Banyak yang Keliru! Ternyata Toyota Kijang Diesel Pertama Bukan Innova, Melainkan Mobil Ini

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:06 WIB
Toyota Kijang diesel pertama
Toyota Kijang diesel pertama

 

RADARSEMARANG.ID –  Toyota Kijang selama puluhan tahun bukan sekadar mobil keluarga bagi masyarakat Indonesia. Nama Kijang sudah melekat sebagai salah satu kendaraan yang ikut menemani perubahan gaya hidup, kebutuhan keluarga, hingga aktivitas usaha.

Menariknya, perjalanan Kijang tidak hanya soal perubahan desain dari model kotak menjadi MPV modern, tetapi juga perkembangan pilihan mesinnya. Salah satu yang sampai sekarang masih sering menjadi bahan pembicaraan adalah perjalanan mesin diesel Toyota Kijang.

Banyak orang mungkin langsung mengingat Toyota Kijang Innova ketika membicarakan Kijang diesel. Padahal, jauh sebelum Innova hadir pada 2004, Toyota sudah memperkenalkan Kijang dengan mesin diesel melalui generasi keempat yang lebih dikenal sebagai  Toyota Kijang Kapsul

Toyota sendiri mencatat Kijang generasi keempat mulai masuk pasar Indonesia pada 1997. Generasi inilah yang populer dengan julukan "Kijang Kapsul" karena desain bodinya berubah cukup drastis dibanding generasi sebelumnya. Bentuknya tidak lagi mengandalkan garis-garis kotak, melainkan menggunakan lekukan yang lebih halus dan aerodinamis.

Di generasi tersebut, Toyota juga menghadirkan salah satu tonggak penting dalam sejarah Kijang, yakni pilihan mesin diesel. Mesin yang digunakan berkapasitas 2.400 cc dengan kode  2L .

Baca Juga: Pertalite Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 Tetap Berlaku, Pertamax dan Pertamax Green Berubah

Kehadiran mesin diesel tersebut membuat Kijang memiliki karakter berbeda dibanding varian bensin yang lebih dahulu dikenal masyarakat. Jika ditarik ke belakang, generasi ketiga Kijang yang dipasarkan pada 1986-1996 masih menjadi bagian penting dari perkembangan Kijang sebelum akhirnya Toyota melakukan perubahan besar pada 1997.

Toyota menyebut generasi ketiga sebagai Kijang pertama yang diekspor oleh Toyota Indonesia, sekaligus menjadi jembatan menuju generasi berikutnya yang tampil jauh lebih modern.

Kemunculan Kijang diesel pada era Kapsul menjadi menarik karena pada masa itu mobil keluarga dengan mesin diesel memiliki daya tarik tersendiri.

Karakter mesin diesel yang identik dengan torsi kuat membuat Kijang semakin cocok digunakan untuk perjalanan keluarga, membawa barang, maupun aktivitas yang membutuhkan kemampuan mesin bekerja dalam kondisi beban cukup berat.

Mesin 2L 2.400 cc tersebut juga membuat nama Kijang diesel memiliki tempat tersendiri di kalangan penggemar mobil lawas. Sampai sekarang, pembahasan mengenai Kijang Kapsul diesel masih sering muncul ketika masyarakat membicarakan mobil bekas era 1990-an yang dianggap memiliki karakter mesin sederhana dan kuat.

Kijang Kapsul sendiri tidak hanya hadir dengan satu pilihan mesin. Toyota terus melakukan pengembangan terhadap lini mesinnya. Pada awal 2000-an, misalnya, Toyota menghadirkan penyegaran dengan mesin bensin 7K-E yang sudah menggunakan teknologi electronic fuel injection atau EFI. Toyota juga menawarkan mesin 1RZ-E berkapasitas 1.988 cc untuk varian tertentu.

Namun, mesin diesel tetap menjadi bagian penting dari cerita Kijang generasi keempat. Inilah alasan mengapa ketika membahas "Toyota Kijang diesel pertama", jawabannya bukan Kijang Innova. Kijang diesel sudah hadir lebih dahulu pada era Kijang Kapsul.

Perjalanan kemudian memasuki babak baru pada 2004. Toyota memperkenalkan  Kijang Innova  sebagai generasi kelima Kijang. Perubahannya tidak main-main.

Dari sisi desain, interior, hingga konsep kendaraan, Innova bergerak ke arah MPV keluarga yang lebih modern. Toyota menyebut Kijang Innova sebagai bagian dari proyek global Innovative Multipurpose Vehicle atau IMV.

Pada saat peluncurannya, Kijang Innova menawarkan dua pilihan mesin, yakni mesin bensin 1TR-FE berkapasitas 1.998 cc dan mesin diesel 2KD-FTV berkapasitas 2.494 cc.

Di sinilah perjalanan mesin diesel Kijang memasuki era baru. Jika Kijang Kapsul menggunakan mesin 2L 2.400 cc, Innova generasi pertama menggunakan mesin diesel  2KD-FTV 2.494 cc  dengan teknologi D-4D common-rail turbo. Data Auto2000 mencatat mesin tersebut memiliki tenaga sekitar 102 PS dan torsi 265 Nm pada generasi awal Kijang Innova.

Baca Juga: Sama-Sama Diesel, Panther Grand Touring atau Innova yang Lebih Layak Dibeli?

Perubahan tersebut menunjukkan bagaimana Toyota tidak sekadar mempertahankan nama Kijang, tetapi juga membawa teknologi mesin diesel ke tingkat yang lebih modern.

Mesin 2KD-FTV kemudian menjadi salah satu mesin yang sangat dikenal di Indonesia. Selama masa edar Kijang Innova generasi pertama dari 2004 hingga 2015, mesin tersebut menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan karakter diesel dengan teknologi common-rail.

Menariknya, kapasitas mesin yang tertera pada emblem Innova diesel generasi pertama adalah 2.5. Secara teknis, kapasitas mesinnya mencapai 2.494 cc, sehingga memang berada di kelas 2.500 cc. Mesin tersebut menggunakan konfigurasi yang berbeda dari mesin 2L yang digunakan Kijang Kapsul diesel.

Perbedaan teknologi itu terasa dari karakter kendaraan. Kijang Kapsul diesel membawa karakter mobil era 1990-an, sedangkan Innova diesel 2.5 sudah memasuki era common-rail dan turbo yang membuat pengendalian tenaga serta efisiensi bahan bakar berada pada level berbeda.

Kijang Innova generasi pertama kemudian mendapatkan sejumlah penyegaran selama masa hidupnya. Tetapi fondasi mesin diesel 2KD-FTV tetap menjadi bagian penting dari identitas Innova diesel hingga akhirnya Toyota memperkenalkan generasi baru pada 2015.

Tahun 2015 menjadi titik perubahan besar berikutnya. Toyota menghadirkan All New Kijang Innova yang di kalangan masyarakat sering disebut  Innova Reborn . Bukan hanya bodinya yang berubah, mesin dieselnya pun berganti.

Jika Innova generasi pertama menggunakan 2KD-FTV 2.494 cc, Innova Reborn diesel menggunakan mesin  2GD-FTV 2.393 cc , yang umum disebut sebagai mesin 2.4 liter atau 2.400 cc. Perubahan tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya mengapa kapasitas mesin justru turun dari 2.5 menjadi 2.4 liter.

Jawabannya bukan sekadar soal besar-kecilnya kapasitas mesin. Perkembangan teknologi membuat mesin dengan kapasitas lebih kecil dapat menghasilkan performa yang kompetitif, sekaligus membawa peningkatan dari sisi efisiensi dan karakter tenaga.

Mesin 2GD-FTV kemudian menjadi salah satu mesin diesel yang sangat dikenal pada Kijang Innova Reborn. Teknologi turbo dan common-rail membuat karakter mesinnya berbeda dibanding 2L maupun 2KD-FTV.

Dari sini terlihat jelas perjalanan mesin diesel Kijang selama lebih dari dua dekade. Dimulai dari mesin diesel 2L 2.400 cc pada Kijang Kapsul, kemudian berkembang menjadi 2KD-FTV 2.494 cc pada Kijang Innova generasi pertama, lalu berlanjut ke 2GD-FTV 2.393 cc pada Innova Reborn.

Perjalanan tersebut juga memperlihatkan bagaimana Toyota mempertahankan nama Kijang sambil terus menyesuaikan produknya dengan perkembangan zaman. Toyota mencatat Kijang Innova hadir pada 2004 sebagai generasi kelima, sementara All New Kijang Innova diperkenalkan pada 2015 sebagai generasi keenam.

Baca Juga: 30 Tahun Mengaspal, Isuzu Panther Akhirnya Pensiun: Ternyata Ini Penyebabnya

Bagi penggemar mobil bekas, urutan tersebut tentu menarik karena masing-masing generasi mempunyai karakter tersendiri. Kijang Kapsul diesel misalnya, memiliki daya tarik dari desain klasik dan mesin diesel yang masih sangat identik dengan kendaraan lawas. Sementara Innova diesel 2.5 lebih dikenal karena perpaduan antara bodi MPV modern dengan teknologi common-rail.

Kemudian Innova Reborn 2.4 membawa cerita berbeda. Desainnya naik kelas, kabin semakin modern, sementara mesin diesel 2GD-FTV menghadirkan teknologi yang lebih baru.

Karena itu, tidak mengherankan apabila pencarian mengenai  Kijang diesel pertama ,  Kijang Kapsul diesel 2.4 ,  Kijang diesel 2L ,  Innova diesel 2.5 , hingga  Innova Reborn diesel 2.4  masih menarik perhatian para pencinta otomotif. Setiap istilah tersebut merujuk pada bagian berbeda dari perjalanan panjang Toyota Kijang di Indonesia.

Yang juga menarik adalah perubahan konsep Kijang. Generasi awal Kijang sangat dekat dengan kebutuhan niaga dan kendaraan serbaguna. Seiring perkembangan generasi, kendaraan ini semakin diarahkan menjadi mobil keluarga. Toyota bahkan menyebut Kijang Innova generasi kelima mengalami perubahan peruntukan menjadi kendaraan keluarga dengan desain eksterior dan interior yang lebih futuristik.

Dengan begitu, sejarah Kijang diesel sebenarnya bukan hanya cerita mengenai pergantian mesin. Ini adalah cerita mengenai bagaimana kebutuhan konsumen Indonesia ikut membentuk perkembangan sebuah mobil yang sudah bertahan sejak 1977.

Dari Kijang generasi pertama yang masih berupa pick-up sederhana, Toyota kemudian bergerak menuju Kijang generasi ketiga yang mulai diekspor, Kijang Kapsul yang tampil lebih membulat, hingga Kijang Innova yang mengubah wajah Kijang menjadi MPV keluarga modern.

Dan ketika membicarakan mesin dieselnya, ada satu urutan yang layak diingat:  2L 2.400 cc pada Kijang Kapsul, 2KD-FTV 2.494 cc pada Kijang Innova generasi pertama, kemudian 2GD-FTV 2.393 cc pada Innova Reborn.

Jadi, jika selama ini Toyota Kijang diesel selalu identik dengan Innova, faktanya sejarahnya dimulai lebih awal. Kijang Kapsul generasi keempat yang hadir pada 1997 menjadi salah satu tonggak penting karena untuk pertama kalinya Kijang mendapatkan pilihan mesin diesel 2.400 cc.

Lebih dari sekadar angka kapasitas mesin, keberadaan mesin diesel tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Kijang dalam mempertahankan reputasinya sebagai kendaraan serbaguna.

Baca Juga: Tata Cara Dapat QR Code Pertamina untuk Isi Pertalite dan Solar Subsidi Kendaraan

Puluhan tahun kemudian, nama Kijang masih menjadi bagian penting dalam sejarah otomotif Indonesia dan terus mengundang rasa penasaran, terutama ketika pembahasan bergeser pada mesin diesel lawas yang pernah menjadi andalan keluarga Indonesia.

Bagi pembaca yang sedang mencari sejarah Toyota Kijang diesel, memahami urutan generasinya menjadi langkah paling mudah. Jangan sampai tertukar. Kijang Kapsul adalah generasi keempat yang hadir pada 1997, Kijang Innova merupakan generasi kelima yang hadir pada 2004, sedangkan All New Kijang Innova atau Innova Reborn menjadi generasi keenam yang diperkenalkan pada 2015

Dengan melihat perjalanan tersebut, satu hal menjadi jelas:  Toyota Kijang diesel pertama bukanlah Innova, melainkan Kijang Kapsul.  Mesin 2L 2.400 cc menjadi pembuka cerita, sebelum kemudian tongkat estafet teknologi diesel diteruskan oleh 2KD-FTV 2.5 liter dan 2GD-FTV 2.4 liter.

Cerita inilah yang membuat sejarah Kijang tetap menarik untuk dibahas. Sebab, di balik nama besar Kijang, terdapat perjalanan teknologi yang panjang dan perubahan karakter kendaraan yang mengikuti kebutuhan masyarakat Indonesia dari masa ke masa.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
Toyota Kijang diesel pertama Kijang diesel pertama Innova diesel diesel toyota kijang