RADARSEMARANG.ID - Honda Astrea Star, pada medio tahun 1980-1990an, mungkin hanya dianggap sebagai motor bebek biasa untuk operasional harian seperti ke pasar, kerja atau mengantar anak sekolah.
Namun kini, setelah lebih dari empat dekade, Honda Astrea Star dalam kondisi utuh dan masih mempertahankan komponen orisinalnya bisa menjadi barang yang sangat istimewa.
Honda Astrea Star yang lahir pada era 1980-an tersebut perlahan berubah status. Bukan lagi sekadar kendaraan tua, tetapi menjadi salah satu buruan penggemar motor klasik Honda.
Baca Juga: Honda Astrea 700: Spesifikasi, Sejarah dan Kisah Motor Bebek Legendaris Era 1980-an
Namanya adalah Honda Astrea Star.
Motor ini menjadi bagian penting dalam perjalanan keluarga Astrea sebelum Honda melahirkan Astrea Prima dan kemudian Astrea Grand yang jauh lebih populer.
Menariknya, Astrea Star sudah membawa sejumlah teknologi yang tergolong modern untuk ukuran motor bebek pada masanya. Lantas, seperti apa spesifikasi Honda Astrea Star dan mengapa motor ini sekarang semakin menarik di mata kolektor?
Honda Astrea Star Lahir pada 1985
Honda Astrea Star meluncur di Indonesia pada 1985. Kehadirannya meneruskan perjalanan Astrea 800 sekaligus membawa sejumlah perubahan pada desain, mesin dan fitur.
Bagi dunia otomotif Indonesia, Astrea Star disebut sebagai salah satu model yang menandai era motor bebek Honda yang lebih modern. Jika Astrea 700 dan Astrea 800 masih sangat kuat dengan desain kotak khas awal 1980-an, Astrea Star mulai membawa tampilan yang lebih dinamis.
Namun, ciri khas motor bebek Honda pada masa itu masih sangat terasa. Bentuk bodinya sederhana, posisi duduk nyaman dan berbagai komponen dibuat untuk menunjang penggunaan sehari-hari.
Inilah salah satu alasan mengapa Astrea Star kemudian memiliki tempat tersendiri dalam sejarah motor bebek Honda di Indonesia.
Spesifikasi Honda Astrea Star
Di balik bodinya yang sederhana, Astrea Star dibekali mesin yang cukup menarik untuk zamannya. Motor ini menggunakan mesin 1-silinder 4-tak berkapasitas 85,8 cc.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 6,8 hp pada 8.500 rpm. Tenaga kemudian disalurkan melalui transmisi 4-percepatan dengan pola rotary N-1-2-3-4-N.
Baca Juga: Vespa 2-Tak Pernah Jadi Raja Jalanan, Kenapa Akhirnya Disuntik Mati?
Berikut spesifikasi singkatnya:
Spesifikasi Honda Astrea Star
Mesin 1-silinder 4-tak
Kapasitas 85,8 cc
Sistem mesin SOHC, pendingin udara
Tenaga maksimum Sekitar 6,8 hp
Putaran tenaga 8.500 rpm
Transmisi 4-percepatan rotary
Pola gigi N-1-2-3-4-N
Starter Elektrik
Era peluncuran 1985
Untuk motor yang lahir lebih dari tiga dekade lalu, spesifikasi tersebut cukup menarik.
Apalagi Astrea Star sudah menggunakan electric starter, sebuah fitur yang tentu terasa istimewa pada era tersebut.
Mesin 86 Cc yang Dikenal Irit dan Bandel
Salah satu alasan motor-motor Astrea masih dicari hingga sekarang adalah reputasi mesinnya. Astrea Star menggunakan mesin berkapasitas relatif kecil. Namun, justru kapasitas tersebut membuat motor ini memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada zamannya.
Tidak mengejar performa ekstrem. Tidak mengandalkan teknologi rumit. Resepnya sederhana: mesin kecil, konsumsi bahan bakar hemat dan perawatan relatif mudah.
Karakter seperti inilah yang membuat motor bebek Honda generasi tersebut begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan hingga sekarang, mesin Astrea Star masih menjadi salah satu alasan penggemar motor klasik mempertahankan unit mereka.
Baca Juga: Ternyata Ini Arti Nama Astrea di Honda Astrea, Ada Kaitannya dengan Bintang dan Mitologi Yunani?
Astrea Star Sudah Pakai Electric Starter
Jika melihat motor modern sekarang, electric starter tentu bukan sesuatu yang istimewa. Tetapi pada era 1980-an, fitur tersebut menjadi salah satu nilai jual. Astrea Star sudah dibekali electric starter, sehingga pengendara tidak selalu harus menggunakan kick starter untuk menyalakan mesin. Hal ini menunjukkan bahwa Honda mulai membawa kenyamanan lebih pada motor bebeknya.
Astrea Star bukan hanya soal desain.
Honda juga mulai mengembangkan aspek kepraktisan dan kemudahan penggunaan. Salah Satu Ciri Khas: Suspensi Depan Model Lama Ada satu bagian yang membuat Astrea Star mudah dibedakan dari Astrea Prima.
Pada Astrea Star, suspensi depan masih menggunakan model leading link, bukan teleskopik seperti yang kemudian digunakan Astrea Prima.
Perubahan tersebut menjadi salah satu tanda evolusi keluarga Astrea.
Astrea Star masih membawa karakter motor bebek klasik, sedangkan Astrea Prima mulai masuk ke generasi yang lebih modern dengan suspensi depan teleskopik.
Karena itu, bagi kolektor, detail kecil seperti model suspensi justru menjadi bagian menarik dari sejarah motor tersebut.
Desain Astrea Star, Kotak tapi Mulai Modern Astrea Star tidak bisa disebut sebagai motor dengan desain futuristis jika dibandingkan dengan motor zaman sekarang. Namun, untuk pertengahan 1980-an, desainnya sudah mengalami perkembangan.
Bentuk kotak masih menjadi karakter utama. Penggunaan material plastik juga semakin terlihat pada beberapa bagian seperti rumah lampu, spakbor dan komponen bodi lainnya.
Salah satu ciri yang cukup menarik adalah rumah lampu belakang yang menyatu dengan lampu sein. Detail tersebut membuat Astrea Star terlihat berbeda dibandingkan generasi Astrea sebelumnya.
Di bagian depan, rak barang di bawah pelat nomor juga masih menjadi bagian dari desain khas motor bebek era tersebut. Astrea Star Punya Peran Penting Sebelum Lahirnya Astrea Prima
Kalau membicarakan sejarah Honda Astrea, Astrea Star tidak bisa dilewatkan. Motor ini berada di posisi penting antara Astrea 800 dan Astrea Prima. Secara sederhana, perjalanan keluarga tersebut dapat digambarkan:
Baca Juga: Perjalanan Vespa di Indonesia: Dari LX, Primavera, Sprint hingga Model Lama Disuntik Mati
Astrea 700 → Astrea 800 → Astrea Star → Astrea Prima → Astrea Grand.
Astrea Prima kemudian hadir pada 1988 dengan mesin yang lebih besar, sekitar 97 cc.
Peningkatan tersebut membuat performanya melonjak dibandingkan Astrea Star. Astrea Prima disebut mampu menghasilkan tenaga hingga sekitar 8,9 PS pada 8.000 rpm.
Dengan demikian, Astrea Star bisa dianggap sebagai jembatan penting menuju generasi Astrea bermesin 100 cc.
Kenapa Astrea Star Kini Dicari Kolektor?
Inilah bagian yang membuat motor ini semakin menarik. Astrea Star sudah berusia puluhan tahun. Semakin tua usia kendaraan, semakin sulit menemukan unit yang masih mempertahankan kondisi seperti saat keluar dari dealer.
Banyak Astrea Star yang telah mengalami perubahan selama masa pakainya.
> Cat diganti.
> Bodi diganti.
> Knalpot aftermarket dipasang.
> Mesin direstorasi.
> Lampu dan spion tidak lagi original.
Baca Juga: 7 Fakta Bellinda Birton Wabup Kudus Termuda: Anak Pejabat, Dokter Hingga Pebisnis
Bahkan beberapa unit sudah dimodifikasi total. Karena itu, Astrea Star yang masih original menjadi semakin menarik bagi kolektor. Bukan hanya kondisi mesinnya yang dilihat.
Detail kecil seperti sayap, lampu, jok, spion, emblem, striping, pelek hingga komponen kelistrikan bisa ikut menentukan daya tarik sebuah unit. Harga Astrea Star Tidak Bisa Disamaratakan Fenomena harga motor klasik memang menarik.
Sebuah Astrea Star bisa ditawarkan hanya beberapa juta rupiah, sementara unit yang kondisinya sangat baik atau memiliki kelengkapan dan tingkat originalitas tinggi bisa dihargai jauh lebih mahal.
Sebagai gambaran pasar terkini, sejumlah listing Astrea Star tahun 1986 di marketplace kendaraan menunjukkan rentang harga yang cukup lebar, mulai dari unit sekitar Rp2,9 juta hingga belasan juta rupiah.
Salah satu listing bahkan menawarkan unit yang disebut "rare" di kisaran Rp16,5 juta. Harga iklan bukan berarti harga transaksi.
Nilai sebuah Astrea Star sangat tergantung pada kondisi, kelengkapan surat, keaslian komponen, kualitas restorasi dan kesepakatan antara penjual dengan pembeli. Untuk kolektor, unit yang benar-benar original bisa memiliki daya tarik berbeda dibandingkan motor yang sekadar sudah terlihat mulus setelah restorasi.
Apa yang Membuat Astrea Star Original Lebih Menarik?
Ada beberapa hal yang biasanya menjadi perhatian penggemar motor klasik.
1. Komponen Original
Semakin banyak komponen bawaan pabrik yang masih bertahan, semakin menarik unit tersebut.
Bahkan komponen kecil yang terlihat sepele bisa menjadi penting.
2. Kondisi Bodi
Bodi yang masih mempertahankan bentuk dan warna asli mempunyai nilai nostalgia tersendiri.
Motor yang sudah dicat ulang memang bisa terlihat lebih segar, tetapi kolektor tertentu justru lebih menyukai cat original dengan tanda usia.
3. Kelengkapan Surat
STNK dan BPKB menjadi faktor penting.
Motor klasik tanpa dokumen lengkap tentu memiliki tantangan tersendiri untuk dijadikan koleksi.
4. Nomor Mesin dan Rangka
Kesesuaian nomor mesin dan rangka dengan dokumen perlu diperiksa sebelum membeli.
5. Riwayat Restorasi
Motor yang direstorasi dengan komponen yang sesuai zamannya tentu berbeda dengan motor yang menggunakan banyak part modern.
Bagi kolektor, keaslian sejarah motor merupakan bagian dari nilai kendaraan itu sendiri.
Astrea Star vs Astrea Prima, Apa Bedanya?
Pertanyaan ini cukup sering muncul karena kedua motor memiliki bentuk yang sekilas mirip.
Perbedaan paling besar berada pada mesin dan sejumlah bagian teknis.
Astrea Star menggunakan mesin 85,8 cc, sedangkan Astrea Prima meningkat menjadi sekitar 97 cc.
Astrea Star juga masih menggunakan suspensi depan model leading link, sedangkan Astrea Prima sudah memakai suspensi teleskopik.
Dari sisi performa, Astrea Prima tentu lebih unggul karena kapasitas mesinnya lebih besar.
Namun, untuk kolektor, performa bukan satu-satunya pertimbangan.
Kelangkaan dan originalitas justru bisa lebih penting.
Astrea Star, Motor Tua yang Mulai Naik Kelas
Dulu, Astrea Star hanyalah kendaraan untuk mobilitas sehari-hari.
Kini situasinya berubah.
Motor yang dahulu digunakan untuk bekerja dan beraktivitas mulai masuk ke garasi kolektor.
Bahkan pasar motor klasik menunjukkan bahwa Astrea Star dalam kondisi bagus semakin mendapat perhatian.
Sejumlah pemberitaan dan listing terkini menunjukkan unit-unit dengan kondisi istimewa bisa memiliki nilai penawaran jauh di atas motor tua biasa.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru.
Semakin sedikit kendaraan yang bertahan dalam kondisi original, semakin tinggi pula nilai nostalgianya.
Terlebih Astrea Star memiliki posisi khusus dalam sejarah keluarga Astrea.
Nilainya pun tidak bisa hanya dilihat dari harga pasar. Kondisi, originalitas, kelengkapan surat dan komponen bawaan menjadi faktor penting dalam menentukan daya tarik sebuah unit.
Maka, jika suatu hari Anda menemukan Honda Astrea Star tua yang masih lengkap, suratnya jelas dan sebagian besar komponennya masih original, jangan buru-buru menganggapnya sebagai motor bekas biasa.
Bisa jadi, Anda sedang menemukan salah satu keping sejarah motor bebek Honda era 1980-an yang semakin sulit dicari.
Dan justru karena itulah, motor bebek 86 cc ini kini punya cerita yang jauh lebih mahal daripada sekadar angka di brosur.
Astrea Star: dulu kendaraan rakyat, sekarang bisa menjadi incaran kolektor. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi