orang, kursi baris ketiga dapat dilipat sehingga ruang bagasi menjadi lebih fleksibel.
Mazda CX-5 berbeda. Mobil ini pada dasarnya lebih berorientasi kepada lima penumpang. Konsekuensinya, CX-5 tidak menawarkan fleksibilitas tujuh penumpang seperti CR-V.
Bagi keluarga kecil, justru konfigurasi lima penumpang tersebut bisa menjadi keuntungan karena area belakang terasa lebih sederhana dan praktis.
Untuk perjalanan keluarga dengan banyak barang, CR-V memiliki keunggulan dalam fleksibilitas ruang. Sementara CX-5 lebih cocok bagi pembeli yang biasanya bepergian maksimal lima orang dan ingin mengutamakan kenyamanan serta pengalaman mengemudi.
Dari sisi handling, Mazda CX-5 menjadi salah satu SUV yang paling menarik di kelasnya. Posisi kemudi terasa lebih komunikatif, bodi relatif mudah dikendalikan dan respons mobil ketika diarahkan ke tikungan terasa lebih meyakinkan. Mazda memang dikenal sangat memperhatikan hubungan antara pengemudi dan kendaraan melalui filosofi Jinba-Ittai.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Gengsi, Nissan Terra 2020 atau Pajero Sport 2022
CR-V bukan berarti buruk dalam hal handling. Justru untuk pemakaian keluarga, karakter suspensinya terasa nyaman dan mudah dikendalikan.
Kemudi cukup ringan untuk manuver perkotaan, sementara kestabilan ketika melaju di jalan tol juga baik. Hanya saja, jika dibandingkan langsung dengan CX-5, rasa berkendara Mazda biasanya lebih sporty.
Kenyamanan suspensi juga perlu diperhatikan. CR-V terasa cocok untuk perjalanan keluarga karena karakter suspensinya relatif nyaman menghadapi jalan perkotaan dan perjalanan jarak jauh. CX-5 juga nyaman, tetapi sensasi suspensinya cenderung lebih firm.
Bagi sebagian orang hal ini memberikan rasa mobil yang lebih mantap, tetapi bagi pengguna yang sangat mengutamakan bantingan lembut, CR-V bisa terasa lebih cocok.
Masuk ke bagian fitur, Honda CR-V 2020 memiliki daya tarik besar terutama pada varian Turbo Prestige. Fitur yang tersedia dapat mencakup panoramic sunroof, power tailgate, cruise control, kamera belakang, electric driver seat, serta teknologi keselamatan Honda Sensing pada varian tertentu.
Dokumentasi spesifikasi generasi ini juga mencatat keberadaan fitur seperti panoramic sunroof, power tailgate dan sistem audio dengan konektivitas smartphone.
Honda Sensing menjadi salah satu nilai tambah yang penting. Teknologi tersebut membantu memberikan fitur bantuan pengemudi seperti adaptive cruise control dan sistem mitigasi risiko tertentu, tergantung spesifikasi pasar dan varian.
Karena mobil tahun 2020 sudah memasuki usia beberapa tahun, pembeli mobil bekas sebaiknya memeriksa seluruh sensor dan kamera sebelum melakukan transaksi.
Mazda CX-5 juga tidak kalah menarik. Varian tinggi dapat menawarkan fitur seperti sunroof, audio Bose, kursi elektrik, fitur keselamatan aktif, kamera, lampu LED dan berbagai perlengkapan premium.
Bahkan pada pasar mobil bekas saat ini, sejumlah CX-5 2020 yang dijual masih ditawarkan dengan kombinasi Bose dan sunroof.
Baca Juga: Harga Bekas Cuma Rp70 Jutaan, Pilih Honda CR-V 2007 atau Grand Vitara 2007
Kualitas interior menjadi salah satu alasan CX-5 tetap menarik meskipun usianya sudah enam tahun. Material kabin, desain dashboard, posisi berkendara dan tata letak kontrol memberikan kesan yang lebih mahal. Bagi pembeli yang sering menghabiskan waktu di dalam mobil, perbedaan tersebut cukup terasa.
CR-V lebih mengedepankan kepraktisan. Dashboard mudah dipahami, ruang penyimpanan cukup baik dan kabinnya terasa lega. Desain interior mungkin tidak memberikan kesan seunik Mazda, tetapi justru lebih mudah diterima oleh masyarakat umum.
Sekarang masuk ke pertanyaan yang paling sering dicari calon pembeli, yaitu harga Mazda CX-5 2020 dan Honda CR-V 2020 bekas.
