RADARSEMARANG.ID – Menyebut salah satu produk PT AHM di lini motor laki, yakni Honda GL Pro, bagian sebagian masyarakat apalagi pecinta otomotif, tentu sudah tidak asing.
Honda GL Pro yang pernah populer di tahun 1980-an hingga 1990-an ini dikenal sebagai motor yang mesinnya yang tangguh, perawatan relatif sederhana, serta karakter berkendara yang kuat.
Namun, di balik kepopulerannya, masih banyak yang penasaran dengan satu hal sederhana: sebenarnya dari mana nama GL Pro berasal? Jawaban yang selama ini banyak beredar ternyata cukup menarik.
Huruf “GL” pada keluarga motor Honda GL disebut berkaitan dengan nama Gin Linamoto, sosok yang disebut dalam berbagai sumber sebagai leluhur Soichiro Honda, pendiri Honda.
Kisah tersebut juga pernah dikutip dari arsip surat kabar lama oleh Perpustakaan Nasional RI.
Baca Juga: Honda GL Pro Kembali Naik Daun, Motor Lawas Kini Diburu hingga Puluhan Juta Rupiah
Apa Arti GL pada Honda GL Pro?
Menurut informasi yang dikutip dari Perpustakaan Nasional RI, GL merupakan inisial dari Gin Linamoto. Sosok tersebut disebut sebagai seorang kesatria atau samurai pada periode 1876-1877 dan memiliki hubungan kekerabatan dengan Soichiro Honda.
Kisah tersebut kemudian menjadi salah satu penjelasan yang paling banyak digunakan untuk menerangkan asal-usul nama Honda GL, termasuk GL 100, GL 125, GL Max, dan GL Pro.
Dengan demikian, ketika nama GL Pro muncul, huruf “GL” bukan sekadar identitas yang berdiri sendiri. Nama tersebut membawa cerita sejarah yang dikaitkan dengan keluarga pendiri Honda.
Menariknya, informasi mengenai asal-usul GL ini bukan hanya beredar di forum atau komunitas motor. Media otomotif seperti Otomotifnet juga menyebut GL merupakan kependekan dari Gin Linamoto.
Lalu, Apa Arti “Pro” pada GL Pro?
Di sinilah informasi yang tersedia menjadi lebih terbatas. Berbeda dengan huruf GL yang memiliki penjelasan mengenai Gin Linamoto, tidak ditemukan sumber kuat yang menjelaskan bahwa “Pro” merupakan singkatan dari sebuah nama atau frasa tertentu.
Karena itu, kurang tepat apabila “Pro” dipaksakan memiliki kepanjangan tertentu tanpa bukti sejarah dari Honda. Yang dapat dipastikan dari berbagai catatan sejarah otomotif adalah bahwa GL Pro merupakan salah satu anggota keluarga GL Honda yang hadir dengan positioning dan kapasitas mesin lebih besar dibandingkan GL Max.
Honda GL Pro pertama kali dikenal di Indonesia pada 1985 dengan mesin sekitar 145 cc. Model ini kemudian berkembang melalui beberapa generasi, termasuk varian yang populer dengan julukan White Engine, Black Engine, dan Neo Tech.
Jadi, penyebutan “Pro” lebih aman dipahami sebagai bagian dari nama model atau penamaan produk, bukan kepanjangan yang sudah terbukti secara dokumenter.
Baca Juga: Kawasaki Ninja vs Honda Vario di Pertigaan Tegalrejo Salatiga, Warga Getasan Meninggal
Dari GL Series hingga GL Pro
Sebelum GL Pro menjadi motor yang populer di kalangan pengguna Indonesia, Honda sudah lebih dahulu memiliki keluarga GL. Di Indonesia, GL 100 dan GL 125 mulai dikenal sejak 1979. Perkembangan keluarga tersebut kemudian melahirkan berbagai model, termasuk GL Max dan GL Pro.
Honda GL Pro kemudian menjadi salah satu model yang cukup menonjol karena menawarkan kapasitas mesin lebih besar. Generasi pertama yang dikenal sebagai GL Pro White Engine menggunakan mesin 145 cc dan bertahan hingga awal 1990-an.
Setelah itu, muncul GL Pro Black Engine yang kini justru menjadi salah satu varian paling diburu penghobi motor klasik.
Kenapa Nama GL Pro Begitu Melekat?
Popularitas GL Pro tidak hanya berasal dari namanya. Motor ini memiliki reputasi sebagai motor sport 4-tak yang tangguh dan relatif mudah dirawat.
Karakter tersebut membuat GL Pro memiliki umur panjang di masyarakat. Bahkan setelah produksinya berakhir, motor ini tetap digunakan sebagai kendaraan harian, bahan restorasi, hingga basis modifikasi.
Tidak mengherankan jika sekarang GL Pro kembali mendapatkan perhatian dari generasi muda dan komunitas motor klasik.
Bagi sebagian orang, motor ini merupakan kendaraan nostalgia. Bagi yang lain, GL Pro adalah bagian dari sejarah perkembangan motor sport 4-tak Honda di Indonesia. Dengan kata lain, Honda GL Pro bukanlah nama yang muncul secara sembarangan.
Di balik dua huruf “GL” terdapat kisah sejarah keluarga pendiri Honda yang membuat nama motor legendaris ini semakin menarik untuk ditelusuri. Dan kini, puluhan tahun setelah pertama kali mengaspal, nama Honda GL Pro justru kembali populer.
Motor yang dahulu dianggap sebagai kendaraan biasa kini berubah menjadi bagian dari budaya motor klasik dan simbol nostalgia otomotif Indonesia. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi