Solar Nih Bos, Isuzu D-Max vs Mitsubishi Triton 2021:Siapa Lebih Tangguh dan Lebih Irit

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:11 WIB
D-Max atau Triton 2021 lebih layak dibeli?
D-Max atau Triton 2021 lebih layak dibeli?

  

RADARSEMARANG.ID – Memilih double cabin diesel bekas tahun 2021 tidak cukup hanya melihat tampilan, tenaga mesin, atau harga di iklan. Untuk konsumen yang benar-benar akan memakai kendaraan setiap hari, hal yang jauh lebih penting adalah konsumsi bahan bakar, kemampuan membawa beban, kenyamanan, handling, fitur keselamatan, jaringan bengkel, ketersediaan suku cadang, biaya perawatan, durability, sampai harga jual kembali.

Dua nama yang menarik untuk dibandingkan adalah Isuzu D-Max dan Mitsubishi Triton. Keduanya sama-sama dikenal sebagai pikap diesel 4x4 yang dapat digunakan untuk pekerjaan sekaligus kebutuhan transportasi harian.

Namun, ada satu hal penting yang harus diperhatikan ketika membicarakan D-Max tahun 2021: tahun tersebut merupakan masa peralihan model di Indonesia. D-Max generasi sebelumnya masih menggunakan mesin 2.5 liter, sedangkan All New D-Max diperkenalkan pada November 2021 dengan mesin diesel 1.9 liter. Isuzu sendiri menyebut All New D-Max sebagai perubahan model total.

Karena itu, konsumen yang mencari D-Max "2021" harus memastikan terlebih dahulu apakah unit yang dilihat merupakan D-Max generasi lama 2.5 VGS atau All New D-Max 1.9. Perbedaan tersebut cukup besar dan akan memengaruhi hasil perbandingan dengan Triton.

Untuk D-Max generasi lama yang masih beredar pada periode 2021, mesin 4JK1-TC 2.499 cc menghasilkan sekitar 136 PS dan torsi 320 Nm. Sementara All New D-Max yang diluncurkan pada November 2021 menggunakan mesin RZ4E-TC 1.898 cc dengan tenaga 150 PS dan torsi 35,7 kgm atau sekitar 350 Nm.

Baca Juga: Benarkah Isi Pertalite dan Solar di SPBU Pertamina Harus Menunjukkan STNK? Begini Penjelasannya

Mitsubishi Triton 2021 di Indonesia sendiri menggunakan mesin diesel 2.4 liter pada sejumlah varian double cabin. Mesin 4N15 tersebut dikenal memiliki karakter kuat di putaran bawah hingga menengah, sementara transmisi tersedia dalam pilihan manual dan otomatis tergantung varian. Mitsubishi menyebut mesin 2.4 liter Triton menghasilkan 181 PS pada generasi facelift yang dipasarkan di Indonesia.

Kalau hanya melihat angka tenaga, Triton mempunyai keunggulan. Namun, angka tenaga bukan satu-satunya ukuran untuk menilai kendaraan diesel. Dalam pemakaian nyata, karakter torsi, bobot kendaraan, rasio transmisi, sistem 4WD, ban, kondisi mesin, serta cara mengemudi ikut menentukan rasa performanya.

Untuk penggunaan di jalan aspal, Triton terasa lebih bertenaga ketika pengemudi membutuhkan akselerasi dan melakukan perjalanan jarak jauh. Respons mesin 2.4 MIVEC turbo membuat Triton lebih mudah diajak berakselerasi ketika kendaraan membawa penumpang atau muatan.

Karakter ini menjadi salah satu alasan Triton menarik untuk konsumen yang menginginkan double cabin yang masih nyaman digunakan sebagai kendaraan harian.

All New D-Max 1.9 justru menarik karena kapasitas mesinnya lebih kecil tetapi tenaga mencapai 150 PS. Mesin RZ4E-TC juga menggunakan electric control VGS turbo dan common rail. Isuzu menyebut kombinasi tersebut ditujukan untuk mendapatkan efisiensi sekaligus kemampuan kerja yang baik.

Untuk konsumen yang menemukan D-Max 2.5 tahun 2021, ceritanya berbeda. Mesin 2.5 4JK1 memang tidak memiliki angka tenaga sebesar Triton 2.4, tetapi karakter mesin diesel tersebut lebih mengutamakan torsi dan durability. Jadi, jangan langsung menganggap D-Max 2.5 kalah hanya karena angka tenaga lebih kecil.

Dalam hal konsumsi bahan bakar, kedua kendaraan sebenarnya sangat tergantung kondisi. Tidak tepat memberikan satu angka mutlak karena konsumsi diesel dipengaruhi lalu lintas, muatan, kondisi ban, tekanan ban, sistem 4WD, kondisi injektor, turbo, filter, hingga gaya mengemudi.

Sebagai gambaran bagi calon pembeli mobil bekas, D-Max 1.9 berpotensi menjadi pilihan menarik untuk konsumen yang mengutamakan efisiensi karena kapasitas mesin hanya 1.898 cc dan menggunakan teknologi turbo modern. Tangki bahan bakarnya mencapai 76 liter.

Triton juga tergolong efisien untuk ukuran double cabin diesel, tetapi jangan membeli hanya berdasarkan klaim konsumsi BBM. Pada unit bekas, kondisi kendaraan jauh lebih menentukan.

Triton yang injektornya sehat, turbo normal dan sistem bahan bakarnya terawat dapat jauh lebih hemat daripada unit yang kilometernya tinggi tetapi perawatannya buruk.

Dari sisi kapasitas, keduanya sama-sama menawarkan konfigurasi double cabin lima penumpang pada varian yang relevan. All New D-Max Double Cabin mempunyai panjang 5.265 mm, lebar 1.870 mm dan wheelbase 3.125 mm. Baknya memiliki panjang bagian dalam sekitar 1.571 mm, lebar 1.530 mm dan tinggi 490 mm.

Ukuran tersebut membuat D-Max cukup praktis untuk membawa perlengkapan kerja, barang rumah tangga, maupun kebutuhan perjalanan. Namun, calon pengguna harus memahami bahwa bak double cabin tetap memiliki keterbatasan dibanding pikap single cabin.

Baca Juga: Isuzu MU-X vs Pajero Sport, Sama-Sama Diesel:,Siapa Lebih Irit, Bertenaga dan Tangguh?

Triton mempunyai karakter yang sama: kabin belakang cukup berguna membawa penumpang, sementara bak belakang dapat digunakan untuk barang. Untuk penggunaan sehari-hari, format double cabin menjadi kompromi menarik karena kendaraan tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan angkut.

Berbicara handling, Triton mempunyai karakter yang relatif mudah diterima pengguna yang sebelumnya terbiasa mengendarai SUV atau mobil penumpang. Posisi duduk cukup tinggi, visibilitas depan baik dan tenaga mesin terasa kuat. Namun, seperti semua double cabin dengan suspensi belakang daun, bagian belakang tetap dapat terasa memantul ketika bak kosong.

D-Max mempunyai karakter lebih utilitarian. Justru ini menjadi salah satu daya tariknya bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan tangguh. All New D-Max menggunakan sistem 4WD dengan pilihan mode 4H dan 4L, sementara varian tertentu mendapatkan rear differential lock. Isuzu menyebut rear diff-lock tersebut memberikan traksi lebih baik dibanding LSD ketika digunakan pada kondisi tertentu.

Untuk jalan tanah, perkebunan, tanjakan atau permukaan licin, kemampuan 4WD menjadi faktor yang jauh lebih penting dibanding sekadar angka horsepower.

Namun, pengguna tetap harus menyesuaikan kecepatan dan kondisi medan karena kemampuan kendaraan bukan berarti semua kondisi jalan aman dilalui.

Dari sisi fitur, perbedaan antara D-Max generasi lama dan All New D-Max juga cukup besar. D-Max generasi lama lebih sederhana dan fokus pada kebutuhan kerja.

All New D-Max mendapat peningkatan besar pada fitur keselamatan, termasuk ABS, EBD, Brake Assist, Electronic Stability Control, Traction Control System, Hill Start Assist dan Hill Descent Control.

Triton facelift juga mempunyai paket fitur yang cukup lengkap untuk kelasnya, terutama pada varian lebih tinggi. Fitur seperti Hill Descent Control menjadi salah satu nilai tambah ketika kendaraan digunakan pada jalan menurun. Mitsubishi juga menyediakan pilihan transmisi manual dan otomatis pada varian tertentu.

Kalau prioritasnya fitur dan kenyamanan harian, Triton cenderung lebih menarik untuk konsumen yang menginginkan rasa berkendara seperti SUV. D-Max All New membalasnya dengan teknologi keselamatan dan kemampuan off-road yang semakin lengkap.

Masuk ke harga, perbandingan harus dilakukan dengan hati-hati karena harga mobil bekas sangat dipengaruhi varian, kondisi, kilometer, lokasi, pajak dan riwayat perawatan.

Sebagai gambaran pasar saat ini, sejumlah iklan Triton 2021 yang tersedia menunjukkan harga sekitar Rp250 juta hingga Rp300 jutaan untuk beberapa varian manual, sedangkan varian Ultimate dengan kondisi dan kilometer tertentu dapat berada jauh lebih tinggi.

Di pasar bekas, harga bukan berarti kualitas kendaraan. Triton 2021 dengan harga Rp250 jutaan tetapi memiliki riwayat penggunaan berat dapat menjadi pembelian yang lebih mahal setelah beberapa bulan dibanding unit yang dijual lebih mahal namun riwayat servisnya jelas.

Baca Juga: 30 Tahun Mengaspal, Isuzu Panther Akhirnya Pensiun: Ternyata Ini Penyebabnya

Untuk D-Max 2021, pembeli juga harus membedakan generasi. D-Max 2.5 generasi sebelumnya dan All New D-Max 1.9 merupakan kendaraan yang sangat berbeda. Data pemerintah daerah yang memuat NJKB kendaraan tahun 2021 juga menunjukkan keberadaan beberapa varian D-Max 2.5 seperti D-Max DC 2.5L 4x4 MT dan D-Max Rodeo 2.5L.

Karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya mengetik "D-Max 2021" lalu membandingkan harga dengan "Triton 2021". Pastikan mesin, varian, transmisi dan generasi terlebih dahulu.

Dalam hal purna jual, Triton memiliki keunggulan yang cukup sulit diabaikan. Mitsubishi Motors Indonesia saat ini menyatakan memiliki sekitar 300 bengkel resmi dengan dukungan mekanik berpengalaman dan peralatan khusus. Mitsubishi juga menyatakan ketersediaan suku cadang di jaringan dealernya di Indonesia.

Jaringan tersebut memberikan keuntungan besar bagi pengguna yang sering bepergian antarkota. Ketika kendaraan membutuhkan pemeriksaan atau perawatan, peluang menemukan jaringan resmi Mitsubishi relatif lebih mudah dibanding merek yang jaringan kendaraannya lebih kecil.

Mitsubishi juga menyediakan katalog suku cadang resmi dan kanal pembelian suku cadang. Konsumen dapat mencari komponen mulai dari kebutuhan mesin, transmisi, elektrikal hingga bodi melalui jaringan resminya.

Isuzu juga memiliki pengalaman panjang di kendaraan komersial Indonesia dan D-Max memang diposisikan untuk kebutuhan pengguna yang memerlukan kendaraan kerja.

Saat All New D-Max diluncurkan, Isuzu secara terang menyebut target pengguna antara lain sektor pertambangan, perkebunan, rental serta oil and gas.

Karakter tersebut penting bagi konsumen karena durability kendaraan komersial bukan hanya soal merek. Kendaraan yang dirawat sesuai jadwal, menggunakan pelumas dan filter yang sesuai, serta tidak terus-menerus dipaksa melebihi kapasitas akan mempunyai peluang lebih besar untuk berumur panjang.

Untuk pembeli D-Max bekas, perhatian utama sebaiknya diarahkan pada kondisi mesin diesel, sistem common rail, turbo, transmisi, gardan, transfer case, sistem 4WD dan sasis.

Periksa juga apakah kendaraan pernah digunakan di area berat seperti pertambangan atau perkebunan. Riwayat penggunaan jauh lebih penting daripada sekadar angka kilometer di odometer.

Pada Triton, pemeriksaan juga harus mencakup mesin diesel, turbo, sistem injeksi, transmisi, gardan, transfer case, kaki-kaki, sasis dan sistem 4WD. Unit yang pernah digunakan mengangkut beban berat atau bekerja di medan ekstrem membutuhkan pemeriksaan lebih teliti.

Dalam hal durability, keduanya sebenarnya sama-sama memiliki reputasi sebagai kendaraan kerja yang tangguh. D-Max mempunyai nilai lebih bagi konsumen yang menyukai karakter sederhana dan orientasi kerja Isuzu. Triton unggul pada kombinasi performa, kenyamanan, fitur dan jaringan purna jual.

Baca Juga: Duel MPV Lawas,Toyota Kijang LGX vs Isuzu Panther LS Ini Perbedaannya

Kalau pertanyaannya adalah mana yang lebih cocok untuk penggunaan harian, jawabannya sangat tergantung kebutuhan. Triton lebih mudah direkomendasikan untuk konsumen yang ingin satu kendaraan untuk bekerja, perjalanan luar kota dan aktivitas keluarga. Tenaga mesin besar, pilihan transmisi dan jaringan purna jual menjadi nilai tambah.

Sementara itu, D-Max sangat menarik bagi konsumen yang lebih mementingkan kemampuan kerja dan ketangguhan. Terlebih bila menemukan All New D-Max 1.9 akhir 2021 dengan kondisi bagus.

Mesin 150 PS dan torsi sekitar 350 Nm membuatnya tidak bisa dianggap sebagai double cabin bermesin kecil yang lemah. Spesifikasinya justru menunjukkan bagaimana Isuzu mengejar efisiensi tanpa meninggalkan kemampuan kerja.

Namun, bila yang dibandingkan adalah D-Max 2.5 generasi lama melawan Triton 2.4 tahun 2021, Triton lebih unggul dalam angka tenaga dan teknologi kabin, sedangkan D-Max memiliki daya tarik pada karakter mesin dan orientasi kendaraan kerja.

Untuk konsumen yang ingin membeli sekarang, kondisi unit harus menjadi penentu terakhir. Mobil tahun 2021 pada 2026 sudah berusia sekitar lima tahun. Pada usia tersebut, riwayat servis, kondisi kaki-kaki, mesin, transmisi, turbo, injektor, sistem pendingin dan kelistrikan jauh lebih penting daripada sekadar memilih merek.

Kesimpulannya, Mitsubishi Triton 2021 adalah pilihan yang lebih seimbang untuk konsumen yang menginginkan performa, kenyamanan, fitur dan dukungan jaringan purna jual.

D-Max 2021, terutama All New D-Max 1.9, menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari karakter kendaraan kerja, kemampuan 4WD dan efisiensi mesin.

Jika mencari unit bekas untuk dipakai bertahun-tahun, jangan terpaku pada harga termurah. Triton 2021 dengan servis lengkap bisa menjadi pilihan lebih aman daripada unit murah dengan riwayat tidak jelas. Begitu pula D-Max: unit yang terawat akan jauh lebih menarik dibanding kendaraan yang hanya terlihat bagus dari luar.

Dengan kata lain, Triton menang dalam paket keseluruhan untuk penggunaan campuran harian dan kerja, sedangkan D-Max lebih menarik bagi konsumen yang menempatkan ketangguhan dan karakter kendaraan kerja sebagai prioritas utama. Untuk D-Max keluaran 2021, pastikan sekali lagi generasinya karena perbedaan antara D-Max 2.5 lama dan All New D-Max 1.9 sangat signifikan.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
Isuzu D-Max vs Mitsubishi Triton 2021 Isuzu D-Max Mitsubishi Triton Isuzu Mitsubishi