Berdasarkan sejumlah listing pasar mobil bekas yang terpantau pada Agustus 2026, Mazda CX-5 2020 ditemukan mulai sekitar Rp230 jutaan pada unit dengan kilometer tinggi, sementara banyak unit dengan kondisi dan kilometer yang lebih baik berada di sekitar Rp270 juta hingga Rp315 jutaan.
Harga tersebut bukan harga resmi karena mobil bekas sangat bergantung pada kondisi. Unit dengan kilometer rendah, servis rutin, pajak panjang, kondisi interior bagus, cat original dan riwayat perawatan lengkap bisa dihargai lebih tinggi. Bahkan beberapa listing menunjukkan harga di atas Rp300 juta.
Honda CR-V 2020 juga memiliki rentang harga yang lebar. Listing yang terpantau menunjukkan beberapa unit berada di kisaran Rp260 juta hingga Rp340 juta, sedangkan unit tertentu dengan spesifikasi atau kondisi khusus dapat ditawarkan lebih tinggi.
Artinya, harga bekas kedua mobil sebenarnya cukup berdekatan. Jangan langsung membeli CX-5 hanya karena menemukan harga lebih murah, dan jangan pula menganggap CR-V selalu lebih mahal. Kondisi unit jauh lebih menentukan daripada sekadar tahun produksi.
Dari sisi purna jual, Honda CR-V memiliki keunggulan yang cukup jelas. Honda mempunyai basis pengguna yang besar di Indonesia, jaringan bengkel resmi yang luas dan nama yang sudah sangat dikenal masyarakat. Hal tersebut membuat proses mencari bengkel, melakukan servis berkala maupun menjual kembali mobil biasanya lebih mudah.
Mazda juga mempunyai layanan resmi dan jaringan yang terus berkembang, tetapi secara jumlah dan persebaran, Honda masih lebih mudah ditemukan di banyak daerah.
Ini penting bagi masyarakat yang tinggal di luar kota besar. Sebelum membeli CX-5 bekas, sebaiknya calon pembeli memastikan lokasi bengkel Mazda terdekat dan ketersediaan suku cadang di wilayah tempat tinggal.
Untuk suku cadang, Honda kembali memiliki keunggulan dari sisi kemudahan mendapatkan komponen. Suku cadang fast moving seperti oli, filter, kampas rem dan komponen perawatan rutin relatif mudah ditemukan melalui jaringan resmi maupun aftermarket.
Untuk Mazda, komponen perawatan rutin juga tersedia, tetapi beberapa komponen khusus bisa membutuhkan waktu pemesanan lebih lama dan harganya berpotensi lebih mahal.
Namun jangan salah menganggap Mazda sebagai mobil yang selalu mahal dirawat. Selama kondisi unit sehat dan servis dilakukan secara rutin, biaya perawatan CX-5 sebenarnya masih dapat dikelola.
Masalah biasanya muncul ketika pembeli mendapatkan unit yang sebelumnya kurang terawat, kemudian harus melakukan banyak perbaikan sekaligus.
Baca Juga: SUV Bekas Rp100 Jutaan: Ford Escape 2012 atau X-Trail T30
Inilah alasan pemeriksaan sebelum membeli jauh lebih penting daripada mengejar harga termurah. Pada CX-5, periksa kondisi transmisi, mesin, kaki-kaki, sistem kelistrikan, AC, sunroof jika tersedia, kamera, sensor dan seluruh fitur elektronik. Untuk varian dengan mesin 2.5, pastikan riwayat servis jelas.
Pada CR-V 1.5 Turbo, pemeriksaan mesin turbo, CVT, sistem pendinginan, kaki-kaki, AC, sensor Honda Sensing dan riwayat servis juga wajib dilakukan. Jangan lupa mengecek apakah mobil pernah mengalami tabrakan besar atau banjir.
Kelebihan Mazda CX-5 2020 terletak pada desain yang masih terlihat modern, kualitas interior yang terasa premium, handling yang menyenangkan, posisi berkendara yang bagus, transmisi otomatis yang responsif dan karakter mobil yang lebih dekat dengan SUV untuk pengemudi. Bagi seseorang yang setiap hari mengemudi sendiri, keunggulan tersebut sangat terasa.
Kekurangan Mazda CX-5 adalah kapasitas hanya lima penumpang, jaringan layanan yang tidak sebanyak Honda, suku cadang tertentu bisa lebih sulit ditemukan di luar kota besar dan harga jual kembali biasanya tidak sekuat Honda. Selain itu, konsumsi BBM mesin 2.5 tidak bisa dianggap sangat irit.
Kelebihan Honda CR-V 2020 adalah kabin luas, pilihan tujuh penumpang pada varian tertentu, mesin 1.5 Turbo bertenaga, konsumsi BBM yang cukup masuk akal untuk kelasnya, fitur lengkap, jaringan servis luas, suku cadang relatif mudah dicari dan pasar mobil bekas yang besar. Semua keunggulan tersebut membuat CR-V menjadi pilihan yang lebih rasional bagi keluarga.
Kekurangannya, mesin turbo dan transmisi CVT membutuhkan perawatan yang disiplin. Unit bekas dengan riwayat servis buruk sebaiknya dihindari.
Baris ketiga juga lebih cocok sebagai kursi tambahan daripada kursi utama untuk orang dewasa dalam perjalanan jauh. Selain itu, bagi pengemudi yang menyukai karakter sporty, handling CR-V mungkin terasa kurang menggugah dibanding CX-5.
Kalau kebutuhan utama Anda adalah mobil keluarga yang digunakan untuk bekerja, mengantar anak, belanja, perjalanan luar kota dan mudik, Honda CR-V 2020 merupakan pilihan yang sangat masuk akal. Kabin lebih fleksibel, tersedia pilihan tujuh kursi dan urusan servis maupun resale value relatif lebih aman.
Namun jika mobil akan lebih sering digunakan oleh satu sampai lima orang dan Anda menginginkan SUV yang terasa lebih premium serta menyenangkan ketika dikemudikan,
Mazda CX-5 2020 layak menjadi pilihan utama. CX-5 terasa seperti mobil yang dibuat bukan hanya untuk membawa penumpang, tetapi juga memberikan pengalaman kepada orang yang berada di balik kemudi.
Baca Juga: Pilih Mana? Nissan Serena 2005 atau Toyota Noah 2005, Simak Selengkapnya
Jadi, Mazda CX-5 2020 atau Honda CR-V 2020? Jawabannya kembali kepada kebutuhan. Untuk keluarga dan kepraktisan, CR-V lebih unggul.
Untuk handling, interior dan kenikmatan berkendara, CX-5 lebih menggoda. Untuk kemudahan servis dan suku cadang, CR-V lebih aman. Untuk sensasi premium dengan harga mobil bekas yang kini semakin menarik, CX-5 patut diperhitungkan.
Menariknya, kondisi pasar 2026 menunjukkan bahwa keduanya sudah masuk fase harga bekas yang cukup menarik. Listing CX-5 2020 di sejumlah marketplace menunjukkan banyak unit berada di kisaran Rp270 juta-Rp315 juta,
sedangkan CR-V 2020 juga banyak muncul di sekitar Rp278 juta-Rp325 juta, tergantung tipe, kilometer dan kondisi. Ini membuat pertarungan keduanya semakin menarik bagi pembeli dengan dana sekitar Rp300 juta.
Pada akhirnya, jangan membeli berdasarkan merek saja. Untuk mobil bekas berusia sekitar enam tahun, kondisi aktual jauh lebih penting daripada brosur ketika mobil masih baru. Mobil dengan kilometer 80.000 km tetapi servis lengkap bisa menjadi pembelian yang lebih aman daripada mobil 40.000 km yang riwayat perawatannya tidak jelas.
Jika menemukan dua unit dengan harga yang hampir sama dan kondisi sama-sama bagus, keputusan paling mudah adalah begini: pilih Honda CR-V 2020 jika Anda membutuhkan ruang, tujuh kursi, kemudahan servis dan mobil keluarga yang praktis. Pilih Mazda CX-5 2020 jika Anda lebih mementingkan kualitas kabin, rasa berkendara, handling dan kesan premium.
Dengan kata lain, CR-V adalah pilihan yang lebih rasional, sementara CX-5 adalah pilihan yang lebih emosional tetapi tetap masuk akal. Keduanya masih layak dipertimbangkan sebagai SUV bekas untuk masyarakat umum, asalkan pembeli melakukan inspeksi menyeluruh sebelum membayar.
Secara keseluruhan, Mazda CX-5 2020 dan Honda CR-V 2020 sama-sama menawarkan paket yang menarik. Tidak ada pemenang mutlak. CR-V menang dalam kepraktisan dan ekosistem kepemilikan, sedangkan CX-5 menang dalam pengalaman berkendara dan nuansa premium.
Bagi calon pembeli yang menginginkan SUV bekas sekitar Rp300 jutaan, dua mobil ini justru menjadi pilihan yang menarik karena menawarkan karakter berbeda tanpa harus masuk ke harga SUV baru yang semakin tinggi.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi