RADARSEMARANG.ID – Isuzu D-Max 2015 vs Mitsubishi Triton 2015 menjadi salah satu perbandingan menarik bagi masyarakat yang sedang mencari mobil pikap kabin ganda bekas dengan mesin diesel. Keduanya sama-sama menawarkan kemampuan angkut, penggerak 4x4 pada varian tertentu, mesin diesel turbo, serta karakter kendaraan yang cocok digunakan untuk kebutuhan keluarga sekaligus pekerjaan.
Namun, D-Max 2015 dan Triton 2015 mempunyai karakter yang cukup berbeda. Isuzu lebih dikenal dengan karakter mesin diesel yang sederhana, kuat dan berorientasi pada efisiensi serta ketahanan untuk pemakaian berat. Sementara Mitsubishi Triton generasi yang diperkenalkan pada 2015 hadir dengan desain lebih modern, tenaga yang lebih besar pada varian tertentu, serta sejumlah peningkatan kenyamanan dan keselamatan.
Perlu diperhatikan, spesifikasi D-Max 2015 berbeda menurut varian dan pasar. Untuk model D-Max 2.5 VGS, mesin 4JK1-TCX berkapasitas 2.499 cc menghasilkan sekitar 136 PS dengan torsi 320 Nm. Data spesifikasi periode tersebut menunjukkan pilihan transmisi manual lima percepatan dan otomatis lima percepatan pada varian tertentu.
Mitsubishi Triton yang diluncurkan di Indonesia pada 2015 menggunakan mesin diesel 2.5 liter 4D56 DI-D common-rail dengan turbocharger VGT. Untuk varian Exceed, outputnya mencapai sekitar 178 hp dengan torsi 40,8 kgm atau sekitar 400 Nm. Mitsubishi sendiri menyebut generasi tersebut sebagai Triton yang mengedepankan konsep modern, fungsional, andal dan nyaman.
Dari sisi performa mesin, Mitsubishi Triton 2015 mempunyai keunggulan yang cukup jelas jika yang dibandingkan adalah D-Max 2.5 VGS 136 PS. Selisih tenaga membuat Triton terasa lebih bertenaga ketika digunakan untuk membawa muatan, menyalip kendaraan di jalan luar kota atau melewati tanjakan.
Akan tetapi, angka tenaga bukan satu-satunya faktor yang menentukan rasa berkendara. D-Max 2.5 VGS dengan torsi 320 Nm tetap mempunyai karakter mesin diesel yang kuat pada putaran rendah hingga menengah. Bagi pengguna yang lebih mengutamakan kendaraan yang mudah dikendalikan dan tidak selalu membutuhkan akselerasi agresif, karakter D-Max masih sangat menarik.
Triton 2015 sendiri memiliki beberapa pilihan output mesin. Data spesifikasi varian GLS menunjukkan tenaga yang lebih rendah dibanding Exceed, sehingga pembeli mobil bekas tidak boleh hanya melihat tahun kendaraan. Varian, transmisi dan sistem penggeraknya perlu diperiksa terlebih dahulu. Salah satu data Triton 2015 GLS mencatat mesin diesel 2.4 liter pada listing tertentu, sehingga perbedaan spesifikasi antarvarian memang perlu menjadi perhatian ketika membandingkan mobil bekas.
Dalam penggunaan sehari-hari, D-Max cenderung terasa sebagai pikap yang mengutamakan fungsi. Posisi mengemudi tinggi memberikan visibilitas yang baik dan karakter suspensinya memang dirancang untuk menghadapi beban serta kondisi jalan yang tidak selalu mulus.
Triton 2015 mempunyai pendekatan yang sedikit berbeda. Generasi ini dibuat dengan perhatian lebih besar terhadap kenyamanan dan desain. Mitsubishi juga memperbesar area bak dibandingkan generasi sebelumnya. Artinya, bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk mengangkut barang tetapi tetap ingin kabin yang relatif nyaman ketika dipakai bersama keluarga, Triton memiliki nilai lebih.
Bagaimana dengan konsumsi bahan bakar? Di sinilah perbandingan harus dilakukan secara realistis. Tidak ada satu angka konsumsi BBM yang berlaku untuk semua D-Max dan Triton 2015 karena kondisi kendaraan bekas saat ini sudah sangat beragam. Kondisi injector, turbo, filter udara, tekanan ban, oli, transmisi, sistem 4WD, bobot muatan dan gaya berkendara dapat mengubah konsumsi secara signifikan.
Data pengujian pengguna untuk D-Max 2015 2.5 turbo diesel 4WD manual menunjukkan rata-rata sekitar 8,73 liter per 100 km, atau kira-kira 11,5 km per liter dalam basis pengujian tersebut. Untuk versi otomatis, data yang tersedia menunjukkan sekitar 9,80 liter per 100 km atau sekitar 10,2 km per liter. Angka ini sebaiknya digunakan sebagai referensi, bukan jaminan konsumsi untuk setiap unit di Indonesia.
Secara umum, D-Max 2.5 mempunyai potensi menjadi pilihan menarik untuk pengguna yang menempatkan efisiensi sebagai salah satu pertimbangan utama. Namun, Triton juga bukan kendaraan yang boros secara otomatis. Mesin diesel common-rail dengan turbo dapat memberikan efisiensi yang baik jika kendaraan dalam kondisi sehat dan digunakan dengan cara yang wajar.
Untuk penggunaan dalam kota yang padat, konsumsi keduanya tentu bisa turun dibandingkan perjalanan luar kota. Sebaliknya, perjalanan konstan dengan kecepatan stabil dan muatan ringan biasanya menghasilkan konsumsi yang lebih baik. Karena itu, jangan membeli D-Max atau Triton hanya berdasarkan klaim angka konsumsi BBM dari internet.
Dari sisi kapasitas, keduanya merupakan pikap yang dapat membawa lima penumpang pada varian double cabin. Triton 2015 mempunyai dimensi sekitar 5,2 meter dengan lebar sekitar 1,8 meter. Salah satu data varian Triton mencatat kapasitas tangki 75 liter, wheelbase 3.000 mm dan kapasitas lima penumpang.
Triton juga mempunyai keunggulan dari sisi ukuran bak dibandingkan generasi sebelumnya. Mitsubishi mencatat bahwa bak All New Triton yang diperkenalkan pada 2015 dibuat lebih besar.
D-Max juga menawarkan kemampuan angkut yang menjadi salah satu alasan kendaraan ini banyak dipilih untuk kebutuhan pekerjaan. Akan tetapi, calon pembeli harus membedakan antara kapasitas bak, kemampuan muatan kendaraan dan kemampuan towing. Ketiganya bukan hal yang sama.
Untuk pemakaian keluarga, handling menjadi faktor yang tidak kalah penting. D-Max memberikan sensasi khas pikap: posisi duduk tinggi, bodi besar dan suspensi belakang yang tetap mempertahankan karakter kendaraan niaga. Ketika bak kosong, pikap dengan suspensi belakang leaf spring dapat terasa lebih keras dibandingkan mobil penumpang biasa.
Triton juga menggunakan suspensi belakang leaf spring. Salah satu spesifikasi Triton 2015 mencatat suspensi depan double wishbone dan belakang leaf spring, dengan rem depan cakram berventilasi dan rem belakang tromol.
Dalam penggunaan di jalan kota, Triton terasa menarik bagi pengguna yang menginginkan kompromi antara kendaraan kerja dan kendaraan harian. Desain kabinnya relatif modern untuk ukuran pikap pada zamannya. D-Max juga nyaman digunakan sehari-hari, tetapi kesan utilitariannya lebih terasa.
Untuk jalan rusak dan medan yang membutuhkan traksi, sistem 4WD menjadi keunggulan kedua kendaraan. Namun, keberadaan 4WD bukan berarti mobil bebas digunakan secara sembarangan di medan ekstrem. Kondisi ban, sistem transfer case, gardan, propeller shaft dan komponen kaki-kaki justru menjadi sangat penting pada mobil bekas berusia sekitar satu dekade.
Berbicara fitur, Triton 2015 mempunyai sejumlah perlengkapan keselamatan yang cukup baik untuk ukuran kendaraan pada masanya. Mitsubishi menyebut adanya SRS airbag, immobilizer, collapse steering column, ABS-EBD dan struktur sasis Reinforced Impact Evolution.
D-Max 2015 juga menawarkan fitur keselamatan dan kenyamanan yang berbeda menurut tipe. Karena itu, pembeli harus melihat tipe kendaraan secara spesifik. Jangan menyamakan D-Max single cabin dengan D-Max double cabin atau varian Rodeo.
Untuk masyarakat umum yang sedang memilih mobil bekas, fitur sebenarnya bukan hanya soal layar multimedia atau jumlah tombol di dashboard. Fitur yang paling terasa dalam jangka panjang adalah AC yang masih dingin, power window berfungsi, central locking normal, sistem pengereman sehat, lampu bekerja dengan baik, serta seluruh sistem 4WD pada varian terkait dapat berfungsi normal.
Kemudian masuk ke persoalan harga. Harga D-Max 2015 dan Triton 2015 bekas sangat bergantung pada tipe, kondisi, kilometer, lokasi, riwayat servis, kelengkapan dokumen dan kondisi bodi.
Sebagai gambaran pasar yang terpantau saat ini, listing D-Max 2015 yang tersedia di salah satu marketplace otomotif tercatat mulai sekitar Rp125 juta untuk unit single cabin dengan jarak tempuh 81.000 km.
Sementara itu, listing Triton 2015 yang terpantau menunjukkan harga mulai sekitar Rp185 juta.
Angka tersebut bukan harga mati dan bukan berarti semua D-Max 2015 pasti lebih murah daripada Triton 2015. Perbedaan tipe dapat membuat harga berubah puluhan juta rupiah. D-Max double cabin 4x4 dengan kondisi bagus tentu tidak tepat dibandingkan dengan Triton single cabin atau varian berbeda.
Bagi masyarakat umum, justru harga beli bukan satu-satunya biaya yang harus dihitung. Mobil berusia sekitar 10 atau 11 tahun bisa membutuhkan biaya awal setelah pembelian. Penggantian oli, filter, aki, ban, kampas rem, kaki-kaki, belt, komponen sistem pendingin atau perbaikan sistem bahan bakar bisa membuat mobil yang terlihat murah menjadi lebih mahal.
Dari sisi purna jual, Mitsubishi dan Isuzu sama-sama mempunyai jaringan layanan resmi di Indonesia. Mitsubishi Motors Indonesia menyediakan informasi dealer, layanan purna jual dan brosur resmi untuk produk Triton.
Isuzu juga memiliki jaringan dealer dan layanan untuk kendaraan D-Max. Situs dealer Isuzu menyediakan informasi produk, spesifikasi dan layanan purnajual.
Untuk mobil tahun 2015, keberadaan bengkel resmi menjadi nilai tambah, tetapi pengguna tidak harus selalu melakukan semua pekerjaan di bengkel resmi. Perawatan rutin yang sederhana dapat dilakukan di bengkel spesialis yang benar-benar memahami mesin diesel common-rail.
Yang lebih penting adalah ketersediaan suku cadang. D-Max mempunyai keuntungan karena Isuzu sudah lama dikenal sebagai merek yang kuat di kendaraan komersial dan diesel. Sejumlah komponen mesin dan consumable relatif mudah ditemukan, meskipun harga komponen tertentu dapat berbeda tergantung genuine, OEM atau aftermarket.
Triton juga mempunyai ekosistem suku cadang yang cukup luas. Popularitas Mitsubishi di Indonesia membuat komponen fast moving relatif mudah dicari. Namun, komponen khusus sistem 4WD, sensor elektronik, turbo dan sistem injeksi tetap sebaiknya dibeli dari sumber yang terpercaya.
Durability menjadi salah satu alasan utama orang mempertimbangkan kedua mobil ini. Untuk D-Max, mesin 4JK1 2.5 liter dikenal sebagai mesin diesel common-rail yang digunakan pada berbagai model Isuzu. D-Max 2015 tertentu menggunakan 4JK1-TCX 2.5 liter dengan VGS turbo dan output 136 PS serta torsi 320 Nm.
Namun, mobil diesel yang awet bukan berarti bebas perawatan. Pada kendaraan berusia lebih dari satu dekade, kondisi aktual jauh lebih penting daripada reputasi merek. Mesin yang dirawat dengan baik bisa lebih sehat daripada mobil yang secara teori memiliki spesifikasi lebih tinggi tetapi sering terlambat servis.
Triton 2015 juga memiliki reputasi sebagai kendaraan pekerja yang tangguh. Bahkan Mitsubishi mempertahankan mesin 4D56 pada All New Triton Indonesia dan meningkatkan karakter torsinya.
Jika berbicara durability secara umum, keduanya bisa menjadi kendaraan jangka panjang, tetapi D-Max memiliki daya tarik tersendiri bagi pengguna yang mengutamakan kesederhanaan dan karakter kendaraan kerja. Triton lebih menarik bagi pengguna yang menginginkan perpaduan performa, desain, fitur dan kemampuan kerja.
Lalu, mana yang lebih bagus, D-Max 2015 atau Triton 2015?
Jika prioritas utama adalah efisiensi, karakter mesin diesel yang kuat, kebutuhan kerja dan biaya pembelian yang relatif terjangkau, D-Max 2015 layak dipertimbangkan.
Jika prioritasnya tenaga, kenyamanan, desain yang lebih modern serta kemampuan membawa keluarga dan barang sekaligus, Triton 2015 mempunyai keunggulan yang cukup kuat.
Untuk performa, Triton unggul.
Untuk potensi efisiensi, D-Max sangat menarik.
Untuk kapasitas dan kebutuhan kerja, keduanya sama-sama kuat.
Untuk handling harian, Triton cenderung lebih menarik bagi pengguna yang menginginkan rasa berkendara lebih modern, sedangkan D-Max terasa lebih utilitarian.
Untuk fitur, Triton mempunyai paket yang menarik untuk ukuran kendaraan 2015, tetapi D-Max juga cukup lengkap tergantung variannya.
Untuk harga bekas, D-Max dapat lebih menarik pada unit tertentu, tetapi perbandingan harus dilakukan berdasarkan tipe yang setara.
Untuk suku cadang dan jaringan layanan, keduanya relatif aman untuk dipertimbangkan di Indonesia.
Untuk durability, keduanya memiliki reputasi baik, tetapi kondisi unit bekas tetap menjadi faktor penentu.
Kesimpulannya, Isuzu D-Max 2015 vs Mitsubishi Triton 2015 bukan pertarungan yang menghasilkan satu pemenang mutlak. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. D-Max lebih cocok untuk masyarakat yang mencari pikap diesel yang fungsional, efisien dan berorientasi pada pekerjaan. Triton 2015 lebih cocok bagi pengguna yang menginginkan performa lebih kuat, kabin yang terasa lebih modern dan kendaraan yang bisa dipakai untuk pekerjaan sekaligus kebutuhan keluarga.
Justru ketika membeli mobil bekas, pertanyaan paling penting bukan hanya “D-Max atau Triton?”, tetapi “unit mana yang kondisinya paling sehat?”. Sebuah D-Max 2015 dengan riwayat servis jelas, mesin sehat dan kaki-kaki terawat bisa menjadi pembelian yang jauh lebih masuk akal daripada Triton 2015 yang terlihat murah tetapi membutuhkan banyak perbaikan. Begitu juga sebaliknya.
Karena itu, sebelum transaksi, calon pembeli sebaiknya memeriksa kondisi mesin saat dingin, suara mesin, asap knalpot, kebocoran oli, sistem pendingin, turbo, injektor, transmisi, kopling, kaki-kaki, rem, AC, kelistrikan, kondisi ban serta fungsi 4WD jika kendaraan tersebut menggunakan penggerak empat roda. Pemeriksaan riwayat servis dan kecocokan nomor rangka serta nomor mesin dengan dokumen juga tidak boleh dilewatkan.
Pada akhirnya, D-Max 2015 adalah pilihan yang menarik bagi masyarakat yang mengutamakan fungsi dan efisiensi, sedangkan Triton 2015 menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan performa dan kenyamanan lebih seimbang. Dengan usia kendaraan yang sudah cukup tua, kualitas unit jauh lebih menentukan daripada sekadar merek atau angka tenaga di atas kertas.
Untuk pembaca yang ingin melakukan riset lebih lanjut, informasi resmi Mitsubishi mengenai Triton dan fasilitas purnajual dapat dijadikan rujukan awal, termasuk halaman produk dan brosur yang tersedia di situs Mitsubishi Motors Indonesia. Untuk data harga mobil bekas, listing marketplace juga dapat digunakan sebagai pembanding, tetapi harga iklan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai harga transaksi final. Data pasar yang tersedia saat ini menunjukkan D-Max 2015 dan Triton 2015 mempunyai rentang harga yang cukup berbeda tergantung varian dan kondisi.
Dengan kata lain, bagi masyarakat umum yang mencari mobil diesel bekas untuk bekerja, bepergian, membawa barang, digunakan bersama keluarga atau menghadapi jalan yang beragam, kedua pikap ini masih layak masuk daftar pertimbangan. Pilih D-Max jika efisiensi dan karakter kendaraan kerja lebih penting. Pilih Triton jika tenaga, kenyamanan dan fitur menjadi pertimbangan lebih besar. Dan apa pun pilihannya, kondisi kendaraan tetap menjadi faktor nomor satu.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi